Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Nilai Budaya Dalam Legenda Kapuas Lastaria Lastaria
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.049 KB) | DOI: 10.33084/jhm.v4i2.482

Abstract

Cultural Values in the Legend Kapuas. Cultural values are the conception of ideal or ideal image of something that is seen and recognized precious lives in the mind; stored and embodied in the norms, rules, and laws; and articulated, unrevealed, and externalized in speech, action, action, and the behavior of most members of society as the unity and integrity. Of the eight legends Kapuas found some kind of cultural values, namely: (1) the amount of culture in the human relationship with the Lord, consisting of three cultural values which, thank god, like prayer, trust Kaharingan; (2) the cultural values of mankind's relationship with nature is a natural utilization of cultural values; (3) cultural values in human relationships with the community, there are three, namely consultation, cooperation, vigilance; (4) cultural values in human relationships with other human beings there are four, namely helpfulness, harmony, honesty, and sorry-forgive; and (5) the cultural values of mankind's relationship with itself, there are two, namely to try and strong-willed, self-confidence.
Problematika Guru Dalam Pembelajaran Matematika Pada Pendidikan Inklusi Lastaria Lastaria; Istiqlaliyah Istiqlaliyah
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.143 KB) | DOI: 10.33084/jhm.v6i1.878

Abstract

Penelitian ini menitik beratkan pada problematika yang dihadapi guru dalam pembelajaran matematika pada pendidikan inklusi anak diskalkulia, serta cara guru dalam mengatasinya. Selain itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana problematika yang dihadapi guru dalam pembelajaran matematika pada pendidikan inklusi anak diskalkulia?, 2) bagaimana cara guru mengatasi problematika dalam pembelajaran matematika pada pendidikan inklusi anak diskalkulia? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika dan guru anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pendukung dalam pengumpulan data penelitian. Selanjutnya data diabsahkan dengan triangulasi dan dianalisis dengan tiga tahap, yaitu data reduksi, data display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian 1) problematika yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran matematika pada pendidikan inklusi anak diskalkulia adalah kurang mampu menepatkan metode pembelajaran untuk anak diskalkulia dikarenakan perbedaan latar pendidikan guru dan siswa yang tangani (kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah terkait kebutuhan anak-anak ABK yang ada di sekolahan umum sehingga menjadi problem bagi guru yang bidang keilmuannya berbeda dengan pendidikan ABK), kurangnya minat, interaksi, kemampuan anak diskalkulia, menganggap pelajaran matematika itu cukup sulit, jenuh, dan membosankan, pelajaran matematika diajarkan di siang hari, dan keterbatasan alokasi waktu (LW dan N), 2)
Penerapan Model Pembelajaran TAI Untukmeningkatkan Hasil Belajar Matematikapeserta Didikkelas IVMIN-2 Kota Palangkaraya Rita Rahmaniati; Jakiyah Aslamiyah; Lastaria Lastaria
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.46 KB) | DOI: 10.33084/jhm.v6i2.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar peserta didik selama proses pembelajaran matematika dengan menggunakan model TAI kelas IV MIN 2 Kota PalangkaRaya Tahun Pelajaran 2018/2019, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran TAI kelas IV MIN 2 Kota Palangka Raya.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berusaha memecahkan atau menjawab permasalahan yang dihadapi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV MIN 2 Kota Palangka Raya yang berjumlah 36 orang dengan 18 laki-laki dan 18 perempuan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1). Aktivitas belajar sangat baik pada proses pembelajaran Matematika dengan menggunakan model pembelajaran TAI pada peserta didik kelas IV MIN 2 Kota Palangka Raya (2). Peningkatan hasil belajar Matematika setelah menggunakan model pembelajaran TAI pada peserta didik kelas IV MIN 2 Kota Palangka Raya hal ini terlihat dari data hasil belajar peserta didik pada siklus I peserta didik memperoleh nilai rata-rata 59 dengan persentase ketuntasan klasikal 47% dan pada siklus II hasil belajar peserta didik meningkat dengan skor nilai rata-rata 91,25 dengan persentase ketuntasan klasikal 91%.
Pemerolehan Bahasa pada Anak Menggunakan Bahasa Dayak Ngaju pada Anak Usia 3-4 Tahun Lastaria Lastaria; Sari Dwi Usop; Nashiyatul Diniyah Jahro
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v5i2.1566

Abstract

Bahasa adalah bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh alat ucap manusia, yang mana dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah luput dari sebuah bahasa. Ketika hendak berkomunikasi seseorang tidak akan lepas dari sebuah bahasa, baik tua, muda bahkan anak-anak. Beranjak dari sebuah bahasa maka kita juga mengenal yang namanya bahasa anak. Bahasa yang diperoleh seorang anak tergantung dari lingkungan sekitarnya dan perolehan bahasa pertama sesuai dengan bahasa ibunya atau yang biasa disebut bahasa ibu. Berbicara masalah perolehan bahasa anak khususnya bagi anak usia 3-4 tahun perlu kiranya dideskripsikan. Hal ini dilakukan agar sebagai orang tua memiliki pedoman khususnya bagi seorang ibu dalam memantau perolehan fonologi dalam perkembangan bahasa anaknya. Bila perolehan fonologi dalam perkembangan bahasa anak terjadi penyimpangan, maka si ibu dapat melakukan tindakan-tindakan secara preventif. Seperti yang telah diketahui bahwa setiap anak pasti memiliki rasa keingintahuan yang tinggi khususnya keingintahuan dibidang bahasa. Mengingat bahasa yang diperoleh seorang anak pasti pada tingkat bahasa maka penelitian ini diarahkan kepada teman atau perolehan fonologi dalam bahasa anak 3-4 tahun. Perolehan bahasa dalam kajian fonologi ini diarahkan pada anak pengguna bahasa dayak ngaju. Adapun yang menjadi hal yang mendasar dalam penelitian ini adalah pemerolehan bahasa pada anak usia 3-4 yahun yang mana, anak disusia balita pada umumnya yang kesehariannya menggunakan bahasa indonesia ada mengalami hambatan pada pelafalan huruf konsonan sehingga pemerolehan bahasanya juga terbatas. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak yang kesehariannya berbicara menggunakan bahasa dayak ngaju akankah mengalami masalah yang sama atau sebaliknya, mengingat ada perbedaan pada bunyi vokal dan konsonan dalam bahasa dayak ngaju sehingga muncul deskripsi terkait kemampuan anak usia 3-4 tahun untuk memperolehan bahasa anak pada tingkat vokal, konsosnan, diftong, dan gabungan konsonan.
Pelatihan Menulis Puisi pada Siswa SMAN-1 Kuala Pembuang Siti Arnisyah; Lastaria Lastaria; Ahmad Alghifari Fajeri
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i1.1346

Abstract

Menulis merupakan suatu keterampilan yang tidak semuanya dimiliki setiap orang. Menulis tidak hanya suatu aktivitas menyalin bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan tetapi bagian dari aktivitas untuk menuangkan sebuah ide dan gagasan ke dalam bahasa tulisan. Permasalahan yang cenderung muncul dalam keterampilan menulis ialah kemampuan dalam mengolah bahasa agar tersistem dengan baik bahkan kemampuan dalam pemilihan diksi yang tepat. Khususnya, dalam keterampilan menulis puisi modern. Permasalahan inilah yang menjadi kendala bagi siswa-siswi di SMAN-1 Kuala Pembuang yang pada dasarnya rata-rata pecinta sastra dan mahir dalam bersyair (puisi). Namun, kesulitan dalam menulis puisi ke dalam sebuah tulisan. Hadirnya kegiatan pelatihan menulis puisi modern membawa angin segar bagi siswa-siswi SMAN-1 Kuala Pembuang sebagai penggemar sastra, tentunya kegiatan ini menawarkan solusi penyelesaian masalah yang dihadapi serta menjadi jembatan pula bagi mereka untuk menyalurkan minat dan bakat siswa. Pelatihan menulis puisi ini dihadiri 60 orang siswa-siswi yang benar-benar pencinta sastra dan 3 orang guru bahasa Indonesia tentunya sebagai pendorong semangat siswanya sekaligus ikut berpartisipasi dalam menulis puisi. Dari hasil pelatihan menulis puisi modern menghasilkan 36 karya puisi terbaik yang ditulis para guru dan siswa  dengan tema yang dibuat sebebas mungkin agar tidak mengikat langkah penulis pemula. 
STRUKTUR DAN MAKNA PROSESI PERKAWINAN ADAT DAYAK NGAJU (THE STRUCTURE AND MEANING OF THE DAYAK NGAJU TRADITIONAL MARRIAGE PROCESSES) Lastaria Lastaria; Ahmad Alghifari Fajeri
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.14574

Abstract

AbstractThe Structure and Meaning of The Dayak Ngaju Traditional Marriage Processes. The lack of written works related to the culture of the Dayak Ngaju tribe is the most basic thing so this research is very important to be explored as an effort to document local cultural forms. The research aims to explore the culture of the Dayak Ngaju tribe so it will be known and understood in terms of the meaning contained in the traditional wedding procession. The research result can be used as a foundation for conducting the traditional wedding. The research approach is qualitative with an explorative method and descriptive method. The research data are in the form of Dayak Ngaju people’s activities related to the procession and items of customary requirements. The data sources include traditional leaders, mantir (assistant of traditional apparatus), and public figures. The data collection techniques employ observation techniques, recording, and interviews. The research results indicate that the structure of Dayak Ngaju traditional wedding starts with the fulfillment of “jalan hadat” by conducting “amak rakang injang” by meeting the 20 requirements paid by the groom and it is ended with the fulfillment of the final condition called “batu kaja” that is paid during the “pakaja manantu” (the procession of taking the bride to the groom family after the wedding procession). The meaning of the traditional wedding procession is teaching the procedures of “belum bahadat” (civilized life) so that humans have respect, good manners, and morals.Keywords: Structure, meaning, traditional mating, Ngaju DayakAbstrak Struktur dan Makna Prosesi Perkawinan Adat Dayak Ngaju. Minimnya karya tulis terkait kebudayaan suku Dayak Ngaju menjadi hal yang paling mendasar sehingga penelitian ini sangat penting untuk digali sebagai upaya pendokumentasian bentuk kebudayaan lokal. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasikan kebudayaan suku Dayak Ngaju agar tidak hanya dikenal tetapi dapat dipahami pula makna yang terkandung dalam prosesi perkawinan adat tersebut. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pijakan jika ingin melangsungkan pernikahan melalui adat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode eksploratif dan deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah wujud aktivitas masyarakat Dayak Ngaju terkait prosesi perkawinan adat serta benda-benda yang menjadi syarat adat, sedangkan sumber data adalah ketua adat, mantir, dan tokoh masyarakat. Adapun teknik pengumpulan data, yaitu observasi, rekaman, dan wawancara. Dari hasil penelitian tentang struktur dalam kawin adat suku Dayak Ngaju dimulai dari pemenuhan jalan hadat dengan menggelar amak rakang injang sebagai tanda dimulainya pemenuhan jalan adat perkawinan suku Dayak Ngaju dengan memenuhi 20 syarat yang dibayarkan mempelai laki-laki dan ditutup dengan pemenuhan syarat terakhir yang disebut batu kaja yang dibayarkan saat prosesi pakaja manantu (ngunduh mantu). Adapun makna yang terkandung dalam prosesi kawin adat pada dasarnya mengajarkan tata cara ‘belum bahadat’ (hidup beradab) agar manusia memiliki sikap hormat, berbudi pekerti, dan bermoral.Kata kunci: struktur, makna, kawin adat, Dayak Ngaju
Peran Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Siswa di SDN Bagus 2 Marabahan: The Role of the School Library as a Learning Resource for Students at SDN Bagus 2 Marabahan Irni Cahyani; Syaiful Rahman; Lastaria Lastaria
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 8 No. 2 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v8i2.5476

Abstract

This study aims to describe the implementation and obstacles in the role of the library as a learning resource at SDN Bagus 2 Marabahan.This research is a qualitative descriptive study. The informants of this research are school principals, administrators, teachers and students. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis uses the steps of data collection, data presentation, and drawing conclusions. Data validity testing techniques using triangulation, reference materials, and member checks. The results of the research show that the implementation of library management as a learning resource has not run optimally. Some aspects of library management still have many shortcomings, such as buildings that do not meet the requirements, equipment and supplies that are not yet complete, collections of library materials are still small, services are still not supervised, and there is no clear library code of conduct. Obstacles to the library as a source of learning are inadequate building or room facilities, limited book collections, incomplete tools and equipment, and the limited quota of assistance provided by the government through the education office.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Kearifan Lokal Pada Kegiatan Bisnis Ekonomi Kreatif Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin: Development Of Local Wisdom-Based Interactive Learning Media For Creative Economic Business Activities Of Politeknik Negeri Banjarmasin Rully Rezki Saputra; Helda Yuliani; Lastaria Lastaria
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2023): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v18i2.5580

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada tahun 2022, mendapatkan hasil bahwa penerima dana hibah Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Politeknik Negeri Banjarmasin, mayoritas tidak mengangkat atau mengambil tema kearifan lokal Kalimantan Selatan. Beberapa peserta didik atau mahasiswa juga mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa saja kearifan lokal yang ada di Kalimantan selatan. Selebihnya, tidak adanya media pembelajaran sebagai pemantik mahasiswa untuk mengajukan dana hibah PMW berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran interaktif Berbasis Kearifan Lokal pada Kegiatan Bisnis Ekonomi Kreatif Mahasiswa di Politeknik Negeri Banjarmasin. Selebihnya, penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan yang digunakan, yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development & Implementation, and Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari ahli media, ahli materi, serta mahasiswa Program Studi D-IV TRPE Politeknik Negeri Banjarmasin. Prosedur pengembangan media pembelajaran terdiri dari: (1) tahap analisis, (2) tahap desain, (3) tahap pengembangan dan implementasi, (4) tahap evaluasi. Instrumen penilaian yang digunakan untuk melihat kelayakan media pembelajaran. Adapun hasil penelitian menujukkan bahwa berdasarkan ahli atau validator, aspek isi tampilan, penyajian materi, dan aspek bahasa memperoleh jumlah skor rata-rata 92%  dengan kriteria sangat layak. Hasil penilaian atau respon mahasiswa terhadap media pembelajaran interaktif, yaitu kriteria sangat layak dengan persentase 93,6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif kegiatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dapat digunakan sebagai salah satu penunjang dalam proses pembelajaran.