Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Kredibilitas Komunikator Terhadap Perilaku Pengamalan Nilai-Nilai Aswaja An-Nahdliyah: Studi Pada Pelatihan Makesta IPNU-IPPNU Kabupaten Bekasi 2025 Cintania Putri; Fajar Hariyanto; Nurkinan
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.6323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas komunikator yang meliputi keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik terhadap perilaku pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (Aswaja) pada peserta pelatihan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) IPNU-IPPNU di Kabupaten Bekasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari seluruh populasi sebanyak 63 anggota yang telah mengikuti MAKESTA tahun 2025 melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana dan uji t parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian komunikator tidak berpengaruh signifikan (t = 1,101; p = 0,275), sedangkan keterpercayaan (t = 3,585; p = 0,000) dan daya tarik komunikator (t = 3,682; p = 0,001) berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengamalan nilai Aswaja. Secara simultan, ketiga dimensi tersebut mampu menjelaskan 76,6% variansi perilaku pengamalan (R² = 0,766). Temuan ini memperkuat teori kredibilitas sumber dengan mengungkap bahwa dalam konteks pendidikan nilai keagamaan, dimensi afektif (keterpercayaan dan daya tarik) lebih dominan dibandingkan dimensi kognitif (keahlian). Implikasinya, seleksi dan pembinaan pemateri dalam kaderisasi organisasi keagamaan perlu memprioritaskan aspek integritas personal dan daya tarik komunikator
Konstruksi Gaya Hidup Minimalis Pekerja SCBD di Media Sosial (Studi Netnografi Pada Akun Tiktok @Budakcorporate): (Studi Netnografi Pada Akun Tiktok @Budakcorporate) Agstia Esa Handayani; Fajar Hariyanto; Weni Adityasning Arindawati; Khairul Arief Rahman
JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Vol 8 No 1 (2024): DESEMBER
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jike.v8i1.6057

Abstract

The emergence of a minimalist lifestyle in Indonesia has become increasingly popular in recent years. This research was conducted with the aim of analyzing the construction of a minimalist lifestyle and how to build an image as an SCBD worker in video content uploaded by the tiktok account @budakcorporate. The use of qualitative methods with a netnographic approach was carried out in July-December 2022. The minimalist lifestyle is basically a trend that aims to suppress consumerism. However, the content uploaded by the Tiktok account @budakcorporate shows that a minimalist lifestyle still involves consumerism depending on what the individual or perpetrator emphasizes. The implication is that there is a shift in the meaning of the minimalist lifestyle definition itself, from a concept of simplicity to a lifestyle that leans towards consumerist values.
Bahasa sebagai Senjata Kekuasaan: AWK Fairclough dan Hegemoni Gramsci dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Fathimah Azzahra; Fajar Hariyanto; Hendry Roris P. Sianturi
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i07.3631

Abstract

Konflik antara korporasi tambang, aparat negara, dan masyarakat lokal di Indonesia kerap tidak terwakili dalam wacana publik arus utama, sehingga karya sastra hadir sebagai medium komunikasi alternatif yang menyuarakan realitas yang tersisih. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekuasaan dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye sebagai praktik komunikasi sosial menggunakan integrasi Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough dan konsep hegemoni Antonio Gramsci. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis tiga dimensi Fairclough: teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan pengkodean tematik terhadap kutipan novel yang merepresentasikan praktik kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dikomunikasikan melalui strategi linguistik berlapis: diksi koersif dan eufemistik, manipulasi modalitas, transitivitas, kalimat pasif, dan nominalisasi. Pada tataran meso, teks berdialog dengan wacana konflik agraria nyata di Indonesia melalui intertekstualitas. Pada tataran makro, novel merepresentasikan sistem hegemoni Gramscian yang lengkap sebagai dua moda dominasi yang saling melengkapi: konstruksi persetujuan melalui bahasa dan koersi fisik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi AWK Fairclough dan hegemoni Gramsci dalam perspektif komunikasi kritis untuk membongkar mekanisme linguistik kekuasaan dalam fiksi populer. Implikasinya, novel populer dapat berfungsi sebagai ruang diskursif demistifikasi wacana kekuasaan yang efektif bagi khalayak luas.