Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kajian Proporsi Aktivitas Fisik dan Kognitif pada Pembelajaran Aktif Fisika: Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Diah Aprilia; Wahyu Hari Kristiyanto; Debora Natalia Sudjito
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.576 KB) | DOI: 10.37729/radiasi.v12i1.24

Abstract

TSTS (Two Stay Two Stray) is one of the learning models often used by educators to make students were doing active learning activities. Still, the educators usually did not pay attention to the lack of that learning model. Some cases found that learning objectives that should have been stressed on the cognitive activities were not achieved because the physical activities are more dominant than cognitive activities during the learning process. This study aimed to investigate whether lesson plans and video of TSTS cooperative learning more emphasized cognitive or physical activities by examining the compatibility between investigated cognitive and physical activities toward the learning objectives of science. There is qualitative research that is analyzed descriptively using the lesson plan sample and video of physics learning applying TSTS. The data analysis of this study was performed by examining a table that contains the possibility of the students’ activities for the lesson plan and students’ activities. That was observed using video during the learning process than were grouped in the physical or cognitive activities based on the operational verb of Bloom Taxonomy. The result of the study is both the lesson plan and video show that cognitive operations are more dominant than physical activities. It means that those activities are following the purpose of science learning. The average of cognitive activities is 77,4%, and physical activities are 22,6%. The educators are suggested to attend the proportion of physical and cognitive activities so that the purpose of science learning can be achieved optimally.
Desain Pembelajaran Ipa Terpadu Dengan Topik Sistem Kapilaritas Membantu Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan Anggelina Christi; Marmi Sudarmi; Debora Natalia Sudjito
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada banyak kendala yang dialami guru akibat diberlakukannya pembelajaran IPA Terpadu pada kurikulum 2013, diantaranya yaitu guru harus menguasai bidang lain yang selama ini tidak dipelajari, dan guru harus memadukan ketiga mata pelajaran menjadi satu topik yang terpadu. Penelitian bertujuan membuat contoh RPP IPA Terpadu “Sistem Kapilaritas Membantu Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan” dan mengetahui hasil pembelajaran IPA pada siswa jika disampaikan dengan pembelajaran IPA Terpadu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas tipe guru sebagai peneliti, dengan sampel sebanyak 24 siswa kelas VII. Setelah instrumen yaitu RPP, soal evaluasi, lembar observasi, dan kuisioner dibuat, kemudian dijalankan dalam pembelajaran di kelas, dan dibantu oleh seorang observer untuk mengisi lembar observasi. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, siswa diberi soal evaluasi dan kuisioner untuk diisi. Lembar observasi dan kuisioner dianalisa secara deskriptif kualitatif, sedangkan hasil tes evaluasi siswa dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, desain pembelajaran IPA Terpadu dengan topik Sistem Kapilaritas Membantu Proses Fotosintesis Tumbuhan yang dibuat dapat dijalankan dalam pembelajaran di kelas dan berhasil membantu siswa memahami materi pembelajaran cukup baik. Sebanyak 83% siswa mendapat nilai minimal 70 dan lebih dari 70% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu juga antara materi fisika, kimia dan biologinya benar-benar terpadu, sehingga pergantian antar mata pelajaran pun tidak membuat siswa kesulitan.
Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Teori Multiple Intelegence (MI) yang Dominan dalam Kelas Pada Materi Tekanan Agustin Dwi Aryani; Debora Natalia Sudjito; Marmi Sudarmi
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika mengajar seringkali para guru lupa memperhatikan delapan jenis kecerdasan yang disebut Multiple Intellegence (MI) siswa. Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intellegences adalah suatu kemampuan ganda untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kecerdasan siswa yang dominan dalam kelas, merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan tersebut, dan bagaimana dampak penggunaan strategi pembelajaran tersebut terhadap pemahaman siswa pada materi tekanan dan sikap siswa dalam proses pembelajaran. Dari hasil penelitian nilai kognitif siswa, diperoleh prosentase sebesar 83%. Penelitian berhasil, karena prosentase untuk nilai kognitif mencapai standar keberhasilan yaitu 70% siswa memperoleh nilai ≥70. Namun perbedaan hasil nilai kognitif tidak antara siswa dengan kecenderungan kecerdasan intrapersonal dengan yang bukan intrapersonal tidak terlalu tampak. Jadi instrumen yang dibuat dalam penelitian ini lebih memperlihatkan aspek afektif siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil prosentase nilai afektif aktivitas mandiri (intrapersonal) yang lebih besar yaitu 78,15% dibandingkan dengan aktivitas berkelompok yang prosentasenya hanya 54,62%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, RPP yang dibuat berdasarkan teori Multiple Intellegence (MI) ini dapat diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran untuk mengajar kelas yang kecenderungan kecerdasan siswanya adalah intrapersonal.
Penggunaan Metode Fast Feedback Model Rainbow Card dalam Pembelajaran Fisika tentang Suhu dan Kalor Ni P.D Purnamasari; Debora Natalia Sudjito; Marmi Sudarmi
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah paham akan suatu materi ajar yang sudah diajarkan. Namun yang terjadi guru-guru seringkali mengevaluasi siswa setelah 1 bab sampai 2 bab selesai dahulu. Sehingga kesalahan siswa terlambat untuk diketahui (slow feedback). Untuk itu perlu digunakan metode umpan balik cepat (fast feedback) yaitu metode koreksi cepat yang dapat membantu guru untuk mengoreksi dan mengetahui hasilnya saat itu juga. Metode fast feedback dapat dilakukan guru sesering mungkin dan tidak menghabiskan banyak waktu sehingga dapat dilakukan berkali-kali dalam satu pertemuan.Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh umpan balik (feedback) secara cepat dan mengembangkan model baru dari metode fast feedback model rainbow card dalam pembelajaran fisika tentang suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model guru sebagai peneliti. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa fisika berjumlah 32 mahasiswa. kartu tugas dikerjakan secara individu. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar ≥70%, maka diberikan tugas baru. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar <70% dilakukan pembelajaran. Demikian seterusnya sampai tugas selesai. Analisa dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: diperlukan 1 siklus feedback pada setiap tahap pembelajaran. Waktu untuk melakukan 1 siklus feedback adalah <10menit. 80-100% mahasiswa aktif merespon tugas yang diberikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode fast feedback dengan model rainbow card efektif digunakan sebagai umpan balik cepat,
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Media Physics Hearts Card pada Materi Momentum dan Impuls Lilis Sugiyarni; Marmi Sudarmi; Debora Natalia Sudjito
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/radiasi.v4i1.394

Abstract

Dalam kegiatan belajar mengajar, penggunaan metode ceramah di sekolah-sekolah saat ini masih mendominasi. Selain itu penerapan sistem rangking yang masih diterapkan disekolah memunculkan sikap individual dan kompetisi negatif diantara siswa tanpa adanya kerja sama. Mengingat pentingnya sikap kerja sama, menciptakan pembelajaran kreatif dan menyengankan maka dibutuhkan metode pembelajaran yang mencangkup hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menerapan Pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan media physics hearts card untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa dengan mengembangkan permainan physics hearts card pada bagian konsolidasi. Metode penelitian yang dipakai adalah PTK. Sampel yang digunakan siswa SMA kelas XI, dengan materi momentum dan impuls. Penelitian ini diawali dengan pembelajaran sesuai RPP kemudian pada tahap konsolidasi siswa melakukan tournament menggunakan permainan physics hearts card. Dalam permainan semua siswa berpasangan mengerjakan soal dengan berdiskusi antar pasangana dan berdiskusi dengan pasangan lain saat membacakan jawabannya dalam satu tim. Pada akhir pembelajaran guru memberika tes evaluasi kepada semua siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa dan kuisioner untuk mengetahui tanggapan siswa tentang metode pembelajaran yang diberikan. Hasil penelitian didapatkan 94 % siswa mendapat nilai 7 untuk post test. Selain itu pada aspek afektif kelas mencapai batas kriteria yang ditentukan yaitu 70% siswa melakukan kegiatan kerjasama dengan baik.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU DOMINO FISIKA (DOMIKA) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PADA MATERI KINEMATIKA GERAK Kabul Eko Wiyono; Debora Natalia Sudjito; Ferdy Semuel Rondonuwu
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 8 No 1 (2020): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v8i1.11367

Abstract

Materi kinematika gerak sering dianggap sulit untuk dipahami oleh sebagian peserta didik, faktor yang mempengaruhi di antaranya kurangnya latihan soal dan strategi yang digunakan kurang bervariasi sehingga memicu tidak tertariknya dalam mempelajari materi tersebut. Maka dari itu dibuat suatu strategi pembelajaran berbasis permainan yaitu domino  fisika (domika). Permainan ini tidak hanya berisi soal dan jawaban melainkan setiap peserta didik wajib memberi argumen dari jawaban tersebut. Tujuannya agar peserta didik dapat meningkatkan hasil belajar dan senang mempelajari materi fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research & Development (R&D) dengan pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Hasil uji media peserta didik terhadap permainan kartu domika adalah (95%). Artinnya kartu domika valid dan efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran fisika dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan kriteria, berantusias dalam mengerjakan soal, saling beradu argumen, dan saling bekerja sama.
DESAIN MODUL PRAKTIKUM MANDIRI TENTANG GERAK PARABOLA MENGGUNAKAN SIMULASI PhET”PROJECTILE MOTION” Liyensi Karanggulimu; Debora Natalia Sudjito; Diane Noviandini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.652 KB)

Abstract

Learning about projectile motion is sometimes limited by time and tools which makes student can not understand the concepts in projectile motion. Therefore, lab work is a suitable medium to help students learn independently and give them chances to explore the learning materials further. Nowadays, there is a lab work application called PhET simulation. Lab work needs module to make learning process be structured and easy to understand. This research aims to investigate (i) how to design a lab work module about projectile motion using PhET simulation; (ii) how effective that lab work module to help students understand the concept of projectile motion. This qualitative descriptive research was using 5 college students of Physics Education Batch 2016 as respondents.Lab work module was implemented and observed by observers, and then students were assigned to do post˗test and fill the questionnaire. The results were (i) 80% students obtained evaluation score more than 70 with the mean of 100; (ii) 100% respondents were very enthusiastic during the lab work; (iii) 100% respondents showed positive respond in the questionnaire. Thus, it could be concluded that the utilization of lab work module using PhET simulation is effective to help students understand about projectile motion.Keywords: projectile motion, PhET simulation, module, lab work
Pengembangan Tes Diagnostik Multi Representasi Eksternal (MRE) untuk Mengetahui Profil Kemampuan Representasi Konsep Susanti Septrida Silaen; Debora Natalia Sudjito; Marmi Sudarmi
Publikasi Pendidikan Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v9i2.8477

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang teridentifikasi ialah kemampuan siswa dalam memahami konsep fisika yang beragam. Oleh karena itu tes diagnostik MRE dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil kemampuan representasi konsep siswa dengan melihat bentuk representasi apa saja yang dapat disajikan siswa dan bagaimana  kemampuan siswa dalam merepresentasikan konsep GLBB dalam format verbal, matematis, dan grafik di SMA Kristen Satya Wacana. Sampel penelitian adalah siswa kelas X yang berjumlah 25 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan instrumen yang digunakan berupa soal uraian sebanyak 15 butir soal. Data penelitian diperoleh berdasarkan jawaban siswa yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian yang berpedoman pada rubrik multiple representation yang dikembangkan oleh The Rutgers Physics and Astronomy Education (PAER). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebesar 64% siswa mampu merepresentasikan konsep secara verbal dan matematis, sebesar 8% siswa mampu merepresentasikan konsep secara verbal dan grafik, dan sebesar 28% siswa mampu merepresentasikan konsep secara matematis, verbal, dan grafik Kata kunci: Tes Diagnostik, Multi Representasi Eksternal, Kemampuan Representasi Konsep  AbstractThe problem identified is the ability of students to understand diverse physics concepts. Therefore multiple external representation diagnostic test is used as an alternative to overcome this problem. The purpose of the research was to find out the profile of students 'representation ability by looking at what forms of representation students could give and how students' ability to represent the GLBB concept in verbal, mathematical, and graphic formats at Satya Wacana Christian High School. The research sample was 25 grade X students. The type of research used is qualitative research and the instruments used are in the form of a description of 15 items. The research data was obtained based on students' answers which were assessed based on the assessment rubric which was guided by the multiple representation rubric developed by The Rutgers Physics and Astronomy Education (PAER). The research showed that 64% of students were able to represent concepts verbally and mathematically, 8% of students were able to represent concepts verbally and graphically, and 28% of students were able to represent concepts mathematically, verbally, and graphically.Keywords: Diagnostic Test, Multiple External Representation, Concept Representation Ability
Desain Modul Pembelajaran Mandiri tentang Gerak Parabola pada Bidang Miring dengan Gesekan Udara Debora Natalia Sudjito
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v10i1.3210

Abstract

Abstrak. Pada mata kuliah mekanika khususnya materi gerak parabola, pembelajaran yang diberikan oleh pengajar cenderung hanya pada bidang datar dan tanpa gesekan udara karena keterbatasan perkuliahan tatap muka. Kenyataannya, gerak parabola dipengaruhi gesekan udara dan bisa terjadi pada bidang miring. Tujuan penelitian ini adalah membuat desain modul pembelajaran mandiri tentang gerak parabola pada bidang miring dengan gesekan udara yang dapat digunakan sebagai panduan tugas terstruktur perkuliahan mahasiswa serta menyelidiki efektivitas modul tersebut terhadap pemahaman mahasiswa. Pembuatan modul pembelajaran menggunakan metode ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Teknik analisa data yang digunakan dalam menentukan efektivitas modul pembelajarannya adalah deskriptif kualitatif. Kriteria keefektifan adalah mendapatkan 70% respon positif pada lembar observasi dan kuesioner. Berdasarkan lembar observasi dan kuesioner, rata-rata persentase lembar observasi adalah 83% dan kuesioner adalah 76%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa modul ini efektif digunakan dengan revisi minor berupa perbaikan kalimat penggiring pada bagian kegiatan yang mendapatkan skor kurang dari 70%.Kata kunci: gerak parabola, bidang miring, gesekan udara, modul pembelajaranAbstract. On the mechanics course especially on projectile motion material, the learning given by the lecturer tends to be focused on the plane surface without considerating the air resistance because of the limited time of the meetings. In fact, the projectile motion is influenced by the air resistance and it can also occur on the inclined surface. The purpose of this study is to design an independent learning module of projectile motion on inclined surface with air resistance which can be used as the structured assignment for undergraduate students. It also aims to investigate the effectiveness of the module toward the students’ understanding. The process of making this learning module applies the ADDIE method (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The analysis of the data used in determining the effectiveness of the module is qualitative descriptive. The effectiveness criteria are to gain minimum of 70% positive responses on the observation sheet and questionnaires. Based on the result of the observation sheet and questionnaires, the average percentage of the observation sheet is 83% and the average percentage of the questionnaires is 76%. Therefore, it can be concluded that this module is effective to be used with minor revision in guide sentences on the activity parts which gained score less than 70%.Keywords: projectile motion, inclined surface, air resistance, learning module
Applying venn diagram to present bloom’s cognitive level of students of a physics learning about light refraction using developed independent lab work module and PhET simulation “bending light” Nurul H. Astuti; Debora Natalia Sudjito; Diane Noviandini
Journal of Science and Science Education Vol 2 No 1 (2018): JoSSE Vol. 2 No. 1 (May 2018)
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/josse.v2i1p21-28

Abstract

Evaluation shows the effectiveness of teaching and learning of a class. Mostly teachers provide evaluation in low cognitive level so students are able to achieve the minimum passing grade. Whereas a good evaluation should use Bloom’s Taxonomy as a basis for classifying student’s cognitive level. It leads teacher to provide a learning that facilitates student’s achievement of high cognitive level, including using independent lab work module. Teachers also typically provide a global report evaluation, i.e. providing the final score only, without presenting the distribution of students’ cognitive level. For this purpose, Venn Diagram is used to show the distribution of students’ cognitive level based on Bloom Taxonomy. This research aimed to present the distribution of students’ Bloom cognitive level using Venn Diagram and to investigate whether the development of independent lab work module about light refraction using PhET simulation “Bending Light“ can make students achieve the cognitive levels of knowing, understanding, applying, and analyzing. The obtained data was analyzed using qualitative descriptive method. The respondents were 17 freshmen of Physics Education and Physics Students of UKSW Batch 2016. The post-test showed that all students achieved higher cognitive levels. Thus, the developed independent lab work module was able to improve students’ cognitive level. Venn Diagram could also simplify the presentation of the distribution of students’ Bloom cognitive level for teachers.