Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Phytochemical Assay and Antioxidant Activity against DPPH of Ethanol Extract from Kenaf Leaf (Hibiscus cannabinus L.) Rusmini Rusmini; Dwinita Aquastini; Riama Rita Manullang; Daryono Daryono; Ali Sadikin; Hadi kuncoro
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 5 (2019): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i5.202

Abstract

Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) is an environmentally friendly natural fiber-producing plant that can produce diversified products, such as paper, wallcover, car interior, geotextile, soil safer, fiber drain, particle board, and plastic reinforcement as well as biofuel industry raw materials. Kenaf plant is a plant that has been only part of the fibers of the stem alone so that many unprofitable side products such as kenaf leaves after harvesting only as a waste. In Africa the leaves of kenaf are widely used as medicine This study aims to analyze phytochemical compounds and study the antioxidant activity of the kenaf leaf. The study started by doing phytochemical test and analyzing antioxidant in kenaf leaf and then testing its antioxidant activity with DPPH method. The results showed that the leaves of kenaf contain secondary metabolites of phytochemical compounds such as flavonoids, alkaloids, steroids, saponins, carbohydrates and tannins and have antioxidant activity that is quite good that is 44.4813 ppm.
Aplikasi Bakteri Endofit Asal Kelubut (Passiflora foetida L.) Penghasil Hormon IAA untuk Meningkatkan Perkecambahan Benih Padi Nur Hidayat; Taufik Rinda Alkas; La Mudi; Faradilla Faradilla; F. Silvi Dwi Mentari; Daryono Daryono; Tonidi Tonidi
Agroteknika Vol 7 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i3.261

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama yang permintannya semakin meningkat setiap tahunnya. Guna mengoptimalkan produksi tanaman padi dapat dilakukan dengan penggunaan mikroba endofit yang berasal dari kelubut (Passiflora foetida L.) berpotensi dalam meningkatkan kesuburan tanah juga sebagai penghasil fitohormon yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Oleh karena itu, aplikasi bakteri endofit diharapkan dapat memacu perkembangan tanaman dan peningkatan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bakteri endofit asal kelubut dalam meningkatkan perkecambahan benih padi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agronomi Politeknik Pertanian Negeri Samarinda pada bulan Juni 2023. Isolat bakteri endofit yang digunakan adalah hasil isolasi sebelumnya dari tanaman kelubut. Penelitian diuji menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari 22 perlakuan yaitu 21 isolat bakteri endofit dan 1 kontrol. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 44 unit percobaan. Variabel Pengamatan meliputi: daya berkecambah, potensi tumbuh maksimal, indeks vigor, keserampakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh relatif. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji DMRTα=0,05. Aplikasi bakteri endofit asal kelubut mampu meningkatkan perkecambahan benih. Bakteri endofit isolat SIA-01 memberikan hasil tertinggi terhadap daya berkecambah benih (81,67%) dibandingkan dengan kontrol (43,33%), indeks vigor tertinggi isolat SIA-04 (63,33%) dan kontrol (26,67%). Pada pengamatan potensi tumbuh maksimum dan kecepatan tumbuh relatif memberikan hasil yang tidak signifikan. Sementara aplikasi bakteri endofit terhadap keserampakkan tumbuh tertinggi diperoleh pada isolat SIA-04 dan KPA-02 sebesar 71,67% dibandingkan dengan kontrol hanya mencapai 36,67%.
Respon Pemberian Pupuk Rock Phosphate terhadap Pertumbuhan Biji Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Daryono
Jurnal Loupe Vol 15 No 02 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i02.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kimia rock phosphate yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di pembibitan awal biji kecambah pre- nursery. Penelitian ini terdiri dari satu perlakuan yaitu pemberian pupuk rock posphate yang terdiri dari tiga taraf yaitu P0: Dosis 5 g pupuk RP/tanaman, P1: 10 g pupuk RP/tanaman dan P2: 15 g pupuk RP/tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 3 taraf dan setiap taraf di ulang sebanyak 20 ulangan (tanaman). Sehingga jumlah tanaman yang di amati sebanyak 60 tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan waktu muncul tunas tidak memberikan pengaruh beda nyata pada semua perlakuan P1, P2 dan P3. Pengamatan Jumlah daun umur 30 hst tidak berbeda nyata sedangkan umur 60 dan 90 memberikan pengaruh beda nyata pada semua perlakuan P1, P2 dan P3. Pada dosis 10 g/tanaman untuk umur 60 hst rata-rata 2,65 helai, dosis 15 g/tanaman umur 90 hst rata-rata 3,93 helai. Pengamatan tinggi tanaman umur 30 hst tidak berbeda nyata sedangkan umur 60 berpengaruh beda nyata pada dosis 10 g/tanaman rata-rata 19,65 cm dan umur 90 hst berbeda nyata pada dosis 15 g/tanaman rata-rata 20,00 cm. Pengamatan diameter batang umur 60 hst tidak berbeda nyata sedangkan umur 90 hst memberikan pengaruh beda nyata pada dosis 15 g/tanaman rata-rata 0,30 mm.
Respon Varietas Kenaf (Hibiscus Cannabinus L.) Terhadap Pupuk Nitrogen Dan Pupuk Kotoran Ayam Daryono
Jurnal Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v13i01.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi respons beberapa varietas, pupuk N dan pupuk kotoran ayam dan menganalisis perlakuan varietas, menganalisis dosis pupuk N dan pupuk kotoran ayam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil serat tanaman kenaf yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak-Petak-Terpisah (split-split-plot design) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga faktorial. Petak utama adalah pupuk nitrogen (N), anak petak pupuk kotoran ayam (K), dan anak-anak petak adalah varietas kenaf (V) masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali terdapat 2700 satuan percobaan. Sampel untuk luasan anak-anak petak 2,25 cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi terjadi pada umur 75 HST terhadap tinggi tanaman kenaf, pada perlakuan dosis pupuk nitrogen (30 g urea/petak), pupuk kotoran ayam (3.380 g kotoran ayam/petak) dan varietas (KR-14).
Pembuatan Bokashi Limbah Pelepah Dan Daun Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Daryono
Jurnal Loupe Vol 14 No 02 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v14i02.106

Abstract

Midrib palm oil leaves which often stacked around palm oil trees have been underused by the society. The leaves have the potencial to be used as a bokashi material. The high number of leaves wasted during harvesting has instigated the utilization of the leaves. There were three treatments in this research: P1 (25 kg midrib and leaves + 6 kg chicken manure + 1 kg bran + 200 ml EM-4 + 20 l water + 2 kg palm sugar), P2 (25 kg midrib and leaves + 8 kg chicken manure + 2 kg bran + 300 ml EM-4 + 30 l water + 3 kg palm sugar), P3 (25 kg midrib and leaves + 10 kg chicken manure + 3 kg bran + 400 ml EM-4 + 40 l water + 4 kg palm sugar). In this research, the temperature, colour, smell, testure, pH, and time needed for bokashi to form were observed. The findings show that P2, P3, and P1 gave the best results on all parameters observed. P2 required 44 days, P3 49 days, and P1 52 days to form bokashi. Based on the colour, smell, and texture, P2, P3, and P1 have transformed into compost fertlizer on day req 35, 40, and 43 respectively. In regard to standar, P1 with COrganic of 29.96 and C/N ratio of 9.46 and P3 with C-Organic of 31.30 and C/N Ratio of 9.54 meet the Standard of Organic Fertilizer Quality based on Regulation of Minister of Agricultureno. 70 / Permentan / SR.140 / 10/2011. Nevertheless, in terms of macro elements of N, P, K, none of the treatments complied with the standar.
Pengaruh Peran Kepemimpinan Mandor Terhadap Kinerja Karyawan Pemupukan di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Borneo Citra Persada Mandiri : The Influence of the Foreman's Leadership Role on the Performance of Fertilizing Employees in the Oil Palm Plantation of PT. Borneo Citra Persada Mandiri Nor Rahmah Rahmah; Rossy Mirasari; Daryono
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran kepemimpinan seseorang cukup berpengaruh terhadap peningkatan dan penurunan kinerja karyawan, oleh karena itu maka perlu diketahui bahwa peran pimpinan penting untuk tercapainya tujuan dalam perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran kepemimpinan mandor terhadap kinerja karyawan pemupukan di PT. Borneo Citra Persada Mandiri. Dengan jumlah sampel seluruh karyawan pemupukan di Rayon A sebanyak 21 orang dengan metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif dan untuk teknik pengumpulan data dengan kuesioner sekaligus wawancara kepada responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Microsoft excel dan SPSS versi 26 untuk membantu menghitung Uji Validitas dan Reliabilitas serta data dianalisis dengan mengunakan Regresi linier sederhana, Uji Determinasi (R2) dan Uji Simultan. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara peran kepemimpinan mandor terhadap kinerja karyawan pemupukan di PT. Borneo Citra Persada Mandiri dengan hasil R2 28,3%, sedangkan 71,7% dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor personal/individu, faktor tim, faktor sistem dan faktor kontekstual.
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Pupuk Organik Padat Menggunakan Bioaktivator Mikroorganisme Lokal Nasi Basi: Utilization of Tofu Dregs Waste to Become Solid Organic Fertilizer Using Local Microorganism Bioactivator Stale Rice Daryono Daryono; Rusmini; Nur Hidayat; Yuanita; Riama Rita Manullang; Zainal Abidin; Rusli Anwar; Silvi Dwi Mentari; Roby; La Mudi; Faradilla; Anis Syauqi
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2440

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi banyaknya limbah ampas tahu yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat hannya sebagai limbah yang terbuang, dengan adanya penelitian ini mencoba menggunakan bioaktivator mikroorganisme nasi basi sebagai bahan fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1).Mengamati sifat fisik pembuatan pupuk organik padat (Kompos). 2).Menganalisa kandungan unsur hara pupuk organik padat N, P, K, C-organik, C/N Rasio dan pH. 3).Membandingkan hasil unsur hara Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019SNI 2019. 4).Penghitungan lama waktu jadinya pupuk organik padat dari limbah ampas tahu. Dari hasil penelitian ini Sifat fisik pupuk organik padat setelah matang adalah: suhu mencapai 26◦C, terjadi perubahan warna yang awalnya putih berubah menjadi coklat tua serta tidak beraroma menyerupai warna tanah. Hasil analisis kandungan unsur hara makro untuk perlakuan T1 adalah sebesar N 2.123 %, C-Organik 41.768, C/N rasio 19.675 % pH.5.69 dan Unsur hara perlakuan T2 yaitu C-Organik 44.304, C/N rasio 23.344% dan pH.5.78, sudah memenuhi Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019, sedangkan unsur hara perlakuan T1 yaitu P 0.034 %, K 0.033 %, dan unsur hara perlakuan T2 yaitu N 1.898 %, P 0.029 %, K 0.019 % belum memenuhi standar Permentan pupuk kompos padat nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019. Lama waktu proses pembuatan pupuk organik padat limbah ampas tahu T2 matang di hari ke-15 lebih cepat dari T1 yang matang di hari ke-18.
Synergy of Golden Snail Local Microorganism (LMO) and Seed Age in Optimizing Rice Seed Germination Zainal Abidin Zainal; mujibu Rahman; Moch. Bintoro; Suwardi; Rusmini; La Mudi; Yuanita; Roby; Daryono; Faradilla; F. Silvi Dwi Mentari
Jurnal Loupe Vol 20 No 02 (2024): December 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i02.3230

Abstract

This research aims to synergize local microorganisms (LMO) of golden snails (Pomacea canaliculata) and seed age in optimizing rice seed germination (Oryza sativa L.). Golden snail LMO, which is rich in organic nutrients and beneficial microorganisms, has the potential to improve seed quality and viability. The study used a factorial randomized block design (RBD) with two factors: golden snail LMO concentration (Control, 20 ml/L water, 40 ml/L water) and seedling age (7 days, 11 days, and 15 days after sowing). The variables observed included seed germination, simultaneity grows and growth speed. The results showed that the golden snail LMO concentration of 20 ml/L and seed age of 11 days after sowing gave the highest results for the observed variables, namely seed germination and growth speed while the interaction between golden snail LMO concentration mas 40 ml/L and seed age of 15 days after sowing gave the highest results for the variable observing growth synchrony. The combination of the two factors showed a positive interaction that supported the germination process effectively. This study concludes that the use of golden snail LMO and selecting the right seed age can be an ecological and efficient approach to increasing rice seed productivity, supporting sustainable agriculture.
Strategy For Developing The Transformation of Traditional Farmers in Samarinda Towards Future Agriculture F. Silvi Dwi Mentari; Yuanita; Nur Hidayat; Daryono; Zainal Abidin; Roby; Ita Merni Patulak Merni; Zahrotul Isti'anah
Jurnal Loupe Vol 21 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v21i02.3544

Abstract

The knowledge of farming methods and various traditional agricultural tools owned by the ancestors of the people of East Kalimantan has been passed down to their descendants, remaining simple and used by a group of people from generation to generation, forming part of their technological system, according to their cultural conceptions. However, the current agricultural transformation in Samarinda shows a clear shift from traditional to modern farming systems, evident in the application of modern technology in agricultural activities. This study examines the transformation process, its driving factors, socio-economic impacts, and challenges and development strategies. Data were collected through literature review and interviews with local farmers. The results indicate that modern agriculture increases productivity and work efficiency, attracts younger generations, and supports food security in the region. However, limited land and access to technology are key challenges. The study concludes that agricultural modernization in Samarinda must be supported by inclusive policies that integrate technology, strengthen farmer institutions, and empower young people.