Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pijat Bayi Menggunakan Virgin Coconut Oil Terhadap Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Curup Kelurahan Talang Benih Marlinda Marlinda; Indah Fitri Andini; Kurniyati Kurniyati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.888

Abstract

Penggunaan VCO pada bayi dapat meningkatkan berat badan dengan cara teknik pijat bayi karena dapat memberikan kehangatan selain itu juga terdapat nutrisi pada minyak VCO yaitu terdapat asam lemak rantai sedang yang mudah dimetabolisme tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi menggunakan virgin coconut oil terhadap berat badan bayi pada usia 3-6 bulan. Desain penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment dengan rancangan two grup pretest-posttest with control group. Pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 22 bayi, 11 bayi kelompok intervensi dan 11 bayi kelompok kontrol. Data dianalisa menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon sign rank dan uji mann whitney. Hasil penelitian ini diketahui bahwa rata rata berat badan bayi usia 3-6 bulan pada kelompok intervensi didapatkan selisih peningkatan sebesar 250,909 gram dan kelompok kontrol rata-rata peningkatan sebesar 144,727. Hasil uji mann whitney p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pemberian pijat bayi menggunakan VCO pada bayi. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian pijat bayi menggunakan VCO dapat meningkatkan rata-rata berat badan bayi lebih tinggi dari baby oil. Saran diharapkan bidan dapat terus memotivasi ibu untuk melakukan pijat bayi menggunakan VCO dan dapat menjadi referensi tambahan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswi kebidanan sebagai strategi intervensi untuk promosi kesehatan yang tepat untuk meningkatkan berat badan bayi.
The Influence of Birth Ball Exercise and Lemon Aromatherapy on Cortisol Levels in Pregnant Women Wenny Indah Purnama Eka Sari; Kurniyati; Yusniarita; Ida Mardalena
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.14741

Abstract

Pregnancy is a natural and physiological condition. During pregnancy, various changes occur in the body due to the hormones estrogen and progesterone, which affect both the physical and psychological conditions of the mother. Anxiety during pregnancy is an emotional reaction related to the mother's concerns about her baby. Persistent anxiety can affect the sympathetic nervous system and the release of the stress hormone cortisol. The purpose of this study is to examine the effect of birth ball exercise and lemon aromatherapy on cortisol levels in pregnant women. This study employed a posttest-only control group approach in a quasi-experimental design. Thirty third-trimester pregnant women who engaged in pregnancy exercises made up the study sample; they were chosen using purposive sampling. For four weeks, the respondents in the intervention group received the lemon aromatherapy and birth ball exercise twice a week for forty-five minutes each. A questionnaire with respondent characteristics and a cortisol level column were part of the research tool. The non-parametric Mann-Whitney test was used for data analysis. The average cortisol levels in the intervention group and the control group differed significantly, as indicated by the results, which showed p = 0.000. This indicates that cortisol levels in third-trimester pregnant women are considerably impacted by lemon aromatherapy and birth ball exercise. cortisol levels are lowered by the physiological and psychological effects of the birth ball exercise and lemon aromatherapy, which relax the body and calm the mind. Pregnant women may benefit from combining lemon aromatherapy with birth ball exercise to lower anxiety levels and avoid excessive cortisol elevation.
Pemberdayaan Peran Kader dalam Meningkatkan Produksi ASI melalui Teknik Pijat Laktasi Optimalkan Kesehatan Bayi Kurniyati Kurniyati; Wenny Indah Purnama Eka Sari; Indah Fitriandini; Farida Esmianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25420

Abstract

ABSTRAK Pemberian ASI ekslusif merupakan salah satu global target for nutrition dari Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health Assembly yaitu meningkatkan angka ASI ekslusif untuk bayi sampai dengan umur 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif tidak lepas dari masalah yang terjadi dalam proses menyusui diantaranya kepercayaan yang salah bahwa ASI keluar sedikit atau ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. Produksi ASI yang sedikit menjadi penyebab paling sering terhadap terjadinya kegagalan dalam menyusui. Pijat Laktasi merupakan salah satu upaya efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Kader posyandu merupakan kader kesehatan yang berasal dari warga masyarakat yang dipilih masyarakat serta bekerja dengan sukarela untuk membantu peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Posyandunya, sehingga kehadiran kader akan sangat mudah diterima oleh masyarakat. Kader mempunyai peran sebagai penggerakan masyarakat, penyuluhan, dan pemantauan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan peran kaderdalam meningkatkan produksi ASI melalui teknik pijat laktasi dalam mengoptimalkan kesehatan bayi, dengan khalayak sasaran adalah 23 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan selama 2 hari dengan materi tentang upaya meningkatkan produksi ASI dengan pijat laktasi dan praktikum langsung tehnik pijat laktasi serta pendampingan kader dalam penerapan pijat laktasi pada ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam upaya peningkatan produksi ASI dengan tehnik pijat laktasi dalam optimalkan kesehatan bayi setelah dilakukan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan kader kesehatan yang telah di latih dapat menerapkan langsung apa yang sudah diajarkan kepada ibu menyusui. Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Produksi ASI, Pijat_Laktasi, Kesehatan Bayi.  ABSTRACT Exclusive breastfeeding is one of the global nutrition targets of the World Health Assembly, which aims to increase exclusive breastfeeding rates for infants up to 6 months of age. Exclusive breastfeeding coverage is inseparable from issues that arise during the breastfeeding process, including the misconception that breast milk production is low or insufficient for the baby's needs. Low milk production is the most common cause of breastfeeding failure. Lactation massage is an effective way to increase breast milk production. Integrated health service post (Posyandu) cadres are community-selected health workers who volunteer to help improve public health in their area. Their presence is easily accepted by the community. Cadres play a role in community mobilization, outreach, and monitoring. The purpose of this community service is to empower the role of cadres in increasing breast milk production through lactation massage techniques to optimize infant health, with the target audience being 23 health cadres. Methods: The implementation of the training activities for 2 days with material on efforts to increase breast milk production with lactation massage and direct practice of lactation massage techniques and mentoring cadres in applying lactation massage to breastfeeding mothers. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of cadres in efforts to increase breast milk production using lactation massage techniques to optimize infant health after the trainingThis community service activity went well, and the trained health cadres were able to directly apply what they had learned to breastfeeding mothers. Keywords: Cadre Empowerment, Breast Milk Production, Lactation Massage, Infant Health.
The Effect of Acupressure and Lavender Aromatherapy on Breast Milk Production and Uterine Involution in Post Partum Mothers Kurniyati; Wenny Indah Purnama Eka Sari; Kartinazahri; Yusnaini; Derison Marsinova Bakara
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 5 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i5.15083

Abstract

During the postpartum period, two processes occur: uterine involution and lactation. Acupressure can help maximize prolactin and oxytocin receptor activity, minimize the side effects of delayed breastfeeding in the baby, and influence oxytocin release, which triggers uterine muscle contractions and retraction, thereby accelerating uterine involution. Lavender aromatherapy induces a relaxing effect through the central nervous system, which can help increase oxytocin production—a hormone that plays a role in boosting breast milk production—and triggers uterine contractions to accelerate uterine involution. The objective of this study is to determine the effects of acupressure and lavender aromatherapy on breast milk production and uterine involution in postpartum mothers before and after intervention. The study used a quasi-experimental pretest-posttest design with a control group. The population consisted of breastfeeding postpartum mothers at the PMB in Curup City, Rejang Lebong Regency, and the PMB in Aceh Besar City. The sample was selected using simple random sampling and included 82 respondents divided into two groups of 41 each. The research instrument consisted of a questionnaire designed to gather information about the respondents' characteristics, as well as an observation sheet to monitor breast milk production and assess uterine involution. The acupressure therapy intervention involved applying pressure to three specific points: Large Intestine 4 (LI 4), Stomach 36 (ST 36), and Small Intestine 1 (SI 1). This was complemented by the use of lavender aromatherapy. The study results indicated that both acupressure and lavender aromatherapy had a significant impact on breast milk production and uterine involution (P ≤ 0.05). Overall, the administration of acupressure and lavender aromatherapy proved to be effective in enhancing breast milk production and promoting faster uterine involution in postpartum mothers.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN KAYU MANIS (CINNAMON) DENGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM Ria Elvida; Kurniyati; Wenny Indah Purnama Eka Sari
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2603

Abstract

Laserasi perineum atau luka perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum yang biasanya disebabkan oleh trauma saat persalinan. Luka perineum dikatakan sembuh apabila kondisi luka nampak kering, menutup serta tidak ada tanda-tanda infeksi. Upaya dalam mempercepat penyembuhan luka perineum dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi non farmakologi yang dapat mempercepat penyembuhan luka perineum yaitu rebusan kayu manis (cinnamon). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan kayu manis (cinnamon) dengan lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Metode dalam penelitian quasi eksperimen design dengan menggunakan rancangan nonquivalent control group post test only. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu postpartum dengan luka perineum, jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 36 orang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner untuk karakteristik responden dan lembar observasi skala skor REEDA (redness, edema, ecchymosis, discharge dan approximation) untuk menilai penyembuhan luka dan untuk menilai lama penyembuhan luka dilihat dari berapa hari luka sembuh. Hasil penelitian didapatkan nilai p value 0.000 (<0.05) ada pengaruh rebusan kayu manis (cinnamon) terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Rebusan Kayu manis dapat dijadikan alternatif asuhan kebidanan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum