Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EVALUASI KEKUATAN ELEMEN STRUKTUR KOLOM MENGGUNAKAN PERALATAN NDT Edy Edy; Akmaluddin Akmaluddin; Ni Nyoman Kencanawati
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2015): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.136 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i2.55

Abstract

Ketidaksesuaian saat pelaksanaan dan perencanaan yang telah dibuat terkait bahan dan fungsi bangunan mengakibatkan elemen struktur bangunan tersebut dipertanyakan kinerjanya. Untuk menjawab keraguan tersebut maka diperlukan suatu evaluasi guna memastikan kekuatan elemen struktur tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk membangun model yang dapat memprediksi kuat tekan, diameter tulangan dan tebal selimut beton berdasarkan bacaan peralatan NDT yang selanjutnya digunakan sebagai alat analisa/evaluasi kapasitas tahanan struktur kolom. PUNDIT dan Bartracker Covermeter merupakan alat NDT utama selain peralatan standar yang digunakan dalam penelitian ini. Empat seri pengujian pendahuluan yang direncanakan. Seri I menggunakan benda uji silinder diameter 150 mm dengan tinggi 300 mm dan kubus 200x200x200 mm masing-masing 9 buah, yang mewakili 3 jenis mutu beton yang dibebani sampai hancur. Seri II merupakan pengujian pada 9 buah kubus beton dengan 3 variasi mutu. PUNDIT diaplikasikan pada peningkatan beban menerus secara bertahap yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Seri III 27 buah kubus terdiri atas 9 buah yang mewakili 3 mutu beton diuji pada beban yang ditinjau yaitu 25%, 50% dan 75% hingga mencapai beban hancur 100%. Seri IV terdiri atas 1 kubus styrofoam ukuran 360x220x190 mm yang berisikan tulangan yang dapat diatur diameter dan posisi penempatannya. Seri ini dimaksudkan untuk memprediksi diameter tulangan dan tebal selimut beton aktual dilapangan. Selanjutnya pengujian untuk evaluasi kekuatan elemen struktur kolom menggunakan benda uji kolom 140x140x1500 mm sebanyak 6 buah. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi PUNDIT menghasilkan kuat tekan material kolom bervariasi sebesar 27, 29 dan 30 MPa untuk mutu bahan kolom yang direncanakan masing-masing 20, 30, dan 40 MPa. Pada aplikasi Bartracker Covermeter diperoleh rasio diameter tulangan dan tebal selimut terhadap nilai aktualnya sebesar 0,970 dan 1,010 dengan tingkat kesalahan deteksi sebesar 5,67% dan -1,06%. Rasio kapasitas tahanan penampang kolom Po sebesar 0,908 terhadap kapasitas Po aktual.Kata kunci : kolom, cepat rambat gelombang, tulangan, selimut, NDT
ASESMEN BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENDEKATAN HASIL PENGUJIAN NDT DI LABORATORIUM Ahmad Gazi P; Akmaluddin Akmaluddin; Ni Nyoman Kencanawati
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2015): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.455 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i2.56

Abstract

Salah satu metode untuk pengujian beton adalah pengujian dengan cara yang tidak merusak spesimen (Non-Destructif Test) yang selanjutnya dikenal dengan metode NDT. Pengujian beton dengan metode DNT terus mengalami perkembangan dan dikembangkan oleh para peneliti dewasa ini. Penelitian ini mengenai asesmen struktur balok beton bertulang dengan menggunakan pendekatan hasil pengujian NDT di laboratorium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun model  hubungan antara cepat rambat gelombang (v) terhadap kekuatan sisa (KS), korelasi antara cepat rambat gelombang (v) dengan kuat tekan (f’c) beton, hubungan antara modulus elastis statis (Ec) dengan modulus elastis dinamis (Ed), dan membangun model korelasi antara cepat rambat gelombang dan nilai pantul terhadap kuat tekan beton. Hubungan/korelasi yang terbangun tersebut kemudian diaplikasikan untuk melakukan asesmen terhadap elemen struktur balok beton bertulang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai v berbanding lurus dengan KS, dan berdasarkan KS dan v terbangun lima kategori kualitas beton yaitu (1) Sangat Baik; (2) Baik; (3) Cukup; (4) Jelek; dan (5) Sangat Jelek. Semakin besar nilai v maka kekuatan tekan beton semakin besar (v berbanding lurus dengan f’c). Nilai Ed berbanding lurus dengan f’cprediktif. Semakin besar Ed semakin besar pula nilai Ec. Semakin besar nilai R semakin besar pula nilai f’cprediktif (R berbanding lurus dengan f’c). Dari hasil pengujian balok beton bertulang dan analisis dengan model persamaan yang terbangun diperoleh bahwa balok beton bertulang pada 40% beban maksimal rata-rata mempunyai KS 60-80%. MU-prediktif balok beton bertulang < MU aktual dengan rasio rata-rata 0,983 jika menggunakan Pundit, rasio rata-rata 0,808 jika menggunakan Hammer, dan rasio rata-rata 0,875 jika menggunakan Kombinasi Pundit dan Hammer. Arinya model yang terbangun dapat digunakan. Hasil pengujian defleksi menunjukkan δteoritis < δaktual < δijin. Artinya balok beton bertulang aman. δteori rata-rata underestimate terhadap δaktual dengan tingkat akurasi ± 20%. Dengan demikian model yang terbangun bisa digunakan (acceptable) untuk asesmen balok beton dilapanganKata kunci : Pengujian NDT, cepat rambat gelombang (v), nilai pantul (R), dan kekuatan sisa (KS).
Pemanfaatan Bambu Lokal Sebagai Struktur Kandang Ayam Sistem Baterai Di Kelurahan Kelayu Utara Kabupaten Lombok Timur Fathmah - Mahmud; I Nyoman Merdana; Hariyadi Hariyadi; Ngudiyono Ngudiyono; Ni Nyoman Kencanawati
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v4i1.155

Abstract

Currently, due to the low production of eggs in Nusa Tenggara Barat Province, most eggs on the market are brought in from other region. Despite it’s huge population, representing 24,6% population of Nusa Tenggara Barat, East Lombok could supply 2% of market demand at most. The high cost of chicken coop construction is one of the main reasons of this low production. Meanwhile, Bamboo is abundant in East Lombok, it’s thrive along Tojang River Bank.  Bamboo could be use as substitute material for battery cages. Cost production of battery cages from bamboo is relatively lower than the one made from hardwood, steel, light steel, and baton. Considering accessible substitute materials at lower price are available, the cost production could be reduced. This community service is aiming for local community cognition of local bamboo as low priced material. This community service is implemented by discourse, which done by a number of survey, survey of the community service location, and discourse to give information of how to utilize local bamboo as battery cages material, size of the cages including size of individual cage, gap between column, column’s height, local bamboo as material for frame and purlin, bamboo as economy and environmental friendly material, preservation method, suitable bamboo joint model for battery cages structure. Due to COVID-19, The battery cages constructed in the community service location was evaluated through zoom meeting.
An Investigation of Building Seismic Design Parameters in Mataram City Using Lombok Earthquake 2018 Ground Motion Ni Nyoman Kencanawati; Didi Supriyadi Agustawijaya; Rian Mahendra Taruna
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 52 No. 5 (2020)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2020.52.5.4

Abstract

Mataram is the capital of West Nusa Tenggara. West Nusa Tenggara is made up of two islands, Lombok and Sumbawa. The 2018 earthquake on Lombok undoubtedly affected spectral acceleration. This is an important factor to be addressed in structural design. Short-period spectral acceleration, SS,increases 18.323% compared to the value listed in seismic code SNI 1976:2012, corresponding to a 2500-year return period. However, even if the SS value increases, the design category of the building does not change and remains in the D category. In general, the acceleration value in this study was found to be relatively greater than that of the existing code for periods of less than 0.462 s for site class D and in periods of less than 0.830 s in site class E. In addition, the seismic response coefficient, CS, for medium soil increases by 10.782% compared to the CS calculated using of the current code. This effect is more severe in soft soil areas, where the increase reaches 13.168%. Improving existing codes with seismic design parameters for new buildings affected by the ground motion of recent strong earthquakes will lead to more preparedness and will be an important part of local disaster risk reduction.
EVALUASI PROGRAM PERBAIKAN JALAN LINGKUNGAN PADA KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Ni Nyoman Kencanawati; Muhajirah Muhajirah; Zainudin Zainudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.4869

Abstract

ABSTRAKPerbaikan jalan lingkungan di Kabupaten Lombok Timur merupakan program dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya  yang ditujukan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) serta memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa. Pelaksanaan program ini melibatkan Disperkim Provinsi NTB dan Dinas Cipta Karya PUPR Provinsi NTB sebagai pendamping dan pengawas teknis. Program ini dilaksanaan sejak Tahun 2017 hingga saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan memberikan rekomendasi untuk pelaksanaan pada tahun berikutnya. Wilayah yang menjadi target evaluasi terdapat pada  beberapa kecamatan meliputi Kecamatan Pringgasela, Kecamatan Sembalun, Kecamatan Aikmel, Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Wanasaba. Bila dilihat secara persentase nilai capaian dari pelaksaanaan program, maka diperoleh rata-rata mencapai di atas 80%. Bahkan untuk Kecamatan Priggabaya dan Wanasaba pada Tahun 2020 mencapai 91% dan 92% berturut-turut. Selain itu  Kecamatan Wanasaba memiliki persentase pencapaian tertinggi yaitu 93% di Tahun 2020. Pencapaian pelaksaaan menunjukkan persentase yang terus meningkat sehingga tercapai tujuan utama yang dinginkan. Sebagai rekomendasi untuk pelaksanaan tahun ongoing dan tahun selanjutnya maka dalam pelaksanaan sebaiknya melibatkan partisipasi dari masyarakat sehingga program dapat mencapai seluruh daerah yang ditargetkan dan menghasilkan nilai capaian sebesar 100%. Kata kunci: jalan lingkungan; perbaikan; evaluasi; capaian; lombok timur. ABSTRACTThe improvement of side roads in East Lombok Regency is a program of the Ministry of PUPR through the Direktorat Jenderal Cipta Karya which is aimed at reducing regional disparities, alleviating poverty, improving local government (district, sub-district, and village), and strengthening community institutions at the village level. The implementation of this program involves the Disperkim Provinsi NTB dan Dinas Cipta Karya PUPR  as assistants and technical supervisors. This program has been implemented since 2017 until now. This article aims to evaluate the implementation of the program and provide recommendations for implementation in the following year. The evaluation target areas are located in several sub-districts including Pringgasela, Sembalun, Aikmel, Pringgabaya, and Wanasaba. According to a percentage of the achievement value of program implementation, the average achieved is above 80%. Even for the Districts of Priggabaya and Wanasaba in 2020, it reached 91% and 92%, respectively. In addition, Wanasaba District has the highest percentage of achievement, which is 93% in 2020. The achievement trend increases since the program has been initiated in 2017. As a recommendation for the implementation of the ongoing year and the following year, the implementation should involve the participation of the community. Thus the problems that have occurred so far can be avoided and are expected to reach all targeted areas to produce an achievement value of 100%. Keywords: side roads; repair; evaluation; achievement; east lombok. 
Core Configuration Effect On The Flexural Behaviour Of Sandwich Panel Made Of Aluminium Skin And Sengon Wood Core Jauhar Fajrin; Ni Nyoman Kencanawati; Miko Eniarti; Arismanto Arismanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 17, No 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.186-193.2021

Abstract

Among the many choices of composite sandwich panel cores, Balsa wood is one of the main alternatives of cores made of wood. However, the availability and price of Balsa wood are quite expensive, so it needs alternatives from other types of wood such as Sengon wood. The purpose of this study was to evaluate the feasibility of Sengon wood as a core of composite sandwich panels. Three variations of the Sengon wood layout had been prepared as the core of the sandwich panels with a skin made of aluminum. All specimens, including the control specimens made of whole Sengon wood, were prepared with a size of 550 x 50 x 24 mm for length, width, and depth, respectively. Each variation and also the control specimens were made of 3 pieces. Tests were carried out based on the ASTM C 393-94 standard under the three-point bending test scheme. The results showed that the sandwich panel with plain Sengon wood core has the highest capacity to carry a flexural load, which is approximately 177.391 MPa, followed by a sandwich panel with long and end grain Sengon board that possess flexural strength of 153.913 MPa and 79.101 MPa, respectively. The flexural strength of these sandwich panels is superior to solid Sengon wood. The sandwich panels showed a typical ductile material indicated by a non-linear curve without a distinct yielded point before reach the maximum failure load. Three sandwich panels with various Sengon wood cores collapsed under three types of failure mechanisms; face wrinkling, shearing of the core, and delamination between the interface of skin and core. In conclusion, Sengon wood has a great potential to be used as the core material for a composite sandwich panel.
Kajian Kekangan Kawat Anyam Sebagai Material Perbaikan Kerusakan Kolom Beton Bertulang Akibat Beban Aksial Sentris Ni Nyoman Kencanawati; I Nyoman Merdana; Ngakan Komang Indra Darmawan
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.1.30-41.2022

Abstract

Komposit jaringan kawat anyam yang dilas dengan material mortar yang sering disebut juga dengan ferosemen adalah bahan yang dapat dipakai untuk memperbaiki atau memperkuat bagian struktur yang tua atau rusak. Namun, belum ada standar yang dikembangkan untuk komposit ferosemen sebagai bahan perbaikan struktur sampai saat ini. Dengan demikian penelitian pada material komposit ferosemen ini masih terus dituntut untuk dikembangkan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kemampuan komposit ferosemen dalam perbaikan kerusakan kolom. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekangan ferosemen terhadap kolom beton bertulang yang telah diberikan kerusakan sebesar 60% akibat beban aksial sentris. Benda uji yang digunakan berupa kolom beton bertulang berbentuk persegi dengan ukuran penampang 150 mm x 150 mm dan panjang 1000 mm. Sebagai perbaikan, benda uji diberikan kekangan dengan kawat anyam yang dilas dengan tiga variasi diameter kawat yaitu 0,5 mm, 1 mm, dan 1,5 mm. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan menahan beban pada kolom perbaikan menjadi lebih besar dengan presentase kenaikan kapasitas kolom dalam menahan beban aksial rata-rata sebesar 1,75 kali dibandingkan dengan kolom awal yang tanpa kerusakan. Pemilihan ukuran diameter kawat anyam menjadi salah satu parameter yang harus diperhatikan dalam efektifitas perbaikan kolom dengan menggunakan material ferosemen.
PENGARUH TEMPERATUR TINGGI TERHADAP KUAT LEKAT DAN INITIAL CORROSION TULANGAN BAJA DALAM BETON Ngudiyono Ngudiyono; I Nyoman Merdana; Fathmah Mahmud; Ni Nyoman Kencanawati; Miko Eniarti
Konstruksia Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.13.2.33-41

Abstract

Kebakaran pada gedung beton bertulang, menyebabkan kualitas beton mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena jumlah pori-pori kosong dalam beton semakin bertambah. Pori-pori kosong memudahkan air meresap ke dalam beton dan jika air tersebut mengandung asam, basa dan senyawa klorida akan menyebabkan terjadinya korosi pada tulangan baja di dalam beton. Penelitian dilakukan dengan ekperimental. Tulangan baja diamter 10 mm ditanam di dalam beton berbentuk kubus ukuran 100 x 100 x 100 mm sepanjang 50 mm dengan variasi kuat tekan 17.5 MPa, 20 MPa dan 30 MPa. Setelah benda uji mencapai umur 28 hari, benda uji dibakar pada suhu sekitar 4000C selama 1 jam menggunakan tungku pembakaran. Untuk mempercepat proses korosi, benda uji direndam di air yang telah ditambahkan NaCl sebesar 5% selama 24 jam dan dialiri arus DC sebesar 12 Volt. Uji korosi dengan metode half cell potential dengan cara mengukur beda potensial dengan Multitester. Selanjutkan dilakukan pengujian tegangan lekat dengan uji pull out. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, akibat temperatur tinggi 4000C, menyebabkan penurunan tegangan lekat tulangan baja dalam beton dengan kuat tekan (f’c) 17.5 MPa, 20 MPa, 30 MPa berturut-turut sebesar 69.09%, 64.07%, 62.02% atau rata-rata 65.07% dibandingkan beton prabakar. Hasil pengujian korosi menunjukan bahwa initial corrosion tulangan baja dalam beton prabakar maupun pascabakar memiliki tingkat resiko korosi 90% atau tinggi karena beda potensial untuk semua benda uji < -350 mV. Akan tetapi jika dilihat dari beda potensial, tulangan baja dalam beton pasca bakar lebih rendah daripada beton prabakar, kecuali beton dengan kuat tekan 30 MPa.
Kegiatan Rehabilitasi Kerusakan Sanggar Karang Taruna Desa Senggigi Pasca Gempa Lombok 2018 Ni Nyoman Kencanawati; Fathmah Mahmud; Nuralifa Dea Octavia; Dewandi Saputra
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 4 No. 3 (2022): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v4i3.277

Abstract

considerably satisfying progress. It can be seen that most of the village roads have been paved to meet community needs in supporting economic progress and tourism. However, the Lombok island strong earthquake in 2018 damaged facilities and infrastructures because the location of Senggigi was close to the epicenter of the earthquake. One of the damages occurred at the youth organization center in Kerandangan Sub-village. The purpose of this community service is to assist in repairing the center; therefore it can operate normally.  The method used is divided into several stages. The first stage is an assessment of the damage to ensure whether the center can be rehabilitated economically. The second stage is to collect data on the details of the damage. The third stage is to decide which repairs will be made and the materials to be used. The last stage is rehabilitation activities. This work was carried out in approximately two weeks with the community self-financing fee and directed by the community service team. The Senggigi Village Head has re-inaugurated the center and is expected to be used according to its previous function by the children and youth of Senggigi Village.
Characteristics of Pozzolan and Composite Portland Cements for Sustainable Concrete's Material Ni Nyoman Kencanawati; Shofia Rawiana; Ni Putu Ria Ria Darmayanti
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 9, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Graduate Program of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.016 KB) | DOI: 10.13170/aijst.9.1.16177

Abstract

To support sustainable materials, the ordinary Portland cement production has been reduced since it left a high carbon footprint during manufacturing. As an alternative, the use of pozzolan Portland cement and composite Portland cement has been encouraged because they are more environmentally friendly. This paper examines some characteristics of cement made from pozzolan Portland cement (P.P.C.) and composite Portland cement (P.C.C.). The testing procedures were carried out on chemical and physical testing on P.P.C. and P.C.C. In addition, the mechanical testing of concrete made from both types of Portland cement and their combinations were conducted under compression load. Furthermore, the surface hardness of the concrete was evaluated using a rebound hammer measurement. Concrete testing was conducted after the curing age of 7, 28, and 42 days. According to chemical examination, P.P.C. has higher silica (SiO2) and iron (Fe2O3) than those of P.C.C., whereas P.C.C. has a higher lime (CaO) content. Compared to P.P.C., P.C.C. shows faster initial and final setting time. This result is proportionally influencing the strength development of concrete. P.C.C. concrete offers significant strength development at an earlier age. Meanwhile, P.P.C. concrete reacts slower at an earlier age, but it improves the compressive strength at a later age. The mix combination of 50% P.P.C. and 50% P.C.C. in concrete shows the highest average compressive strength and surface hardness. This combination achieves the average compressive strength of 30.27 MPa, 35.27 MPa, and 35.93 MPa respectively for 7, 28, and 42 days curing time. Furthermore, this concrete also shows the most remarkable characteristics of Young's modulus and surface hardness
Co-Authors Adi S, I Made Agustawijaya, Didi S Ahmad Gazi P Ahmad Zaki Ahmad Zarkasi Aini, Niza Husnul Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Akmaluddin Ali, Ahmad Muhammad Amanda, Humami Syifa Aprianingsih, Lia Aprilia, Uswatun Aqriansyah, M. Yani Arismanto Arismanto Arismanto, Arismanto Azra, Willy Biomantara, I Nyoman Hari Buan Anshari Buan Anshari Danisa Syawlina Darmawan, Ngakan Komang Indra Desi Widianty Dewandi Saputra Dini Arianti Diyanti, Putri Nurul Edy Edy Eniarti, Miko Fathmah - Mahmud Fathmah Mahmud Fathmah Mahmud Garin Prasetyo Hadiwijaya, Imam Hamdani, Hafiz Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hariyadi, Hariyadi I Gede Pasek Suta Wijaya I Made Merdana I Nyoman Merdana Ida Ayu Oka Suwati Sideman Ihtiar, Rizky Alfatihatul Irpan, Zainul Jauhar Fajrin Jauhar Fajrin, Jauhar Karlengie, Pandu Prafitr Jihan Abdu Lalu Ibrohim Burhan Mahmud, Fathmah Mahmud, Fatmah Maida, Nurul Meli Merdana, I Nyoman Merdana, I Nyoman Merdana Merdana, INyoman Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miko Eniarti Miko Eniarti Mila Febriyana Muhajirah Muhajirah Ngakan Komang Indra Darmawan Ngudiyono Ngudiyono Ngudiyono Ni Putu Ria Ria Darmayanti Nuralifa Dea Octavia Nurin, Iffah Fikriana Al Nurin, Iffah Fikriana Al Nurin4 Pathurahman, Pathurahman Qomari, Lina Sabrina Resti Alfaijah Rian Mahendra Taruna Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Shofia Rawiana Suparjo Suratmin, Hariangga Aqil Wiryandika Suryawan Murtiadi, Suryawan Syahrani, Iram Syawlina, Danisa Tri Sulistyowati Wathoni, Syamsul Willy Azra Yusron Saadi Zaenuddin, Moh Zainudin Zainudin Zamzani, Muhammad Darda