Claim Missing Document
Check
Articles

Found 58 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Identifikasi Dan Pengendalian K3 Menggunakan Hirarc Untuk Memenuhi Requirement Ohsas 18001: 2007 Terkait Klausul 4.4.7 Dan 4.5.3 Di Pt. Beton Elemenindo Perkasa Mutiah Rositasari; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2013 terkait Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) karyawan, maka setiap perusahaan perlu memperhatikan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pekerjanya dengan menerapkan Sistem Manjemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3), utamanya perusahaan yang memiliki risiko kerja tinggi dalam aktivitas kerjanya. PT. Beton Elemenindo Perkasa merupakan salah satu perusahaan manufaktur penghasil berbagai jenis olahan beton yang didirikan pada 5 Februari 1990. Dalam dua tahun terakhir terdapat catatan kejadian kecelakaan kerja yang tergolong tinggi. Diketahui pula saat ini PT. BEP belum menerapkan SMK3 yang sesuai dengan requirement OHSAS 18001:2007, namun telah berupaya menerapkan dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan. Untuk itu diperlukan adanya perancangan pengendalian yang sesui dengan risiko sumber bahaya yang ada agar kecelakaan kerja dan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. Proses perancangan pengendalian yang dilakukan menggunakan pendekatan metode HIRARC, didalamnya terdapat tiga tahapan utama yaitu tahap identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko yang telah dinilai. Pengendalian yang dilakukan berdasarkan hasil analisis integrasi requirement OHSAS 18001:2007 khususnya klausul 4.4.7 dengan PP nomor 50 Tahun 2012 yang disesuaikan dengan hirarki kontrol pengendalian guna meminimalisir tingginya risiko kerja pada PT. BEP yang juga dapat dijadikan pertimbangan dalam rangka penyusunan SMK3 di PT. BEP. Kata kunci : K3, SMK3, HIRARC, OHSAS 18001:2007, Peraturan Pemerintah
Perancangan Standard Operating Procedure Untuk Mengurangi Potensi Kecelakaan Dan Kesehatan Kerja Dengan Memenuhi Requirement Ohsas 18001:2007 (klausul 4.3.1 Dan 4.4.3) Di Pdam Tirta Mangutama Menggunakan Metode Hirarc Ida Ayu Made Cahyanti Puspa; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PDAM Tirta Mangutama adalah sebuah lembaga dibawah Pemerintah Daerah Kabupaten Badung yang bertugas untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat luas di wilayah Badung, Bali. Perusahaan ini telah menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seadanya dengan menyediakan APD (alat pelindung diri) tanpa adanya sistem manajemen yang mendukung sehingga masih terdapat kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan ini. Pada penelitian ini akan dirancang prosedur untuk mengurangi kecelakaan kerja yang terjadi pada PDAM Tirta Mangutama berdasarkan integrasi requirement OHSAS 18001:2007 dengan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012. Perancangan ini menggunakan metode HIRARC, yakni sebuah metode yang mengidentifikasi bahaya, menilai potensi risiko yang terjadi dan kemudian ditentukan bagaimana pengendaliannya. Pengendalian yang diperlukan akan disesuaikan dengan integrasi requirement OHSAS 18001:2007 dan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012, sebagai pemenuhan requirement OHSAS 18001:2007 bahwa perusahaan wajib menerapkan dan membuat prosedur terkait sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini dilakukan setelah melakukan analisis terhadap aktivitas yang memiliki potensi bahaya tinggi beserta requirement nya. Tahap selanjutnya akan dilakukan tahap verifikasi terlebih dahulu kepada pihak perusahaan apakah prosedur tersebut sudah sesuai dan mampu mengurangi jumlah kecelakaan kerja. Hasil dari penelitian ini berupa perancangan prosedur terkait prosedur komunikasi, partisipasi dan konsultasi. Kata Kunci: HIRARC, OHSAS 18001:2007, Prosedur, Kecelakaan dan Kesehatan Kerja
Perbaikan Desain Alat Pada Proses Pengepresan Di Workstation Pengepakan Ptpn Viii Kebun Ciater Dengan Menggunakan Framework Mechanical Design Phases Kevin Reza Andaru; Muhammad Iqbal; Teddy Sjafrizal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII adalah salah satu perusahaan pengolah teh di Indonesia yang berlokasi di 6 Kabupaten di Jawa Barat. Salah satunya adalah PTPN VIII Kebun Ciater yang berlokasi di Kabupaten Bandung Ciater Jawa Barat. PTPN VIII Kebun Ciater mengolah teh hitam orthodok melelaui 8 tahapan pelaksanaan proses produksi. Tepatnya pada proses pengepresan di workstation pengepakan dimana setiap sack teh yang telah selesai dilakukan pengepresan akan melewati roller pembatas ukuran sack, pada sack yang tidak lolos kemudian dilakukan pengepresan kembali sampai ukuran sack dapat melewati roller pembatas ukuran sack, sehingga waktu pengepresan akan memakan waktu karena harus mengulang proses pengepresan sack. penyebab pengepresan ulang pada sack adalah dikarenakan operator tidak dapat memastikan bahwa sack yang di press nya sudah mencapai ukuran ketebalan 16,5 cm atau belum, karena apabila sack ketebalannya >16,5 cm maka sack tidak akan lolos pada roller pembatas ukuran sack. Digunakan Framework Mechanical Design Phases serta tools dari Ulrich-Eppinger untuk membantu dalam perbaikan dan modifikasi desain alat pengepresan, dan pada tahapan Framework Mechanical Design Phases tersebut dihasilkan spesifikasi teknis dari rancangan alat bantu yang akan dibuat yang dapat meningkatkan efisiensi pada proses prengepresan yaitu dengan perbaikan metode pada pengepresan sack dan modifikasi pada komponen alat pengepresan sack. Keywords: Framework Mechanical Design Phases, Ulrich-Eppinger, Spesifikasi Teknis.
Perancangan Usulan Perbaikan Kualitas Untuk Mengurangi Cacat Produk Ballast Ekspor Di Pt Nikkatsu Electric Works Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Ari Bonardo Pangihutan Purba; Muhammad Iqbal; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT Nikkatsu Electric Works merupakan perusahaan industri yang bergerak dalam bidang pembuatan alat elektrik seperti transformer, lampu hemat energi, dan trafo ballast ekspor maupun domestik. Permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT Nikkatsu Electric Works saat ini adalah ketidaktercapaian target produksi karena tingginya jumlah produk cacat pada proses produksi ballast ekspor. PT Nikkatsu Electric Works mencatat jumlah produk cacat ballast ekspor selama periode tahun 2012 adalah sebesar 32.447 atau rata-rata 1,5% dan selama tahun 2013 adalah 25.816 atau rata – rata 1,23%. Kondisi cacat saat ini sangat jauh dari toleransi cacat perusahaan yaitu 0,2%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan metode Six Sigma. Dalam Six Sigma terdiri dari tahap Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Dalam tahap Define, dilakukan pendefinisian proses produksi ballast ekspor dan penentuan Critical to Quality (CTQ). Dari identifikasi CTQ, terdapat enam jenis cacat pada produk, antara lain adalah cacat putus, kontak, tinggi, rendah, case terkena chemical, dan case rusak . Pada tahap Measure dilakukan perhitungan kapabilitas proses dan stabilitas proses produksi ballast ekspor. Pada tahap Analyze dilakukan analisis pemilihan cacat dengan metode FMEA, dan didapat cacat putus sebagai fokus dalam penelitian ini, dan melakukan analisis terhadap akar penyebab masalah yang ada pada cacat putus menggunakan 5 why’s dan fishbone diagram. Dalam tahap Improve, diberikan usulan yang didasarkan pada analisis dan metode 5W1H dengan tujuan mengurangi cacat putus. Usulan perbaikan yang didapatkan adalah membuat rak penyimpanan yang tertutup, membuat pengaturan sirkulasi udara menggunakan fan dan exhaust, memberikan reward dan display peringatan terhadap setting tention pada mesin, dan membuat alat visual kontrol yaitu stopper pada jig mesin. Kata kunci : Six Sigma, CTQ, Pengendalian Kualitas, Cacat Putus.
Analisis Dan Rancangan Ulang Sistem Perpindahan Material Di Pt Dwi Indah Menggunakan Material Handling General Analysis Procedure Oka Sutarto Putra; Muhammad Iqbal; Devi Pratami
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dwi Indah merupakan perusahaan yang ahli di bidang manufaktur dan pengekspor LLDPE Stretch Film dan Pallet Wrapping. PT Dwi Indah memiliki dua divisi yaitu, divisi core paper yang memproduksi core dan divisi strecth film yang memproduksi LLDPE strecth film paper dengan berbagai macam ukuran. Keberagaman produk yang dihasilkan tersebut berdampak pada aliran material dan jarak tempuh yang dilalui material handling equipment tidak efisien karena backtracking yang terjadi dapat memperpanjang jarak tempuh material handling equipment. Selain itu unit load yang tidak optimal berakibat pada tingginya frekuensi perpindahan. Kedua permasalahan tersebut akan berdampak kepada biaya yang dikeluarkan oleh PT Dwi Indah. General Analysis Procedure merupakan pendekatan yang sistemastis dan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada material handling yang dapat membantu menyusun ulang sistem perpindahan material yang kompleks dan mengarahkan pada usulan yang tepat. Perancangan ulang material handling system ini menghasilkan jarak perpindahan antar mesin dan MHE usulan yaitu, forklift truck dan cargo lift menjadi reach truck dan hand pallet jack menjadi electric pallet truck sehingga total biaya MHE yang dikeluarkan mengalami penurunan sebesar 29,49%. Peningkatan unit load mencapai 50% dengan reach truck, electric pallet truck sebesar 11%-19%, dan forklift truck B 50%. Kata Kunci: material handling system, general analysis procedure, backtracking, unit load, MHE
Perancangan Alat Bantu Proses Pengukuran Buku Di Pt. Karya Kita Dengan Framework Mechanical Design Zeynabila Kheista Sakina; Muhammad Iqbal; Andri Gautama Suryabrata
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Karya kita adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan. Tingginya akan pemesanan buku, mendorong perusahaan untuk melakukan inovasi dalam proses pembuatan buku. Dilihat dari alur produksinya bahwa terdapat proses yang masih menggunakan cara manual, yaitu pada proses pengukuran buku dengan menggunakan penggaris. Berdasarkan permasalahan diatas, penulis merancang alat bantu pada proses pengukuran buku untuk mengurangi waktu proses pengukuran buku dengan menggunakan Framework Mechanical Design dan Tools-nya mengadopsi dari Ulrich-Eppinger.Hasil yang didapat dari tahapan Framework Mechanical Desgin berupa spesifikasi dari rancangan alat bantu yang akan dibuat, yaitu dimensi dari alat bantu disesuaikan dengan ukuran SNI dan batas toleransi yang telah ditetapkan, alat bantu di desain menumpuk dari mulai ukuran terkecil (A5) hingga ukuran (A4), alat bantu dapat ditempatkan di atas meja, dan mekanisme alat bantu ini rotating yang artinya dapat diputar. Kata Kunci: Framework Mechanical Design, Spesifikasi teknis, Ulrich-Eppinger
Rancangan Alat Bantu Proses Pengisian Pasir Ke Mesin Sandblasting Menggunakan Owas Dan Metode Rasional Pada Plant Pressing Pt.Wika Industri & Konstruksi Sonny Hari Wijaya; Sri Martini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pabrik pressing merupakan salah satu pabrik yang ada pada PT. WiKa Industri & Konstruksi. Pabrik pressing memproduksi berbagai jenis tabung dengan ukuran yang berbeda-beda. Selain memproduksi, pabrik pressing dapat mereparasi tabung. Proses reparasi pada tabung biasanya untuk menghilangkan karat pada body dalam tabung menggunakan pasir yang ditembakkan angin compressor berkekuatan 5,5 hp. Mesin sandblasting yang didesain oleh peneliti sebelumnya beroperasi secara otomatis pada saat penembakannya, tetapi pada proses pengisian pasir masih dilakukan secara manual. Ukuran tabung yang besar membuat mesin sandblasting mempunyai tinggi 200 cm diatas rata-rata ketinggian operator yaitu 172 cm, permasalahan ini dianalisis dengan Tools OWAS (Ovako Working Analysis System) yang memberikan nilai kategori untuk operator pengisian pasir tanpa alat bantu bahwa proses tersebut harus dilakukan perbaikan sesegera mungkin, karena akan membuat aktivitas operator terasa sulit. Penelitian selanjutnya akan merancang alat bantu ergonomi pada proses pengisian pasir ke mesin sandblasting yang akan mempermudah pekerjaan operator dengan menggunakan metode pengembangan produk rasional. Pada metode rasional, pengembangan produk dilakukan dalam enam tahap, yaitu Clarifying Objective, Establishing Functions, Setting Requirements, Determining Charateristics, Generating Alternatives, dan Evaluating Alternatives. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan metode rasional tersebut adalah spesifikasi serta desain dari alat bantu ergonomi pengisian pasir yang dapat diimplementasikan pada PT.WIK dan nilai kategori dari hasil analisis OWAS pada operator pengisian pasir dengan adanya alat bantu pengisian pasir tersebut yang membuktikan aktivitas operator menjadi lebih mudah. Kata kunci : Rancangan Alat Bantu Ergonomi Pengisian Pasir, Mesin Sandblasting, Metode Rasional Abstract The pressing plant is one of the existing factories in PT. Wijaya Karya Industry & Contruction. The pressing factory produces different types of tubes with different sizes. Besides producing, the pressing factory can repair the tube. The process of reparation on the tube is usually to remove rust on the body of the tube using sand fired wind compressor with magnitude of 5.5 hp. Sandblasting machine that designed by the previous researcher is to operate automatically at the time of shooting, but in the process of filling the sand is still done manually. The size of the tube makes up a large sandblasting machine has a height of 200 cm above the average height of the operator that is 172 cm, this problem was analyzed with tools called OWAS (Ovako Working Analysis System) that provide value categories for sand replenishment operator without the tools that the process must be repaired as soon as possible, because it would make operator hard to works well. Future studies will design ergonomic tools in the process of filling sand into the sandblasting machine that will facilitate the operator's job by using rational product development. On the rational method, product development carried out in six stages. First one is Clarifying Objectives, Establishing Functions, Setting Requirements, Determining Charateristics, Generating Alternatives, and Evaluating Alternatives. The results of this study using the rational method is the specification and design of the sand replenishment ergonomics tools that can be implemented on PT.WIK and value categories from analysis OWAS tools on the sand filling tools are proving to be more easy for operator activity. Keywords: Ergonomics Design Tools Sand Replenishment, Sandblasting Machine, Rational Method.
Pengukuran Kinerja Cv.jiggy Sentosa Menggunakan Metode Balanced Scorecard Reza Mohammad Rifky; Budi Praptono; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV.Jiggy Sentosa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang event organizer khususnya pada kegiatan brand activation. Kegiatan brand activation sendiri adalah kegiatan promosi dengan mengadakan sebuah aktivasi atau acara yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness sebuah produk,menigkatkan penjualan atau memperkenalkan produk baru. Pada tahun kedua berdirinya, CV.Jiggy Sentosa ingin melakukan pengukuran terhadap kinerja perusahaan dan diharapkan dapat memberi dampak pada strategi bisnis perusahaan kedepan. Metode penelitian yang digunakan adalah Balanced Scorecard dengan metode Analytical Hierarcy Process (AHP) untuk mengolah data dan menggabungkan analisis SWOT untuk memetakan strategi hasil dari pengukuran performansi kinerja. Selama dua tahun berdirinya, perusahaan belum pernah mengukur kinerja sehingga perusahaan tidak mengetahui performansi kinerjanya selama dua tahun tersebut. Oleh karena itu, peneliti yang juga merupakan salah satu stakeholder dari perusahaan melakukan penilaian performansi kinerja menggunakan metode Balanced Scorecard . Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode Analytical Hierarcy Process (AHP) didapatkan hasil akhir nilai kinerja perspektif finansial memperoleh nilai 1,2581 dengan kriteria kinerja sangat baik , perspektif pelanggan memperoleh nilai 1,8336 dengan kriteria kinerja sangat baik , perspektif proses bisnis internal memperoleh nilai 0,1738 dengan kriteria kinerja kurang dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan memperoleh nilai 0,2739 dengan kriteria kinerja sangat kurang. Nilai dari keseluruhan kinerja perushahaan memperoleh nilai 3,5394 dengan kriteria kinerja cukup. Kata kunci: Pengukuran Kinerja Perusahan, Balanced Scorecard, Analytical Hierarcy Process (AHP), Analisis SWOT
Analisis Kelayakan Pengembangan Rumah Makan Bebek Goreng Tulang Lunak Mas Bram Di Jalan Ciha Njuang, Cibabat, Cimahi Utara Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis Dan Aspek Finansial Ryan Rama Hidayat; Budi Praptono; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bebek Goreng Tulang Lunak Mas Bram merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang kuliner dengan konsep Rumah Makan yang menjual produk berbahan dasar bebek dengan Bebek Goreng Tulang Lunak sebagai menu utamanya. Bebek Goreng merupakan makanan yang sering dijumpai di sekitar kita, dari tempat makan yang ada di sekitar jalan maupun rumah makan. Maka dari itu pemilik ingin melakukan inovasi membuka rumah makan agar bisa bersaing dengan pengusaha bebek goreng lainnya. Lokasi usaha terletak di Cibabat, Cimahi Utara dimana penduduk sekitar Cibabat menjadi tujuan utama dari Bebek Goreng Tulang Lunak Mas Bram. Dalam penelitian ini aspek pasar didapatkan dengan menyebar kuesioner kepada 270 responden yang berada di Cibabat, Cimahi Utara yang berumur 15-40 tahun untuk mengetahui berapa banyak pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Sedangkan untuk aspek teknis dan finansial digunakan data sekunder yang didapat dari berbagai sumber. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan presentase pasar potensial sebesar 92,96%, pasar tersedia 97,41%, dan untuk pasar sasaran perusahaan membidik 11% dari pasar tersedia. Hasil perhitungan finansial menunjukkan bahwa nilai NPV untuk periode 2018-2022 adalah Rp 86.836.936,00 presentase IRR sebesar 51,73%, dan PBP 2.435 tahun. IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR yaitu 5% dan NPV bernilai positif. Dari parameter tersebut, maka pengembangan rumah makan Bebek Goreng Tulang Lunak Mas Bram di kota Cimahi Utara, Cibabat, Jalan Cihanjuang dapat dikatakan layak. Kata kunci: Rumah Makan Bebek Goreng Tulang Lunak Mas Bram, Analisis Kelayakan, NPV, IRR, PBP Abstract: Mas Bram Fried Soft Bone Duck is a business in the field of culinary with the concept of restaurant that sells product of duck meat with fried soft bone duck as the main menu. Fried Duck is a food that is often found around us, from where to eat around the road or restaurant. Therefore the owner wants to innovate to open a restaurant in order to compete with other fried duck entrepreneurs. The business location is located in Cibabat, North Cimahi where the people around Cibabat become the main purpose of Mas Bram Fried Soft Bone Duck. In this research, to gain information regarding market aspect, the researcher distributed questionnaire to 270 respondents who reside in Cibabat, North Cimahi in the range age of 15-40 years old was used to determine the amount of potential market, available market, and target market. Meanwhile, secondary data that was obtained from various sources were used to examine the technical and financial aspect. The result show amount of the potential market is 92.96%, the available market is 97.41%, and for the target market, the company is targeting 11% of available market. ISSN
Perbaikan Rancangan Arsitektur Mesin Pemecah Kedelai Kering Di Cv. Zanada Corporation Untuk Kemudahan Perakitan Menggunakan Metode Boothroyd Dewhurst Dan Detail Design Nikki Rizky Pradipta; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obsevasi telah dilakukan pada proses pemecah kedelai kering, presentase terjadinya defect dalam 1 siklus pengolahan tempe masih tinggi, yaitu rata-rata 15% kedelai cacat dalam 1 siklus pengolahannya.Penelitian sebelumnya telah menghasilkan konsep optimal yang menjadi dasar pembuatan arsitektur produk. Tujuan selanjutnya yaitu melakukan re-design pada mesin eksiting dengan melihat aspek kemudahan dalam perakitan, menggunakan metode Boothroyd Dewhurst pendekatan untuk menghasilkan desain yang baru dan optimal, arsitektur produk menentukan elemen fungsional produk akan dipengaruhi oleh perubahan pada komponen tertentu, dan komponen mana yang harus diubah untuk mencapai perubahan yang diinginkan ke elemen fungsional produk (Ulrich Eppinger, 1995 p 419-440). Kata kunci: Arsitektur Produk, Design for Manual Assembly, Mesin Pemecah Kedelai Kering
Co-Authors Adin Yusti Yulian Aditya Dumadi Aditya Rifqi Pratama Adityo Pratama Agus Dwi Prasetyo Agus Ganda Permana Altodia Utomo Amrina Rosyada Andri Gautama Suryabrata Annisa Husna Alif Ari Bonardo Pangihutan Purba Ario Dwi Wrahatnolo Aulia Maulana Azkiya Azhari Fauzi Din Nugraha Bagus Nenda Haryo Pambudi Bambang Setia Nugroho Benny Yanuarsih Budi Praptono Debby Syavira Anesia Devi Pratami Dian Ayu Aprianti Dira Putri Januarti Faizal Wahyu Winarsa Farda Hasun Farli Erigga Putra Fransiscus Sucipto Gasha Sarwono Putra Hani Novita Tresnasari Harry Setiawan Purba Heroe Wijanto Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ig. Prasetya Dwi Wibawa Ika Arum Puspita Ikbal Yudistira Marsal Imelia Rizki Lestari Imelia Rizki Lestari Irma Nurmawanti Kartika Andini Putri Kevin Reza Andaru Khairul Abrar Krinta Alisa Marina Yustiana Lubis Maulina Dwiwanti Mugni Rifki Muhammad Badriyansyah Muhammad Rizqi Fauzan Muhammad Yogaswara Wiraditya Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nauval Furqon Amaly Nikki Rizky Pradipta Oka Sutarto Putra Pratya Poeri Suryadhini Putra Warumansyah Purba Rachmat Herdyono Saputra Rahmat Habibie Bariyanto Ramdhan Nugraha Ramdhan Pragustian Randy Pradana Rega Kusuma Putra Reza Gilang Pramono Reza Mohammad Rifky Reza Muhammad Zein Ridho Fadrian Putra Riduan Simanjuntak Rino Andias Anugraha Rino Andias Nugraha Riskika Dea Pratama Rizki Nur Rachman Rizqin Adha Siregar Ryan Rama Hidayat Sari Wulandari Sonny Hari Wijaya Sri Martini Sri Widaningrum Teddy Sjafrizal Teddy Syafrizal Tody Ariefianto Wibowo Tyas Danny Setyaningrum Uke Kurniawan Usman Vandi Alfian Ahmad Wiwit Mulyaningsih Wiyono Yandri Illham ZR Yusuf Nugroho Doyo Yekti Zeynabila Kheista Sakina