Claim Missing Document
Check
Articles

Found 58 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Usulan Perbaikan Proses Produksi Kemeja Untuk Meminimasi Waste Defect Di Pt. Pronesia Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Debby Syavira Anesia; Pratya Poeri Suryadhini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Progressio Indonesia (Pronesia) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konveksi yang memproduksi berbagai macam produk seperti t-shirt, jaket, polo shirt, kemeja, celana, dll. Jenis produk yang diteliti dalam penelitian ini fokus pada produk kemeja. Dalam proses produksi kemeja, ditemukan waste defect yang mempengaruhi product quality. Berdasarkan data perusahaan, defect rate pada bulan Mei, Juli, Agustus dan September berada di atas batas toleransi yang ditetapkan oleh perusahaan, yaitu 3%. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi kemeja dalam upaya meminimasi waste defect. Dalam upaya meminimasi waste defect, digunakan metode Lean Six Sigma. Langkah yang dilakukan dengan mengikuti tahapan dalam DMAI (define, measure, analyze, improve) serta menggunakan tools lean untuk melakukan perbaikan proses produksi kemeja. Pada tahap define, dilakukan penggambaran diagram SIPOC, Value Stream Mapping (VSM) current state dan Processs Activity Mapping yang berguna untuk memetakan aliran serta waktu proses yang terjadi. Pada tahap measure, dilakukan identifikasi CTQ potensial, pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Pada tahap analyze, dilakukan pengidentifikasian jenis waste defect dominan dengan menggunakan pareto diagram. Diketahui bahwa defect dominan yang terjadi pada proses produksi kemeja adalah jahitan melenceng. Sedangkan untuk mengidentifikasi akar penyebab waste defect dominan menggunakan fishbone diagram. Selanjutnya dilakukan penggambaran VSM future state untuk menggambarkan letak usulan perbaikan yang akan diterapkan. Pada tahap improve, diberikan usulan perbaikan berdasarkan prioritas masalah dari hasil FMEA untuk meningkatkan kualitas proses produksi kemeja. Usulan perbaikan untuk mengatasi akar penyebab masalah yang terjadi untuk meminimasi waste defect di antaranya pengadaan kegiatan preventive maintenance, penambahan sistem buzzer pada mesin dan pengadaan visual control (display). Kata Kunci : DMAI, Fishbone Diagram, Lean Six Sigma, Value Stream Mapping, Waste Defect
Perancangan Material Handling Equipment Pada Proses Oksidasi Enzimatis Ke Pengeringan Bubuk Teh Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional (studi Kasus Pt Perkebunan Nusantara Viii Rancabali) Rahmat Habibie Bariyanto; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teh merupakan salah satu komoditas yang memiliki peranan cukup penting dalam kegiatan perekonomian yaitu menjadi komoditas ekspor tertinggi setelah minyak dan gas yang menghasilkan devisa bagi negara. PT Perkebunan Nusantara VIII Rancabali merupakan perusahaan besar yang bergerak dibidang perkebunan teh hitam ortodoks di Indonesia. Pada proses pengolahan teh hitam ortodoks, proses oksidasi enzimatis merupakan proses terpenting dari seluruh proses lainnya karena hasil dari proses ini akan menentukan hasil dari bubuk teh. Waktu oksidasi enzimatis setiap jenis bubuk rata-rata 120 menit dimulai dari pucuk layu dimasukkan ke dalam mesin OTR hingga mulai masuk ke mesin pengeringan. Ketidaksesuaian terhadap waktu oksidasi (over-fermentation) akan menyebabkan karakteristik teh hitam (rasa, warna pekat, dan kenampakan hitam) akan tidak sesuai. Salah satu penyebab over fermentation adalah terjadinya penumpukan bubuk teh saat akan dimasukan ke dalam mesin pengeringan selama 4-6 menit. Penumpukan terjadi karena tidak kontinu-nya proses pemasukan bubuk teh ke dalam mesin. Dengan menggunakan proses perancangan produk rasional Nigel Cross melalui enam tahapan yaitu clarifying objectives, establishing functions, setting requirements, determining characteristics, generating alternatives dan evaluating alternatives, menghasilkan material handling equipment yang dapat menghindarkan terjadinya penumpukan bubuk teh pada mesin pengeringan dan over-fermentation tidak terjadi yaitu dengan belt conveyor dengan lima titik perpindahan (transfer point) untuk membantu mengarahkan bubuk teh menuju lima mesin pengering. Kata kunci: Conveyor, Material handling equipment, Nigel Cross, Perancangan Produk Rasional, Teh Hitam Ortodoks
Identifikasi Dan Pengendalian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (k3) Dengan Menggunakan Metode Hirarc Untuk Memenuhi Requirement Ohsas 18001 : 2007 (klausul 4.4.6) Di Pt. Beton Elemenindo Perkasa Irma Nurmawanti; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Beton Elemenindo Perkasa merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan beton bangunan secara modern. Dalam melakukan kegiatan operasionalnya PT. Beton Elemenindo Perkasa didukung lebih dari 100 tenaga kerja yang berinteraksi secara langsung dengan mesinmesin dan peralatan kerja lainnya. Mesin-mesin berat dan peralatan kerja yang berbahaya memungkinkan timbulnya potensi bahaya dan risiko kecelakaan. Kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Beton Elemenindo Perkasa sangat fluktuatif dengan jenis luka yang variatif. Tindakan pengendalian yang dilakukan perusahaan selama ini hanya menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) tanpa didukung dengan sistem manajemen yang mendukung terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga Sistem manajemen terkait keselamatan kerja sangat penting untuk diterapkan di PT. Beton Elemenindo Perkasa, oleh karena itu perusahaan perlu menerapkan Sistem Manajemen Kelesamatan dan Kesehatan Kerja. Adapun langkah awal dalam melakukan SMK3 adalah melakukan identifikasi kecelakaan kerja yang terjadi dan melakukan pengendaliaannya. Identifikasi yang dilakukan pada penelitian kali ini dengan metode HIRARC. HIRARC merupakan gabungan dari hazard identification, risk assessment dan risk control merupakan sebuah metode dalam mencegah atau meminimalisir kecelakaan kerja. Usulan yang akan diberikan peneliti akan memberikan usulan pengendalian kecelakaan kerja yang mengacu pada OHSAS 18001:2007 yang terintegrasi dengan Peraturan Pemerintah terkait SMK3. Kata kunci : HIRARC , hazard identification, risk assessment, risk control, OHSAS 18001:2007
Analisis Kebutuhan Pelanggan Terhadap Produk Tas Ransel Esgotado Tipe Corduro Segundo Menggunakan Integrasi Metode Product Quality Dan Model Kano Yandri Illham ZR; Muhammad Iqbal; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Indonesia mulai melihat bahwa berbagai subsektor dalam industri kreatif berpotensi untuk dikembangkan, Esgotado merupakan salah satu pelaku bisnis yang sadar akan hal tersebut. Pelaku usaha industri kreatif dibidang fashion yaitu Esgotado dengan produk tas ransel. Seiring dikeluarkan produk ini, terdapat beberapa keluhan yang mencerminkan ketidakpuasan pelanggan terhadap salah satu produk yang dibuat oleh Esgotado yaitu tas ransel tipe Corduro Segundo. Esgotado harus mampu mengetahui dan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan agar dapat bertahan di pasar bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari kebutuhan pelanggan produk tas ransel Esgotado tipe Corduro Segundo menggunakan integrasi Product Quality dan model Kano. Penelitian ini mengidentifikasi 27 atribut kebutuhan produk tas ransel Corduro Segundo yang digunakan untuk mengukur kinerja existing perusahaan dan mengategorikan atribut kebutuhan. Setelah itu, ditentukan atribut kebutuhan yang perlu diprioritaskan dalam pengembangan produk tas ransel Corduro Segundo. Hasil pengolahan data pada kuesioner Product Quality mengidentifikasi 17 atribut lemah pada produk. Selanjutnya, berdasarkan hasil pengolahan data pada kuesioner model Kano, diperoleh 12 atribut berkategori indifferent, 12 atribut berkategori one dimensional, dan 3 atribut berkategori attractive. Atribut kebutuhan yang perlu untuk ditingkatkan didapat berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis dengan memperhatikan keluhan dari pelanggan dan kondisi existing pada tas ransel Corduro Segundo. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis, terdapat 8 atribut kebutuhan pelanggan terhadap produk tas ransel Corduro Segundo yang perlu ditingkatkan, yaitu tas memiliki daya tahan, tas memiliki resleting yang berkualitas, tas memiliki kombinasi warna, tas memiliki jahitan yang rapi, tas memiliki kenyamanan saat disandang, tas tahan air, tas mampu menyimpan alat tulis, tas mampu menyimpan Raincover. Kata Kunci: Kebutuhan Pelanggan, Product Quality, Model Kano.
Perbaikan Standard Operating Procedure (sop) Di Pt. Dmc Berdasarkan Requirement Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai (klausul 8.3) Iso 9001:2008 Menggunakan Metode Business Process Improvement Annisa Husna Alif; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. DMC merupakan perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang industri tekstil yang berfokus pada produksi benang. PT. DMC dalam kebijakan mutunya bertekad menjadi perusahaan tekstil terbaik, salah satu upaya perusahaan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan menyatakan komitmennya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Dalam proses realisasi dan pendistribusian produk, diperlukan adanya suatu prosedur standar yang dapat mengatur pengendalian produk yang tidak sesuai agar produk tersebut tidak tersebar ke pelanggan dan pihak lain. Perusahaan telah memiliki dan menjalankan SOP untuk mengendalikan produk yang tidak sesuai, namun prosedur tersebut masih belum sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Dalam penelitian ini penulis melakukan perancangan SOP Klausul 8.3 ISO 9001:2008 untuk memperbaiki SOP eksisting perusahaan. Data yang digunakan adalah SOP eksisting perusahaan dan requirement ISO 9001:2008 Klausul 8.3. Data tersebut digunakan untuk melakukan pengolahan data dengan mengidentifikasi gap antara persyaratan ISO 9001:2008 dengan kondisi prosedur eksisting. Setelah itu dilakukan analisis aktivitas dan streamlining menggunakan metode BPI. Kemudian dilakukan analisis, desain dan verifikasi hingga didapatkan SOP usulan yang sesuai dengan requirement ISO 9001:2008. Rancangan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah proses bisnis dan SOP Pengendalian Produk Tidak Sesuai yang sudah sesuai dengan requirement ISO 9001:2008. Kata Kunci : SOP (Standard Operating Procedure), ISO 9001:2008, BPI (Business Process Improvement) Abstract
Usulan Perbaikan Kemasan Produk Menggunakan Metode Quality Function Deployment Pada Usaha Tahu Kinanti Azhari Fauzi Din Nugraha; Budi Praptono; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tahu Kinanti merupakan sebuah usaha yang khusus memproduksi produk tahu, tahu merupakan salah satu produk makanan olahan berbahan kacang kedelai yang digemari karena manfaat dan gizi yang dikandungnya. Persaingan bisnis di industri tahu semakin ketat dengan hadirnya berbagai pesaing yang juga mengelola dan memproduksi tahu. Saat ini, Tahu Kinanti belum mampu bersaing dan meningkatkan ekspansi pasar karena terkendala oleh kemasan produk yang belum memenuhi standar kemasan, hal ini pun dibuktikan dari banyaknya keluhan pelanggan seputar masalah kemasan produk, masalah ini menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, Tahu Kinanti perlu melakukan perbaikan desain kemasan sehingga dapat menciptakan suatu kemasan yang memberikan daya tarik dan jaminan kualitas dari produk tahu yang dikemas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi perbaikan desain kemasan produk Tahu Kinanti menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Pemilihan metode QFD didasarkan pada keterlibatan pelanggan dalam proses perbaikan desain kemasan sehingga memberikan jaminan kepuasan pelanggan. Penelitian dilakukan dengan mewawancarai pelanggan, penyusunan Voice of Customer, penyebaran kuesioner, penentuan karakteristik teknis, pembuatan matriks House of Quality, pengembangan konsep rancangan, penentuan part specification, pembuatan matriks Part Deployment, dan visualisasi rancangan. Rancangan perbaikan desain kemasan yang dihasilkan berbahan Plastik PET, berbentuk balok dengan kombinasi warna putih menarik dan transparan, menggunakan font tulisan Sans Serif, posisi informasi produk pada bagian atas kemasan, bahan penutup menggunakan bahan alumunium foil serta menggunakan sistem penutup kemasan vakum sealed. Kata kunci: perancangan, kemasan, Quality Function Deployment, Part Deployment
Improvement Suggestion Of Solair Incinerator Waste Entry Door Size Specification And Position Using Hierarchy Of Control Framework Dian Ayu Aprianti; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Awkward posture refers to positions of the body while performing work activities that deviate significantly from the neutral position and may pose risks such as damage traumatic work Musculoskeletal Disorders (MSDs). Solair incinerator controlled by one operator. The position of operator enter the waste indicates as awkward position. The existing work posture assessment score with RULA obtain 7. The value indicates that the working posture is necessary investigate and change immediately. Because the operator working with the hand(s) above the head, or the elbow(s) above the shoulders more than 2 hours total per day. This study focus on observation to work posture and the facility (entry door of incinerator) when operator enter the waste. The existing dimension of the entry door is L x W x H x D = 100 cm x 70 cm x 169 cm x 83 cm. The suggestion size is 80-101 cm for height. The waste container load 1-1.5kg with diameter 27 and height 40. And suggestion standard screw container is 9 inch. After analysis and get score 2 for the improvement size of incinerator entry door purpose to avoid the awkward position and reduce the risk of MSDs to the operator. Keywords: awkward position, incinerator entry door, musculoskeletal disorders (MSDs), RULA
Rancangan Alat Bantu Proses Sandblasting Otomatis Untuk Meminimasi Waste Of Processing Pada Proses Reparasi Tabung Menggunakan Metode Rasional Pada Pabrik Pressing Pt. Wika Industri & Kontruksi Bogor Ikbal Yudistira Marsal; Sri Martini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Wijaya Karya (Persero) dimana perusahaan ini melaksanakan kewenangan dalam bidang Casting, Pressing dan Plastic. Salah satu pabrik yang dimiliki oleh PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi ini adalah pabrik pressing yang berperan sebagai pabrik produksi pembuatan berbagai jenis tabung dan reparasi. Pabrik pressing tidak dapat melakukan reparasi tepat waktu sesuai permintaan customer. Hal ini dibuktikan dengan adanya keterlambatan proses reparasi tabung pada PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi Bogor sehingga perlu adanya tindakan lanjut untuk mengurangi waste processing yang terjadi. Pada penelitian ini, diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya waste processing, yaitu manusia dan mesin. PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi Bogor telah melakukan analisa penyebab terjadinya waste processing salah satunya adalah karena mesin sandblasting saat ini masih menggunakan sistim manual. Sehingga usulan merancang alat bantu sandblasting yang memiliki sistim yang otomatis menjadi prioritas utama dari hasil penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada rancangan mesin otomatis berupa alat bantu proses sandblasting otomatis dengan menggunakan metode rasional Nigel Cross. Pada metode rasional, pengembangan produk dilakukan dalam enam tahap, yaitu clarifying objective, establishing functions, setting requirements, determining charateristics, generating alternatives, dan evaluating alternatives. Hasil dari penelitian dengan menggunakan metode tersebut adalah spesifikasi serta desain dari alat bantu proses sandblasting otomatis yang dapat diimplementasikan di penelitian selanjutnya sehingga tujuan mengurangi waste processing pada PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi tercapai. Kata kunci: Alat bantu proses sandblasting otomatis, Waste of processing, Berbagai jenis Tabung, Perancangan Produk Rasional Abstract PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi is one of the subsidiaries of PT. Wijaya Karya (Persero) where the company is implementing authority in the field of Casting, Pressing and Plastic. One of the factories owned by PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi is pressing plant that acts as a production plant manufacturing various types of tubes and reparations. Pressings factory can not perform repairs on time according to customer demand. This is evidenced by the delay in the repair process tube at PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi that is need for further action to reduce waste processing that occurs. In this research, it is known that there are several factors that influence the occurrence of waste processing, human and machine. PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi has analyzed the causes of waste processing one of them is due to sandblasting machine is still using a manual system. So the proposed sandblasting designing tools that have automated system a top priority of this research. This study focused on the design of automatic machine tools such as automated sandblasting process using rational method Nigel Cross. On the rational method, product development carried out in six stages, namely clarifying objectives, establishing functions, setting requirements, Determining charateristics, generating alternatives, and evaluating alternatives. Results from research using these methods is the specification and design of automated sandblasting process tools that can be implemented in future studies so that the objective of reducing waste processing at PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi achieved. Keywords: automated sandblasting process tools, Waste of processing, various types of tubes, Rational Product Development Method.
Usulan Penerapan Metode Lean Manufacturinguntuk Meminimasi Waste Defect Pada Produksipensil Colour Departemen Finishing Di Pt.lestari Mahaputra Buana Dira Putri Januarti; Pratya Poeri Suryadhini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Lestari Mahaputra Buana (LMB) merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi pensil. Jenis pensil yang diteliti dalam penelitian ini berfokus pada jenis pensil colour. Dalam proses produksi pensil colour, ditemukan waste defect yang mempengaruhi pencapaian target produksi. Berdasarkan data perusahaan, defect rate pada bulan Januari hingga Desember pada tahun 2013 berada diatas batas toleransi perusahaan, yaitu 3%. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi pensil dalam upaya meminimasi waste defect. Dalam upaya meminimasi waste defect, digunakan metode pendekatan lean manufacturing. Tahap penelitian diawali dengan pengumpulan data primer yang kemudian diolah sehingga menghasilkan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) current state yang berguna untuk memetakan aliran serta waktu proses yang terjadi. Tahap berikutnya, dilakukan pengidentifikasian jenis waste defect dominan menggunakan Pareto diagram, sedangkan untuk mengidentifikasi penyebab waste defect dominan menggunakan Fishbone diagram dan 5 Why. Tahap penyelesaian masalah untuk setiap akar penyebab terjadinya waste defect dominan menggunakan tools lean manufacturing yang berupa pokayoke dan display. Berdasarkan penggunaan tools lean manufacturing, didapatkan rancangan usulan perbaikan berupa pengadaan kegiatan preventive maintenance, sistem pelatihan dan pendampingan pegawai, pengadaan display dan pemberian lubang pada batang pengunci pegas. Kata Kunci: Lean Manufacturing, Waste Defect, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Pokayoke, Display
Implementasi Dan Analisis Game Sebagai Layanan (Gaas) Menggunakan Open - Source Cloud Gaming Server Gaminganywhere Altodia Utomo; Tody Wibowo; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cloud computing sangat berkembang akhir-akhir ini sebagai software sebagai layanan (SaaS), platform sebagai layanan (PaaS) maupun infrastuktur sebagai layanan (IaaS). Menonton video, mendengarkan music, maupun bermain game dapat kita lakukan tanpa kita harus memiliki infrastruktur yang memenuhi untuk melakukan semua itu berkat adanya cloud computing. Game sebagai layanan (GaaS) adalah sebuah layanan cloud computing yang merupakan pengembangan dari Infrastruktur sebagai layanan pada model layanan cloud computing. Pada Tugas Akhir ini diimplementasikan sebuah game sebagai layanan cloud gaming server menggunakan open-source GamingAnywhere yang diakses oleh sebuah atau beberapa client melalui jaringan lokal kabel (Ethernet) atau jaringan lokal nirkabel (WLAN). Server melakukan capture terhadap frame audio dan frame video kemudian dikodekan dan dikirimkan kepada client. Setelah client mendapatkan frame A/V, client akan mengdekodekan frame- frame yang diterima sehingga user bisa bermain dan melakukan input control . Control dari client yang merupakan input dari keyboard, mouse, maupun joystick dari user akan di transmisikan ke server cloud. Untuk mendapatkan performa dari sistem cloud game yang diimplementasikan ini, dilakukan pengujian dengan tiga jenis game dan beberapa skenario pengujian serta dilakukan pengujian Quality of Experience (QoE). Bermain game dengan menggunakan server render terbukti lebih efisien dalam penggunaan resource seperti CPU, RAM dan GPU. Untuk penggunaan CPU hanya digunakan maksimal 25%, untuk RAM maksimal 150 MB, GPU Memory maksimal sekitar 65 MB, GPU Usage dibawah 20% dan didapatkan frame rate diatas 25 fps. Keyword : GamingAnywhere, GaaS, Cloud computing
Co-Authors Adin Yusti Yulian Aditya Dumadi Aditya Rifqi Pratama Adityo Pratama Agus Dwi Prasetyo Agus Ganda Permana Altodia Utomo Amrina Rosyada Andri Gautama Suryabrata Annisa Husna Alif Ari Bonardo Pangihutan Purba Ario Dwi Wrahatnolo Aulia Maulana Azkiya Azhari Fauzi Din Nugraha Bagus Nenda Haryo Pambudi Bambang Setia Nugroho Benny Yanuarsih Budi Praptono Debby Syavira Anesia Devi Pratami Dian Ayu Aprianti Dira Putri Januarti Faizal Wahyu Winarsa Farda Hasun Farli Erigga Putra Fransiscus Sucipto Gasha Sarwono Putra Hani Novita Tresnasari Harry Setiawan Purba Heroe Wijanto Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ig. Prasetya Dwi Wibawa Ika Arum Puspita Ikbal Yudistira Marsal Imelia Rizki Lestari Imelia Rizki Lestari Irma Nurmawanti Kartika Andini Putri Kevin Reza Andaru Khairul Abrar Krinta Alisa Marina Yustiana Lubis Maulina Dwiwanti Mugni Rifki Muhammad Badriyansyah Muhammad Rizqi Fauzan Muhammad Yogaswara Wiraditya Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nauval Furqon Amaly Nikki Rizky Pradipta Oka Sutarto Putra Pratya Poeri Suryadhini Putra Warumansyah Purba Rachmat Herdyono Saputra Rahmat Habibie Bariyanto Ramdhan Nugraha Ramdhan Pragustian Randy Pradana Rega Kusuma Putra Reza Gilang Pramono Reza Mohammad Rifky Reza Muhammad Zein Ridho Fadrian Putra Riduan Simanjuntak Rino Andias Anugraha Rino Andias Nugraha Riskika Dea Pratama Rizki Nur Rachman Rizqin Adha Siregar Ryan Rama Hidayat Sari Wulandari Sonny Hari Wijaya Sri Martini Sri Widaningrum Teddy Sjafrizal Teddy Syafrizal Tody Ariefianto Wibowo Tyas Danny Setyaningrum Uke Kurniawan Usman Vandi Alfian Ahmad Wiwit Mulyaningsih Wiyono Yandri Illham ZR Yusuf Nugroho Doyo Yekti Zeynabila Kheista Sakina