Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Use of Understanding by Design in Designing the Physics Lesson Plan about Newton’s Second Law Jessica R. Setyanto; Debora Natalia Sudjito; Ferdy Semuel Rondonuwu
Journal of Science and Science Education Vol 2 No 2 (2018): JoSSE Vol. 2 No. 2 (November 2018)
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning objectives, learning evaluation, and learning steps are the essential components in a lesson. They have to be interconnected to provide a qualified learning for students. Physics learning about Newton’s Second Law faced problems in connecting those learning components. This study aims to make an alternative design of physics lesson about Newton's Second Law using Understanding by Design (UbD). The lesson plan and the review sheet were submitted to three reviewers. All data collected from the review sheet were analyzed using a descriptive qualitative method as the basic to revise the initial design into a better final design. The design was revised based on the recommendations of the reviewers. UbD can be used as an alternative design of physics lesson about Newton's Second Law. Designing a lesson using UbD is helpful in connecting the objectives, steps, and learning evaluations so that the students can achieve the objectives of the lesson.
Penggunaan Permainan Kartu Gebrak (Karak) untuk Evaluasi Pembelajaran Fisika Jovi Yuzzer Budiman; Debora Natalia Sudjito; Giner Maslebu
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v2i1p8-15

Abstract

Rendahnya prestasi belajar yang diraih oleh peserta didik pada pembelajaran fisika bisa jadi dipengaruhi oleh kondisi psikis peserta didik saat mengerjakan evaluasi. Peserta didik cenderung merasa takut, tertekan, atau merasa materi yang dievaluasikan terlalu sulit yang berdampak pada pengerjaan evaluasi yang tidak maksimal. Permainan karak dalam penelitian ini merupakan permainan kartu yang mengadopsi permainan kartu gebrakan yang diintegrasikan dengan pembelajaran kooperatif tipe TGT sebagai metode evaluasi untuk menciptakan suasana evaluasi pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini menyelidiki bagaimana desain media permainan karak agar dapat digunakan untuk melakukan evaluasi pembelajaran yang menyenangkan serta bagaimana efektivitas media permainan karak sebagai media evaluasi pembelajaran yang menyenangkan. Responden penelitian ini adalah 20 mahasiswa Fisika dan Pendidikan Fisika tingkat pertama. Berdasarkan data yang diperoleh dari lembar observasi, kuesioner, dan rekapitulasi nilai responden, dapat disimpulkan bahwa permainan karak efektif digunakan untuk evaluasi pembelajaran yang menyenangkan, dapat menunjukkan konsep-konsep yang sudah maupun belum dipahami oleh peserta didik, namun kurang rileks bagi peserta didik. Metode evaluasi permainan karak yang telah mendapatkan penilaian memuaskan dalam hal “menyenangkan” tetapi tetap saja menghasilkan nilai kognitif dari hasil evaluasi yang kurang memuaskan. Jadi sebaik apapun metode evaluasi yang dilakukan tetapi tidak didukung dengan keberhasilan proses pembelajaran, maka hasil yang didapatkan akan tetap kurang memuaskan.
Desain Modul Pembelajaran Mandiri Tentang Gerak Parabola Pada Bidang Datar dengan Memperhitungkan Gesekan Udara Matius Umbu Laga; Debora Natalia Sudjito; Diane Noviandini
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v2i2p42-53

Abstract

Padatnya materi fisika dan terbatasnya waktu pembelajaran membuat materi yang diajarkan tidak dapat dibahas secara mendalam khususya gerak parabola. Penelitian ini membuat desain modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara menggunakan simulasi PhET. Tujuan penelitian ini adalah membuat desain modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara dan mengukur keefektifitasan modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara. Modul yang dibuat terdiri atas dua bagian utama, yaitu penurunan persamaan besaran-besaran fisis gerak parabola secara matematis dan menyelidiki pengaruh perubahan besaran fisis pada gerak parabola menggunakan simulasi PhET “Projectile Motion” dan Microsoft Excel. Metode penelitian yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluate). Sampel penelitian ini terdiri dari tiga orang mahasiswa pendidikan fisika tingkat dua. Berdasarkan tabel rekapitulasi lembar observasi diperoleh persentase keberhasilan 100% dan dari tabel rekapitulasi lembar kuesioner diperoleh respon positif mahasiswa terhadap modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara sebesar 87%. Hal ini menunjukkan penggunaan modul pembelajaran mandiri yang dibuat efektif dapat membantu mahasiswa dalam menurunkan persamaan-persamaan gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara, melakukan praktikum secara mandiri menggunakan simulasi PhET dan Microsoft Excel serta dapat memahami materi yang dipelajari.
Kajian Proporsi Aktivitas Fisik dan Kognitif pada Pembelajaran Aktif Fisika: Model Pembelajaran Jigsaw Gadhis Maretta Ayu Sandra; Debora Natalia Sudjito; Wahyu Hari Kristiyanto
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.071 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v7i2.31460

Abstract

Pembelajaran aktif sudah semestinya memfasilitasi siswa beraktivitas fisik dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kesesuaian tujuan pembelajaran dengan mengkaji proporsi aktivitas fisik dan kognitif pada pembelajaran aktif materi Fisika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan sampel RPP dan video pembelajaran Fisika yang menerapkan model Jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi antara aktivitas fisik dan kognitif relatif lebih tinggi aktivitas kognitifnya. Hasil kajian proporsi aktivitas fisik dan kognitif yang terlihat dari persentase sudah sesuai dengan indikator namun perlu meninjau kembali langkah pembelajarannya supaya aktivitas kognitif lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan aktivitas fisiknya. Simpulan penelitian ini adalah RPP dan video sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, namun pada langkah pembelajaran perlu ditambahkan atau disisipkan kegiatan yang dapat menambah aktivitas kognitifnya agar lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan aktivitas fisiknya sehingga perlu direvisi. Pendidik disarankan untuk menambahkan atau menyisipkan aktivitas kognitif supaya dapat memperbesar perbedaan aktivitas fisik dengan kognitifnya. Selain itu, ketika siswa diminta berdiskusi dengan membentuk kelompok asal dan kelompok ahli sebaiknya pendidik juga perlu memberikan penjelasan secara teknis dan bertanggung jawab atas kebenaran konsep saat siswa berdiskusi di kelompok asal dan kelompok ahli.
Golabz-based interactive learning design about simple harmonic motion on pendulum swing Erwin Hartaman Gea; Alvama Pattiserlihun; Debora Natalia Sudjito
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 8, No 2: Oktober 2022
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v8i2.42962

Abstract

Physics learning about simple harmonic motion on a pendulum swing is interesting to be deeply learned because there are various physical quantities, practicum, formula derivation, and representation. In online learning, inquiry physics learning that provides independent practicum, online access, systematics, and interactive is needed. This research aims to design Golabz-based interactive learning and investigate its effect on students' understanding of simple harmonic motion on a pendulum swing. This research uses the RD methods of the ADDIE type. The respondents were 7 second-year undergraduate students of the Department of Physics Education, UKSW, randomly chosen. The research instruments used are a validation sheet of material and media experts, an observation sheet, an evaluation sheet, and a questionnaire. All data gathered are analyzed using the qualitative descriptive technique. The result showed that the material and media met the eligibility criteria of 70,66% and 78,66%; all respondents can do 88,8% learning on average; all respondents can give positive responses of 89,79% on average in the questionnaire; and all respondents get evaluation score of 91,84% in average. Thus, Golabz-based interactive learning design is adequate to help students understand simple harmonic motion on a pendulum swing and can be one of the alternative online learning that presents interactive inquiry learning.
E-module design based on Golabz for online physics learning about RLC series circuits Karina Indra Dewi; Debora Natalia Sudjito; Alvama Pattiserlihun
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 8, No 1: April 2022
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v8i1.43458

Abstract

There are many virtual physics laboratory applications, i.e., Golabz and Crocodile Physics. This study aims to design online physics learning about RLC series circuits using Golabz, which integrates Crocodile Physics and investigates its effectivity on students' understanding. The research method used here is the development research with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The online physics learning design based on an inquiry about the RLC series circuit using Golabz consists of three learning activities according to the learning objectives. Each learning has five steps, i.e., orientation, conceptualization, investigation, discussion, and conclusion. The research instruments are an observation sheet, evaluation, questionnaire, and validation sheet for the material and media. Based on the research above, the results of learning observation indicate that all respondents can follow the learning well with an average of 82% and gave positive responses to at least 70% of the statements with an average of 98%; some students were able to obtain evaluation results of more than 70% with an average of 71.88%. Thus, all indicators of success are achieved, and the online physics learning design about RLCseries circuits using Golabz is said to be sufficient to help students understand the material of RLC series circuits.
STEAM Integrated Project Based Learning Exploration Against Understanding the Concept of Static Fluids Shapna D. Atika; Prima Warta Santhalia; Debora N. Sudjito
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.2905

Abstract

Conceptual understanding is the capacity to grasp a variety of learning resources in which pupils are able to not only recognize and know the concepts, but also re-express them in a way that is easier to understand and apply. Students' conceptual comprehension skills in STEAM-integrated Project Based Learning on static fluid materials are the focus of this study. This study was carried out with the use of an embedded experimental model of mix methods. The participants in this study are 36 senior high school students of grade XI in Salatiga. Students' concept understanding exam scores at the pre-test and post-test were used to generate quantitative data. The test scores were examined using the statistical description test, normality test, t-test, N-Gain score, and Effect size. Qualitative data was gathered through students’ interviews following the completion of the pre- and post-tests, it was analyzed using Abraham's concept understanding level category (1992). There is improvement of students’ conceptual understanding, i.e. 16,66% students improved from partially understand to understand; 66,66% students improved from partially misconception to partially understand; and 16,66% students improved from misconception to partially misconception. Thus, the conceptual understanding of most of the students improved after they experience STEAM-based Project Based Learning
Perbandingan Penggunaan Media OneNote dan Power Point dalam Pembelajaran Fisika yang Bersifat Matematis Primaningtyas, Maria Immas; Sudjito, Debora Natalia; Kristiyanto, Wahyu Hari
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 12, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v12i2.9373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan antara penggunaan onenote sebagai papan tulis dan power point terhadap pemahaman kognitif yang bersifat matematis pada materi fisika di masa pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment untuk desain penelitian pretest-posttest control nonequivalen group design. Penelitian ini dilakukan terhadap peserta didik kelas X IPA pada salah satu SMA Negeri di Salatiga dengan kelas eksperimen 1 (onenote) dan kelas eksperimen 2 (power point). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai n-gain pada kelas eksperimen 1 (onenote) lebih besar dengan nilai 0,23 dan didapatkan bahwa nilai thit  sebesar 2,122 ttab sebesar 2,048 (thit  ttab), H0 ditolak yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara onenote dan power point. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran onenote sebagai pengganti papan tulis lebih baik dalam menyampaikan materi fisika sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap pemahaman kognitif yang bersifat matematis pada peserta didik.
Analisa Penilaian Soal Fisika Menggunakan Model Rasch Dengan Program R: - Ayub, Made Rai Suci Shanti Nurani; Istiyono, Edi; Munadi, Sudji; Permadi, Cahyo; Pattiserlihun, Alvama; Sudjito, Debora Natalia
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v3i2p46-52

Abstract

Penilaian hasil pembelajaran dibutuhkan untuk membuat keputusan dalam pembelajaran. Banyak pengajar mengabaikan cara penilaian hasil belajar, dengan soal-soal yang tidak mencerminkan kemampuan siswa. Penelitian ini memberikan sebuah contoh cara menganalisa soal Fisika yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dengan tepat. Banyak tehnik penilaian sudah dikembangkan untuk menilai pencapaian kompetensi hasil belajar siswa. Analisa teori respon butir atau Item Response Theory (IRT) merupakan salah satu analisa yang dapat digunakan untuk melihat ketepatan soal. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan model Rasch. Model Rasch mengacu pada tingkat kesulitan butir soal (b) tiap item soal, dan daya beda butir soal (a) yang sama untuk seluruh item soal. Analisa butir soal menggunakan 16 butir soal Fisika pada media pembelajaran Fun Frame in Physics (FFP). Butir soal diujikan kepada 99 siswa SMP dan dianalisa menggunakan program R, dengan hasil daya beda butir soal (a) sebesar 0,815 , tingkat kesulitan butir rata-rata (brata2) -0,331 dengan standar deviasi 1,232552. Hasil pengkategorian soal didapatkan, soal dikatakan sangat sulit jika b > 0,902, soal dikatakan sulit jika -0,331 < b < 0,902, soal dikatakan mudah jika -1,564 < b < -0,331 dan soal dikatakan sangat mudah jika b < -1,564. Kesimpulan tigkat kesulitan soal FFP adalah 25% soal sangat mudah, 37,5% soal mudah, 12,5% soal sulit, dan 25% soal sangat sulit. Karakeristik butir soal ditampilkan juga dalam bentuk fungsi informasi.Grafik fungsi informasi butir menunjukkankan bahwa gambaran karakteristik soal yang dibangun dari respon siswa terlihat mampu menggambaran kemampuan siswa, tercermin melalui nilai informasi tertinggi untuk tiap soal.