Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Anak Pra Sekolah Melalui Ceramah Hartono Hartono; Santy Deasy Siregar; Putri Rahma Titania Maulana
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v1i1.14

Abstract

Latar belakang: Konsumsi buah dan sayur pada kelompok anak-anak pra sekolah masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya konsumsi sayur dan buah pada anak dapat berpengaruh pada kegagalan tumbuh kembang anak dan risiko berbagai risiko penyakit di usia dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan pengetahuan orang tua tentang konsumsi buah dan sayur pada anak pra sekolah melalui ceramah. Metode: Kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol pretest-posttest tidak acak melibatkan 98 partisipan dari 4.356 orang tua yang memiliki balita berusia antara 24 dan 59 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner sebelum dan sesudah ceramah tentang konsumsi buah dan sayur pada anak. Uji T berpasangan digunakan dalam analisis data. Hasil: Perubahan skor rerata pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan melalui media ceramah sebesar -6,449. Terdapat perbedaan skor rerata pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan intervensi melalui media ceramah (p= <0,001). Kesimpulan: Pemberian intervensi melalui ceramah dapat meningkatkan pengetahuan orang tua tentang konsumsi buah dan sayur. Kata kunci: Pengetahuan, Konsumsi sayur dan buah, Metode ceramah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI DESA KAMPUNG DALAM KABUPATEN LABUHAN BATU TAHUN 2023 Johannes Bastira Ginting; Hariani -; Masryna Siagian; Hartono -; Tri Suci
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i1.5555

Abstract

Environmental sanitation encompasses housing, sewage disposal, and clean water supply, all crucial to health. A healthy environment sustains the ecosystem, while a poor one leads to sanitation issues and disease spread. The STBM program in Indonesia aims to empower communities to reduce open defecation, though challenges in improving sanitation access persist. This study explores the factors influencing open defecation and provides recommendations for enhancing sanitation and environmental health. The research, conducted in Kampung Dalam Village, Bilah Hulu Sub-district, Labuhan Batu Regency, North Sumatra, began in January 2023. An initial survey found that 96 households lacked healthy latrines. The study used a quantitative cross-sectional design with a sample of 50 households, determined using the Lameshow formula and selected through Simple Random Sampling (SRS). Independent variables included knowledge, attitude, economic status, and facilities (healthy restrooms), while the dependent variable was open defecation behavior. Data collection involved questionnaires and direct interviews with respondents, analyzed using univariate and bivariate methods and the Chi-Square test with a 95% confidence level. The Chi-Square test results showed significant relationships between open defecation behavior and knowledge (p=0.019), attitude (p=0.001), economic status (p=0.009), and facilities (p=0.002) with p-values ≤ 0.05. The study concluded that while knowledge and attitude are linked to open defecation behavior, they do not always directly influence it, suggesting other factors like environment and facilities also play a role. Lower economic status was more often associated with open defecation, and better facilities and access contributed to reduced open defecation behavior.
Prevalensi dan Penyebab Gangguan Muskuloskeletal pada Pengayuh Sampan Hartono, Hartono; Simangunsong, Pahala Maringan Jubel; Manalu, Putranto; Pratama, Irza Haicha; Aulia, Yuli
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.94841

Abstract

Latar Belakang: Studi mengenai gangguan muskuloskeletal yang diakibatkan oleh aktivitas mendayung perahu atau sampan pada atlit atau nelayan telah banyak dilakukan. Namun, studi yang berfokus pada pendayung sampan untuk jasa transportasi masih terbatas. Aktivitas mendayung yang berat dapat mengakibatkan gangguan muskuloskeletal sehingga menurunkan kualitas hidup pekerja dan merusak kesehatan fisik dan mental mereka.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, durasi kerja dan masa kerja dengan gangguan muskuloskeletal pada pendayung sampan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan selama bulan Januari 2021. Sebanyak 30 orang disertakan dalam pengukuran dan pengumpulan data. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebanyak 12 pendayung sampan transportasi (40%) mengalami gangguan muskuloskeletal. Keluhan yang timbul pada pendayung adalah pada bagian punggung, pinggang, bahu, lengan atas, lengan bawah, paha, dan pergelangan kaki. Dari hasil uji Chi Square terlihat bahwa keseluruhan faktor risiko seperti usia (p value =0,044), durasi kerja (p value=0,025), dan masa kerja (p value=0,016) berpengaruh terhadap gangguan muskuloskeletal.Kesimpulan: Pendayung sampan berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal, sehingga perlu adanya penambahan jam istirahat dan melakukan peregangan otot.
Paparan Emisi Gas Kendaraan dan Kebisingan Berhubungan Dengan Tekanan Darah Petugas Pengujian Kendaraan Bermotor Hartono, Hartono; Silalahi, Marlinang Isabella; Nadapdap, Thomson Parluhutan; Manalu, Putranto; Putri, Faradiba Fatillah; Nadapdap, Marshall Jeremia
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.24.1.95-100

Abstract

Latar belakang: Paparan polutan seperti emisi gas kendaraan dan kebisingan yang dihasilkan oleh aktivitas pengujian kendaraan bermotor dapat membahayakan kesehatan petugas. Berbagai literatur telah mengaitkan peningkatan tekanan darah yang dialami pekerja dengan paparan polutan di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara emisi gas kendaraan dan kebisingan terhadap tekanan darah pada petugas pengujian kendaraan bermotor.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan mulai dari Desember 2020 sampai Juni 2021. Populasi pada penelitian ini adalah 54 petugas pengujian kendaraan bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang dan keseluruhan populasi dijadikan sampel (total sampling). Pengukuran paparan karbon monoksida dan hidrokarbon menggunakan emission analyzer AET-2000S. Sedangkan pengukuran kebisingan menggunakan sound level meter. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square (α=0,05).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13 petugas terpapar karbon monoksida dengan paparan di atas nilai ambang batas. 25 petugas terpapar hidrokarbon yang melebihi nilai ambang batas. Sebanyak 21 petugas terpapar kebisingan melebihi ambang batas selama bekerja. Dari hasil pengukuran tekanan darah terlihat bahwa 20 orang memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Uji statistik menunjukkan paparan karbon monoksida (0,006), hidrokarbon (0,014) dan kebisingan (0,001) berhubungan signifikan dengan peningkatan tekanan darah pada petugas pengujian kendaraan bermotor.Simpulan: Tindakan pencegahan yang disarankan berupa penggunaan alat pelindung diri selama melakukan pengujian kendaraan bermotor. Selain itu, perlu dilakukan pembatasan jam kerja untuk meminimalisir durasi paparan polutan pada petugas. ABSTRACT Title: Exposure to Vehicle Emissions and Noise in Relation to Blood Pressure Among Motor Vehicle Testing Officers Background: Exposure to pollutants, such as vehicle gas emissions and noise generated by motor vehicle testing activities, can jeopardize officers' health. Various studies have linked the increase in blood pressure experienced by workers with exposure to pollutants in the work environment. This study aimed to determine whether there is a relationship between vehicle gas emissions and noise on blood pressure among motor vehicle testing officers.Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. This study was conducted from December 2020 to June 2021. The population in this study was 54 motor vehicle testing officers of the Deli Serdang Regency Transportation Office, and the entire population was sampled (total sampling). Carbon monoxide and hydrocarbon exposure was measured using an AET-2000S emission analyzer. Noise measurements were performed using a sound-level meter. Data were analyzed using the chi-square test (α=0.05).Result: The results showed that 13 officers were exposed to carbon monoxide with exposure above the threshold value. 25 officers were exposed to hydrocarbons that exceeded the threshold value. A total of 21 officers were exposed to noise exceeding the threshold during work. Blood pressure measurements showed that 20 people had a blood pressure above 140/90 mmHg. Statistical tests showed that exposure to carbon monoxide (0.006), hydrocarbons (0.014), and noise (0.001) were significantly associated with increased blood pressure in motor vehicle testing officers. Conclusion: To mitigate the risks associated with pollutant exposure, it is recommended that workers engaged in motor vehicle testing wear personal protective equipment (PPE) and that working hours are limited.
RISK FACTORS OF HYPERTENSION IN PREGNANT WOMEN IN LABUHANBATU REGENCY: A CROSS−SECTIONAL STUDY: Faktor Risiko Hipertensi Pada Ibu Hamil di Kabupaten Labuhanbatu Hartono, Hartono; Manalu, Putranto; Janas, Dhyta Nurhasanah; Siagian, Masryna; Nadapdap, Marshall Jeremia
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V13I12025.85-92

Abstract

Background: Pregnant women with hypertension face elevated risks of complications, including preeclampsia and maternal mortality. Despite the increasing prevalence of gestational hypertension and its associated burdens, limited research—particularly at the local level—hinders effective prevention and management strategies. Purpose: This research aimed to investigate the risk factors associated with hypertension in pregnant women in Labuhan Batu Regency. Methods: This cross-sectional study involved 80 pregnant women from Labuhanbatu Regency, North Sumatra, Indonesia. Data on obesity, age, physical activity, and secondhand smoke exposure were collected through measurements and questionnaires. Obesity was assessed using mid-upper arm circumference (MUAC), while other variables were determined through interviews. Data were analyzed descriptively, and Fisher’s exact test was employed to compare risk factors between hypertensive and non-hypertensive pregnant women. Results: Obesity (p=0.29) and age (p=0.84) were not significantly associated with hypertension. However, pregnant women with light physical activity had a lower risk of hypertension compared to those with heavy physical activity (p=0.02). There was no significant association between exposure to cigarette smoke and hypertension (p=0.20). Conclusion: The findings suggest that light physical activity might be protective against hypertension during pregnancy among homemakers in Labuhanbatu regency.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDES TOWARD A HEALTHY LIFESTYLE AMONG PATIENTS WITH TYPE II DIABETES MELLITUS AT MEDAN JOHOR COMMUNITY HEALTH CENTER Reny Indriany Harahap; Pahala Simangunsong; Hartono Hartono
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22991

Abstract

Diabetes mellitus continues to increase in prevalence in Indonesia and worldwide. It is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion or insulin resistance. The most common type is Type II diabetes mellitus, which is often associated with lifestyle and dietary patterns. The World Health Organization estimates that the number of patients with diabetes mellitus in Indonesia will reach 21.3 million people. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes among patients with Type II diabetes mellitus at Medan Johor Community Health Center. This study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. The study population consisted of 2,210 patients with Type II diabetes mellitus, with a sample of 100 respondents selected using the Slovin formula. Data analysis was conducted using bivariate and multivariate tests to determine the relationship and influence between variables. The results showed that knowledge (p = 0.003) and attitudes (p = 0.004) had a significant relationship with a healthy lifestyle among patients with Type II diabetes mellitus.
Factors Associated With The Incidence of Hypertension Among Informal Sector Workers in The Working Area of Darussalam Public Health Center, 2025 Jelita Marfentin Sari Zendrato; Yolanda E. Br. Ginting; Santy Deasy Siregar; Hartono Hartono; Riky Suherman Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58008

Abstract

Abstract Hypertension is one of the non-communicable diseases that has become a major public health problem because it increases the risk of cardiovascular diseases and premature death. Informal sector workers have diverse job characteristics with varying levels of activity and working conditions that may increase the risk of hypertension. This study aimed to analyze the relationship between several risk factors and the incidence of hypertension among informal sector workers in the working area of Darussalam Public Health Center in 2025. This study used a quantitative research design with a cross-sectional approach. The population consisted of all informal sector workers in the working area of Darussalam Public Health Center, with a total sample of 60 respondents selected using the total sampling technique. Data were collected through questionnaires and blood pressure measurements. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test at a 95% confidence level (Ethical approval number: 048/SP/UNPRI.FI.9.E/SPPKI.1/VIII/2025). The results showed that there was no significant relationship between family history (p=0.113), age (p=0.362), gender (p=0.957), salt consumption (p=0.282), caffeine consumption (p=0.297), physical activity (p=0.241), obesity (p=0.258), work stress (p=0.251), type of occupation (p=0.405), working duration (p=0.492), and income (p=0.100) with the incidence of hypertension. However, there was a significant relationship between length of employment and the incidence of hypertension (p=0.048). In conclusion, length of employment is a factor associated with the incidence of hypertension among informal sector workers. Therefore, preventive efforts are needed through proper work time management, increasing workers’ awareness to routinely check blood pressure, and adopting healthy lifestyle behaviors to reduce the risk of hypertension. Keywords: hypertension, informal sector workers, risk factors, length of employment
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Low Back Pain pada Petani Padi di Desa Sei Beras Sekata Kabupaten Deli Serdang Tarianna Ginting; Lamhot R. Sidabutar; Fetriani Kristian Hura; Hartono Hartono
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5536

Abstract

This study aimed to analyze factors associated with LBP among rice farmers in Sei Beras Sekata Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 60 respondents were selected using the Slovin formula from a population of 150 farmers. Data were collected through structured questionnaires and direct observation, while pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a significance level of 0.05. The findings showed that LBP was more common among farmers with older age and longer working experience. Age, years of service, and working duration were associated with LBP incidence, while gender, smoking habits, working posture duration, and workload showed no significant association. This study concludes that age, years of service, and working duration contribute to the occurrence of LBP among rice farmers. The limitations of this study include the cross-sectional design, which cannot determine causal relationships, and the relatively limited sample size. Future studies are recommended to use longitudinal designs with larger sample sizes and include more detailed ergonomic assessments. Ergonomic interventions through occupational health education are needed to reduce the risk of musculoskeletal disorders among farmers.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT DI DESA TELUK SENTOSA, KABUPATEN LABUHANBATU Johannes Bastira Ginting; Tri Suci; Santy Deasy Siregar; Hartono -; Karmila Kaban
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5563

Abstract

Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, berdampak luas pada kualitas hidup individu dan sering memerlukan penanganan medis yang intensif. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara perilaku masyarakat dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian penyakit kulit. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 30 sampel yang dipilih secara acak dari populasi sekitar 1.000 orang di Desa Teluk Sentosa, Kabupaten Labuhanbatu, pada Desember 2023. Variabel independen yang diteliti adalah personal hygiene dan sanitasi lingkungan, sementara variabel dependen adalah keluhan penyakit kulit, termasuk gejala seperti gatal, kemerahan, ruam, atau luka yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara langsung dengan responden, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan batas signifikansi p-value ≤ 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara personal hygiene (p=0.000) dan sanitasi lingkungan (p=0.000) dengan keluhan penyakit kulit. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang baik cenderung tidak mengalami keluhan penyakit kulit. Sebaliknya, responden dengan personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang buruk lebih sering mengeluhkan gejala penyakit kulit. Hasil ini menekankan pentingnya upaya menjaga kebersihan pribadi serta memperbaiki kondisi sanitasi lingkungan sebagai langkah pencegahan utama terhadap penyakit kulit. Temuan ini juga memberikan wawasan penting untuk merancang intervensi kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam komunitas.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Kota Medan Riko Suranta Tarigan; Khairunnisa Nasution; Rapael Ginting; Tarianna Ginting; Hartono Hartono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60489

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang berobat di rumah sakit tersebut, dengan jumlah sampel 134 responden yang terdiri dari 67 responden kelompok kasus dan 67 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel yang diteliti meliputi lama menderita penyakit, komplikasi, tingkat pengetahuan, dukungan sosial, tingkat stres, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama menderita Diabetes Melitus Tipe 2 (p=0,011), komplikasi (p=0,022), dukungan sosial (p=0,031), tingkat stres (p=0,017), dan aktivitas fisik (p=0,017) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup lansia. Sebaliknya, variabel pengetahuan (p=0,136) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor klinis, psikologis, dan sosial berperan penting dalam menentukan kualitas hidup lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Rumah sakit diharapkan mengembangkan intervensi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pengendalian kadar gula darah, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan dukungan keluarga.