Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Low-Birth-Weight Babies During the Coronavirus Disease-2019 Pandemic: A Descriptive Study Endang Wahyuningsih
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 2 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.258 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i2.1161

Abstract

Coronavirus disease-2019 (COVID-19) has become a non-natural disaster that has an impact on everyone. Maternal mortality and neonatal mortality in Indonesia are still a big challenge and need attention in the COVID-19 disaster situation. Neonatal deaths reported that the most deaths occurred in the first six days of life. The highest cause of neonatal death in 2019 was Low-Birth-Weight (LBW). LBW is usually caused by the mother's condition during pregnancy (adolescent pregnancy, malnutrition, and pregnancy with complications), twins' pregnancy, congenital fetal anomalies, and placenta disorder that inhibit the baby's growth (Intra Uterine Growth Restriction (IUGR)). This study aimed to determine the incidence of LBW during the pandemic at the Public Health Center of Juwiring, Klaten. The method of this study was a descriptive study. The sample in this study was total sampling using secondary data from October 2020 - June 2021 as many as 35 babies, and data analysis using univariate analysis. The results showed that the babies in category of LBW were 30 (85.7%), Very-Low-Birth-Weight (VLBW) was 3 (8.6%), and Extremely-Low-Birth-Weight (ELBW) was 2 (5.7%). The findings of this study from the maternal age group under 35 years old are 32 (91.4%), the multipara parity was 21 (60%), and the gestational age under 37 weeks was 22 (62.9%).
Family Assistance in Prevention of Stunting with Islamic and Health Perspectives Endang Wahyuningsih; Syahbana Daulay
Urecol Journal. Part F: Community Development Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.287 KB) | DOI: 10.53017/ujcd.41

Abstract

The incidence of short toddlers or commonly called stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. Stunting at the age of toddlers is one of the obstacles that have a significant impact on growth and development. The effects of stunting are mostly irreversible and increase the incidence of repeated infections in 1000 HPK. The short-term impact of stunting is an increase in incidence, morbidity and mortality. Cognitive, motoric and verbal development in children is not optimal. The prevalence of stunting that occurs in Kalikebo Trucuk Klaten ranges from 10-14% of the total 490 toddlers, this is very worrying. This requires handling and cooperation of various sectors to reduce the incidence of stunting. With the large impact of stunting that affects toddlers as adults, it requires village governments, health workers and the role of educational institutions to move to prevent and reduce stunting rates in the community. This requires collaboration with various sectors of society. Our target for community service is mothers who have 9 stunting toddlers in Kalikebo Trucuk Village, Klaten. Service activities are carried out with the method of implementing family assistance in preventing stunting children in Kalikebo Village in the Covid-19 pandemic through education, lectures, demonstrations and discussions using leaflet print media. Which includes conducting assessment, planning and development planning and preparation related to activities, implementation and evaluation. The results of educational activities with lecture and demonstration models have a positive impact on knowledge, and stunting prevention efforts. Every child who is born has the right to his parents to receive care, maintenance, and care so that he grows up physically and psychologically healthy. Islam views children as a gift that is expensive and has a sacred status. This expensive gift is a trust that must be guarded and protected by parents in particular, because children are parents' assets and national assets.
Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Pertemuan Ke II di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo Endang Wahyuningsih; Wiwin Rohmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.735 KB)

Abstract

Di Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) masih tinggi. Angkakematian ini berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas.Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun2012, prevalensi AKI sebesar 359 per100.000 kelahiran hidup.Sementara target AKI di tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000kelahiran hidup. Jadi, target angka ini masih jauh dari yang harusdicapai. Penyebabnya kematian ibu adalah komplikasi yang terjadisaat bersalin, 28,5% disebabkan karena perdarahan, 22% karenaeklamsi, 41% pada waktu nifas, dan 10% karena infeksi. Hal iniberarti angka kematian ibu mengalami peningkatan. Tujuan penelitianini untuk mengetahui Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Pertemuan ke IIDi Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo. Metode penelitian inibersifat diskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Populasidalam penelitian ini semua ibu hamil yang datang pada pertemuan keII di wilayah kerja Puskesmas Karangdowo yang berjumlah 72 orang,dan sampel pada penelitian ini adalah 40 0rang. Analisis yangdigunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil daripenelitian ini adalah 91,7% dilaksanakan sesuai dengan SOP bukupedoman kelas ibu hamil. Kesimpulan dari penelitian ini dalampelaksanaannya yang dilaksanakan sesuai dengan buku pedoman kelasibu hamil pertemuan ke II 91,7%. Saran untuk puskesmas melakukanevaluasi pelaksanaan kelas ibu hamil.
KEBIASAAN KELUARGA MEMPENGARUHI STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBUKULON KLATEN Endang Wahyuningsih; Piscolia Dynamurti Wintoro; Irfa Fehbi Mediana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.819 KB)

Abstract

Stunting adalah keadaan tinggi balita yang tidak sesuai denganumur dengan indikator pengukuran TB/U kurang dari -2 SD berdasarkanWorld Health Organization (WHO). Faktor-faktor stunting sepertipengasuhan anak yang kurang tepat, asupan makanan yang tidak adekuat,dan riwayat pemberian ASI Eksklusif serta berbagai faktor lingkungan lainnya. Kebiasaan keluarga adalah perilaku yang dilakukan secara terus-menerus di dalam keluarga. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kebiasaan keluarga mempengaruhi stunting pada balita usia24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jambukulon Klaten.Metode penelitian ini menggunakan rancangan survey analitikdengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah ibu yang mempunyai balita di Wilayah Kerja PuskesmasJambukulon Klaten pada bulan November 2019 sebanyak 1.650 balita.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknikpurposive sampling dengan jumlah sampel 65 ibu dari balita stunting usia24-59 bulan. Analisa data menggunakan Uji Spearman rho.Hasil penelitian sebagian besar responden mempunyai kebiasaankeluarga yang baik sebanyak 50 responden (76,9%) dengan kategoripendek 40 balita (61,5%) dan kategori sangat pendek 10 balita (15,4%).Responden dengan kebiasaan keluarga yang kurang sebanyak 15responden (23,1%) dengan kategori pendek 7 balita (10,8%) dan kategorisangat pendek 8 balita (12,3%).Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kebiasaan keluarga dapatmempengaruhi stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah KerjaPuskesmas Jambukulon Klaten dengan nilai p=0,011 (p<0,05). Sarankepada orang tua untuk meningkatkan pengetahuan dan deteksi dinitentang permasalahan pertumbuhan pada anak salah satu adalah stunting.
BAGAIMANA POTRET PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS CAWAS 1 KLATEN Endang Wahyuningsih; Wiwin Rohmawati; Amalia Upik Rahayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.541 KB)

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Buku KIA menjadi satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun, termasuk pelayanan imunisasi, gizi, tumbuh kembang anak dan KB. Kematian ibu dan Neonatal di Indonesia masih menjadi tantangan besar, apalagi pada saat situasi bencana.Dalam situasi pandemi COVID – 19 ini, banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan maternal neonatal. Seperti ibu menjadi enggan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil kurangnya kunjungan ANC. Penelitian yang diaplikasikan deskriptif kuantitatif dan data yang dipakai adalah data primer ibu hamil dengan memberikan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan ke puskesmas pada tanggal 22 – 30 Juli 2021 yang masih dalam kondisi pandemi covid-19 dan diperoleh sebanyak 24 ibu hamil. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA di masa pandemic covid – 19 berada dalam kategori baik yaitu 20 responden (83%) dan kategori cukup sebanyak 4 responden (13%). buku KIA dapat menjadi sasaran efektif untuk memberikan pengetahuan yang baik bagi ibu. Fungsi lain buku KIA adalah sebagai pencatatan medis, sehingga bagaimana permasalahan selama kehamilan, imunisasi dan status gizi dapat terekam dengan baik dan dapat digunakan sebagai alat pemantau menuju persalinan. Pada penelitian Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang BKIA dalam kategori baik ini dapat dipertahankan dengan tetap mematuhi anjuran dari tenaga kesehatan pada saat ANC dan menerapkan BKIA dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Resiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Endang Wahyuningsih; Lilik Hartati; Wanda Dewi Puspita
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2 (2023): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2.388

Abstract

Kejadian anemia di Dunia menduduki urutan ketiga dengan prevalensi anemia pada ibu hamil 74 %. Menurut WHO 40 % kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan (Musni, 2018). Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa di Indonesia sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun (Kemenkes, 2020). Data kasus anemia di ProvinsiJawa Tengah adalah 57,1 % dan anemia terbanyak pada ibu hamil TM III. Sedangan prevelensi anemia ibu hamil di Kabupaten Klaten sebesar 9.19 %. Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal (11 gr/dL), akibatnya dapa tmengganggu kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke sekitar tubuh. Anemia dalam kehamilan merupakan masalah nasional sebab mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, juga pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia kehamilan disebut ”potential danger to mother and child” (potensial membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui factor terjadinya anemia pada ibu hamil di puskesmas jatinom. Sampel dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Jatinom dengan Hb <11 gr% sebanyak 66 ibu hamil. Temuan Hasil penelitian tentang Kajian Anemia pada ibu hamil di puskesmas jatinom diperoleh bahwa anemia pada ibu hamil di sebabkan dari usia kehamilan dan pekerjaan ibu sendiri.
PENDAMPINGAN REMAJA MASJID SEHAT-SMART - RABANI endang wahyuningsih; Syahbana Daulay
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 01 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i01.593

Abstract

Adolescence is a critical period of rapid development, growth and maturation both physically, cognitively, emotionally and socially. During adolescence both boys and girls are able to develop abstractly and critically. They begin to form a sense of who they are and what role they play. Meanwhile social networks develop through the immediate family, environment, peers who play a bigger role in influencing the environment. The development of adolescents is very vulnerable to negative environmental, social and cultural influences which are risk factors for adolescents to get caught up in risky behaviors such as sexuality, HIV/AIDS and drugs that have an impact on their health conditions. Mosque Islamic Youth (RISMA) at Masjdi Al-Ikhlas Gumpang Kartasuro Residential Area was established with the aim of: (1) fostering empowerment and increasing the potential to always fear Allah SWT, (2) having Islamic insight, (3) prospering the mosque, and (4 ) carrying out TPA (Al-Quran Education Park) activities, RISMA Members at the Al-Ikhlas Mosque totaling 20 people. RISMA's empowerment in improving the quality of Islamic life can be seen in RISMA's activities, namely Tadarus Al-Quran, studies on Islamic holidays, such as Maulid Nabi, Isra Mi'raj, Eid al-Fitr and Eid al-Adha, Nuzurul Quran, and Islamic New Year. These activities foster RISMA's behavior in order to become a true Muslim. The attitudes that are trained in RISMA activities improve the quality of Islamic life, including in the quality of character are Sidiq, Fathanah, Amanah, and Tabligh, in the quality of Charity are activities that originate from the conscience who feel happy to preach at the mosque, always spreading benefits, kindness and love for others, and with a quality work ethic, RISMA's activities are able to educate RISMA to be a responsible, creative, dynamic person carrying out activities with good planning and on targetAbstract stands alone in writing, so writers should not use quotations in this section. Abstract should provide a concise and concise explanation to the reader about the problems, objectives, methods, and findings discussed in the paper. Through this information, readers are expected to be able to understand the content and contribution of the writing. Abstract written in a single paragraph (single paragraph) and not more than 200 words. Abstract written in Bahasa Indonesia and English.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN Endang Wahyuningsih; Lilik Hartati; Endang Sawitri; Amanda Putri Angelina
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.616

Abstract

Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari pembuahan atau bertemunya sel telur dengan sperma sampai dengan lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal yaitu 40 minggu. Kehamilan ini dibagi menjadi 3 trimester yaitu kehamilan trimester pertama mulai 0-14 minggu, kehamilan trimester kedua mulai 14-28 minggu, dan kehamilan trimester ketiga mulai 28-42 minggu. Tanda bahaya kehamilan yaitu tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya atau ancaman dalam kehamilan. Macam-macam tanda bahaya kehamilan dalam buku KIA (2020) yaitu janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya, muntah terus menerus dan nafsu makan berkurang, demam tinggi, bengkak pada kaki, tangan, wajah atau sakit kepala disertai kejang, perdarahan pada hamil muda atau tua, dan air ketuban keluar sebelum waktunya. Dengan mengenal tanda bahaya kehamilan diharapkan ibu hamil dapat mendeteksi dan mencegah adanya bahaya atau ancaman dalam kehamilan, sehingga ibu hamil dapat segera mengambil keputusan dengan cepat untuk segera datang ketenaga kesehatan. Jika tanda bahaya kehamilan ini tidak terdeteksi dengan cepat maka dapat mengakibatkan AKI, AKB, kehamilan dengan komplikasi dan persalinan dengan patologi . Penyebab kematian ibu di Puskesmas Trucuk 2 yaitu infeksi dalam kehamilan (Dinkes, 2020). upaya yang dilakukan adalah selama ini berupa penyuluhan pada kelas ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Hasil pengkajian di Puskesmas Trucuk 2, Klaten terdapat 54 ibu hamil yang periksa dan Pelaksana mengambil 16 sampel ibu hamil yang periksa di Puskesmas Trucuk 2 Klaten. Penerapan teknologi tepat guna sepertimedia konseling , lembar balik, leaflat video serta materi konseling untuk edukasi bagi layanan kelas ibu hamil atau pelayanan kesehatan ibu dan anak sangat diperlukan keberadaannya untuk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil. Ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan secara berkala di wilayah masing masing untuk mencegah terjadinya kondisi sakit yang tidak diharapkan yang dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang lain. Melalui program pengabdian kepada masyarakat pada mitra dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil di wilayah puskesmas Trucuk. Metode pelaksanaan Pendampingan Ibu Hamil Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Trucuk Klaten dengan melalui edukasi,Ceramah,dan diskusi dengan menggunakan media cetak leaflet dan video, dengan sasaran ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas trucuk sejumlah 32 peserta. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil pengabdian dengan tema Pendampingan Ibu Hamil Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Trucuk Klaten yaitu Perbandingan peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media video dan leaflet
PENGARUH PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBU KULON Endang Wahyuningsih; Anna Uswatun Q
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v13i2.12

Abstract

Diare merupakan buang air besar lembek atau cair yang frekuensinyalebih dari 3 kali dalam sehari. Kasus diare di Indonesia masih tinggi danmeningkatkan angka kematian balita.Tingginya angka kematian balita disebabkankarena salah satunya Perilaku Keluarga. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh perilaku keluarga terhadap kejadian diare pada balita.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasionaldengan pendekatan waktu cross sectional. Jumlah sampel penelitian 34responden.Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumentyang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square.Hasil dalam penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa keluarga memiliki perilakubaik sebanyak 22 (64,70%) responden dan mengalami kejadian diare sebanyak 11(32,35%) responden.Kesimpulan berdasarkan hasil uji x2 (Pearson Chi Square)diperoleh nilai x2 =29,812 dengan nilai p value = 0,003 (p<0,05), yang berartibahwa ada pengaruh perilaku keluarga terhadap kejadian diare pada balitasehingga Ho ditolak Ha diterima. Disarankan dari keluarga lebih meningkatkanperilaku hidup bersih dan sehat, terutama melakukan tindakan pencegahanterjadinya diare dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukankegiatan, membuang tinja pada jamban atau mengubur, menggunakan air layakminum (air yang sudah dimask sampai mendidih), menutup makanan dan airminum.
Skrining Fitokimia Dari Infusa Dan Ekstrak Etanol 70% Daun Cincau Hijau(Cyclea barbata Miers) Siti Nur Oktavia; Endang Wahyuningsih; Sholikhah Deti Andasari; Normaidah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2020): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v11i1.84

Abstract

Green grass jelly leaf (Cyclea barbata Miers) is a plant that has many benefits with the content of green grass jelly leaves (Cyclea barbata Miers) which are carbohydrates, fats, proteins and other compounds such as polyphenols, flavonoids and minerals such as calcium, phosphorus, vitamin A, and vitamin B. This study aims to determine the comparison of the results of the phytochemical screening of infusion and green grass jelly leaf extract (Cyclea barbata Miers). This research is a type of experimental research conducted at the Laboratory of Pharmaceutical Analysis STIKES Muhammadiyah Klaten. The research stages included sample preparation, extraction process, and phytochemical screening. The data analysis of this research is in the form of qualitative, the data is presented in tabular form and then the results are described. The results of phytochemical screening on green grass jelly leaves showed that the maceration and infusion processes of green grass jelly leaves contain flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The difference is in the color change that occurs from the results of determining the flavonoid compounds, the results show that the color of the maceration extract is brownish yellow, while the color in the infusion is yellow. The conclusion of this study shows that green grass jelly leaf extract contains flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins.