Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

TEKNIK PEMBUATAN KONSENTRAT SECARA MANUAL UNTUK PAKAN SAPI SUMBAWA Syamsul Hidayat Dilaga; Muhamad Amin; Oscar Yanuarianto; Ryan Aryadin Putra; Suhubdy Suhubdy
Jurnal Pepadu Vol 3 No 3 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.748 KB)

Abstract

Penyuluhan tentang teknik pembuatan konsentrat secara manual untuk pakan Sapi Sumbawa dimaksudkan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak di pedesaan. Kegiatan ini dilakukan karena peternak di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ternaknya akan pakan bermutu sesuai dengan jenis dan tujuan pemeliharaan. Apalagi pada usaha penggemukan, boleh dikata jarang mereka memberi pakan konsentrat kepada sapinya. Mereka beranggapan dengan memberi dedak padi dalam komponen pakan hijauan sama artinya dengan menambahkan konsentrat. Padahal dedak padi hanyalah merupakan salah satu bahan baku penyusun konsentrat. Akibatnya, pertambahan bobot badan ternak tidak sesuai dengan harapannya. Untuk itulah dilakukan penyuluhan ini yang dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan/metode ceramah dan demonstrasi. Hasil yang diperoleh adalah peternak peserta penyuluhan antusias untuk menerapkannya pada usaha ternaknya mengingat semua bahan baku utama yang digunakan untuk membuat konsentrat ada terdapat di lokasi mereka, seperti misalnya dedak padi, jagung, dan tongkol jagung. Hal ini mereka kemukakan setelah melihat kenyataan pakan konsentrat yang dibuat itu begitu diberikan kepada sapi sumbawa langsung dimakan sampai habis. Kesimpulan pakan konsentrat yang telah dibuat sangat disukai (palatable) oleh Sapi Sumbawa. Demikian pula biaya pembuatan terjangkau oleh peternak, dan mudah cara pembuatannya, sehingga tidak perlu membeli di toko yang menjual pakan konsentrat untuk sapi.
PENGENALAN BEBERAPA JENIS ADITIF DALAM PROSES PEMBUATAN SILASE DI KELOMPOK TERNAK SAPI PANTANG MUNDUR DESA NYEROT KECAMATAN JONGGAT LOMBOK TENGAH Jurnal Pepadu; Harjono Harjono; Yusuf Akhyar Sutaryono; Mastur Mastur; Oscar Yanuarianto
Jurnal Pepadu Vol 2 No 4 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i4.2252

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di Kelompok Peternak Sapi Pantang Mundur Desa Nyerot Kecamatan Jonggat Lombok Tengah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan para peternak dalam hal mengawetkan hijauan makanan ternaknya dalam bentuk silase (mengawetkan hijauan makanan ternak dengan kandungan air tinggi), serta dapat mempertimbangkan kapan dan pada kondisi hijauan yang bagaimana aditif perlu ditambahkan dalam proses pembuatan silase agar kualitas hijauan yang disimpan dapat dipertahankan kandungan nutrisinya. Sehingga dari tambahan pengetahuan dan ketrampilan tersebut, peternak akan mampu mengatasi kesulitan pakan pada saat-saat tertentu (musim kemarau), dan dengan pengetahuan tersebut peternak dapat menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan/metode : ceramah, tertulis dan demonstrasi. Melalui metode ceramah disampaikan pemahaman dan penjelasan tentang cara mengawetan hijauan /rumput agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat digunakan pada saat dibutuhkan. Metode tertulis disampaikan dengan memberikan diktat/brosur tentang teknologi pengawetan hijauan pakan ternak serta pengenalan beberapa jenis aditif yang bisa digunakan. Sedangkan metode demonstrasi, para peternak langsung memperaktekan cara pembuatan silase dengan menggunakan beberapa jenis aditif seperti dedak padi dan molases. Menurut pengamatan sementara, pelaksanaan pelatihan ini dapat disimpulkan cukup berhasil, hal ini terlihat dari partisipasi aktif para peternak peserta. Kedepan tim berharap peternak dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi yang dipelihara serta mampu mengatasi permasalahan ketersediaan pakan terutama pada saat musim kemarau, disamping itu diharapkan juga dengan kegiatan ini jumlah ternak yang mampu dipelihara oleh peternak dapat bertambah, karena selama ini peternak hanya mampu memelihara ternak dalam jumlah yang secara ekonomis kurang menguntungkan yaitu peternak hanya mampu memelihara maksimal 2- 3 ekor sapi. Dengan kegiatan pelatihan konservasi hijauan pakan ini diharapkan jumlah ternak yang mampu dipelihara akan dapat ditingkatkan.