Claim Missing Document
Check
Articles

Found 58 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Standard Operating Procedure Iso 17025: 2008 Pada Laboratorium Proses Manufaktur Telkom University Berdasarkan Klausul 4.3 Dengan Metode Benchmarking Farli Erigga Putra; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISO 17025: 2008 merupakan standar untuk Laboratorium kalibrasi atau Laboratorium uji. Laboratorium Proses Manufaktur adalah Laboratorium yang paling mendekati dalam hal kalibrasi atau pengujian. Dan Laboratorium Proses Manufaktur menjadi Lab yang dipilih karena notabene Lab tersebut berada di bawah Fakultas Rekayasa Industri. Ketika Laboratorium Proses Manufaktur telah tersertifikasi, maka Laboratorium lainnya akan dapat mengikuti pedoman yang ada guna mewujudkan rencana strategis Universitas Telkom. Peneliti memilih metode benchmarking sebagai pedoman, karena metode tersebut dinilai paling cocok dalam membuat Laboratorium Proses Manufaktur tersertifikasi ISO 17025: 2008. Dengan melakukan proses benchmark kepada mitra Laboratorium serupa, maka akan mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai perancangan ISO 17025: 2008 yang akan disesuaikan dan dilakukan perancangan pada Laboratorium Proses Manufaktur. Kata Kunci : ISO 17025: 2008, Benchmarking, Laboratorium, Proses Manufaktur, Universitas Telkom.
Optimasi Parameter Pada Proses Pemecahan Kacang Kedelai Untuk Meminimasi Defect Pada Proses Kering Produksi Tempe Menggunakan Metode Taguchi (studi Kasus Cv Zanada Corporation) Muhammad Yogaswara Wiraditya; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Tempe Zanada (RTZ) merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi tempe. RTZ merupakan anak perusahaan dari Rumah Tempe Indonesia. RTZ memproduksi tempe dengan menggunakan proses kering produksi tempe. Menurut data perusahaan pada proses kering produksi tempe terdapat defect sebanyak 14.5%. Defect terbesar adalah defect kedelai pecah menjadi bubuk pada proses pemecahan kedelai. Penelitian ini menggunakan metode six sigma untuk meminimasi defect kedelai menjadi bubuk. Tahapan yang dilakukan dalam menerapkan metode six sigma menggunakan model DMAIC (Define, Measure, Analyse, Improve, Control). Tahap define melakukan analisis CTQ, SIPOC, dan membuat diagram pareto untuk menentukan tujuan serta batasan penelitian. Tahap Measure menghitung kapabilitas proses dengan mencari nilai DPMO dan sigma level. Analisis pareto untuk mennetukan defect priority dilakukan pada tahap measure. Tahap analyse menggunakan metode Delphi untuk mengidentifikasi akar permasalahan penyebab defect pada proses pemecahan kedelai. Pada tahap improve menggunakan pendekatan Design of Experiment (DOE) dengan menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan parameter optimum. Objective function yang digunakan dalam menerapkan metode Taguchi adalah smaller-the-better. Orthogonal array yang digunakan adalah kombinasi 3 faktor dengan masingmasing memiliki 3 level dengan jumlah eksperimen 9 yang dilakukan 3 kali uji coba. Analysis of Variance (ANOVA) dilakukan untuk mendapatkan presentase kontribusi dari parameter yang terpilih. Usulan perbaikan berupa usulan untuk proses dapat mencapai parameter optimum. Kata kunci: Produksi Tempe, Six Sigma, CTQ, Delphi, Design Of Experiment, Taguchi Abstract Rumah Tempe Zanada (RTZ) is a Small and Medium Enterprises (SMEs) producing tempeh. RTZ is a subsidiary of Rumah Tempe Indonesia. RTZ produces tempeh using dry process of tempe production. According to company data on the dry process of tempeh production there is a defect of 14.5%. Defect is the largest defect of soybeans broken into powder in the process of solving soybeans. This research uses six sigma method to minimize the defect of soybean into powder. Stages performed in applying the six sigma method using DMAIC model (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). The define phase performs a CTQ, SIPOC, and pareto diagram to determine the objectives and limits of the study. The Measure stage calculates the process capability by finding DPMO and sigma level values. Pareto analysis to defect priority is done at phase measure. The analysis phase uses the Delphi method to identify the root cause of the defect in the soy-breaking process. At the improve stage use the Design of Experiment (DOE) approach using Taguchi method to get the optimum parameter. The objective function used in applying the Taguchi method is smaller-the-better. Orthogonal array used is a combination of 3 factors with each having 3 levels with the number of experiments 9 conducted 3 times trial. Analysis of Variance (ANOVA) is done to obtain the contribution percentage of selected parameters. Proposed improvements in the form of proposals for the process can achieve optimum parameters. Keywords: Production of Tempe, Six Sigma, CTQ, Delphi, Design Of Experiment, Taguchi.
Usulan Peningkatan Kualitas Untuk Mengurangi Jumlah Cacat Pada Proses Produksi Di Pt.papyrus Sakti Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Putra Warumansyah Purba; Muhammad Iqbal; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.Papyrus Sakti merupakan perusahaan yang memproduksi kertas Duplex Board untuk kemasan industri. Pencapaian produksi rata-rata 4041.99 ton per bulan. Menurut data historis perusahaan dari Januari 2013 - November 2014 jumlah cacat mengalami turun naik yang melebihi standar cacat bulanan perusahaan yaitu 5% Berdasarkan data historis perusahaan, cacat terbesar kedua adalah cacat Bonding yang akan menjadi fokus penelitian. Penelitian ini menggunakan metode six sigma untuk mengurangi cacat Bonding. Tahapan six sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze Improve, Control). Tahap Define menetapkan ada tiga CTQ pada proses produksi. Tahap Measure mengukur kestabilan proses (Control chart p) dan kapabilitas proses (DPMO dan level sigma). Tahapan Analyze untuk menentukan prioritas perbaikan cacat yaitu Bonding Kembung dan mencari akar penyebabnya. Tahapan Improve untuk penyusunan usulan perbaikan untuk mengurangi cacat Bonding Kembung. Usulan perbaikan diberikan untuk faktor mesin, manusia, dan metode sebagai faktor – faktor penyebab cacat Bonding Kembung. Usulan perbaikannya yaitu: menggunakan gelas ukur dengan takaran 3,5 wt % yang jelas, menerapkan jam kerja sesuai peraturan perundangan, mengganti alat pembersih kain dengan kanebo, merombak mesin frenesstester, memasang sensor kecepatan berputar piringan DDR, memasang saringan wire mesh pada pipa air masuk ke mesin dryer, memasang alat sensor LVDT, dan membuat ruangan laboratorium mini pengujian bahan material. Kata kunci: Kualitas, Duplex Board, Six Sigma, CTQ, FMEA, Cacat Bonding
Perancangan Box Kopi Wifi.Id Menggunakan Metode Reverse Engineering Dan Pendekatan Antropometri Pada Studi Kasus Monetizing Telkom Witel Jakarta Pusat Rizqin Adha Siregar; Sri Martini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kedai kopi di daerah Taman Suropati didapatkan permasalah dimana terdapat gap kapasitas simpan pada box kopi yang sedang digunakan dengan target kapasitas yang telah ditetapkan oleh kedai, selain itu kedai kopi ini pun bekerjasama dengan salah satu cabang provider internet diindonesia Telkom Witel Jakarta Pusat dimana di dalam kerjasama ini pihak Telkom WITEL meminta kedai kopi di daerah Taman Suropati untuk menjualkan voucher wifi.id. namun, pihak stakeholder dari Telkom Witel pun melihat bahwa box kopi yang digunakan tidak memberikan informasi terkait produk wifi.id sehingga ini menjadi kebutuhan dari pihak Telkom WITEL. Adapun hasil akhir dari penelitian ini berupa sebuah konsep rancangan box kopi usulan yang dapat meningkatkan kapasitas simpan box kopi dan memiliki tampilan branding wifi.id yang memenuhi kebutuhan dari pihak kedai kopi Taman Suropati dan pihak Telkom WITEL Jakarta Pusat. Kata kunci: Kebutuhan Kapasitas Simpan, Kebutuhan Tampilan, Reverse Engineering, Pendekatan Antropometri Abstract In the coffee shop in Taman Suropati area, there is a problem where there is a storage capacity gap in the coffee box that had been used with the target capacity set by the coffee shop. In addition, this coffee shop was in cooperation with one of the branch of internet provider in Indonesia, Telkom Witel Central of Jakarta where in this cooperation Telkom WITEL request a coffee shop in Taman Suropati area to sell voucher wifi.id. However, stakeholder parties from Telkom Witel also see that the coffee box does not provide any information related to wifi.id products so this becomes a necessity of the Telkom WITEL.These problems can be seen as end-user and stakeholder needs which can be solved by redesigning the coffee box used by reverse engineering and anthropometry approaches. The result of this research is a concept of coffee box’s design that could increase storage capacity and has wifi.id’s branding in the appearance so this concept can fulfill Suropati’s coffee seller needs and stakeholder of Telkom WITEL Central of Jakarta . Keywords: Neccesity of storage capacity, Design needs, Reverse Engineering and Redesign Methodology, Antrophometry Approximation
Usulan Perbaikan Proses Pencetakan Motif Pada Kain Grey Untuk Meminimasi Waste Transportation Di Pt Kharisma Printex Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Maulina Dwiwanti; Pratya Poeri Suryadhini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Kharisma Printex merupakan perusahaan manufaktur swasta yang bergerak dibidang industri tekstil dengan menyediakan jasa untuk pencetakan motif pada kain grey. Pada proses pencetakan motif pada kain grey ditemukan waste transportation yang mempengaruhi pencapaian target produksi PT Kharisma Printex. Berdasarkan hasil pengamatan langsung dan data yang telah dikumpulkan, waste transportation disebabkan oleh tata letak yang kurang baik yang mengakibatkan terjadi gerakan backtracking dengan total jarak sejauh 57,05 meter. Hal ini dapat mempengaruhi waktu aktivitas pemindahan material menjadi lama. Selain itu, area lantai produksi pada PT Kharisma Printex yang masih berantakan karena adanya barang -barang yang diletakkan tidak teratur dan menghalangi lintasan jalan untuk pemindahan material. Upaya yang dilakukan untuk meminimasi waste transportation yaitu dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Pada tahap awal penelitian dilakukan pemetaan waktu dan aliran aktivitas proses produksi pada kondisi saat ini menggunakan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM). Tahap selanjutnya melakukan identifikasi akar penyebab masalah terjadinya waste transportation dengan fishbone diagram. Penyelesaian akar penyebab masalah dengan merancang usulan perbaikan menggunakan tools lean manufacturing yaitu perancangan perbaikan tata letak dan pemilihan alternatif material handling equipment (MHE). Kata Kunci: lean manufacturing, waste transportation, perancangan layout
Pengembangan Kualitas Layanan Usaha Batagor 61 Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Bagus Nenda Haryo Pambudi; Budi Praptono; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batagor 61 merupakan salah satu dari sekian banyak industri rumah makan yang ada di Kota Bandung. Untuk memenangkan persaingan dengan usaha sejenis lainnya, Batagor 61 harus memiliki beberapa strategi untuk menarik minat beli masyarakat sekitarnya. Salah satu di antaranya adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada 30 orang responden, terdapat beberapa faktor yang belum dimaksimalkan oleh Batagor 61 dalam melayani pelanggannya. Oleh karena itu, Batagor 61 memerlukan evaluasi terhadap layanan yang diberikan. Batagor 61 tidak cukup hanya mengetahui kepuasan pelanggan saja, akan tetapi juga harus mengetahui kelemahan dari layanannya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi pengembangan kualitas layanan Batagor 61 sesuai dengan kebutuhan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini mengidentifikasi 6 atribut kebutuhan pelanggan yang diukur kinerjanya berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari 6 atribut kebutuhan yang disusun berdasarkan Dimensi ServQual, didapatkan 9 karakteristik teknis yang kemudian diolah kedalam QFD. Hasil dari QFD House of Quality berupa 4 karakteristik teknis yang didapat berdasarkan ranking dan target yang belum terpenuhi. Kemudian, 4 karakteristik teknis tersebut dijadikan dasar untuk merancang konsep yang digunakan sebagai dasar perumusan rekomendasi. Kata kunci: Pengembangan Kualitas Layanan, Quality Function Deployment, Dimensi ServQual
Minimasi Waste Defect Pada Proses Produksi Distributor Valve Di Pt Pindad (persero) Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Khairul Abrar; Marina Yustiana Lubis; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pindad (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi alat pertahanan (militer) dan beberapa produk komersial. Salah satu produk komersial yang diproduksi adalah distributor valve. Dalam proses produkisnya, perusahaan sering mengalami keterlambatan pengiriman kepada konsumen. Penyebab utama keterlambatan ini adalah kedatangan komponen penyusun dari supplier yang tidak tepat waktu. Perusahaan telah melakukan beberapa kebijakan untuk mengatasi permasalahan keterlambatan. Namun kebijakan tersebut belum dapat mengatasi masalah keterlambatan pengiriman kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usualan perbaikan terhadap proses produksi distributor valve agar dapat meminimasi terjadinya keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah lean six sigma. Langkah yang digunakan adalah dengan tahap DMAI yaitu define, measure, analyze, dan improve. Tahap define dilakukan dengan diagram SIPOC dan VSM. Kemudian pada tahap measure diketahui bahwa proses telah stabil dengan level sigma sebesar 4,14. Selanjutnya pada tahap analyze diketahui terdapat tiga jenis defect dominan dan dilakukan analisa dengan menggunakan fishbone diagram dan 5 why. Pada tahap improve dilakukan perancangan usulan perbaikan yaitu revisi dimensi diameter komponen nozzle U dan chock chamber, menerapkan metode inspeksi liquid penetrant pada incoming quality control, dan mengganti tempat penyimpanan pelumas dengan paste dispenser machine. Kata Kunci: Lean Six Sigma, E-DOWNTIME, DMAI, SIPOC, VSM
Perancangan Rak Bahan Baku Sparepart Menggunakan Reverse Engineering And Redesign Method Harry Setiawan Purba; Sri Martini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada PT.XYZ ditemukan permasalahan, bahwa pada proses pengambilan dan penyimpanan bahan baku sparepart memiliki risiko Musculoskeletal Disorders, hal ini disebabkan karena operator melakukan gerakan yang tidak baik pada saat bekerja seperti membungkuk, dengan perhitungan nilai rula dari gerakan tersebut adalah 7, yang berarti harus segera dilakukan perbaikan. Selain itu, pada saat melakukan proses pengambilan dan penyimpanan waktu yang dibutuhkan operator terlalu lama, dikarenakan operator kesulitan dalam mencari dan menentukan lokasi dari rak dan lokasi sparepart yang akan diambil dan disimpan. Sehingga di butuhkan perbaikan, untuk mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders dan waktu yang dibutuhkan dalam proses pengambilan dan penyimpanan, permasalahan ini dapat diselesaikan dengan melakukan pengembangan pada Rak dengan menggunakan Reverse Rngineering dan Redesign Methodelogy, dan menggunakan Antropometri dalam menentukan dimensi rak yang akan desain. Rak dikembangkan dengan melakukan perubahan dari bentuk rak, perubahan dilakukan pada tinggi rak dan jarak dari tingkatan rak berdasarkan ukuran tinggi tubuh, tinggi siku dan tinggi bahu laki-laki Indonesia dari tabel antropometri dan berat sparepart, mengganti sekat kayu menjadi sekat besi, memberikan penomoran rak yang lebih mudah untuk dilihat, mengganti cara penamaan sparepart sehingga untuk menemukan sparepart akan lebih mudah. Hasil dari penelitian, Rancangan rak bahan baku sparepart yang dapat mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders, yang awalnya bernilai 7 menurut perhitungan RULA menjadi 4. Dan rancangan rak yang dapat mempercepat proses pengambilan dan penyimpanan, dapat dilihat berdasarkan ukuran rak yang diusulkan yaitu tinggi rak 169cm, panjang rak 40 cm, lebar rak 400cm, jarak antar tingkatan 36cm untuk tingkatan 1 dan 2 , 26 cm untuk tingkatan 3 dan 4. Sedangkan desain rak yang diusulkan, penamaan rak sudah terlihat lebih jelas dan penamaan sparepart sudah tidak mudah terlepas dan rusak. Kata Kunci : Reverse Rngineering dan Redesign Methodelogy, Musculoskeletal Disorders, Proses Pengambilan dan Penyimpanan, Antropometri Abstract A problem was found in XYZ company that there is a Muscoloskeletal Disorders risk in taking and storage of raw materials, which apply because the operator is doing bad movements when working such as bending down, which scored 7 in RULA, that makes this movements should be repaired immediately. Besides that, operator needs too much time during the taking and storage process, because the operator is having a difficulties with finding and locating the sparepart shelves. Improvements are needed to reducing Mulculoskeletal Disorders risk and time needed in taking and storage process, which can be solved with developing the shelves by using the Reverse Engineering and Methodology Redesign, also by using Antropometry to choose shelves dimension which will be designed. Shelves are developed by changing the shapes of the shelves, in the heights and distance of the shelves' level based on male body, elbow, and shoulder heights from the Antropometry table and sparepart's weight; changing the wood partition with iron partition; numbering the shelves and changing the naming of sparepart so it will be easier to recognized. Research proves that the construction of raw materials sparepart's shelves can reduce the Musculoskeletal Disorders risk, which was originally scored 7 in RULA has been lowered to 4. The shelves' construction which can accelerate taking and storage process is based on the proposed shelves' measurement: the shelves have 169 cm in height, 40 cm in length, 400 cm in width, 36 cm distance between first and second shelves' level and 26 cm between third and fourth level. Whereas in the proposed shelves' design, the shelves' naming is clearly seen, not easily detached and broken. Keywords: Reverse Engineering and Redesign Methodelogy, Musculoskeletal Disorders, taking and storage process, Antropometri
Problem Analysis Of Solair Incinerator Using Intergration Analysis Of Product Decomposition And Modularization With Contact And Channel Model (c&cm) Approach As A Reference For Designing The Improvement Of Product Architecture Kartika Andini Putri; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract System engineering of product requires tools and technique for system decomposition and integration to simplify the complex interactions. Otherwise most of the modularization methods focus on the redesign of existing products, in such matrix representation is often used as a tool for integration analysis. This paper focus on component based system architecture and implements effective method for supporting inexperience designer to analyze the problem of product architecture using “Contact & Channel Model” that developed at the University Karlshruhe. Bandung Techno Park, Telkom University developed custom design of incinerator named SOLAIR as an alternative technologies to solve domestic waste problem. From the interview and observation, the authors found some weaknesses that occur such as difficulties way to repair some components because the design is integral and some of components placed adjacent to burner that impact higher risk of failure. This paper lead to conclusions regarding problem analysis of SOLAIR incinerator using Faiure Mode Effect Analysis (FMEA) that resulted RPN value for suggestion in future research and problem analysis of incinerator using integration analysis that resulted six clustered (Fuel, Burning, Waste, Cooling, Waste mixer, and Disposal chunks) based on component interactions. Conduncting with Modularization with C&CM approach that analyze functions involving in each module and detachability of each connecting surface of the modules (WSs of WSP 1, 2, 11,and 12 has to be concerned for product architecture improvement in future research. Keywords: Product Architecture, Modularization , Integration Analysis , Incinerator
Design Of Material Handling Equipment In Rolling To Enzymatic Oxidation Process Using Rational Product Design Method (pt Perkebunan Nusantara Viii Rancabali Case Study) Imelia Rizki Lestari; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract PT Perkebunan Nusantara VIII Rancabali is one of the orthodox black tea processing company in Indonesia which produce twelve kinds of black tea to be sold domestically and exported to several countries. The quality of tea produced by this company will certainly affect the price of tea to be sold. In the orthodox black tea processing, enzymatic oxidation process is a process that most determines the quality of the tea leaves that will be generated later, so it takes a strict monitoring of the technical provisions of the process. In this process found irregularities implementation of the technical provisions of enzymatic oxidation process on rolling and enzymatic oxidation room which caused by the specification of material handling equipment. By using rational product design process is expected to improve existing material handling system be continue and in accordance with the technical provisions of the process, so as to improve the quality of tea leaves to be produced. Formulation of recommendations compiled based on data processing, data analysis, and discussion with the company that aims to enhance the enzymatic oxidation process. The recommendation given is the specification design of industrial truck especially four-wheel hand truck which is customized with the provisions of the enzymatic oxidation process. Keywords: Four-wheel hand truck, material handling equipment, Nigel Cross, orthodox black tea, rational product design method.
Co-Authors Adin Yusti Yulian Aditya Dumadi Aditya Rifqi Pratama Adityo Pratama Agus Dwi Prasetyo Agus Ganda Permana Altodia Utomo Amrina Rosyada Andri Gautama Suryabrata Annisa Husna Alif Ari Bonardo Pangihutan Purba Ario Dwi Wrahatnolo Aulia Maulana Azkiya Azhari Fauzi Din Nugraha Bagus Nenda Haryo Pambudi Bambang Setia Nugroho Benny Yanuarsih Budi Praptono Debby Syavira Anesia Devi Pratami Dian Ayu Aprianti Dira Putri Januarti Faizal Wahyu Winarsa Farda Hasun Farli Erigga Putra Fransiscus Sucipto Gasha Sarwono Putra Hani Novita Tresnasari Harry Setiawan Purba Heroe Wijanto Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ig. Prasetya Dwi Wibawa Ika Arum Puspita Ikbal Yudistira Marsal Imelia Rizki Lestari Imelia Rizki Lestari Irma Nurmawanti Kartika Andini Putri Kevin Reza Andaru Khairul Abrar Krinta Alisa Marina Yustiana Lubis Maulina Dwiwanti Mugni Rifki Muhammad Badriyansyah Muhammad Rizqi Fauzan Muhammad Yogaswara Wiraditya Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nauval Furqon Amaly Nikki Rizky Pradipta Oka Sutarto Putra Pratya Poeri Suryadhini Putra Warumansyah Purba Rachmat Herdyono Saputra Rahmat Habibie Bariyanto Ramdhan Nugraha Ramdhan Pragustian Randy Pradana Rega Kusuma Putra Reza Gilang Pramono Reza Mohammad Rifky Reza Muhammad Zein Ridho Fadrian Putra Riduan Simanjuntak Rino Andias Anugraha Rino Andias Nugraha Riskika Dea Pratama Rizki Nur Rachman Rizqin Adha Siregar Ryan Rama Hidayat Sari Wulandari Sonny Hari Wijaya Sri Martini Sri Widaningrum Teddy Sjafrizal Teddy Syafrizal Tody Ariefianto Wibowo Tyas Danny Setyaningrum Uke Kurniawan Usman Vandi Alfian Ahmad Wiwit Mulyaningsih Wiyono Yandri Illham ZR Yusuf Nugroho Doyo Yekti Zeynabila Kheista Sakina