Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Proses Manufaktur Mesin Pelet Pakan Ikan Sukma, Hendri; Sulaksono, Bambang; Prakoso, Avis Iman Dwi; Zeda, Azeda Amirah
Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa Vol. 7 No. 1 (2024): Maret
Publisher : UPPM Polsub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/jiitr.v6i1.176

Abstract

Penelitian ini menunjukkan minat yang signifikan dalam budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sidoarjo melalui partisipasi dalam Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar (P2MKP). Namun ada kelemahan teridentifikasi sebagai permasalahan dalam proses produksi pakan ikan akibat pemisahan mesin pembuat pelet ikan ini. Penelitian ini bertujuan menggabungkan antara mesin pengaduk dan pencetak pelet. Proses manufaktur ini yang digunkan terdiri dari desain, persiapan bahan, pengukuran, pembuatan, perakitan, dan pengujian. Mesin pelet ikan yang direncanakan memiliki kapasitas 50 kg/jam, memanfaatkan motor listrik satu fase 1 HP dengan putaran 1400 RPM. Peralatan pakan ikan yang dihasilkan dapat memproduksi 2,4 kg/jam pelet dengan ukuran 3,5 mm. Kinerja komponen pengaduk dan rangka menunjukkan tingkat homogenitas 80%-90% dalam waktu 10 menit. Waktu manufaktur adalah 14 jam dengan total biaya sebesar Rp. 1.943.367,23. Meskipun belum mencapai target, mesin tetap berfungsi saat mengekstrusi jumlah bahan pakan yang lebih besar. Penyesuaian panjang barel dan penambahan penutup pada corong guna memaksimalkan kapasitas dan bentuk pelet dan pencegahan percikan bahan  diperlukan dalam pengembangan kedepan.
Rancangan Mesin Pelet Pakan Ikan Dengan Kapasitas 50 Kg/Jam Sulaksono, Bambang; Utomo, Nahdita
Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa Vol. 7 No. 1 (2024): Maret
Publisher : UPPM Polsub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/jiitr.v6i1.178

Abstract

Pelet adalah pakan ikan yang dibuat menjadi bentuk butiran berukuran sebesar pil. Pelet ikan terdiri dari campuran material hewani dan nabati sebagai energi bagi ikan untuk melakukan aktivitasnya serta dapat mendorong gizi dan pertumbuhan ikan untuk menjadi lebih baik. Dengan meningkatnya kualitas ikan konsumsi maka dapat meningkatkan pula gizi dari masyarakat Indonesia. Salah satu pembudidaya ikan konsumsi yang sudah membuat pakan mandiri adalah P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan) Sidoarjo. Namun alat pembuat pelet yang digunakan masih kompleks dengan beban yang juga berat dan sulit dipindahkan posisinya. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut, penulis merancang mesin pencetak pelet ikan yang kuat namun lebih ringkas dan mudah untuk dipindahkan, sehingga dapat mempermudah penggunaan alat pencetak pelet ikan untuk memudahkan pembudidaya dapat membuat pakan mandiri. Mesin ini menggunakan sistem Batch dimana bahan yang dimasukkan adalah 5 kg setiap 6 menit. Mesin ini memiliki dimensi 980 mm x 507mm x 1200mm.
PERANCANGAN MESIN PEMARUT DAN PEMERAS SINGKONG DUA FUNGSI UNTUK TEPUNG TAPIOKA DAN PAKAN TERNAK Sulaksono, Bambang; Gunawan, Chandra
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2024): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v8i3.12258

Abstract

Singkong telah menjadi bahan utama dalam pembuatan berbagai produk. Namun, dalam proses pengolahan singkong tersebut, masih terdapat berbagai tantangan teknis yang dihadapi Banyak industri rumahan yang masih menggunakan metode manual dalam pemarut dan pemerasan singkong. Metode manual ini tidak hanya memakan waktu dan tenaga, tetapi juga rentan terhadap ketidaksempurnaan hasil akhir dan tingkat  produktivitas yang rendah. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan mesin yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses pengolahan singkong, khususnya bagi industri rumahan yang memproduksi tepung tapioka dan pakan ternak. Oleh karena ini penlitian ini bertujuan untuk merancang alat yang memudahkan industri rumahan untuk mengelola singkong menjadi lebih mudah dan dapat mengurangi waktu, tenaga dan biata produksi. Penelitian ini menggunakan metode Ulrich, dengan menyeleksi konsep guna untuk mengukur dari kebutuhan masyarakat pelanggan. Dengan merancang mesin pemarut dan pemeras singkong dua fungsi dengan kapasitas 30kg/jam menggunakan Slideworks. Pada hasil perancangan konsep terpilih varian dengan hasil pembobotan nilai 8,4. Dari perancangan ini didapatkan rancangan sebuah alat terbarukan yaitu rencangan mesin pemarut dan pemeras singkong dua fungsi yang santan singkongnya dapat dijadika untuk pembuatan tepung tapioka dan ampasnya dapat digunakan untuk pakan ternak guna untuk pengusaha atau industri rumahan.
PERANCANGAN SUDU TANGKAP TERHADAP VARIASI KECEPATAN ANGIN PADA TURBIN ANGIN Bambang Sulaksono
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i2.498

Abstract

Rancangan ini dilakukan untuk memanfaatkan energi angin yang ada di Indonesia. Metode perancangan yang dilakukan dengan cara analisis perhitungan numerik dan gambar rancangan dengan menggunakan software AutoCAD. Software AutoCAD digunakan untuk mendisain hasil perhitungan numerik menjadi gambar ditail. Berdasar data dari buku sumber A Wind Turbine Recipe Book, dikembangkan untuk penelitian ini.kecepatan angin optimal berada pada ketinggian > 50 m. Analisis perhitungan numerik dari manual book menghasilkan ukuran chord airfoil dan sudut pitch airfoil. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai variabel input untuk rancang bangun turbin angin. Hasil rancangan turbin angin ini memiliki rata – rata kecepatan angin yang bervariasi antar 3-7 m/s pada ketinggian pada ketinggian 50 m. Rotor turbin angin ini memiliki diameter 3 m dengan swept area 4,5-7,068 m2 serta kecepatan putar 401 rpm. Rotor ini menggunakan jenis airfoil NREL S818 untuk bagian root, S825 untuk bagian primary, dan S822untuk bagian tip dengan tiap bagian airfoil ini dibagi menjadi 5 segmen dengan masing – masing jarak tiap segmen (r)TIP2-TIP 1 =300, dan tiap segmen dari Tip2 - 6 = 200 . kecepatan awalan angin untuk memutar turbin ini (cut in) sebesar 3 m/d dengan daya yang didapat sebesar 65,90 Watt pada blade utama dan 102,06Watt pada dobel blade.
Perancangan Mesin Tube Notcher Menggunakan Metode G. Pahl dan W. Beitz Iqbal R Pamungkas; Bambang Sulaksono; Megara Munandar; Agri Suwandi; M. Fathur Fajar
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i2.536

Abstract

Mesin tube notcher adalah mesin yang digunakan untuk memotong pipa besi dengan menghasilkan profil pada sisi potongnya yang berfungsi untuk memudahkan proses awal penyambungan pipa besi.Di industri menengah kebawah dibutuhkan mesin tube notcher yang dapat berkerja secara efesien dengan biaya murah.Perancangan ini bertujuan untuk memperoleh rancangan mesintube notcher dengan spesifikasi yang baik, agarrancangan mesin mudah digunakan, tahan lama dan terdapat data rancangan dalam bentuk gambar.Pada perancangan ini menggunakan metode G.Pahl dan W.Beitz meliputi pembuatan daftar persyaratan, struktur fungsi dan prinsip solusi.Kemudian tahap analisa konsep perancangan dengan membuat tabel seleksi varian mesin dan melalui kriteria pembobotan.Hasil yang diperoleh adalah data rancangan berbentuk gambar mesin menggunakan software Pro Engineer.Rangka pada mesin ini adalah baja karbon hollow persegi dan alumunium untuk material komponen-komponennya. Dimensi keseluruhan dalam panjang , lebar dan tinggi adalah 600×400×800 mm dengan berat 22,187 kg menggunakan motor penggerak 600 watt.
FILTERISASI AIR KRAN / AIR SUMUR LANGSUNG MINUM Bambang Sulaksono; Eko Prasetyo
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1357

Abstract

Air sumur merupakan kebutuhan yang sangat vital dan merupakan sumber utama kehidupan masyarakat sahari-hari. Untuk menjaga kesehatan maka air minum harus hegines, keberadan air sekarang sudah tercemar sudah bercampur dari beberapa usur, sehingga dibutuhkan penanganan lebih serius dengan mengatur kandungan yg terdapat dalam air antara lain , Fe, Mangan, bakteri, timbal, tembaga dan bahan kimia yang berbahaya pestisida arsenik serta kimia lainnya. Zat yang terkandung dalam Air tanah diantaranya kadar besi (Fe) dan Mangan (Mn), jika kita ukur menggunakan TDS meter nilai yang dicapai berkisar antara 220 hingga 280 mg/l tergantung lingkungan atau sumber air tersebut. Termatup Dalam Peraturan Pemerintah PP Nomor 20 Tahun 1990 bahwa zat (Fe) yang dibolehkan dalam air minum maksimum 0,3 mg / l, dan kadar Zat Mangan (Mn) 0.1 mg / l. Untuk mengatur kadar campuran, perlu adanya system filterisasi dari beberapa komposisi bahan sebagai media penyaringnya diantara lain : tangki reaktor dengan kandungan chlorine/kaporit, pasir silika, krikil, filter mangan zeolite, butiran karbon aktif, filter cartridge, dan penyinaran ultra violet serta ozon generator.
Rancang Bangun Mesin Pencacah Tumbuhan Pakan Ternak dan Pemanfaatan Gerak Putar Menjadi Energi Penerangan Vero Maldini; Bambang Sulaksono
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 11 No. 3 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i3.2903

Abstract

Menentukan hasil cacahan Menentukan pisau dan dimensi pisau untuk mencacah tumbuhan pakan ternak Bagaimana system pengisian ke accu untuk menghasilkan arus listrik Mampu memahami, mendesain dan membuat pisau untuk mencacah tumbuhan pakan ternak. Mengembangkan fungsi alat pencacah sebagai alat penerangan Dalam penelitian ini, terdapat metodologi proses rancang bangun mesin pecacah tumbuhan dan pembangkit listrik yang tersusun diagram alir atau flowchart. Metodologi tersebut dijelaskan dalam diagram alir berikut. Dalam penelitian ini, digunkan metode ulrich untuk perancangannya. pada hasil perancangan konsep terpilih varian dengan hasil pembobotan nilai 4,84. Dari penelitian ini didapatkan berupa hasil rancangan dan juga alat yang dapat mencacah tumbuhan dan membangkitkn listrik dengan motor penggerak bensinn 3.600 rpm 6,5 Hp dapat mecacah tumbuhan 1 kg dalam waktu 2 menit walaupun masih belum sesuai dengan targetnya dan pengisian yang di lakukan alternator tetap konstan diatas 12 volt sehingga inverter akan tetap berfungsi untuk mengkonversi dari 12 volt menjadi 220 volt 500watt untuk energi peneragan . Dalam pengembangan selanjutnya, pembuatan desain atau alatnya ada baiknya merubah sistem pisau dan transmisinya, karena banyak energi yang terbuang akibat menggunkan transmisi pulley dan belt. Pembelajaran tentang konversi energi sebaiknya lebih di tingatkan agar mahasiswa lebih gampang menguasainya
Perancangan Konsep Mesin Mixer dan Press Serbuk Kayu yang Portable untuk Pembuatan Papan Partikel dengan Metode VDI 2221 Bambang Sulaksono; Yani Kurniawan
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3621

Abstract

Mesin mixer dan press diperlukan untuk membuat papan partikel dari serbuk kayu. Pembuatan papan partikel yang dilakukan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) atau home industry memerlukan mesin mixer dan press yang protable. Penelitian ini bertujuan melakukan perancangan konsep mesin mixer dan press serbuk kayu yang portable. Perancangan konsep menggunakan metode Varien Deutscher Ingenieure 2221 (VDI 2221). Hasil penelitian mendapatkan rancangan mesin mixer dengan kapasitas 6 kg dengan dimensi mesin 570 x 620 x 1442 mm. Sedangkan mesin press berkapasitas 1 ton dengan dimensi 1000x500x700 mm.
Perancangan Mesin Penyemprot Pestisida Kapasitas 44 Liter mahandika, dhidik; sukma, hendri; Fikri, Rahmad; Sulaksono, Bambang
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 14 No. 3 (2024): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v14i3.7845

Abstract

Sejarah munculnya ilmu pengetahuan dibidang teknik pertanian dipicu oleh adanya kebutuhan untuk membuka dan mengolah lahan pertanian secara besar-besaran. Bidang teknik pertanian meliputi kajian tentang alat dan mesin pertanian serta penggunaan, pemeliharaan, dan pengembangannya. Tujuan utama perancangan mesin penyemprot pestisida adalah untuk membantu petani membasmi hama agar lebih efesien dalam menyemprot cairan pestisida pada sawah dan memiliki mobilitas yang tinggi. Perancangan mesin penyemprot menggunakan metode Pahl & Beitz. Metode penelitian dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan, melakukan pengembangan dan perencanaan konsep sampai pemilihan konsep menghasilkan varian 1 menggunakan sumber tenaga penggerak pompa dinamo air dan penerus daya inverter dan aki yang disambung melalui adapter. Varian 2 menggunakan sumber tenaga penggerak motor listrik dan penerus daya menggunakan pulley dan belt. Varian 3 menggunakan sumber tenaga penggerak dengan manual dan sumber penurus daya menggunakan tuas engkol yang dapat digerakan. Sehingga dihasilkan varian 1 sebagai varian terpilih dengan pembobotan nilai sebesar 5. Hasil rancangan mesin penyemprot pestisida digunakan untuk sawah seluas 5600 m². Dimensi tangki penyimpanan pestisida dibuat berbentuk balok yang direncanakan dengan ukuran . Tangki penyimpanan pestisida berkapasitas 44 liter sehingga sawah membutuhkan 7 kali penyemprotan. Analisis rangka mesin penyemprot pestisida dengan beban diterima rangka sebesar 587,065 N menghasilkan rangka stress (von misses) sebesar 4833510,5 N/m², sedangkan yield strength dengan material pipa galvanis sebesar 203943242,60 N/m² sehingga rangka mesin penyemprot pestisida tersebut aman digunakan.
Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock Yani Kurniawan; Yudi Iswanto; Bambang Sulaksono
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 15 No. 2 (2025): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.maca1619

Abstract

Cacat retak pada sambungan las merupakan permasalahan utama dalam perakitan pipa penstock untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Cacat retak disebabkan oleh pendinginan yang cepat akibat aliran udara dingin (20℃) yang mengalir di dalam pipa penstock saat proses pengelasan. Pendinginan yang cepat dapat dihindari dengan melakukan perlakuan panas setelah proses pengelasan. Perlakuan panas dilakukan dengan menggunakan burner selama 40 menit dengan suhu 80℃-90℃ untuk mengurangi cacat retak pada sambungan las pipa penstock. Namun dalam proses perakitan pipa penstock untuk satu sistem PLTA dibutuhkan gas LPG sebanyak 12500 Kg. Hal ini menyebabkan pemborosan biaya dalam proses pengelasan pipa penstock. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses perlakuan pemanasan pada pipa penstock setelah proses pengelasan. Selain itu juga dilakukan penelitian terhadap cacat retak, kuat tarik, dan kekerasan sambungan las akibat perubahan suhu dan waktu pemanasan. Perlakuan panas menggunakan variasi suhu 70, 80, 90, dan 100℃ dengan variasi waktu 20, 30, 40, dan 50 menit. Pengujian menggunakan metode full factorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit merupakan parameter terbaik untuk menghilangkan cacat retak pada sambungan las pipa penstock. Kebutuhan gas LPG pada pemanasan menggunakan suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit sebesar 8126 Kg untuk satu sistem PLTA.