Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Peran Komunikasi Keluarga Pada Remaja Penderita Depresi Di Kota Bandung Dwiyana, Reiva Farah; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus depresi yang terjadi Indonesia sudah banyak sekali dialami oleh masyarakat pada usia produktif terutama pada usia remaja sehingga perlu mendapat perhatian dari masyakarat akan betapa pentingnya mencoba memahami keaadan orang di lingkungan sekitarnya agar lebih aware lagi terharap masalah kesehatan mental. Menjalin komunikasi keluarga yang harmonis antara orang tua dan anak mampu membuat anak merasa aman dan nyaman ketika berada di lingkungan rumah sehingga akan membantu mempercepat proses pemulihan, disamping itu peran orang tua dalam menerapkan pola asuh juga memengaruhi kesehatan pada anak terutama pada anak usia remaja yang sedang dalam masa transisi menuju dewasa sehingga membuatanak pada usia remaja memiliki pemikiran yang masih labil dan ego yang belum stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran komunikasi keluarga antara orang tua dan remaja depresi di Kota Bandung dalam proses pemulihan dengan menggunakan metode penelitian kulitatif deskriptif. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa peran komunikasi yang harmonis dan keterbukaan komunikasi antar anggota keluarga mamp memberikan dampak yang sangat besar dalam menjaga kesehatan mental anak dan mampu membantu dalam proses pemulihan depresi.Kata Kunci-Komunikasi keluarga, pola komunikasi, depresi. remaja
Pola Komunikasi Keluarga Pada Anak Usia Sekolah Dasar Berkecanduan Bermain Game Free Fire Di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur Saputra, Muhammad Obby; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game Free Fire merupakan game online yang sedang digemari oleh anak-anak usia sekolah dasar yang sudah diunduh sebanyak lebih dari satu juta kali. Banyak anak-anak yang sudah diberikan gadget sendiri oleh orangtua mereka. Hal tersebut membuat anak-anak usia sekolah dasar cenderung ketagihan terhadap game ini. Oleh karena itu peneliti ingin melihat bagaimana komunikasi yang terjadi di keluarga pada anak yang berkecanduan bermain game free fire. Peneliti memfokuskan pada Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan kunci pada penelitian ini berjumlah 4 orang terdiri dari 2 orang tua, 2 orang anak, 1 orang teman bermain anak, 1 kakak kandung, dan satu informan ahli yang merupakan seorang psikolog keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan metode triangulasi yaitu membandingkan hasil antara observasi dengan wawancara mendalam yang didapatkan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat aspek kecanduan game online, informan kunci penelitian sudah memiliki tiga aspek yang terlihat dari kecanduan game online, yaitu kompulsif, menarik diri, dan masalah kesehatan dan hubungan interpersonal. Pada penelitian ini ditemukan bahwa keaktifan berkomunikasi dengan anak setiap hari belum cukup untuk menghilangkan kecanduan game online pada anak. Orangtua harus lebih peduli terhadap anak-anak mereka.Kata Kunci-Pola Komunikasi Keluarga, Game Online, Free Fire, Anak Sekolah Dasar
Pola Komunikasi Orangtua Dalam Mengendalikan Penggunaan Gawai Pada Anak Hamdi, Muhammad Alfin; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola komunikasi orang tua dalam mengendalikan penggunaan gawai pada anak memiliki peran yang penting dalamera digital ini. Penggunaan gawai atau perangkat elektronik seperti smartphone, tablet dan komputer telah menjadibagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tidakterkendali dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik, mental dan sosial anak. Orang tua memiliki peran sentraldalam mengelola dan membatasi penggunaan gawai pada anak. Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anakmerupakan fondasi utama dalam menciptakan pemahaman bersama mengenai batasan penggunaan gawai. Melaluikomunikasi yang terbuka, orang tua dapat menjelaskan pentingnya waktu layar yang seimbang, dampak negatif daripenggunaan yang berlebihan, serta risiko konten yang tidak sesuai bagi anak. Hal tersebut membuat penulis tertarikuntuk melakukan sebuah penelitian yang berjudul Strategi Komunikasi Mediasi Orang Tua dalam MengendalikanPenggunaan Gawai pada Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi orang tuadalam mengendalikan penggunaan gawai pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatifdeskriptif dengan paradigma interpretif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka. Penulismelakukan wawancara melakukan wawancara dengan delapan informan kunci dan satu informan ahli yang berdomislidi Kota Bukittinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ini orang tua membuat aturan-aturan untuk mengendalikanpenggunakan gawai pada anak, seperti durasi dalam penggunaan gawai, pembatasan yang di akses oleh anak sertapola dalam penggunaan gawai. Orang tua juga harus melakukan pengalihan yang efektif dan menarik bagi anak untukdapat mengurangi intensitas penggunaan gawai pada anak. Orang tua juga harus terbuka dan diskusi tentang bahayapenggunaan gawai yang berlebihan bagi anak Kata Kunci-orang tua, gawai, anak, komunikasi
Kualitas Komunikasi Antara Orang Tua Single Parent Dan Remaja Di Karawang Ramadhan, Mohammad Rizqi; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah kehidupan pastinya semua orang menginginkan keluarga yang memiliki hubungan harmonis danbahagia. Tetapi, setiap orang memiliki sifat, watak, karakter, dan keinginan yang berbeda-beda apalagi suami dan isteripasti tidak akan jauh dari kesalahan ataupun salah paham, biasanya permasalahan ini tidak bisa dihindari di dalamsebuah keluarga. Putusan perceraian di Karawang pada tahun 2022 menunjukan setiap bulannya banyak pasangan yangmengajukan putusan perceraian dan mengalami persentase yang meningkat dari tiap bulannya. Pada umumnya seoranganak pastinya membutuhkan kualitas komunikasi yang baik dengan orang tuanya, guna membentuk kepribadian yang baikserta menjaga kesehatan mental anak. Seorang anak membutuhkan figur orang tua yang lengkap dalam masapertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana kualitas komunikasi keluarga yang terjalinantara orangtua dengan anak usia remaja korban perceraian. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatid danmenggunakan paradigma penelitian interpretif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan berada di Karawang. Secara garis besarbawah pembentukan kualitas komunikasi antara orang tua tungal dan anak remajanya dapat berjalan dengan baik, karenaadanya lima sikap positif yang dilakukan antara orang tua tunggal dan anak remajanya. Kata Kunci-komunikasi keluarga, komunikasi interpersonal, orang tua tunggal, anak remaja.
Persepsi Remaja Generasi Z Mengenai Fenomena Childfree Di Era Masyarakat 4.0 Zahara, Tittamah; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

media sosial, robot otomatis menjadi makanan sehari-hari saat ini. Begitu pun dengan adanya informasimengenai budaya dan gaya hidup. Childfree merupakan pilihan dan gaya hidup yang bermula dari negara Eropadan baru saja masuk ke Indonesia pada tahun 2021 oleh influencer Gita Savitri melalui media sosialnya. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitianini adalah enam remaja generasi z yang tinggal di Bogor dan menggunakan internet. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan setujudengan adanya Childfree di Indonesia sebagai bentuk toleransi atas pilihan hidup masing-masing individu.Meskipun semua informan setuju, tidak semua informan akan pasti melakukan Childfree setelah menikah. Adabeberapa informan masih mempertimbangkan kedepannya, namun ada juga informan yang setuju denganChildfree namun tidak akan melakukannya. Kata kunci-persepsi, generasi z, remaja, childfree
Communication Patterns Of Parents' Closeness With Students In La Tansa Boarding School Agustina, Alya; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools are Islamic educational institutions that have become a symbol of Islamic education inIndonesia.Pondok pesantren are present not only as an educational alternative to public school academies, but havealso become the main choice for parents who want to entrust their children to study Islam better and more deeply(Syahrani, 2022).This requires parents and students to live separately and far apart due to boarding school regulationsthat require students to live in dormitories and not be allowed to bring communication media tools to the dormitory;asa result, parents cannot contact them in advance and students have to attend school and live a life with dormitoryregulations that keep students quite busy.In general,it is difficult for parents and students to connect in person orthrough communication media. The purpose of this study is to find out how the communication patterns of parentsand children who are in boarding school maintain their close relationship.The research method used in this study isqualitative, with a case study approach.The findings of this study are that there are three families who use democraticcommunication patterns, one family uses permissive communication patterns and one family uses authoritariancommunication patterns. Keywords-boarding school, family communication patterns, parents and children
Dukungan Komunikasi Keluarga pada Mahasiswa Pascasarjana yang mengalami Fase Quarter Life Crisis Ula, Fittrah; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase quarter life crisis, yang mana ini merupakan bagian dari transisi kehidupan remaja menuju dewasa awal dengandampak yang besar terhadap kesejahteraan psikologis dan perkembangan individu yang di mana mahasiswapascasarjana termasuk kedalam kelompok tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentukdukungan komunkasi keluarga pada mahasiswa pascasarjana yang mengalami fase quarter life crisis. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori Pertukaran Kasih Sayang menjadilandasan teori dari penelitian ini. Hasilnya, dalam fenomena ini dukungan komunikasi keluarga sangat berperan,keberadaan keluarga yang tulus tidak hanya telah mencapai tujuan komunikasi keluarga dalam memperkuat hubunganemosional satu sama lain dan rasa saling mendukung melainkan turut membantu menyembuhkan luka yang takterlihat.Kata Kunci: Dukungan, Keluarga, Komunikasi Keluarga, Mahasiswa Pascasarjana, Quarter Life Crisis
Komunikasi Interpersonal Remaja dan Orang Tua Dalam Membangun Keterbukaan Diri Mahasiswa Rantau Naswah, Hera Nisa Haerul; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan jarak yang jauh dapat menjadi penghambat dalam berkomunikasi mengingat orang tua ataupun remajatidak dapat memastikan kondisi dan keadaan satu sama lain apabila tidak mendapatkan pemberitahuan secaralangsung. Kondisi ini sangat sulit apabila remaja tidak memiliki kecenderungan untuk membuka diri kepada orangtua. Hal inilah yang memicu terjadinya perubahan komunikasi interpersonal remaja dan orang tua. Penelitian iniberfokus kepada komunikasi interpersonal remaja dan orang tua dalam membangun keterbukaan diri pada mahasiswarantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi interpersonal remaja dan orangtua dalam membangun keterbukaan diri mahasiswa rantau, serta mendeskripsikan perubahan perilaku komunikasi danketerbukaan diri remaja mahasiswa rantau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancarakepada informan utama dan informan pendukung guna mendapatkan data yang sesuai dengan penelitian, valid, dankomprehensif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh remaja danorang tua pada kasus mahasiswa rantau dilakukan melalui telfon, chat, dan video call. Pada penelitian ini jugamenunjukkan bahwa komunikasi interpersonal remaja dan orang tua dalam membangun keterbukaan diri mahasiswarantau ditandai dan dipengaruhi oleh pengungkapan diri, rasa pemahaman, daya dukung, komunikasi konstruktif, dankesamaan nilai. Selain itu, ditemukan adanya perubahan perilaku komunikasi remaja dan orang tua pada kasusmahasiswa rantau.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Keterbukaan Diri, Mahasiswa Rantau
Persepsi Remaja Akhir yang Tumbuh Tanpa Figur Ayah Di Kota Bogor Vernandes, Christian Gerald; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak remaja akhir yang kehilangan sosok figur ayah di dalam hidupnya. Meskipun demikan,kehadiran peran serta figur ayah memiliki hubungan dengan persepsi remaja akhir. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi diri remaja akhir yang selama initumbuh tanpa seorang figur ayah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melaluiwawancara yang terbuka dengan pendekatan studi kasus. Teori persepsi menjadi pilar danlandasan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa kehadiranfigur ayah dan persepsi diri memiliki peran penting khususnya dalam membantu remaja akhirmemahami dirinya. Penelitian ini menegaskan bahwa persepsi diri remaja mampumengembangkan komunikasi intrapersonal yang baik dan pemahaman yang lebih matangmengenai diri sendiri.Kata Kunci: Remaja Akhir, Figur Ayah, Persepsi, Komunikasi Intrapersonal
Penggunaan Bahasa Jaksel Sebagai Penguat Identitas Komunitas BOT (Batavia On Telkom) di Telkom University Premono, Michelle Zevana; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan Bahasa Jaksel sebagai alat penguatan identitas Komunitas BOT (Batavia OnTelkom) di Telkom University. Bahasa Jaksel, campuran bahasa Indonesia, Inggris, dan slang lokal, mencerminkankreativitas linguistik dan identitas anak muda urban. Dengan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian inimenganalisis praktik linguistik, aspek pragmatik, dan pengaruh media sosial untuk memahami peran Bahasa Jakseldalam memperkuat solidaritas kelompok di luar Jakarta. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi sebelumnya yangberfokus pada Jakarta atau platform digital, serta menawarkan rekomendasi bagi pendidik untuk memanfaatkanBahasa Jaksel dalam memperkuat solidaritas tanpa mengabaikan bahasa formal.Kata kunci: Bahasa Jaksel, identitas komunitas, Komunitas BOT, Telkom University, Sosiolinguistik