Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Enhancing Grammatical Skills through Recounting the YouTube Video to Improve Speaking Ability Edy Suseno; Oikurema Purwati; Syafiul Anam
Linguistics Initiative Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27753719.32106

Abstract

Delivering ideas to others involves speaking in a significant way. Information exchange amongst language users is facilitated by this. However, many EFL students had difficulties when they tried to practice speaking. During the delivery, they stutter and become stuck. Ten freshmen attend the therapy to address these faults. It modifies YouTube content to enhance students' speaking abilities. To understand how to create sentences, the session began by using lexicogrammar. The instructor requested that the student study and retell a grammar video from YouTube in order to improve understanding. The students watched a vocabulary film on YouTube and then learnt and repeated the topic to increase their vocabulary. They then studied and repeated the information from a YouTube video that described the image. The teacher invited the students to describe photos using both written and spoken language in order to observe the students' growth in their vocabulary, grammar, and speaking abilities. The instructor provided feedback in the most recent class. The information gathered during the procedure was qualitatively examined. The study's findings led to an improvement in the students' speaking abilities by helping them with their grammar, vocabulary, and pronunciation. This kind of discovery could be used by teachers to teach the pertinent subjects. Additionally, it motivates additional researchers to study relevant topics.
Publishing a research paper in reputable journals: doctoral students’ perspectives Nur Hidayat; Slamet Setiawan; Syafiul Anam
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i2.25701

Abstract

This study aimed to enquire about the English foreign language (EFL) doctoral students’ perspective, especially in the non-English department, concerning the Indonesian government policy, which obliges an article published in a reputable international journal as a requirement to receive a doctoral degree. Their challenges in publishing their papers in Scopus or Web of Science (WOS)-indexed journals and their resolutions were also analyzed. A mixed-methods technique was used to obtain quantitative and qualitative information. The study consisted of 57 respondents, comprising 25 males and 32 females, who were EFL doctoral students of education departments from five universities. The purposive sampling method with several criteria was used to determine the study participants. Data were then collected through questionnaires and semi-structured interviews. Subsequently, the findings showed that the policy of publishing a paper in Scopus or WOS-indexed journals to obtain an EFL doctoral degree was burdensome to the majority of the students. Other findings showed that the students faced several challenges in publishing their papers in these journals, including language problems, cost of publication, journal selection, lack of experience, duration to publish, writing difficulties, revising, and stress. The actions to resolve these challenges were also provided in this study.
Pelatihan Manajemen dan Produksi Hibrid Pertunjukan dan Film ‘Sang Blawong’ di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri Syaiful Basri; Syafiul Anam; Anbie Haldini Muhammad
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3709

Abstract

Artikel ini membahas model pemberdayaan komunitas pesantren melalui pelatihan manajemen dan produksi seni hibrid penggabungan antara panggung pertunjukan dan film dalam proyek bertajuk Sang Blawong. Fokus kegiatannya adalah peningkatan kapasitas kreatif dan teknis santri Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri sebagai bagian dari transformasi pendidikan seni berbasis nilai keagamaan. Tujuan utama pengabdian ini adalah mengembangkan keterampilan manajerial, penulisan naskah, sinematografi, seni suara, serta penyutradaraan pertunjukan hibrid dalam satu model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Metode yang digunakan meliputi lokakarya interaktif, praktik produksi langsung, dan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, proses dokumentasi, dan evaluasi hasil karya. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan santri dalam mengelola produksi seni secara profesional, menghasilkan naskah dan film pendek Sang Blawong, serta menampilkan pertunjukan hibrid yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman dan lokalitas. Temuan ini menegaskan bahwa seni hibrid dapat menjadi media dakwah kreatif yang efektif sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis pesantren. Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada pembentukan kelompok seni pesantren yang berkelanjutan serta model integrasi seni, pendidikan, dan nilai keagamaan dalam satu ekosistem kreatif yang aplikatif.
Pelatihan Implementasi Sekolah Ramah Anak di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang syafiul anam; Abdul Hafidz; Abdur Rosyid
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i1.20073

Abstract

Abstrak Beberapa waktu belakangan ini, banyak diberitakan kasus kekerasan seksual dan fisik pada anak, tak terkecuali di sekolah, tempat mereka menimba ilmu. Oleh sebab itu, perlu adanya pelatihan implementasi sekolah ramah anak dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual dan fisik di sekolah yang dianggap aman untuk anak-anak belajar. Tujuan pelatihan ini adalah terwujudnya pendidikan yang ramah anak di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang. Dengan adanya pelatihan diharapkan akan mampu mewujudkan kualitas pendidikan yang baik di madrasah berbasis pesantren. Metode pelatihan yang digunakan adalah dengan metode pendekatan ceramah bervariasi dan praktek implementasi sekolah ramah anak. Hasil dari pelatihan ini menunjukan bahwa peserta menganggap bahwa materi pelatihan disajikan dengan baik, jelas dan sistematis. Peserta juga menganggap materi pelatihan sangatlah mendalam dan pemateri memberikan contoh-contoh yang nyata sehingga membantu mereka lebih mudah memahami materi. Selanjutnya, guru juga menyampaikan bahwa pelatihan sekolah ramah anak ini memberi manfaat dalam banyak hal, karena mampu meningkatkan pemahaman tentang pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, seperti untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di sekolah berbasis pesantren, serta untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat program pencegahan kekerasan seksual dan perundungan.