Bachtiar Fauzy
Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KONSULTASI TEKNIS PEMBANGUNAN MASJID Kasus Studi : Masjid Kompleks Perumahan GRIYA INTAN ASRI GARUT Purnama Salura; Bachtiar Fauzy; Sylvia Agustine Maharani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.712 KB)

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kompleks Perumahan Griya Intan Sari Garut. Masjid dilihat dari fungsinya bukan hanya tempat ibadah saja tetapi merupakan pusat kegiatan berdimensi luas dalam sebuah permukiman. Namun, pengembang merasa tidak punya kompetensi untuk merancang mesjid berserta fasilitasnya. Ini disebabkan karena perancangan masjid mempunyai aturan-aturan tertentu yang baku sesuai persyaratan akidah agama Islam.Menyikapi permasalahan akan kebutuhan warga Kompleks Perumahan Griya Intan Asri dan berlandas pada situasi serta permasalahan spesifik, diusulkan pembangunan menggunakan sistem Fast track. Dengan demikian perancangan dapat berjalan paralel dengan pelaksanaan di tempat. Dengan dilandasi pertimbangan-pertimbangan akidah-akidah agama Islam.
Sintesa Arsitektur Lokal dan Non Lokal Gedung Perpustakaan Bank Indonesia di Surabaya Bachtiar Fauzy; Purnama Salura; Agatha Putri
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9300.594 KB)

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota pelabuhan utama di bagian timur Pesisir Utara Jawa,dengan letak geografis yang strategis, maka dengan masuknya berbagai budaya pendatang,maka akan bercampur dengan budaya dan alam lokal melalui proses interaksi budaya yangsering disebut dengan akulturasi budaya. Melalui proses akulturasi budaya inilah akanterbentuk aneka ragam arsitektur sebagai bentuk akulturasi arsitektur, sehingga dengan prosestersebut akan bermunculan percampuran gaya arsitektur lokal dan non lokal. Pengaruhbudaya dalam arsitektur ini dapat terlihat pada berbagai bangunan, khususnya pada bangunangedung Perpustakaan Bank Indonesia di Surabaya.Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat mengungkap adanya fenomena akulturasibudaya berdasarkan pertimbangan konteks lokal pada tataran perkembangan global.Arsitektur Kolonial merupakan salah satu wujud dari kebudayaan Eropa yang ada diIndonesia melalui proses membangun dengan gaya dan keteknikannya, maka berdasarkanpada konteks kondisi alam, khususnya yang berkenaan dengan iklim tropis di Indonesia.Pendekatan yang akan digunakan dalam mengungkap fenomena arsitektur gedungPerpustakaan Bank Indonesia di Surabaya ini menggunakan metoda deskriptif, kualitatif daninterpretatif berdasarkan sintesa yang dilakukan pada aspek arsitektur lokal dan non lokal,sedangkan teori yang digunakan adalah teori archetype dan teori fungsi, bentuk dan maknayang dapat digunakan untuk menganalisis berdasarkan konteks alam dan budaya setempat(nature-culture). Sedangkan unsur arsitektur non lokal akan dianalisis menggunakan prinsipprinsippenataan dan langgam arsitektur Kolonial pada awal abad ke-19.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan tentang bagaimana bentukperpaduan unsur budaya dan arsitektur serta ragamnya. Unsur unsur arsitektur yangberpengaruh pada gedung Perpustakaan Bank Indonesia di Surabaya ini dapat terlihat padabagian sosok,wujud, elemen dan komponen bangunan serta materialnya. Terutama sekalipada bentuk perpaduan unsur non lokal dan non lokal yang terekspresi pada bangunantersebut, sehingga kedua unsur tersebut dapat bercampur dengan baik dan menjadikanarsitektur gedung Perpustakaan Bank Indonesia di Surabaya ini sebagai representasi bentukarsitektur Indische.Kata kunci: sintesa, arsitektur, lokal, non-lokal, perpustakaan.
SINTESIS LANGGAM ARSITEKTUR KOLONIAL PADA GEDUNG RESTAURAN ‘HALLO SURABAYA’ DI SURABAYA Bachtiar Fauzy; Purnama Salura; Agnes Kurnia
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2148.184 KB)

Abstract

Pada kurun waktu setelah tahun 1900-an, perkembangan arsitektur kolonial Belanda yang dikembangkan merupakan bentuk dengan ciri bentuk modern yang berkembang pada saat itu di Eropa dan telah disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia. Terjadi penyesuaian antara bentuk arsitektur modern dengan kondisi iklim tropis Indonesia dengan kondisi budaya masyarakat setempat (Handinoto, 1996).Penelitian ini berkenaan dengan Sintesis Langgam Arsitektur Kolonial Pada Gedung Restauran „Hallo Surabaya‟ di Surabaya ini yang akan berpumpun pada penelitian yang bersifat deskriptif-analitis dan interpretatif, berlandas pada bukti empiris lapangan yang ditemukan dalam kasus studi, yang ditentukan berdasarkan tingkat paparan (exposure) terhadap pengaruh budaya dan arsitektur lokal dan non lokal (pendatang).Hasil dari penelitian ini dapat diketahui sejauh mana ekspresi langgam arsitektur yang dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya dan arsitektur Kolonial berdasarkan konsep yang melandasinya, disamping itu dapat mengungkap seluruh hubungan yang terjadi antara sosok bentuk arsitektur dan elemen serta ornamen yang melekat pada bangunan serta dapat mengetahui ciri, karakteristik dan identitas arsitektur pada bangunan kasus studi.Kata Kunci : Sintesis, langgam, arsitektur kolonial, hallo surabaya.
SINTESIS ELEMEN ARSITEKTUR LOKAL DENGAN NON LOKAL Kasus Studi : Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran, di Jatinangor, Sumedang Purnama Salura; Bachtiar Fauzy
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3253.063 KB)

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada Gedung Rektorat UNPAD di Jatinangor ini bersifat deskriptif evaluatif dan berfokus pada penelusuran proses sintesis arsitektural. Rancangan gedung ini merupakan juara pertama hasil sayembara di mana perancang menyatakan bahwa konsepnya berangkat dari sintesis antara unsur Sunda dengan unsur Modern.Alat baca yang digunakan berlandas gabungan pendekatan Evensen dan Salura yang menekankan pada relasi yang terjalin antara aspek arsitektur yaitu fungsi-bentuk-makna dan elemen arsitektur yaitu lantai, dinding, atap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi tampilan rancangan tidak sepenuhnya sejalan dengan konteks lokal alamnya. Demikian pula dengan konteks lokal tradisi budaya setempat. Berdasar analisis dan pendapat responden dapat diinterpretasikan bahwa rancangan yang ada justru lebih menekankan pada dominasi gaya modern ketimbang sintesis antara unsur Sunda dengan Modern.Penelitian ini penting dilakukan agar seluruh relasi yang terjalin antara Fungsi-Bentuk-Makna Gedung Rektorat Unpad dapat diposisikan pada ranah teoritik yang tentunya dapat memberi kontribusi pada proses pembelajaran serta praktik perancangan arsitektur
Sintesis Akulturasi Arsitektur Gereja Kristen Pniel Blimbingsari di Bali Bachtiar Fauzy; Purnama Salura; Stephanie Arvina Yusuf
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1700.164 KB)

Abstract

Penelitianini dipandang memiliki tingkat urgensi untuk dilakukan telaah karena kajian tentang arsitektur yang berlatar-belakang bangunan heritage belum banyak yang mengupas bangunan secara lebih detail berdasarkan elemen-elemen pelingkupnya. Uraian elemen bangunan menjadi penting agar mendapatkan esensi dasar dari karakter bangunan tersebut. Gereja Kristen Pniel merupakan salah satu bangunan yang telah mendapatkan pengaruh (akulturasi) oleh budaya Bali. Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur asing lambat-laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu. Gereja Kristen Pniel Blimbingsari ini merupakan salah satu objek yang patut untuk diteliti keunikannya, apakah pengaruh-pengaruh yang terjadi pada proses akulturasi budaya dan arsitektur dan apa saja filosofi dan konsep yang mendasari pada Arsitektur Gereja Kristen Pniel Blimbingsari Bali tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sejauh mana terjadinya akulturasi arsitektur antara fungsi gereja dengan ragam budaya dan arsitekturtradisional Bali dengan cara melakukan sintesis, menelusuri sejauh mana arsitektur gereja kristen pniel blimbingsari, Bali ini dipengaruhi oleh unsur budaya dan arsitektur tradisional Bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, analitik dan interpretatif, dengan menggunakan teori archetypes, ordering principle dan teori budaya –arsitektur tradisional Bali, dengan demikian teori dan metodologi yang digunakan dapat mengungkap fenomena arsitektur melalui penelusuran wujud akulturasi dari aspek fungsi, bentuk dan maknanya melalui filosofi tata ruang, kesakralan, dan pengaruh budaya yang terjadi pada Gereja Kristen Pniel Blimbingsari - Bali ini. Dari penelusuran yang dilakukanakan dapat membuktikan bahwa Gereja Kristen Pniel Blimbingsari – Bali ini merupakan ekspresi akulturasi antara budaya barat (fungsi gereja) dan budaya lokal (budaya Bali) melalui konsep konsepnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai rujukan bagi kasus studi yang serupa di beberapa kawasan lainnya serta dapat menyumbangkan pengetahuan teori akulturasi arsitektur pada aspek fungsi, bentuk danmaknanya secara berkesinambungan.Kata Kunci : sintesis, akulturasi, arsitektur, gereja kristen          
Dinamika Akulturasi Arsitektur Pada Masjid Sulthoni Plosokuning di Sleman, Yogyakarta Bachtiar Fauzy; Amira Arraya
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2357.656 KB)

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini banyak bangunan peninggalan yang dipengaruhi oleh budaya pendatang yang dibongkar tanpa diperhatikan nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya. Untuk itu telaah tentang arsitektur yang berlatar-belakang bangunan peninggalan perlu diteliti lebih mendalam berdasarkan elemen-elemen pelingkupnya. Uraian elemen bangunan menjadi penting agar mendapatkan esensi dasar dari karakter bangunan tersebut. Masjid Sulthoni Plosokuning di Sleman Yogyakarta merupakan salah satu bangunan yang telah mendapatkan pengaruh akulturasi budaya Hindu. Masjid ini merupakan salah satu objek yang patut untuk diteliti keunikannya, apakah pengaruh-pengaruh yang terjadi pada proses akulturasi budaya dan arsitektur dan apa saja filosofi dan konsep yang mendasari pada bangunan masjid ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sejauh mana terjadinya akulturasi arsitektur antara fungsi masjid dengan ragam budaya dan arsitektur Jawa dan Hindu dengan cara melakukan sintesis dengan menelusuri sejauh mana arsitektur masjid ini dipengaruhi oleh unsur budaya dan arsitektur tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, analitik dan interpretatif, dengan menggunakan teori archetypes, ordering principle dan teori budaya – arsitektur tradisional Jawa dan Hindu, dengan demikian teori dan metodologi yang digunakan dapat mengungkap fenomena arsitektur melalui penelusuran wujud akulturasi dari aspek fungsi, bentuk dan maknanya melalui filosofi tata ruang, kesakralan, dan pengaruh budaya yang terjadi pada bangunan masjid.Dari penelusuran yang dilakukan akan dapat membuktikan bahwa Masjid Sulthoni Plosokuning di Sleman Yogyakarta ini merupakan ekspresi akulturasi antara budaya Jawa dan Hindu melalui konsep konsepnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai rujukan bagi kasus studi yang serupa di beberapa kawasan lainnya serta dapat menyumbangkan pengetahuan teori akulturasi arsitektur pada aspek fungsi, bentuk dan maknanya secara berkesinambungan.Kata kunci : dinamika akulturasi, arsitektur, masjid
RELASI LITURGI DENGAN EKSPRESI BENTUK SAKRAL ARSITEKTUR GEREJA KATOLIK Purnama Salura; Bachtiar Fauzy; Rudy Trisno
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.131 KB)

Abstract

This study aims to explore the relationship between the sacred function from the liturgy process and the expression form in the Catholic Church before anda after the 2nd Vatican Council, in Jakarta. which is is the pioneer for the growth and it has the largest number of Catholic Church.The method used in this study were: Firstly, recording the Cases study Church’s building and then re-draw all the cases styudy in detail so that the architectural building and the ornament can be analyzed.Secondly, the relationship between the sacred function concept, liturgy process and form expression concept were used.Thirdly, the analysis between these three items will be triangulated with the user.
ADAPTATION OF VALUES AND ARCHITECTURAL FORMS OF JAVANESE HOUSE IN THE TOURISM AREA OF BEJIHARJO VILLAGE AS PART OF CULTURAL TOURISM VILLAGE PLANNING IN THE SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA Bachtiar Fauzy; Indri Astrina Wirakusumah; Caecilia Srikanti Wijayaputri; Handoko Sutanto; Rochana Esti Pramesti; Alvin Fernandez Komar; Christella Sharleen; Ghiffari Mohammad Alfarisyi
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Idealog Vol 6 No 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v6i2.4345

Abstract

The existence of villages which rich in cultural and natural potential is still being managed poorly, both in physical and non-physical aspects, specifically in the attempt to support the village development which still requires comprehensive supervision. This study is considered important for an intensive in-depth study. Referring to the potential possessed by Bejiharjo Village, this study includes physical and non-physical aspects that can be utilize in developing the existing elements in the scope of the built environment in the Bejiharjo Village area based on the lacalities values. The purpose of this study is to evaluate the existing condition of Bejiharjo Village to provide design recommendations for the development of Bejiharjo village into an tourism village. The method of documentation carried out is divided into 3 (three) stages. The first stage is documentation of literature that is reviewed and used as the basis for exploring the potential and problems in Bejiharjo Village. The second stage is surveys and interviews, both with village officials and with the community, this stage is carried out several times to obtain more accurate data. The third stage is to review and sort out the results of surveys and interviews, as a basis for designing a tourist village area. The benefits of this study are expected to provide recommendations in the form of a design for a culturally based tourism village area. This study can also be used as a basis or guide in preparing architectural documentation methods to support the masterplan as one of the strategies in developing the Bejiharjo Village area into a cultural based tourism village. Keywords : Architectural Planning, Javanese House Architecture, Bejiharjo Village area, Cultural Tourism, Special Region of Yogyakarta
AKULTURASI ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN MODERN PADA BANGUNAN KLENTENG SATYA BUDHI DI BANDUNG Hendra Hartarto Sugianto; Bachtiar Fauzy
Riset Arsitektur (RISA) Vol 6 No 03 (2022): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/risa.v6i03.5941.275-290

Abstract

Abstract – Indonesia is a unitary state that has various ethnicities and cultures. Klenteng is a worship buildings for minority communities because there are not too many of them and are scattered in various regions in Indonesia. Klenteng uses the concept of architectural acculturation that combines traditional and modern elements that are widely applied, one of which is the Satya Budhi Klenteng in Bandung City. In the design method, the building must apply traditional elements because it is an effort to preserve or maintain this culture in today's times. In the case study, the Satya Budhi Klenteng will describe the traditional and modern elements based on the concept of site, mass structure, spatial arrangement, construction structure and ornamentation. After that, you will get the dominating aspect between traditional and modern elements based on the main part of the building. The results of the process will show dominance in applying traditional and modern elements to the Satya Budhi Klenteng. This research uses descriptive methods that describe case studies, analytical methods that analyze case studies based on theory and interpretative methods in producing conclusions which are an attempt to understand the dominance between traditional and modern elements based on the design method. As well as, to define the concept of acculturation architecture used through the design of worship buildings. Keywords: architectural acculturation, traditional architecture, modern architecture, Satya Budhi Klenteng
AKULTURASI ARSITEKTUR LOKAL DAN MODERN PADA DESAIN ANTWERPEN-CENTRAAL (ANTWERP CENTRAL) RAILWAY STATION, BELGIA Iman Aji; Bachtiar Fauzy
Riset Arsitektur (RISA) Vol 6 No 03 (2022): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/risa.v6i03.5942.291-313

Abstract

Abstract - The development of the times has an impact on all aspects including developments in the transportation sector, stations that serve passengers in the land transportation sector are also affected by the modernization style. The development of the era in question is modernization, where everyone wants to move quickly and practically. The modern style has an impact on the development of architectural styles, in other words, the shift in the original style of a building is displaced by a new style, namely the modern style. The purpose of this research is to know and understand the concept of acculturation that occurs in the Antwerp station building, to find out the elements that influence it and produce conclusions from the object of study discussed, namely at the Antwerp Centraal Station. The research method used is a qualitative method, which aims to see the value contained in the physical building. Followed by the descriptive method, where the data obtained were collected in accordance with the research conducted which was adapted to the theory used. So that the final result is in the form of a conclusion from the results of the analysis that has been done. The expected benefit is to be able to increase the knowledge and knowledge of the readers of the research that has been carried out by researchers. Keywords: acculturation, architecture, train station building and Antwerp Centraal Station.