Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor Kesiapan Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Basroni Faizal; Yanuar Jak; Nurcahyo Andarusito; Rizal Alfian
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.506

Abstract

Penilaian kesiapan pelaksanaan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, ketersediaan dana, komitmen manajemen dan sistem informasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis kesiapan penerapan KRIS. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian di lakukan Rumah Sakit Dr.H. Bob Bazar., SKM Lampung Selatan pada bulan Juli 2025. Populasi penelitian adalah seluruh manajemen sebanyak 50 orang diambil menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi manajemen yang bersedia menjadi responden sedangkan kriteria eksklusi meliputi responden yang tidak menyelesaikan proses penelitian. Variabel independen meliputi pengetahuan tentang KRIS, ketersediaan dana, kelengkapan sarana prasarana, komitmen manajemen, sistem informasi rumah sakit sedangkan variabel dependen adalah kesiapan penerapan KRIS. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner yang sudah valid dan reliabel dengan nilai r=0,768-0,854 dan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,981. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar responden adalah berusia >45 tahun (52%), perempuan (64%), pendidikan sarjana atau S1 (76%), lama bekerja >20 tahun (54%), pengetahuan kurang tentang KRIS (52%), ketersediaan dana yang kurang (54%), komitmen baik (52%), sistem informasi yang kurang 62% dan siap menerapkan KRIS sebanyak 82%. Ada hubungan pengetahuan tentang KRIS (p=0,024), ketersediaan dana (p=0,028), komitmen manajemen (p=0,009) dan tidak ada hubungan sistem informasi (p=0,127) dengan kesiapan menerapkan KRIS.
Analisis Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Perawat di IGD RS Hermina Depok Mestikarini Astari; Yanuar Jak; Sumijatun Sumijatun
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i4.339

Abstract

Tenaga perawat merupakan fondasi penting dalam sistem pelayanan kesehatan, dan kinerjanya sangat menentukan mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat IGD RS Hermina Depok yang berjumlah 32 orang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, sementara data sekunder berupa data Key Performance Indicator (KPI) dari rumah sakit. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa perawat di IGD RS Hermina Depok mayoritas memiliki beban kerja ringan (56,25%) dan tingkat stres kerja ringan (68,75%), dengan sebagian besar kinerja berada pada kategori baik (90,63%). Uji hipotesis menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value = 0,001). Demikian pula, stres kerja juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value = 0,004). Secara bersama-sama, beban kerja dan stres kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat, dengan kontribusi sebesar 50,7% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut (R2 = 0,507). Hasil ini mengindikasikan bahwa manajemen beban kerja dan stres yang efektif sangat krusial untuk mempertahankan kinerja perawat yang optimal di lingkungan kerja yang menuntut seperti IGD.
Pengaruh Kesejahteraan Psikologis dan Beban Kerja terhadap Kinerja Perawat Instalasi Rawat Inap Edy Syahputra Hasibuan; Cicilia Windiyaningsih; Yanuar Jak
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7267

Abstract

Ujung tombak pelayanan kesehatan secara langsung menentukan mutu asuhan dan kepuasan pasien. Pemahaman yang komprehensif mengenai kesejahteraan psikologis dan beban kerja perawat diperlukan sebagai dasar dalam perumusan kebijakan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja perawat, menjaga kualitas pelayanan, serta mendukung keberlanjutan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesejahteraan psikologis dan beban kerja terhadap kinerja perawat instalasi rawat inap di RS Bhayangkara Tingkat III Palu. Desain penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional melibatkan seluruh 43 perawat sebagai sampel melalui total sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas (p < 0,05) dan reliabilitas (α > 0,80) untuk mengukur kesejahteraan psikologis, beban kerja, dan kinerja perawat. Analisis regresi linier berganda menunjukkan kesejahteraan psikologis tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja (t = –0,231; p = 0,819), sedangkan beban kerja berpengaruh positif signifikan (t = 4,286; p = 0,000). Hasil ini menegaskan beban kerja sebagai faktor dominan yang memengaruhi kinerja perawat.
The Influence of Knowledge, Attitude, and Motivation on Patient Identification Compliance Ichsan Nur Hamdan; Yanuar Jak; Santi Anugrahsari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.217

Abstract

Patient safety is a priority in improving the quality of healthcare services, with patient identification serving as a critical initial step to prevent medical errors. RSUD Sungai Lilin reported 100% compliance with patient identification; however, observations indicated that practices were not consistently implemented. This study aimed to analyse the influence of knowledge, attitude, and motivation on staff compliance with patient identification procedures at RSUD Sungai Lilin, Musi Banyuasin Regency, in 2025. A quantitative design was employed using an observational analytic survey with a cross-sectional approach. Data were collected through questionnaires using a total sampling method involving 186 healthcare providers directly delivering patient care, as well as secondary data from the administrative department. The validity test results showed that all questionnaire items had r-values greater than the r-table value of 0.301 and Cronbach’s Alpha values greater than 0.6. The analysis assessed the relationship between the independent variables (knowledge, attitude, motivation) and the dependent variable (compliance with patient identification). The findings revealed that most personnel possessed good knowledge, demonstrated positive attitudes, and exhibited supportive work motivation. Compliance was generally high, although inconsistencies were observed under certain conditions. Statistical tests indicated significant associations between knowledge (p = 0.020), attitude (p = 0.009), and motivation (p = 0.009) with compliance. Motivation emerged as the dominant factor influencing adherence to patient identification. It is concluded that compliance with patient identification is influenced by knowledge, attitude, and motivation, with motivation representing the primary determinant.
The Influence of Lean Management on Worker Safety and Patient Safety Culture at Bhayangkara Brimob Kelapadua Hospital, Depok Priyo Nugroho; Yanuar Jak; Apri Sunadi; Yenni Ariestanti
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 1 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i1.7222

Abstract

In the modern era, hospitals are required to enhance worker safety and patient safety culture to provide optimal healthcare services. One approach used is Lean Management, which aims to reduce waste and improve efficiency in healthcare service processes. However, the implementation of Lean Management in hospitals still faces various challenges, particularly regarding its impact on worker safety and patient safety culture.This study aims to analyze the effect of Lean Management on worker safety and patient safety culture at Bhayangkara Brimob Kelapadua Depok Hospital. This research employs a quantitative method with an analytical survey design and a cross-sectional approach. Data were collected from healthcare workers in the inpatient unit using a validated and reliable questionnaire. Data analysis was conducted using linear regression to examine the relationships between variables. The results indicate that Lean Management has a positive and significant effect on worker safety (p = 0.000) and patient safety culture (p = 0.000). Additionally, worker safety acts as a mediator in the relationship between Lean Management and patient safety culture. These findings confirm that effective implementation of Lean Management can improve worker safety, which ultimately contributes to enhancing the patient safety culture. This study provides insights for hospital management on optimizing Lean Management implementation to create a safer work environment and improve healthcare service quality. It is recommended that hospitals strengthen training and safety policies to support more effective Lean Management implementation.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengisian Informed Consent Tindakan Bedah Di Instalasi Bedah Sentral Rs Mitra Plumbon Cirebon Christien Iwan; Yanuar Jak; Dicky Yulius Pankey
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7099

Abstract

Abstrak Latar belakang Persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Informed consent yang dilakukan oleh dokter kepada pasien sebelum dilakukan tindakan bedah dan menjadi hal yang sangat penting dikarenakan tingginya resiko tindakan bedah. Salah satu standar pelayanan minimal Rekam Medis adalah kelengkapan informed consent 100%. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama kerja, proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter terhadap kelengkapan informed consent tindakan bedah. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel pada penelitian ini adalah total sampel seluruh dokter spesialis yang melakukan tindakan bedah di RS Mitra Plumbon Cirebon berjumlah 36 orang. Hasil penelitian Hasil analisis bivariat menggunakan Chi square didapatkan nilai p lebih kecil dari 0,05 pada variabel proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter memiliki hubungan bermakna terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Pada variabel masa kerja didapatkan nilai p lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan masa kerja tidak memiliki hubungan bermakna terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Hasil uji multivariat menggunakan analisis regresi logistik didapatkan nilai p pada proses pengisian informed consent sama dengan 0,011 (p lebih kecil dari 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengisian informed consent merupakan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Kesimpulan penelitian Terdapat pengaruh proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di RS Mitra Plumbon Cirebon. Faktor yang dominan berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian informed conset adalah proses pengisian informed consent. Kata Kunci: Informed consent, Masa kerja, Pengetahuan dokter
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Turnover Intention Perawat Di Unit Rawat Inap RS Juanda Kuningan Dhimas Akbar Mulia; Eka Yoshida; Yanuar Jak
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8330

Abstract

Turnover intention pada perawat rawat inap merupakan indikator yang dapat mengganggu kontinuitas asuhan. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan turnover intention pada perawat rawat inap di RS Juanda Kuningan, meliputi work life balance, kebijakan organisasi, lingkungan kerja, kepuasan pekerjaan, kepemimpinan transformasional, dan tuntutan pekerjaan. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada 75 perawat rawat inap. Analisis dilakukan secara univariat, uji chi square disertai estimasi risk ratio, serta regresi logistik biner. Proporsi perawat dengan turnover intention sebesar 44,0%. Pada analisis bivariat, work life balance (p = 0,036), kebijakan organisasi (p = 0,050), kepuasan pekerjaan (p = 0,001), kepemimpinan transformasional (p = 0,014), dan tuntutan pekerjaan (p = 0,001) berhubungan bermakna dengan turnover intention, sedangkan lingkungan kerja tidak bermakna (p = 0,163). Pada model akhir multivariat, kebijakan organisasi (p = 0,041; OR = 3,776), kepuasan pekerjaan (p = 0,001; OR = 8,776), dan tuntutan pekerjaan (p = 0,001; OR = 12,348) merupakan prediktor bermakna, dengan tuntutan pekerjaan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi retensi perlu diprioritaskan pada pengendalian tuntutan pekerjaan, perbaikan kebijakan organisasi, dan penguatan kepuasan pekerjaan pada perawat rawat inap. RS Juanda Kuningan disarankan mengembangkan program retensi melalui penataan uraian tugas keperawatan, optimalisasi sistem rekam medis elektronik, serta pembenahan kebijakan organisasi terkait mekanisme pengangkatan status kerja dan penyesuaian kompensasi berbasis jenjang karier Perawat Klinis.
Peran Human Resources Scorecard Dalam Pengukuran Kinerja Sdm Pada Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran Medan Taufik Ismail; Yanuar Jak; Alih Germas Kodyat
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7079

Abstract

Latar Belakang: RS Bhayangkara Tingkat II Mas Kadiran Medan sampai saat ini tidak pernah mendesain pengukuran kinerja SDM melalui pendekatan HRSc. Padahal pengukuran dengan pendekatan ini dapat memberikan gambaran kepada RS tentang sesuai tidaknya kinerja SDM dengan arah strategis organisasi. Peneliti mengukur kinerja SDM dengan pendekatan HRSc dan membandingkannya dengan kinerja SDM saat ini serta menganalisis hubungan kausalitas antar variabel maupun antara sub variabel dengan variabel. Metode: Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan assosiative research. Teknik sampel probability proportional to size sampling termasuk Slovin sampling dengan melibatkan sebanyak 54 responden pegawai pada unit poli rawat jalan. Teknik analisis menggunakan pengukuran kinerja SDM dengan pendekatan HRSc dan memakai metode KPI dan pengukuran kinerja SDM. Hasil: Diperoleh nilai weighted score KPI dengan pendekatan HRSc senilai 4,40 dengan kategori sangat baik (lebih besar 4,20 dan lebih kecil 5,00). Didapat nilai sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil α 0,05 dengan pearson correlation 0, 842 lebih besar r tabel (54, df n-2, 2-tailed, sig.5%) 0,2632. Secara parsial diperoleh nilai pearson correlation perspektif keuangan (0,731), pelanggan (0,782), proses bisnis internal (0,809), maupun pembelajaran dan pertumbuhan (0,857) dan nilai beta unstandardized sebesar 0,726. Kesimpulan: Pengukuran kinerja dengan pendekatan HRSc memiliki hubungan signifikan dan positif dengan kinerja SDM. Secara parsial perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal maupun pembelajaran dan pertumbuhan berkorelasi signifikan dan positif dengan kinerja SDM. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan paling dominan menjelaskan pengaruhnya terhadap kinerja SDM.
Efektivitas Intervensi Kebijakan Kelengkapan H-1 Terhadap Penurunan Waktu Tunggu Pemulangan Pasien Rawat Inap Ambun Pagi di RSUP Dr. M. DJamil Padang Susi Marleni Syam; Yanuar Jak; Eka Yoshida
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8337

Abstract

Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator penting efisiensi dan mutu pelayanan rumah sakit. Waktu tunggu pemulangan yang panjang dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien, keterlambatan rotasi tempat tidur, serta ketidakefisienan alur pelayanan. RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan nasional menghadapi tantangan tingginya tingkat hunian tempat tidur dan fluktuasi kepatuhan perencanaan pulang kelengkapan H-1. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi kebijakan kelengkapan H-1 terhadap penurunan waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan evaluasi before–after. Penelitian dilaksanakan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Desember 2025–Januari 2026. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen rekam medis dan catatan administrasi pemulangan pasien rawat inap. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap sebelum dan sesudah penerapan kebijakan kelengkapan H-1. Penerapan kebijakan kelengkapan H-1 terbukti mampu menurunkan rata-rata waktu tunggu pemulangan pasien, sehingga proses discharge menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Selain itu, tingkat kepatuhan terhadap kelengkapan H-1 memiliki hubungan yang bermakna dengan durasi waktu tunggu pemulangan, di mana semakin tinggi kepatuhan terhadap kelengkapan H-1, semakin singkat waktu tunggu pemulangan pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi kebijakan kelengkapan H-1 efektif dalam menurunkan waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan manajemen pelayanan rawat inap di rumah sakit rujukan. Kata Kunci: Kebijakan Kelengkapan H-1, waktu tunggu pemulangan, discharge planning, rawat inap