Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Jamak Qillah dan Katsroh dalam Sorotan Linguistik: Antara Aturan Morfologi dan Realitas Konteks Akmaluddin Akmaluddin
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 3 No. 2 (2025): BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v3i2.3091

Abstract

This study revisits the classification system of broken plurals (jamak taksir) in Arabic, focusing on the categories of jamak qillah (few) and jamak katsrah (many), through a modern linguistic lens encompassing semantic, pragmatic, and corpus-based approaches. Traditional morphological classifications often fail to reflect actual meanings in context, particularly in Qur’anic discourse. Using a qualitative descriptive method combined with corpus linguistics technology, this research explores the dynamics of meaning and function of plural forms in the Qur'an. The findings reveal that jamak qillah and jamak katsrah forms do not consistently denote quantity in a literal sense, but are often selected for rhetorical, thematic, or communicative purposes. Consequently, the teaching of Arabic morphology and exegetical studies should adopt a more contextual and data-driven approach
DINAMIKA PENERJEMAHAN BUDAYA: STUDI KASUS TEKS ETNOGRAFIS ARAB DALAM KONTEKS INDONESIA Nabil Eka Nurfazri; Muhammad Luthfi Ardiansyah; Akmaluddin Akmaluddin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan teks etnografis Arab–Indonesia, khususnya pada arti budaya seperti الضيافة في ثقافة نجد (Keramahan dalam Budaya Najd), menuntut lebih dari sekadar keahlian bahasa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif dengan desain studi kasus untuk mengidentifikasi strategi penerjemahan budaya, termasuk domestikasi, foreignisasi, modulasi, adaptasi, dan eksplisitasi. Analisis terhadap teks sumber dan terjemahannya menunjukkan bagaimana penerjemah menjembatani disparitas nilai antara budaya Arab dan Indonesia, menjaga keseimbangan antara kesetiaan pada makna asli (faithfulness) dan keterbacaan (acceptability). Tantangan ideologis muncul dalam menghadapi istilah berlapis makna, misalnya كرم الضيافة, di mana penerjemah berperan sebagai mediator budaya. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner menggabungkan linguistik, antropologi, dan kajian budaya sangat penting untuk menjaga kedalaman makna dan nuansa simbolik budaya. Pembelajaran penerjemahan harus menekankan kompetensi interkultural agar hasil terjemahan tidak hanya akurat secara bahasa, tetapi juga mampu membangun dialog lintas budaya yang inklusif dan reflektif.
Pengembangan Karakter Anak Berdasarkan Media Peta Puzzle Di Tpa Baitul Munawwarah Gampong Tibang Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Akmaluddin Akmaluddin; Rahmat Fajri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2019): VOL. 1, NO. 2 OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional disebutkan bahwa setiap perguruan tinggi waib melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.  Program pengabdian kepada masyarakat juga diselenggarakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia. Salah satu bentuk pengabdian masyarakat pada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Perguruan Tinggi adalah Pelatihan pengambangan pendidikan karakter pada anak TPA Baitul Munawwarah di desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Puzzle dipilih sebagai media yang cocok untuk membangun karakter karena puzzle adalah salah satu permainan edukatif dan mampu membangun karakter pada anak usia 5-12 tahun. Tujuan utama dari Puzzerial adalah memberikan pendidikan karakter pada anak usia dini (5-12 tahun), bahwa pendidikan karakter bisa diajarkan tanpa disadari dengan berbagai permainan edukatif. Selain itu Puzzerial memiliki manfaat kedepan untuk masyarakat, karena kedepannya anak-anak akan memiliki nilai yang lebih unggul dengan karakter kuat yang dimiliki. Puzzerial akan mengadakan kegiatan sebanyak enam kali yang dilaksanakan setiap minggu sekali selama dua bulan. Setiap pertemuan akan diadakan permainan edukatif yang telah disesuaikan dengan metode pengembangan karakter berdasarkan spiritual, emosional, dan intelektual. Dibeberapa pertemuan akan ada beberapa output yang dihasilkan oleh anak-anak berupa, puzzle yang mereka buat sendiri. Metode yang digunakan oleh Puzzerial adalah pengenalan puzzle, membuat puzzle, dan evaluasi berupa angket. Kami berharap dengan metode Puzzerial yang kami terapkan akan menumbuhkan karakter-karakter unggulan yang meneruskan ke generasi selanjutnya. Sebagai kegiatan evaluasi dari metode Puzzerial yang kami terapkan akan  ada pembagian angket kepada orang tua anak dan pengajar dengan harapan memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan sebelum dan sesudah anak anak mengikuti kegiatan puzzerial yang telah kami lakukan. Setelah kegiatan ini berakhir, diharapkan agar anak anak di TPA Baitul Munawwarah tumbuh menjadi anak anak dengan pribadi kuat yang unggul. Keywoards: Puzzle, Anak-anak,  pendidikan karakter
PENGARUH NEGATIF TANYANGAN TELEVSI TERHADAP KARAKTER ANAK DI TPA BAITUL MUNAWARAH Akmaluddin Akmaluddin; Rahmat Fajri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1 APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian dilaksanakan di TPA Baitul Munawwarah Banda Aceh. Pengabdian mengambil judul “Penyuluhan Media Literasi: Peran Guru Menghadapi Pengaruh Negative TV terhadap Anak (Usia TPA)”. Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa banyak guru-guru yang kurang aware terhadap pengaruh negative TV terhadap anak-anak. Masih banyak yang menganggap bahwa penontonan acara TV oleh anak-anak adalah hal yang wajar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan media literasi, guru-guru menjadi paham akan pengaruh negative TV dan akan menerapkan media literasi tersebut pada anak-anak didiknya sehingga mereka terhindar dari hal-hal buruk akibat penontonan TV. Guru-guru TPA Baitul Manawwarah tersebut berharap agar penyuluhan media literasi yang dilakukan ini akan menjadi agenda yang rutin dilaksanakan mengingat pentingnya penyuluhan ini. Keywoards: Pengaruh Negative TV, Anak-anak
PELATIHAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING BERBASIS INKUIRI DAN REFLEKSI KRITIS BAGI GURU SD MEDAN KOTA Akmaluddin Akmaluddin; Fitriani Manurung; Panni Ance Lumbantobing
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan guru Sekolah Dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran bermakna (deep learning) secara sistematis sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka, masih dominannya pendekatan pembelajaran konvensional, serta minimnya praktik refleksi kritis dalam proses pembelajaran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas profesional guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran deep learning berbasis pendekatan inkuiri dan refleksi kritis. Kegiatan PKM dilaksanakan di UPT SD Negeri 064998 Kota Medan dengan melibatkan 45 guru kelas rendah dan kelas tinggi. Pemecahan masalah dilakukan melalui pelatihan intensif selama tiga hari yang terdiri atas enam sesi, meliputi penguatan konsep pembelajaran deep learning, pelatihan pendekatan inkuiri, workshop penyusunan perangkat pembelajaran, praktik microteaching, serta refleksi kritis berbasis umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dan karakteristik pembelajaran deep learning, peningkatan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis inkuiri, serta peningkatan kemampuan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selain itu, kegiatan refleksi kritis mendorong guru menjadi lebih reflektif dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Program PKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dan berpotensi memperkuat budaya pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan reflektif di Sekolah Dasar. Kata Kunci: Pembelajaran Deep Learning, Pendekatan Inkuiri, Refleksi Kritis, Guru Sekolah Dasar
Latihan Dasar Kepemimpinan Pada Remaja Dan Pemuda Sekota Banda Aceh Dan Sekitarnya Akmaluddin Akmaluddin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2019): VOL. 1, NO. 2 OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProgram training kepemimpinan berperan penting dalam mewujudkan pertumbuhan dan keberlanjutan suatau negara yang beradab dan memiliki kehebatan di mata dunia. Pendidikan kepemimpinan membantu para remaja selaku generasi yang pada tangan merekalah pewaris kepemimpinan ini melalui pelatihan manajemen kepemimpinan  diharapkan para remaja dikota Banda Aceh dan sekitarnya dapat pendidikan kepemimpinan sehingga mereka mendapat menata kota Banda Aceh sesuai dengan harapan bangsa ini, mengatasi masalah-masalah yang ada pada mereka dan dapat mengaplikasikanya dalam kehidupan mereka sebagai anak bangsa dan tapuk gernerasi bangsa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan remaja maupun pemuda di kota Banda Aceh dan sekitarnya melalui trainng manajemen pelatihan kepemimpinan. Program ini dilakukan pada remaja-remaja maupun pemuda yang berkecimpung di pada kegiatan masyarakat baik melalui remaja masjid maupun oganisasi kepemudaan dengan usia antara 15 tahun hingga 25 tahun.. Training manajemen latihan Kepemimpinan yang dilakukan terlebih dahulu diawali dengan pretest untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta terhadap materi yang akan diajarkan. Dan akhir training akan di berikan post test untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Program pendampingan langsung kepada remaja terhadap kemampuan dlam kepemimpinan hingga para remaja benar benar memahami dan bisa mempraktekkannya dalam bermasyrakat yang mereka jalani sehingga kehidupan yang mereka jalani akan mencapai suatu kebaikan dan dapat memberikan contoh pada masyarakat lainya. Keywords: Kepemimpinan, remaja dan pemuda