Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agripet

Aktivitas Antioksidan dari Susu Pasteurisasi dengan Penambahan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Minuman Kesehatan Zuraida Hanum; Zikri Maulina Gaznur; Zahratul Aini; Ari Wibowo
Jurnal Agripet Vol 23, No 1 (2023): Volume 23, No. 1, April 2023
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v23i1.28380

Abstract

ABSTRACT. Proses pasteurisasi membuat susu hanya dapat disimpan hingga 5 hari, sehingga diperlukan teknik pengawetan dan pengolahan lainnya untuk memperpanjang masa simpan susu pasteurisasi. Tujuan penelitian ini adalah memperpanjang masa simpan dari susu sapi pasteurisasi dengan penambahan bahan alam berupa ekstrak kayu manis dilihat dari aktivitas antioxidant. Ekstrak kayu manis yang ditambahkan pada susu pasteurisasi sebanyak 1 %. Ekstrak kayu manis diperoleh dengan metode maserasi dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan penyimpanan (0 hari, 5 hari, 7 hari, 9 hari, dan 11 hari), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang dihitung meliputi uji storch, Total Plate Count nilai pH, dan nilai antioksidan (IC50). Hasil pengamatan menunjukkan nilai storch pada susu pasteurisasi yang mengindikasikan kesempurnaan susu pasteurisasi dengan hasil pemanasan yang sempurna, nilai TPC masih dalam standar normal pertumbuhan mikroba sampai dengan hari ke 7, nilai pH normal sampai dengan hari ke 7 dan nilai antioksidan mengindikasikan bahwa penambahan 1% ekstrak kayu manis mampu mempertahankan nilai antioksidan dengan kategori sangat kuat. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian susu pasteurisasi dengan penambahan 1% ekstrak kayu manis memiliki daya antioksidan yang kuat dan memperpanjang masa simpan susu pasteurisasi hingga hari ke 7.(The antioxidant activity of pasteurized milk with the addition cinnamon (Cinnamomum burmannii) as healthy drink)ABSTRAK. The pasteurization process makes milk only be stored for 5 days, so preservation and other processing techniques are needed to extend the shelf life of pasteurized milk. The purpose of this research was to extend the shelf life as antioxidant activity. of pasteurized cow's milk with the addition of natural ingredients in the form of cinnamon extract. The cinnamon extract added to pasteurized milk as much as 1%. The cinnamon extract was obtained by maceration method and concentrated using a rotary evaporator. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 storage treatments (0 day, 5 days, 7 days, 9 days and 11 days), each treatment was repeated 4 times. The calculated parameters include Storch test, Total Plate Count pH value, and antioxidant value (IC50). The results showed that the storch value in pasteurized milk indicated the perfection of pasteurized milk with perfect heating results, the TPC value was still within the normal standard for microbial growth up to day 7, normal pH value up to day 7 , and antioxidant value indicated that the addition of 1% extract cinnamon is able to maintain antioxidant value with a very strong category. The conclusions obtained from research on pasteurized milk with the addition of 1% cinnamon extract has strong antioxidant power and extends the shelf life of pasteurized milk up to the 7th day.
Gayo Buffalo Maintenance Management Viewed from the Technical Aspect of Maintenance in Gayo Lues Regency Zikri Maulina Gaznur; Budi Afriandi; Hendra Koesmara
Jurnal Agripet Vol 22, No 2 (2022): Volume 22, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v22i2.24301

Abstract

ABSTRACT. Gayo Lues Regency, Aceh Province is a very potential area for the development of buffalo. This study aims to determine the application of technical aspects of buffalo breeding in Gayo Lues which is expected to be a reference for local governments regarding genetic quality improvement of Gayo buffalo conservation programs to maintain population growth of one of the national germplasms. This research was conducted in Gayo Lues Regency covering two sub-districts, Blangkejeren and Dabun Gelang. This study uses a qualitative method by conducting a simple random sampling survey of 54 buffalo farmers. The number of samples was determined by the Slovin formula, the criteria for breeders to maintain at least 5 buffaloes. The research data is processed by calculating the percentage and then compared with the standard by Minister of Agriculture Regulation (2006). The results showed that the score of the application of the technical aspects of keeping buffaloes obtained in Gayo Lues was 55.96% including the application of the technical aspects of breeding and reproduction 62.39%, food 41.47%, maintenance management 57.20%, health 61, 71% and housing 73.40%. It can be concluded that the implementation of technical aspects of buffalo maintenance in Gayo Lues Regency is still not good enough.(Manajemen pemeliharaan kerbau Gayo ditinjau dari aspek teknis pemeliharaan di Kabupaten Gayo Lues)ABSTRAK. Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh merupakan wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan ternak kerbau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aspek teknis pemeliharaan ternak kerbau di Kabupaten Gayo Lues yang diharapkan bisa menjadi acuan pemerintah daerah mengenai peningkatan mutu genetik dan pengembangan program pelestarian kerbau Gayo secara berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan populasi salah satu plasma nutfah nasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gayo Lues meliputi dua kecamatan yaitu Blangkejeren dan Dabun Gelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan survei secara simple random sampling terhadap 54 peternak kerbau. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin dan kriteria peternak memelihara minimal 5 ekor ternak kerbau. Data hasil penelitian diolah dengan menghitung persentase lalu dibandingkan dengan standar yang ditetapkan Peraturan Menteri Pertanian (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor penerapan aspek teknis pemeliharaan ternak kerbau yang diperoleh di Kabupaten Gayo Lues adalah 55,96% diantaranya penerapan aspek teknis pemuliaan dan reproduksi 62,39%, makanan 41,47%, tatalaksana pemeliharaan 57,20%, kesehatan 61,71%, dan kandang dan peralatan 73,40%. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau di Kabupaten Gayo Lues masih belum cukup baik.