Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Sistem Pemantauan Dan Pengendalian Anaerobic Baffled Reactor (abr) Berbasis Perangkat Lunak Labview Bahtiar Yoga Prasetyo; M. Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anaerobic Baffled Reactor (ABR) merupakan sub – reaktor dari sistem plant penghasil biogas dengan metode Temperature Phased Anaerob Digester (TPAD). Proses pembentukan biogas dari reaktor tersebut adalah penguraian bahan – bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerobic digester). Proses tersebut memiliki beberapa tahapan proses antara lain hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Tahapan proses yang terjadi pada reaktor ABR adalah tahap metanogenesis. Pada tahapan ini dibutuhkan pengkondisian temperatur pada kondisi mesofilik (35ºC), serta pemantuan parameter lain seperti tekanan gas parsial, nilai pH dan hydraulic retention time (HRT). Pada penelitian ini telah dibuat suatu sistem yang mengintegrasikan pemantauan parameter (temperatur, tekanan gas parsial dan nilai pH awal) menggunakan modul akuisisi data mikrokontroler STM32F103RBT6 dengan hasil karakterisasi pada setiap sensor antara lain : sensor temperatur (DS18B20) = akurasi 99.68 %; presisi ±0.13 ºC; sensitivitas 0.999 ºC/ºC; resolusi 0.009 ºC; , sensor tekanan (MPX5100) = akurasi 99.64 %; presisi 0.03 psi; sensitivitas 0.004 psi/mV; resolusi 0.003 psi; , dan sensor pH (SEN1601) = akurasi 99.64 %; presisi 0.003 pH; sensitivitas 0.004 pH/mV; resolusi 0.003 pH . Setiap hasil pemantauan akan ditampilkan pada media user interface yang dibuat menggunakan program LabVIEW di komputer. Selain itu diterapkan sistem kontrol temperatur dengan kendali PID menggunakan metode Ziegler Nichols yang dapat diatur pada LabVIEW. Hasil dari pengujian kontrol hasil terbaik didapatkan pada kendali PID dengan hasil pengujian kontrol temperatur subtrat pada set point 35ºC antara lain :rise time = 128.13 menit, settling time = 829.2 menit, overshoot = 5.5% dan error steady state = 0.3%. Hasil penelitian terbatas pada uji pemantauan dan uji pengendalian parameter tanpa adanya proses hasil gas yang diproduksi.
Rancang Bangun Sistem Pakar Pengatur Tetesan Infus Berbasis Logika Fuzzy Novian Lisdi Wahyoto; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infus begitu diadalkan karena infus dapat memberikan cairan secara berkala langsung ke pembuluh darah pasien[1]. Oleh karena itu, kesalahan dalam pemberian cairan infus dapat berakibat buruk kepada pasien. Infus yang ada saat ini penggunaannya masih secara manual dimana kesalahan – kesalahan seperti yang telah disebutkan masih sering terjadi, oleh karena itu kami membuat suatu sistem infuse yang dapat bekerja secara otomatis. Melalui kondisi tersebut, suatu sistem infus yang dapat memonitor infus secara berkala terlihat sangat dibutuhkan. Dari sini lah digagas konsep infus otomatis dimana dokter atau perawat hanya tinggal memasukan jumlah yang diinginkan dari keypad yang ada pada user interface. Sensor yang digunakan pada alat ini yaitu photodiode dengan diamemer 5mm yang akan menjadi indikator ketinggian cairan di dalam tabung infus dan sebuah potensiometer sebagai monitor sudut penjepit. Sedangkan sebagai pengganti penekan selang digunakan motor servo yang akan bergerak untuk membuka atau menutup aliran tetesan infuse. Pada jurnal ini digunakan mikrokontroller ARDUINO UNO sebagai kontrol motor servo serta pengiriman data untuk monitoring jarak jauh. LCD dan Keypad digunakan sebagai interface yang memudahkan dokter atau perawat dalam menggunakan alat ini. Dalam merancang alat ini kami melakukan studi literatur dan studi lapangan untuk mendapatkan data yang akurat, sehingga alat yang dibuat dapat bermanfaat dan tepat guna. Kata kunci: Logika Fuzzy, Sistem Pakar, arduino uno, infuse, servo.
Rancang Bangun Turbin Bulb Pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Di Dalam Saluran Pipa Air Muhammad Aslam; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan saluran penyalur air minum bersih yang dilakukan oleh Prof. J.Chen, et al, selaku ketua tim dari riset sekaligus dosen dari Hongkong University, dengan menggunakan saluran pipa bawah tanah sebagai penghasil sumber daya listrik, sehingga dapat menghidupkan sensor-sensor elektronik dan modul yang digunakan untuk mengawasi kualitas dan kuantitas dari air bersih langsung minum tersebut. Penelitian terhadap turbin jenis bulb (bohlam) yang dilakukan oleh tim J.Chen, et al, mengerucut kepada dua jenis turbin saja yaitu, turbin geser berlubang (drag hollow turbine) dan turbin geser pejal (drag solid turbine). Dengan adanya penelitian pada turbin jenis bulb pembangkit listrik tenaga Pikohidro menjadi lebih menarik, sehingga peneliti bermaksud untuk merancang serta membangun turbin sumbu vertikal (vertical axis water turbine) jenis bulb pada sistem pikohidro, sebagai penghasil energi listrik yang memanfaatkan aliran sungai dalam pipa saluran air. Dengan harapan besarnya daya listrik yang akan dihasilkan oleh sistem pikohidro ini dapat menghidupkan digunakan untuk penerangan serta penyimpanan energi listrik. Kata kunci: Pikohidro, vertical axis water turbine (VAWT), turbin bulb (bohlam), drag hollow turbine, drag solid turbine, light emitting diode (LED).
Rancang Bangun Maximum Power Point Tracking Menggunakan Buck Converter Dengan Metode Hill Climbing Febriansah Setiawan; Muhamad Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan energi terbarukan saat ini sudah semakin pesat. Berbagai riset yang berkaitan tentang instrumentasi yang mendukung penerapan energi terbarukan sudah banyak dikembangkan. Permasalahan yang ada saat ini adalah terkait distribusi energi terbarukan dalam proses charging pada baterai. Masalah tersebut berkaitan dengan kualitas baterai yang bisa menurun jika proses charging tidak baik. Kualitas baterai yang menurun dipengaruhi oleh terjadinya overheat pada baterai karena distribusi energi yang tidak stabil. Kondisi tersebut membuat tidak diperolehnya titik daya maksimum dari sistem untuk charging ke baterai. Sehingga distribusi daya output ke baterai kurang optimal. Sistem berfungsi memberikan distribusi energi yang lebih stabil dan untuk mencari titik daya maksimum agar distribusi daya output dari sistem bisa optimal adalah charge controller. MPPT (Maximum Power Point Tracking) merupakan charge controller yang optimal untuk charging. Hal tersebut dikarenakan MPPT mencari titik daya maksimum dari sistem sehingga tegangan yang terbuang tidak sepenuhnya hilang, tetapi akan diubah dengan memaksimalkan keluaran arus dari sistem. Sehingga daya yang disalurkan ke baterai bisa optimal dan lebih stabil. Pada penelitian ini dirancang charge controller MPPT menggunakan metode optimasi hill climbing. Dalam merancang alat ini kami melakukan studi literatur dan studi lapangan untuk mendapatkan data yang akurat, sehingga alat yang dibuat dapat bermanfaat dan tepat guna. Kata kunci: MPPT, hill climbing, charge controller.
Perancangan Wattmeter Digital Ac Berbasis Mikrokontroller Atmega 32 Untuk Daya Maksimal 1200 Watt Pristian Firzatama; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah PLTMH, dibutuhkan sebuah sistem monitoring yang berfungsi untuk memantau dan melihat kinerja dari sistem PLTMH tersebut sehingga sistem dapat terjaga dan perubahan-perubahan yang terjadi dapat di analisis. Dengan demikian sistem dapat bekerja dengan optimal dan umur dari ketahanan sistem pembangkit dapat bertahan lama. Sistem monitoring PLTMH ini terdiri dari berbagai macam komponen pendukung yaitu, sensor tegangan, sensor arus, rangkaian catu daya simetris, unit pemroses sinyal input, serta unit penampil LCD untuk melihat hasil monitoring yang didapat dari sensor. Wattmeter merupakan komponen kesatuan dari setiap sensor-sensornya yang terintegrasi dengan data logger sehingga proses monitoring dapat terjadi. Wattmeter harus memiliki tingkat akurasi, presisi dan sensitivitas yang tinggi. Pengujian akurasi beban statik menggunakan dua macam pengujian yaitu pengujian resistif dan kapasitif. Pengujian resistif dilakukan dengan dua macam beban yang berbeda yaitu pengujian resistif terhadap beban resistor variabel dan pengujian terhadap beban lampu. Untuk pengujian beban resisitif dengan menggunakan resistor variabel didapatkan ketidakakurasian sebesar 2.46% dan untuk yang menggunakan beban lampu didapatkan ketidakakurasian sebesar 1.75%. untuk pengujian beban kapasitif didapatkan ketidakakurasian sebesar 4.425%. Untuk pengujian presisi beban statik didapatkan tingkat persebaran 58.253 ± 0.014 atau toleransi rentang persebaran 1.4%. Untuk pengujian sensitivitas beban statik didapatkan nilai sebesar 0.9871. Kata kunci : Wattmeter Digital AC, sistem monitoring, sensor tegangan, sensor arus.
Perancangan Sistem Dan Monitoring Sumber Arus Listrik Dari Lantai Piezoelectric Untuk Pengisian Baterai Fahad Hermawan Widodo; Muhamad Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin menipisnya energi fosil dibumi dan sifatnya yang yang tak terbarukan. Para manusia mencoba menciptakan alat pemanen energi (energy harvester). Sistem pemanenan energi salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan piezoelectric PZT(lead zirconate titanate) yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Dalam penelitian kali ini pijakan kaki manusia pada lantai yang sudah terpasang piezoelectric dibawahnya menjadi input energi mekanik untuk mendapatkan energi listrik dari lantai. Banyaknya energi listrik yang dapat dihasilkan lantai piezoelectric berbanding lurus dengan besar gaya yang diberikan pada lantai piezoelectric. Arus tertinggi yang didapatkan dari lantai yang dibuat akibat gaya mekanik yakni 938 mikro ampere dan arus terendah 464 mikro ampere. Sedangkan tegangan tertinggi yang didapat yakni 80 volt dan terendah 61 volt. Pemanfaatan energi dapat dilakukan dengan menampung hasil energi kedalam sebuah baterai sekunder(recharge) dengan memperhatikan kapasitas baterai dan intensitas penginjakan. Kata kunci : piezoelectric, PZT, mikrokontroller, baterai
Kontrol Ph Pada Reaktor Tpad (temperature Phased Anaerobic Digester) Bagian Reaktor Hidrogen Termofilik Elsa Krisdiana; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Produksi hidrogen menggunakan substrat nasi melibatkan bakteri anaerob. Proses metabolisme bakteri tersebut dipengaruhi oleh pH. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem kontrol pH pada reaktor TPAD bagian reaktor hidrogen termofilik untuk mengontrol nilai pH substrat. Pada penelitian ini, dilakukan dua percobaan yaitu percobaan tanpa kontrol pH dan percobaan menggunakan kontrol pH. Berdasarkan percobaan tanpa kontrol pH, nilai pH substrat turun secara polinomial dan dapat ditentukan larutan basa yang akan digunakan pada percobaan menggunakan kontrol pH. Pada percobaan menggunakan kontrol pH, sistem yang dibangun dapat menjaga nilai pH dengan nilai rata-rata error sistem sebesar 0,06. Kata Kunci : Kontrol, pH, biomassa, anaerobik, termofilik.
Pengaruh Elektroda pada Kinerja Microbial Fuel Cell Terhadap Kerapatan Daya Listrik yang Dihasilkan dengan Menggunakan Lumpur Bakau sebagai Substrat Paramitha Octavia; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penduduk sangatlah berkaitan dengan konsumsi energi, semakin meningkat jumlah penduduk maka konsumsi energi yang dibutuhkan semakin besar sedangkan potensi sumber energi waktunya tidak lama. Sumber energi mayoritas bersumber dari energi fosil, Dimana energi fosil tidak dapat diperbarui dan jumlahnya terbatas. Maka dibutuhkan suatu pengembangan energi yang dapat dijadikan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang sudah banyak digunakan yaitu Microbial Fuel Cell. Microbial Fuel Cell adalah perangkat yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai biokatalis untuk mengoksidasi kandungan organik dan anorganik dengan proses anaerobik untuk menghasilkan listrik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dalam pemilihan bahan logam sebagai elektroda dalam perangkat Microbial Fuel Cell, bahan logam yang digunakan yaitu timah, seng, dan tembaga berbentuk pelat dengan luas permukaan 10 yang dipemasangannya dikombinasikan. Reaktor yang digunakan dalam penelitian yaitu Microbial Fuel Cell Dual Chamber, pada reaktor ini terdapat dua ruang yaitu ruang anoda dan katoda yang dipisahkan oleh jembatan garam. Pada ruang anoda berisi lumpur bakau yang berlokasi di Jembatan Cinta Muara Gembong Kabupaten Bekasi, ruang katoda berisi akuades, dan larutan elektrolit pada jembatan garam yaitu yang berkonsentrasi 1 Molaritas. Output yang dihasilkan dalam penelitian Microbial Fuel Cell Dual Chamber yaitu nilai kuat arus dan tegangan. Setelah itu diolah untuk mendapatkan nilai daya dan kerapatan daya. Pengukuran dilakukan setiap 10 menit selama 180 menit atau 3 jam dengan dua kali pengukuran. Pengukuran tegangan dan arus sebagai output diukur tanpa menggunakan hambatan luar atau disebut open circuit. Berdasarkan hasil penelitian yaitu kombinasi maksimum dengan menggunakan variasi seng dengan tembaga, nilai kerapatan daya yang diperoleh berbanding lurus dengan nilai dan kuat arus per luas permukaan elektroda, yaitu 61,39 pada pengukuran pertama menit ke 140 dan 56,745 pada pengukuran kedua menit ke 110. Kata kunci :Microbial Fuel cell Dua Chamber, Elektroda, Lumpur Bakau Abstract There is a strong proportional relation between population growth and energy consumption basis which could cause depletion of energy source in a short time. Fossil energy, the major source of today’s energy, need to be developed or replaced by a more renewable alternative. One of the alternatives that have been used broadly is Microbial Fuel Cell. Microbial Fuel Cell uses microorganism as biocatalyst to oxidize organic and inorganic compositions with anaerobic process to generate electricity. This research intends to understand how the different materials of Microbial Fuel Cell Electrodes affect its performance. The metals to be observed are lead, zinc, and copper in a shape of plate with surface area 10 . In this research, pair of electrodes either has same metals combination in both cathode and anode or different metals in ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.2 Agustus 2018 | Page 2350 2 cathodes and anodes. Reactor used in this research is Dual Chamber Microbial Fuel Cell, which has sodium chloride bridge between the electrodes with the concentration of 1 M. The anode is filled with mangrove mud from Cinta Muara Gembong Bridge, Bekasi, while the cathode is filled with pure . Outputs of this research are electric voltage and current value which then be calculated to get power and power density. Measurement will be done every 10 minutes in 180 minutes in the same time twice with digital multimeter, Measurements were performed every 10 minutes for 180 minutes or 3 hours with two measurements. Measurement of voltage and current as outputs is measured without the use of external resistance or called open circuit. Based on the research result that is maximum combination using zinc with copper variation, the power density value obtained is directly proportional to the value and the current strength per electrode surface area, which is 61,39 at the first measurement 140 minutes and 56,745 at the second measurement of 110 minutes. Keywords: Microbial Fuel Cell, electrodes, mangrove mud
Perancangan Alat Ukur Konsentrasi Gas Metan Dari Anaerobic Baffled Reactor (abr) Semi-kontinyu Dengan Substrat Susu Basi Aditya Pratama Rusdiyono; Muhamad Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas dapat diperoleh dengan proses anaerob. Anaerob merupakan salah satu cara produksi biogas menggunakan bakteri anaerobik, yang tumbuh tanpa gas oksigen. Gas metana adalah salah satu gas yang dihasilkan dari produksi biogas sebagai penyebab utama terjadinya efek rumah kaca. Sehingga tingkat konsentrasi gas metana (CH4) yang dihasilkan dari produksi biogas harus selalu diketahui. Data konsentrasi gas metana (CH4) sulit didapatkan, karena saat ini peralatan untuk mengukur tingkat konsentrasi gas metana (CH4) sangat terbatas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas, yaitu dengan melakukan pengukuran konsentrasi gas metana menggunakan sebuah alat ukur. Pada penelitian ini dibuat seperangkat sistem pengukuran konsentrasi gas metana (CH4) pada biogas dari hasil fermentasi susu basi dalam anaerobic Baffled Reactor pada volume 15 liter dengan alat ukur yang dirancang menggunakan sensor MQ-4 sebagai pembaca konsentrasi gas metana (CH4) berupa persentase pada serial monitor. Alat ukur yang telah dibuat ini kemudian dilakukan karakterisasi agar layak digunakan sebagai alat ukur konsentrasi gas metana (CH4). Hasil pengukuran melalui serial monitor dalam persentase. Sistem pengukuran ini menggunakan alat ukur konsentrasi gas metana yang dirancang pada Arduino Uno sebagai pengontrol dari sinyal masukan dan keluaran serta untuk kalibrasi sistem dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengukuran alat ukur yang dibuat dengan alat ukur gas cromatograph GC 8A sebagai nilai akhir dari kosentrasi gas metana. Kata Kunci : Biogas, Konsentrasi Gas metana (CH4), Sensor MQ-4, Anaerobic baffled reactor.
Simulasi Profil Gas Dan Potensi Energi Dari Pembakaran Sampah Padat Kota Pada Model Bed Dari Insinerator Moving Grate Chaidir Azwin; Muhamad Ramdlan Kirom; Sugianto Sugianto
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan suatu tantangan besar yang sekarang dihadapi hampir oleh seluruh kota besar di indonesia, khusunya kota bandung. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, akan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah timbulan sampah. Timbulan sampah masyarakat kota bandung diproyeksikan sebesar 1.549 ton/hari dengan jumlah penduduk 2.748.732 jiwa dan dengan produksi sampah 1100 ton/hari. Selama ini pengolahan sampah dilakukan degan cara di timbun. Salah satu alternatif metode pengolahan sampah adalah insenerasi, dengan proses insinerasi dapat mengurangi volume sampah dalam jumlah yang besar dengan waktu yang relatif singkat. Teknologi insinerasi yang tepat dapat menurunkan potensi pencemaran yang ditimbulkan gas buang dan bahan padat sisa pembakaran. Insinerator adalah alat yang digunakan untuk proses insinerasi. Pada penelitian ini dilakukan simulasi pembakaran sampah padat kota pada model bed insinerator dengan data sampah kota bandung yang divariasikan menjadi beberapa data untuk dijadikan perbandingan hasil potensi energi yang dihasilkan dan bagaimana profil gas yang dihasilkan dari pembakaran pada model bed insinerator tersebut. Pada penelitian ini simulasi dilakukan dengan lima data sampah dimana potensi energi terbesar diperoleh dengan nilai 15.259 Mega watt dan dihasilkan beberapa kandungan gas dimana gas berbahaya yang dihasilkan adalah gas CO(Karbon Monoksida) dan di konversi ke indeks standart polutan udara (ISPU) dan masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”. Kata Kunci : Insinerasi, Sampah padat kota, Profil temperatur, ISPU, CO
Co-Authors Abrar Ismardi Ade Gafar Abdullah Adi, Yeremia Kristianto Aditya Pratama Rusdiyono Adrian Muhammad Irwansyah Ahmad Qurthobi Ahmad Qurtobi Ahmad Rizal D. Akhmad Hambali Amaliyah Rohsari Indah Utami Andhika Pratama Andre Farlianto Annisa Nabilah Kalzoum Antita Kusuma Putri Aprilianto, Khoirul Tri Ardisurya Ardisurya Arika Primayosa Asep Suhendi Atika Rizkiyatul Faizah Bahtiar Yoga Prasetyo Bayu Setiawan Bella Pratiwi Benny Sarihot Tua Silalahi Chaidir Azwin Dani Gustaman Syarif Daulat Kliston Simatupang Dede Wega Ningsih Devi Silfia Istiqomah Dodi Herman Dyan Franco Sinulingga Eddy Ariffin Edric Sunfresly Zalukhu Eka Vonia Nurcahyani Elsa Krisdiana Elza Anggia Putri Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fahad Hermawan Widodo Faiz Auliya Ramadhan Fajri Amenda Putra Faris Akhmad Diawan Fasha, Muhammad Aderaka Febriansah Setiawan Geraldo Cakrawala Herman Ghani Gumilang Heliadi Hafidah, Fiolyta Hertiana Bethaningtyas I Putu Arya Suarsana Ian Hariananda Ihsan Adhi Nugroho Ihsan Saputro Indah Utami, Amaliyah Rohsari Indra Wahyudin Fathonah Ismudiati Puri Handayani Joko Suryo Sumbodo Kartika Dian Kurniasari Koko Friansa M An Naas M S Mahesa Agni Mega Anita Sari Mochamad Firman Muzaqi Alhaq Moh Riswandha Imawan Muhammad Alfi Sazali Muhammad Aslam Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ilham Kurniawan Muhammad Manarul Huda Muhammad Yusuf Darmawan Musfar, Syafrialdi Musrinah Musrinah Nanda Salsabila Nadhifa Nirwana Prasetia Sipayung Novian Lisdi Wahyoto Novika Fithrah Ulfa Nugroho Wisnu Murti Nur Hidayat Syamsul Nur Putrialita Nurwulan Fitriyanti Oki Maulana Rosadi Paramitha Octavia Porman Pangaribuan Pristian Firzatama Putri, Monica Tri Buana R. Biantoro Kusumo Setiawan Raafi Nindyo Haswoto Raden Rizki Mulia Putra Radian Maulana Muhamad Rahmat Awaludin Salam Ramadani Dwisatya Ramadani Dwisatya Reza Ayu Febriana Reza Fauzi Iskandar Rifqi Firdaus Roma Danil Royhan Ardhi Bachtiar Rozan Widhi Jatnika Rubensio Arigeni Sampoerna Romadhona Satria Pambudi Shelvy Adila El Safura Siti Nurdianti Sholihat Sucika Nandiati Sugianto Sugianto Susetyo Agung Prabowo Suwandi Suwandi Syamhudi, Moch. Ahkas Rezky T. Nuzul Akbar Tagrid Ruwaida Tantri Apriyaningrum Tesla Pinantun Hamonangan Tri Ayodha Ajiwiguna umi nihayah Valentisa Zulviana Vebby Tjahyono Wenny Harifadillah. A Wildan Fauzan Wisnu Abdiguna Surahman Murti Yan Dewa Prabawa Yan Khairul Akbar Yandi Firdaus Yasir Rizki Yeremia Kristianto Adi Yohana Tisca Tiurma Limbong Zulhendri Zulhendri