Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Eksergi Pada Proses Biogas Menggunakan Abr (anaerobic Baffled Reactor) Dengan Substrat Nasi Basi Andre Farlianto; M Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas adalah salah satu inovasi dalam pengembangan energi alternatif. dapat diperoleh dengan proses anaerob. Namun proses produksi dan sejauh mana penggunaan energi pada biogas masih menjadi permasalahan dalam produksi biogas. Efisiensi dari berbagai proses produksi biogas harus dikaji lebih dalam dengan tujuan agar biogas yang dihasilkan dapat seoptimal mungkin. salah satu aspek yang harus di dikaji adalah efisiensi penggunaan energi. Analisa eksergi merupakan metode yang dapat mengidentifikasi kerugian energi yang terjadi pada proses biogas. Identifikasi kerugian ini bertujuan untuk evaluasi serta perbaikan proses biogas. Analisa eksergi dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan performa sistem biogas secara efisien. Adapun metode dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan data dari percobaan proses biogas, kemudian menganalisis secara eksergi untuk menentukan degradasi energi. Metoda ini coba diterapkan pada proses biogas menggunakan ABR (Anaerobic Baffled Reactor) menggunakan substrat nasi basi yang dilakukan dengan 2 jenis percobaan, tanpa pengondisian suhu dan dengan pengondisian suhu. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa masih besarnya rasio pemusnahan eksergi pada sistem dan masih relatif rendahnya efisiensi dari proses biogas yang dilakukan Kata Kunci : Biogas, Analisa Eksergi, Anaerobic baffled reactor, Efisiensi eksergetik.
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Penghasil Energi Listrik Menggunakan Sistem Microbial Fuel Cell Annisa Nabilah Kalzoum; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian untuk sistem sel tunam mikroba (STM) dari limbah cair tahu, tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah cair tahu sebagai sumber energi listrik. Sistem STM yang dipakai adalah kompartemen dual chamber yaitu anoda dan katoda, penelitian ini menggunakan variasi volume dari campuran limbah cair tahu, lumpur dan air pada kompartemen anoda, serta larutan aquadespadakompartemen katoda.PadapenelitianSTMinielektrodayangdipakaiadalahtembaga(Cu) dan seng (Zn) dengan luas permukaan sebesar 30 cm2 dan jembatan garam yang terbuat dari sumbu kompor yang sebelumnya sudah direndam menggunakan larutan NaCl. Pengambilan data dilakukan selama 30 hari, data tegangan diambil menggunakan datalogger sedangkan untuk data arus menggunakan multimeter. Kompartemen pertama dengan variasi volume substrat limbah cair tahu sebesar 250 ml dan 400 ml lumpur memperoleh hasil produksi listrik paling tinggi dibandingkan kompartemen lain yaitu sekitar 6121526,4 mJ dan terendah yaitu sekitar 956707,2 mJ. Sedangkan untuk nilai tegangan dan arus tertinggipun dihasilkan oleh kompartemen pertama yaitu 0,78 V dan 0,29 mA dandihasilkanpadaharike-17.KataKunci:STM,limbahcairtahu,variasi volumesubstrat Abstract Research has beenconducted formicrobialfuelcellsystem (MFC) fromtofuliquid waste, the purpose of this research is to utilize the tofu liquid waste as a source of electrical energy. The MFC system used is a dual chamber compartment of anode and cathode, this study uses volume variation from the mixture of liquid waste tofu, mud and water in the anode compartment, and aquadest solution in the cathode compartment. In this MFC study the electrodes used were copper (Cu) and zinc (Zn) with a surface area of 30 cm2 and a salt bridge made from a stove axis that had been previously soakedusing NaCl solution. Data retrieval is done for 30 days, the voltage data is retrieved using datalogger while for current data using multimeter. The first compartment with a volume variation of liquid waste substrate of 250 ml and 400 ml of mud obtained the highest electricity production compared to other compartments of about 6121526,4 mJ and the lowest was about 956707.2 mJ. As for the highest voltage and current value is also produced by the first compartment thatis0.78Vand0.29mAandproducedonthe17thday.Keywords:MFC,tofuliquidwaste,variationsubstratevolume
Pengaruh Beban Kalor Terhadap Thermal Resistance Pada Heat Sink Fan Rozan Widhi Jatnika; Tri Ayodha Ajiwiguna; M Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Thermal Resistance dapat menjadi salah satu aspek yang dapat mempengaruhi proses penyebaran kalor khususnya pada Heat Sink Fan. Nilai Thermal Resistance dan pengaruhnya terhadap performa Heat Sink Fan ini tidak lepas dari kalor yang dibebankan pada Heat Sink Fannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh beban kalor terhadap Thermal Resistance pada Heat Sink Fan dengan menguji 5 Heat Sink Fan yang berbeda. Untuk mendapatkan hubungan pengaruh beban kalor dengan Thermal Resistance pada Heat Sink Fan dan mendapatkan Heat Sink Fan yang paling efektif melakukan penyebaran dan pembuangan kalor, pengujian dilakukan dengan memvariasikan keluaran sumber kalor yang dibebankan pada sistem dengan menaikkan tegangannya sedikit demi sedikit dengan menggunakan dimmer dan sumber kalornya adalah modul termoelektrik TEC 12706. Dari pengujian yang dilakukan, didapatkan heatsink fan dengan thermal resistance paling kecil adalah 0,064 oC/W dan thermal resistance paling kecil adalah 0,164 oC/W, semakin tinggi beban kalornya, maka thermal resistancenya semakin rendah, Hal ini disebabkan oleh perbedaan temperatur karena adanya peningkatan temperatur pada permukaan heat sink fan yang mempengaruhi nilai laju perpindahan kalor (q) sehingga terjadi peningkatan perpindahan kalor konveksi dan nilai thermal resistancenya menjadi kecil. Kata Kunci: Thermal Resistance, pengaruh beban kalor, Heatsink Fan Abstract Thermal Resistance can be one aspect that can affect the heat dissemination process especially on Heat Sink Fan. Thermal Resistance value and its effect on Heat Sink Fan performance is not free from the heat that is charged to the Heat Sink Fan. This study aims to determine and analyze the influence of heat load on Thermal Resistance on Heat Sink Fan by testing 5 different Heat Sink Fan. To obtain the relationship of heat load effect with Thermal Resistance on Heat Sink Fan and get Heat Sink Fan which is most effective at disseminating and discharging heat, the test is done by varying the output of heat source which is charged to the system by increasing the voltage bit by bit by using dimmer and the source of calor is a TEC 12706 thermoelectric module. From this experiment, the heatsink fan with the lowest thermal resistance is 0.064 oC / W and the highest thermal resistance is 0.164 oC / W, the higher the heat load, the lower thermal resistance. This is caused by temperature differences due to an increase in temperature on the surface of the heat sink fan which affects the heat transfer rate (q) so that an increase in heat transfer of convection and the thermal resistance value becomes small. Keywords: Thermal Resistance, Heating Load Effect, Heatsink Fan
Studi Pendingin Evaporatif Untuk Pendinginan Air Benny Sarihot Tua Silalahi; Tri Ayodha Ajiwiguna; M Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendingin evaporatif merupakan proses pendinginan yang dilakukan dengan membiarkan kontak langsung antara udara dengan uap air. Pendingin evaporatif pada penelitian ini digunakan untuk mendinginkan air pada wadah stainless steel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan arah aliran udara masuk terhadap penyerapan kalor yang terjadi pada pendinginan air dengan memanfaat efek pendingin evaporatif. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen pada wadah stainless steel dengan diameter 10cm dan tinggi 10 cm dengan ketebelan 3 mm yang berisi air dan dilapisi dengan kain basah. Variabel penelitian adalah arah aliran udara masuk dengan variasi secara horizontal dan vertikal terhadap wadah air. Kecepatan angin fan sebesar 3,3 m/s. Data yang diambil meliputi data temperatur air dan temperatur lingkungan. Data-data tersebut digunakan untuk menghitung besar penyerapan kalor yang terjadi pada air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah aliran udara masuk terhadap wadah air berpengaruh terhadap penyerapan kalor yang terjadi. Pada arah aliran udara masuk secara horizontal terhadap wadah air mempunyai penyerapan kalor sebesar 2,016 watt lebih tinggi dibandingkan dengan arah aliran udara masuk secara vertikal terhadap wadah yang hanya mempunyai penyerapan kalor sebesar 1,792 watt. Kata kunci : Pendingin Evaporatif, tidak langsung, kalor penyerapan Abstract Evaporative cooling is a process that carried out by connecting directly between air and water vapor. An evaporative cooler in this case to cooling the air in a stainless steel vessel. Evaporative cooling is a process that resulting a change from the sensible heat to latent heat because of allowed direct contact between the air and water vapor. The objective of this research is to know the influence of the difference beetwen incoming airflow direction to the heat absorption which occurs on water-cooling by utilizing the effect of evaporative cooling. This research was conducted by experiment on stainless steel vessel with 10cm of height, 10cm of diameter and 3mm of thickness which is filled by water and coated with wet cloth. The research variable is the direction of airflow with variation horizontally and vertically to water vessel. Wind fan speed is 3.3 m / s. The required data are water temperature and ambient temperature data. The data is used to calculate the amount of heat absorption that occurs in water. The results of this research shows that the direction of the airflow that enter the water vessel give an effect on the absorption of heat that occurs. In the direction of the airflow vertically to the water vessel, the heat absorption is 2,016 watt, higher than the direction of the airflow vertically to the vessel which has only 1,792 watt of heat absorption. Keywords: Evaporative cooling, indirect, heat absorbtion
Pengaruh Ph Terhadap Produksi Biogas Dengan Campuran Substrat Kotoran Hewan Dan Limbah Kulit Pisang Pada Reaktor Anaerob Muhammad Ilham Kurniawan; M. Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas adalah gas mudah terbakar yang merupakan gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang didapat dari hasil penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, sampah organik, limbah buah pada alat digester atau reaktor. Pada penelitian ini substrat yang digunakan adalah campuran substrat limbah kulit pisang nangka dan limbah kotoran hewan dengan perbandingan 3:1. Dalam proses biogas tersebut, ada beberapa parameter salah satunya yaitu pH. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan variasi pH yang dikodisikan yaitu pH 6,8, pH 7,0, dan pH 7,2, serta variasi pH yang tidak dikondisikan. Dalam pengaturan nilai pH tersebut maka dibutuhkan sebuah proses pengkondisian pH menggunakan larutan NaOH. Dari penelitian tersebut diperoleh jumlah volume gas yang dihasilkan setiap hari serta kandungan gas yang diukur pada hari ke 7. Hasil yang didapatkan selama penelitian yaitu pada saat pH tidak dikondisikan diukur mempunyai volume harian paling banyak sebanyak 1610mL, sedangkan berturut-turut pH dikondisikan pada pH 7,0, pH 7,2 dan pH 6,8 adalah 1550mL, 1490mL dan 1400mL. Untuk Kandungan Biogas pada kondisi pH 6,8 sebesar H2=3,11% CH4=25,26%, selanjutnya pada kondisi pH 7.0 sebesar H2=3,58% CH4=68,92%, kemudian pada kondisi pH 7,2 sebesar H2=28,69% CH4=8,93% dan pH tidak dikondisikan sebesar H2=1,1% CH4=19,8% maka kandungan gas metana yang paling bagus adalah pada saat dikondisikan pH 7,0
Analisis Pengaruh Material Logam Sebagai Elektroda Microbial Fuel Cell Terhadap Produksi Energi Listrik T. Nuzul Akbar; M Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem MFC merupakan perangkat yang menggunakan bakteri sebagai katalis untuk mengoksidasi zat organik dan anorganik sehingga menghasilkan arus listrik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menyelidiki kaitan pemilihan material logam berupa seng, aluminium, dan tembaga yang berbentuk pelat dengan luas permukaan 10 cm2 , sebagai elektroda terhadap kinerja dari sistem MFC. Reaktor yang digunakan adalah MFC dual-chambers dengan setiap kompartemen memiliki dimensi 5 cm × 10 cm × 10 cm. Pada sistem MFC dual-chambers, elektron yang dihasilkan oleh bakteri dari substrat pada kompartemen anoda ditransfer menuju elektroda anoda dan mengalir menuju elektroda katoda, sedangkan proton ditransfer menuju kompartemen katoda melalui jembatan garam. Lumpur sawah digunakan sebagai substrat pada kompartemen anoda, akuades pada kompartemen katoda, serta jembatan garam (NaCl 1 M) sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menujukkan bahwa kerapatan daya maksimum yang dapat dihasilkan dari sistem MFC mencapai 30,54 mW/m2 (menit ke-65) dengan elektroda Cu/Zn untuk pengukuran pertama, dan 32,62 mW/m2 (menit ke-145) dengan elektroda Zn/Cu untuk pengukuran kedua. Perolehan kuat arus dan tegangan pada kedua pengukuran tidak berbeda secara signifikan, secara keseluruhan nilai kuat arus semakin meningkat seiring dengan lamanya waktu pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produksi energi listrik tertinggi dihasilkan oleh kombinasi elektroda dengan material seng dan tembaga. Kata kunci: Microbial Fuel Cell, lumpur sawah, elektroda
Rancang Bangun Kontrol Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Hybrid Pada Purwarupa Bendungan Berbasis Sms Dan Twitter Nugroho Wisnu Murti; M Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banjir merupakan salah satu peristiwa alam dimana volume air berlebihan merendam daratan. Ketidakmampuan bendungan menampung volume air tersebut mengakibatkan potensi banjir menjadi semakin besar. Penelitian ini dilakukan di purwarupa bendungan berukuran 200x90x50 cm berbahan akrilik. Penelitian ini menggabungkan dua sistem penyampaian informasi yaitu SMS dan Twitter. Penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1) pengukuran waktu tempuh air hingga mencapai ketinggian maksimum untuk semua kondisi, 2) pengaruh luas permukaan pintu terhadap ketinggian maksimal air, dan 3) pengujian sistem SMS dan Twitter. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada sistem purwarupa bendungan yang digunakan terdapat 4 kondisi level yakni NORMAL, SIAGA 2, SIAGA 1, dan AWAS. Masing-masing debit pada setiap kondisi tersebu berturut-turut yaitu 1,17 liter/detik, 1,89 liter/detik, 2,58 liter/detik, 4,94 liter/detik. Sedangkan pengontrolan pintu purwarupa bendungan sesuai kondisi yaitu NORMAL seluas 0,24 m2, SIAGA 2 seluas 0,32 m2, SIAGA 1 seluas 0,40 m2, dan AWAS seluas 0,48 m2. Untuk waktu delay SMS adalah 0,125 menit sedangkan Twitter adalah 0,913 menit. Kata kunci: sistem peringatan dini, purwarupa bendungan Abstract Flood is one of the natural disasters where exessive water volume soaked the land. The inability of the dams to acccomodate the volume of water causes the greater potential of flooding. This study was conducted in a 200x90x50 cms dams prototype made of acrylic. This research combines two information delivery system, that were SMS and Twitter. This experiment was divided into 3 secctions. The sections were: 1) measurement of water time testing to reach maximum height for all conditions, 2) the influence of surface area to maximum height of water, and 3) experiment of SMS and Twitter system. The results of this experiment are 4 level conditions that is NORMAL, SIAGA 2, SIAGA 1, and AWAS. Eacch disccharge at each condition is 1.17 liter/second, 1.89 liter/second, 2.58 liter/second, and 4.94 liter/second. While controlling the door of dam prototype to the condition that is NORMAL area of 0,24 m2, SIAGA 2 area of 0,32 m2, SIAGA 1 area of 0,40 m2, dan AWAS area of 0,48 m2. For SMS delay time is 0.125 minutes while Twitter is 0.913 minutes. Keywords: early warning system, dam prototype
Analisis Pengaruh Suhu Dan Ph Terhadap Penurunan Kadar Chemical Oxygen Demand Dalam Sistem Temperature Phased Anaerobic Digestion Dengan Substrat Limbah Makanan Roma Danil; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurtobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk itu dilakukan langkah pencegahan, penanggulangan, dan pengelolaan. Salah satu cara pengolahan limbah yaitu menggunakan sistem Temperature Phased Anaerobic Digestion (TPAD) yang menghasilkan biogas. Parameter yang digunakan untuk mengukur limbah adalah chemical oxygenn demand (COD). Pada penelitian ini dilakukan uji kadar COD pada tangki hidrolisis dalam sistem TPAD. Uji dilakukan dengan mengubah variabel bebas yaitu suhu dan pH. Ada lima jenis penelitian yaitu sebelum masuk tangki hidrolisis, sesudah masuk tangki hidrolisis tanpa kontrol suhu dan pH, kontrol suhu, kontrol pH, dan kontrol suhu dan pH. Sampel sebelum masuk tangki hidrolisis merupakan pembanding nilai COD pada sampel lainnya. Pada sampel tanpa kontrol suhu dan pH mengalami penurunan nilai COD sebesar 24,1% dari sampel sebelum masuk tangki hidrolisis, sampel kontrol suhu mengalami penurunan sebesar 33,94%, sampel kontrol pH mengalami penurunan sebesar 43,52%, dan sampel kontrol suhu dan pH mengalami penurunan sebesar 59,12%. Dari lima jenis penelitian ini sampel kontrol suhu dan pH mengalami penurunan yang paling besar. Kata kunci : limbah; COD; suhu; pH.
Perancangan Instrument Pengukuran Konsentrasi Gas Hidrogen Pada Reaktor Biogas Bagian Anaerobic Digester Wisnu Abdiguna Surahman Murti; M. Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biogas merupakan salah satu cara untuk mendapatkan energi terbarukan. Biogas dapat diperoleh dengan proses anaerob. Salah satu produk biogas untuk energi terbarukan ialah hidrogen. Gas hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta dengan persentase sekitar 75% dari total massa unsur di alam semesta. Hidrogen merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan karena tidak menimbulkan emisi gas buang yang berbahaya. Gas hidrogen tidak berwarna, tidak berbau dan mudah terbakar. Karena sifatnya yang mudah terbakar, gas hidrogen dapat dijadikan sumber bahan bakar. Namun data konsentrasi gas hidrogen (H2) sulit didapatkan, karena pada saat ini alat untuk mengukur konsentrasi gas hidrogen sangat terbatas. Maka dari itu untuk memecahkan permasalahan diatas ialah dengan membuat suatu alat ukur. Pada penelitian ini dibuat instrumen pengukuran konsentrasi gas hidrogen (H2) pada biogas dari hasil fermentasi nasi, jagung, dan kentang dalam Anaerobic Digester Reactor dengan skala 10 liter menggunakan sensor MQ-8 dengan rentang pengukuran sebesar 100-10.000 PPM untuk mengukur konsentrasi gas hidrogen (H2). Instrument pengukuran yang sudah dibuat nantinya dilakukan kalibrasi agar layak digunakan untuk mengukur konsentrasi gas hidrogen (H2). Perancangan instrumen pengukuran ini menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler yang nantinya akan dikalibrasi dengan membandingkan hasil sensor MQ-8 dan hasil gas chromatograph sebagai nilai akhir. Kata kunci: Biogas, Konsentrasi Gas Hidrogen, MQ-8, Arduino Uno. Abstract Biogas is one way to get renewable energy. Biogas can be obtained by anaerobic process. One of the biogas products for renewable energy is hydrogen. Hydrogen gas is the most abundant element in the universe with a percentage of about 75% of the total mass of elements in the universe. Hydrogen is alternative energy that is eco friendly because it doesn’t cause harmful exhaust emissions. Hydrogen gas is colorless, odorless and flammable. Because of its flammability, hydrogen gas can be used as a fuel source. But the data on the concentration of hydrogen gas (H2) is difficult to obtain, because at this time the equipment for measuring the concentration of hydrogen gas is very limited. Therefore to solve the above problems is to make a measuring instrument. In this study, there will be made a set of measurement instrument for the concentration of hydrogen gas (H2) in biogas was made from fermented rice, corn, and potatoes with a scale 10-liter Anaerobic Digester Reactor using MQ-8 sensor with a measuring range of 100- 10,000 PPM to measure hydrogen gas concentration ( H2). Measurement instruments that have been made will then be calibrated so that they are suitable to be used to measure the concentration of hydrogen gas (H2). The design of this measurement instrument uses Arduino Uno as a microcontroller which will be calibrated by comparing the results of the MQ-8 sensor and the gas chromatograph result as the final value. Key word: Biogas, Hydrogen Gas Concentration, MQ-8, Arduino Uno..
Produksi Energi Listrik Dengan Sistem Microbial Fuel Cell Menggunakan Substrat Limbah Tempe Edric Sunfresly Zalukhu; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Namun dilain sisi kita mengetahui bahwa penggunaan minyak bumi sebagai sumber penghasil energi sekarang masih mendominasi, padahal cadangan minyak bumi di indonesia sekarang ini kian menipis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif penghasil sumber energi yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan yaitu salah satunya MFC (Microbial Fuel Cell) yang berbasis prinsip bioelektrokimia dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk memecah substrat sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Penelitian kali ini difokuskan pada pemanfaatan limbah industri tempe sebagai substrat pada sistem MFC dual-chamber yang dilengkapi dengan membran penukar kation atau jembatan garam. Variasi lama waktu inkubasi substrat juga dilakukan yaitu selama 1 hari, 3 hari, 8 hari, dan 10 hari. Riset lebih lanjut pada pemanfaatan limbah industri tempe sebagai substrat dalam sistem MFC dapat mereduksi biaya operasi sistem MFC, sekaligus menjadikan MFC sebagai teknologi penghasil listrik yang ekonomis, ramah lingkungan dan dapat berkelanjutan. Dari penelitian ini dihasilkan beberapa data berupa tegangan maksimum 1,308 V dan arus maksimum 3,01 mA menggunakan elektrolit KMnO4 serta pula power density sebesar 2696,630137 mW/m2 pada reaktor seri. Kata Kunci : Microbial Fuel Cell,Energi Listrik,Limbah Industri Tempe Abstract The need for electrical energy in Indonesia is expected to continue to increase. But on the other hand we know that the use of petroleum as a source of energy now is still dominating, whereas oil reserves in Indonesia is now increasingly thinning. Therefore, it is necessary to develop alternative energy source more effective, efficient and environmentally friendly one of them is MFC (Microbial Fuel Cell) based on bioelectrochemical principle by utilizing microorganism to break up the substrate so that it can generate electrical energy. The present study focused on the utilization of tempe industrial waste as a substrate on a dual-chamber MFC system equipped with a cation exchange membrane or a salt bridge. Variations in the length of incubation time of the substrate were also carried out for 1 day, 3 days, 8 days, and 10 days. Further research on the utilization of tempe industrial waste as a substrate in the MFC system can reduce the operating costs of the MFC system, while making MFC as an economical, environmentally friendly and sustainable electricity generating technology. From this study some data were generated in the form of a maximum voltage of 1.308 V and a maximum current of 3.01 mA using KMnO4 electrolytes and also power density of 2696.630137 mW / m2 in a series reactor. Keynote : Microbial Fuel Cell, electrical energy, industrial waste tempe
Co-Authors Abrar Ismardi Ade Gafar Abdullah Adi, Yeremia Kristianto Aditya Pratama Rusdiyono Adrian Muhammad Irwansyah Ahmad Qurthobi Ahmad Qurtobi Ahmad Rizal D. Akhmad Hambali Amaliyah Rohsari Indah Utami Andhika Pratama Andre Farlianto Annisa Nabilah Kalzoum Antita Kusuma Putri Aprilianto, Khoirul Tri Ardisurya Ardisurya Arika Primayosa Asep Suhendi Atika Rizkiyatul Faizah Bahtiar Yoga Prasetyo Bayu Setiawan Bella Pratiwi Benny Sarihot Tua Silalahi Chaidir Azwin Dani Gustaman Syarif Daulat Kliston Simatupang Dede Wega Ningsih Devi Silfia Istiqomah Dodi Herman Dyan Franco Sinulingga Eddy Ariffin Edric Sunfresly Zalukhu Eka Vonia Nurcahyani Elsa Krisdiana Elza Anggia Putri Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fahad Hermawan Widodo Faiz Auliya Ramadhan Fajri Amenda Putra Faris Akhmad Diawan Fasha, Muhammad Aderaka Febriansah Setiawan Geraldo Cakrawala Herman Ghani Gumilang Heliadi Hafidah, Fiolyta Hertiana Bethaningtyas I Putu Arya Suarsana Ian Hariananda Ihsan Adhi Nugroho Ihsan Saputro Indah Utami, Amaliyah Rohsari Indra Wahyudin Fathonah Ismudiati Puri Handayani Joko Suryo Sumbodo Kartika Dian Kurniasari Koko Friansa M An Naas M S Mahesa Agni Mega Anita Sari Mochamad Firman Muzaqi Alhaq Moh Riswandha Imawan Muhammad Alfi Sazali Muhammad Aslam Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ilham Kurniawan Muhammad Manarul Huda Muhammad Yusuf Darmawan Musfar, Syafrialdi Musrinah Musrinah Nanda Salsabila Nadhifa Nirwana Prasetia Sipayung Novian Lisdi Wahyoto Novika Fithrah Ulfa Nugroho Wisnu Murti Nur Hidayat Syamsul Nur Putrialita Nurwulan Fitriyanti Oki Maulana Rosadi Paramitha Octavia Porman Pangaribuan Pristian Firzatama Putri, Monica Tri Buana R. Biantoro Kusumo Setiawan Raafi Nindyo Haswoto Raden Rizki Mulia Putra Radian Maulana Muhamad Rahmat Awaludin Salam Ramadani Dwisatya Ramadani Dwisatya Reza Ayu Febriana Reza Fauzi Iskandar Rifqi Firdaus Roma Danil Royhan Ardhi Bachtiar Rozan Widhi Jatnika Rubensio Arigeni Sampoerna Romadhona Satria Pambudi Shelvy Adila El Safura Siti Nurdianti Sholihat Sucika Nandiati Sugianto Sugianto Susetyo Agung Prabowo Suwandi Suwandi Syamhudi, Moch. Ahkas Rezky T. Nuzul Akbar Tagrid Ruwaida Tantri Apriyaningrum Tesla Pinantun Hamonangan Tri Ayodha Ajiwiguna umi nihayah Valentisa Zulviana Vebby Tjahyono Wenny Harifadillah. A Wildan Fauzan Wisnu Abdiguna Surahman Murti Yan Dewa Prabawa Yan Khairul Akbar Yandi Firdaus Yasir Rizki Yeremia Kristianto Adi Yohana Tisca Tiurma Limbong Zulhendri Zulhendri