Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Manajemen Produksi dan Strategi Pemasaran Industri Sepatu Kulit “Bintang Sepatu Purwokerto” Banyumas Hidayatuloh, Syarif; Laurensius Windy Octanio Haryanto; Aminatus Sa’adah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.2026

Abstract

Industri sepatu merupakan salah satu industri kreatif yang kerap berkembang. Bintang Sepatu Purwokerto yang merupakan industri kecil menengah di bidang produksi sepatu yang di Banyumas. Dua permasalahan utama yang dihadapi mitra yaitu pada bidang pemasaran digital dan manajemen produksi serta logistik. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan dalam membuat website manajemen sistem informasi dan pemasaran digital. Metode yang dilakukan dengan cara melakukan observasi, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan tim telah membantu membuat website manajemen sistem informasi, pembuatan desain kemasan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan mitra, pengadaan alat mesin press otomatis, serta pelatihan digital marketing. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pemasaran produk Bintang Sepatu Purwokerto agar tidak hanya terbatas di pasar lokal.
A Causal Loop Diagram of Banyumas Tourism Projection with Transportation System Improvement Arini, Ratih Windu; Hidayatuloh, Syarif; Ikasari, Diniary; Herdianto, Bachtiar; Putra, Firmansyah Isrofil; Sari, Sarah Karenina
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 26 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jti.26.1.49-60

Abstract

Banyumas is one of the famous tourist destinations in Central Java with its natural attractions. Tourism growth in Banyumas requires capable and sustainable transportation infrastructure. However, current policies and investments in Banyumas are inappropriate for developing transportation and tourism infrastructure that creates non-significant impact. Therefore, the development of tourism projection should consider environmental, social, economics, and technology interrelated in developing transportation and tourism infrastructure issues. The tourism supply chain has a unique structure that is different from typical supply chains with high complexity because many stakeholders are involved. This research aims to project Banyumas tourism development with the impact of transportation system improvement. This conceptual model was developed from literature reviews and other necessary sources, and then validated by experts. The conceptual model examines the relationship between variables involved in the tourism supply chain and transportation system in Banyumas that can be developed into a quantitative model using Causal Loop Diagram, an initial stage of system dynamics. This model used to analyze the behavior of visitor projection of the Banyumas tourism supply chain system in Indonesia.
Perencanaan Rute Distribusi Barang Spare Part Dengan Algoritma Artificial Bee Colony Studi Kasus : Pt Padma Soode Indonesia Cahyaningrum, Eka; Arifin, Miftahol; Hidayatuloh, Syarif
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis optimasi rute distribusispare part pada PT Padma Soode Indonesia denganmenggunakan Algoritma Artificial Bee Colony. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengoptimalkan rute distribusi danmengurangi biaya operasional perusahaan. Metode yangdigunakan adalah Algoritma Artificial Bee Colony denganmembandingkan Algoritma Ant Colony yang nantinyaditeruskan pendekatan split delivery untuk mengatasipermasalahan overloading pada kendaraan. Data yangdianalisis mencakup delapan rute distribusi denganmempertimbangkan kapasitas kendaraan maksimum 220 box.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi AlgoritmaArtificial Bee Colony dengan sembilan rute berhasilmengoptimalkan rute distribusi dengan memangkas waktu danjarak tempuh lebih signifikan dibandingkan dengan AlgoritmaAnt Colony dan kondisi sebelumnya. Optimasi ini menghasilkanpenghematan biaya bahan bakar dan peningkatan efisiensioperasional perusahaan. Untuk implementasi jangka pendek 1-2 tahun, direkomendasikan menggunakan outsourcing dariDeliveree dengan biaya Rp144.000.000 per tahun. Sedangkanuntuk jangka panjang 3-5 tahun disarankan membeli armadabaru tipe 136 MDL STD dengan biaya Rp166.067.114,3 pertahun, atau tipe FL 280 JW untuk periode 5-10 tahun denganbiaya Rp292.083.114,3 per tahun jika perusahaan melakukanekspansi besar.Kata kunci— optimasi rute, artificial bee colony, distribusi sparepart, Vehicle routing problem, capacited vehicle routing problem
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (STUDI KASUS: KOPI API COFFEE ROASTERS) Indra, Sarira; Arini, Ratih Windu; Hidayatuloh, Syarif
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7749

Abstract

Industri Coffee Roasters mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia, didorong oleh peningkatan konsumsi kopi yang telah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi banyak masyarakat. Penelitian ini mengkaji permasalahan dalam manajemen rantai pasokan (Supply chain Management) pada Coffee Roasters, khususnya terkait pemilihan supplier yang sering menyebabkan ketidaksesuaian rencana produksi, rendahnya ROI, inventarisasi yang tidak tepat, dan pengiriman produk yang tidak tepat waktu. Penelitian ini menggunakan model Supply chain Operations Reference (SCOR) 12.0 dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dan mengukur kinerja rantai pasokan Coffee Roasters. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada periode November 2023 hingga April 2024, kinerja rantai pasokan berada pada kategori cukup, dengan indikator utama menunjukkan nilai antara 60 hingga 80. Proses plan memperoleh bobot tertinggi dengan nilai 0,47, diikuti oleh proses source dengan bobot 0,26, proses make dengan bobot 0,21, dan proses deliver dengan bobot 0,07. Pembobotan atribut menunjukkan bahwa reliability memiliki bobot lebih tinggi (0,87) dibandingkan responsiveness (0,13). Indikator kinerja perfect order fulfillment pada proses plan memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,444, sedangkan pada proses source, indikator delivery quantity by supplier mendapatkan bobot tertinggi sebesar 0,412. Indikator kinerja product defect from production pada proses make memiliki bobot tertinggi sebesar 0,75, dan pada proses deliver, indikator order delivered faultless by the company memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,615. Usulan perbaikan difokuskan pada indikator (nilai di bawah 60), yang memerlukan tindakan segera, dan pemantauan ketat pada indikator (nilai antara 60 hingga 80). Penelitian ini menyarankan bahwa pengukuran kinerja yang tepat dapat membantu perusahaan dalam evaluasi dan pengambilan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan. Edukasi dan koordinasi yang lebih baik terkait pentingnya SCM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional di Coffee Roasters.
Strategi Penempatan Produk Berdasarkan Analisis Market Basket dengan Algoritma Apriori di Swalayan ABC Purwokerto Hidayatuloh, Syarif; Dwi Novita Sari, Cindy; Ghofar, Taqdirul
Jurnal TRINISTIK: Jurnal Teknik Industri, Bisnis Digital, dan Teknik Logistik Vol 4 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : nter of Execellence (COE) ICT Infrastructure, Smart Manufacture and Digital Supply Chain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/trinistik.v4i1.1822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan strategi penempatan produk di Swalayan ABC Purwokerto menggunakan Market Basket Analysis (MBA) dengan algoritma Apriori. Data transaksi pelanggan dianalisis menggunakan Python untuk menemukan pola keterkaitan antar produk dengan pendekatan Association Rule Mining (ARM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis asosiasi dapat mengidentifikasi keterkaitan produk dengan nilai lift >1, yang mengindikasikan hubungan erat antara produk di berbagai departemen. Implementasi tata letak berbasis hasil analisis diharapkan meningkatkan efisiensi belanja pelanggan serta mendorong peningkatan penjualan. Rekomendasi penelitian ini dapat membantu pengelola Swalayan ABC dalam meningkatkan pengalaman belanja serta daya saing ritel.
Analisis Pemilihan Supplier Produk Daging Olahan Pada Umkm Marta Frozen Food Menggunakan Analytical Network Process Dan Analisis Sensitivitas Ransi Fathiya, Alya; Noor Qisthani, Nabila; Hidayatuloh, Syarif
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan produk mempengaruhi kualitasproduk yang dijual. Hal ini mengharuskan perusahaan memilihdan menilai supplier secara tepat. Marta Frozen Foodmerupakan UMKM yang bergerak di bidang retail yang beradadi Karangklesem, Purwokerto Selatan. Untuk memenuhipermintaan konsumen setiap harinya, maka dibutuhkanpengadaan produk yang sesuai dengan kuantitas dan kualitas.Marta Frozen Food memiliki permasalahan dalam pengadaanproduk yang berhubungan dengan supplier, permasalahan yangsering dialami antara lain, ketidaktepatan supplier dalammendatangkan jumlah produk, keterlambatan pengiriman, danketidaksesuaian produk yang ditawarkan dengan standar bisnisyang telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan untukmenentukan supplier produk nugget terbaik bagi Marta FrozenFood. Alternatif pada penelitian ini adalah lima supplier utama,yaitu Supplier CF, Supplier MF, Supplier BM, Supplier DF, danSupplier HM. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah Analytical Network Process (ANP) dan analisissensitivitas. Berdasarkan hasil metode tersebut didapatkanalternatif terbaik, yaitu Supplier B dengan bobot 0.131406.Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat perubahanperingkat alternatif jika bobot kriteria berubah sesuai kondisitertentu, melalui simulasi terhadap masing-masing kriteriaterpilih.Kata kunci— Kata Kunci: Pemilihan Supplier, AnalyticalNetwork Process, Analisis Sensitivitas
Evaluasi Performansi Supply Chain Management Pada PT CLM Menggunakan Pendekatan MODEL SCOR Mahendra Prabowo, Haris; Uswatun Kasanah, Yulinda; Hidayatuloh, Syarif
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam industri semen instan (drymix)semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan kapasitasproduksi nasional yang mencapai 118,3 juta ton pada tahun2023. PT CLM sebagai produsen semen instan dengan duamerek unggulan, PBR Ubond dan Mortar Merapi, menghadapitantangan dalam hal keterlambatan pengiriman bahan bakuserta inkonsistensi kualitas bahan akibat kerusakan daripemasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasiperformansi supplier dalam rantai pasok PT CLM berdasarkanatribut reliability menggunakan pendekatan model SCORRacetrack yang terdiri atas tahapan engage, define, analyze,plan, dan launch. Fokus evaluasi diarahkan pada performanceattribute RL.1.2 Perfect Supplier Order Fulfillment besertaturunan metriks level-3 yang meliputi RL.3.15, RL.3.22,RL.3.23, dan RL.3.24. Hasil pengukuran menunjukkan adanyagap terhadap nilai benchmarking, di antaranya RL.3.15(0,90%), RL.3.22 (1,11%), RL.3.23 (1,59%), dan RL.3.24(1,11%). Akar permasalahan diidentifikasi melalui diagramfishbone, kemudian dikaji untuk perumusan solusi.Berdasarkan pemilihan best practice, dihasilkan duarekomendasi proyek perbaikan, yaitu Preventive SupplierDelivery Control untuk mengurangi keterlambatan pengirimandan Standardized Material Handling & Receiving Procedureuntuk menekan tingkat kerusakan bahan baku dari supplier.Kata kunci— Evaluasi Perfomansi Supplier, Rantai Pasok,Reliability, SCOR Racetrack.
Perancangan Tata Letak Gudang Menggunakan Metode Shared Storage Dan Time Travel Analysis Studi Kasus PT Pramudita Pupuk Nusantara Sahl Nur Azfa, Muhammad; Hidayatuloh, Syarif; Noor Qisthani, Nabila
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pramudita Pupuk Nusantara menghadapipermasalahan efisiensi tata letak gudang bahan baku, di manapenempatan barang yang kurang strategis menyebabkanoperator harus menempuh jarak jauh dan waktu tempuh yangtinggi dalam proses pengambilan bahan baku. Optimalisasi tataletak gudang menjadi penting untuk meningkatkan efisiensioperasional dan produktivitas, mengingat kondisi eksistingbelum optimal sehingga berdampak pada meningkatnya waktukerja non-produktif serta risiko keterlambatan distribusi.Penelitian ini menawarkan solusi berupa perancangan ulangtata letak gudang menggunakan metode penyimpanan fleksibel(shared storage) dan analisis waktu tempuh (time travelanalysis), dengan langkah utama berupa pengumpulan dananalisis data historis pergerakan barang, perhitungankebutuhan ruang, penentuan intensitas pergerakan, sertapenempatan barang berdasarkan prioritas akses. Barangdengan frekuensi pergerakan tinggi ditempatkan lebih dekat kearea produksi untuk meminimalkan jarak dan waktu tempuh,dan evaluasi dilakukan dengan membandingkan total jarak danwaktu tempuh antara tata letak lama dan rancangan baru.Hasilnya, rancangan tata letak usulan mampu menurunkantotal jarak tempuh operator dari 2182,5 meter menjadi 1242,5meter dan mengurangi waktu tempuh dari 2837,25 detikmenjadi 1615,25 detik, sehingga tercapai efisiensi sebesar 76%.Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan solusiberbasis data yang terbukti meningkatkan efisiensi alur kerjadan pemanfaatan ruang gudang tanpa perubahan besar padastruktur fisikKata kunci— tata letak gudang, shared storage, time travelanalysis, efisiensi operasional, total jarak
Pengaruh Kualitas Layanan Go-Food Terhadap Keputusan Pembelian Di Kalangan Mahasiswa Pada Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Rifki Nitibaskoro; M Syaviq Mughni Alghifari; Ahmad Anang Maulana; Syarif Hidayatuloh
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.783 KB) | DOI: 10.55606/jurritek.v1i1.103

Abstract

Perkembangan bisnis saat ini yang sangat kompetitif dan berkembang pesat karena aktivitas aktivitas dalam pemenuhan kebutuhan hidup tidak terlepas pada sektor transportasi dalam pengiriman barang dan material. Semua penyedia jasa mulai beralih ke media E-commerce dan menggunakan internet untuk media pertukaran informasi dan komunikasi. Perusahaan di Indonesia yang menggunakan media E-commerce yaitu Go-Jek di mana memiliki 100 ribu cabang di 50 kota. peneliti ingin mengetahui tingkat pengaruh kualitas pelayanan pada jasa E-Commerce Go-Jek termasuk pelayanan pengirimannya terhadap keputusan pembelian masyarakat. Hasil uji regresi linier sederhana menyatakan bahwa semakin banyak penyedia layanan, yaitu Go-Food, yang memberikan kualitas layanan yang diharapkan, maka akan meningkatkan penjualan produk karena terdapat pengaruh yang cukup positif dan signifikan antara variabel kualitas pelayanan Go-Food terhadap variabel keputusan pembelian.
Supply Chain Performance Measurement at Batik Industry MTO Type Using SCOR 12.0 and AHP Syarif Hidayatuloh; Nabila Noor Qisthani
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 7 No 02 (2020): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v7i2.436

Abstract

Batik Kraton SME is one of the industries in Pekalongan that has been producing batik for 20 years. TheSME has never conducted supply chain measurements before, even though the industry has been aroundfor a long time. Quick-change in customer behavior become the obstacle for the industry. Supply chainperformance measurement will be carried out to determine whether the industry is superior or not inmanaging their supply chain and what improvements must be conducted in order to compete in the market.Performance measurement will involve supply chain processes and indicator metrics. The methods used inthis research are SCOR 12.0 Model and Analytical Hierarchy Process which for make to order type ofproduction process. The results of the supply chain performance measurement show an average score of69.39 which is included in the average or medium category. Each performance score of the core processesfor plan, source, make, deliver, return, and enable are 87.05; 94.25; 68.13; 79.79; 75.47; 11.66. It isacknowledged that the highest score of process performance is “source” and the lowest score is “enable”.These indicators inform that the supply chain process at Batik Kraton SME still needs improvement inseveral sectors.