Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kentang Hasil Sortasi di Desa Mamampang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Muh. Ikmal Saleh; Akbar Akbar; Hasriani Hasriani
Madaniya Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.379

Abstract

Salah satu agribisnis sayuran yakni budidaya kentang, merupakan suatu konsep yang ideal, hidup, dinamis, dan berkembang, serta memberikan keuntungan bagi banyak pihak (manusia serta lingkungan biotik dan abiotik). Fungsi dari kentang dapat mendatangkan keuntungan bagi pengusaha industri makanan olahan, pedagang serta petani. Kendala utama yang dihadapi dalam agribisnis kentang di Indonesia adalah: 1) Sulitnya memperoleh benih bermutu, 2) Adopsi benih kentang bermutu relatif rendah, 3) Harga benih kentang bersertifikat relatif mahal dibanding dengan benih kentang yang dibuat sendiri oleh petani, 4) Penurunan produktivitas yang terjadi dikalangan para petani, 5) Kondisi lahan yang semakin rusak akibat penggunaan pestisida dan obat–obatan yang berlebihan, 6) Rendahnya kualitas benih yang digunakan. Tanaman kentang mampu memberikan dampak positif bagi petani. Permasalahan yang dihadapi PKK Desa Mamampang untuk memanfaatkan limbah kentang tersebut adalah: 1) Petani di Desa Mamampang Kecamatan Tombolopao belum mempunyai pengetahuan dalam memanfaatkan limbah kentang sehingga memiliki nilai tambah produk bagi masyarakat, 2) Pengetahuan petani dalam bidang pengolahan hasil produk belum memadai sehingga kentang hasil sortasi tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Bentuk solusi yang akan diberikan adalah: 1) Penyuluhan tentang pemanfaatan limbah kentang sebagai nilai tambah produk di Desa Mamampang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa, 2) Pendampingan dan pelatihan teknik pemanfaatan limbah kentang untuk mendapatkan nilai tambah bagi masyarakat kelompok wanita tani, 3) Pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan produk olahan dari limbah kentang.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK DAUN CENGKEH DI DESA BENTENG GANTARANG KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Akbar Akbar; Hebar Susanto; Ratnawati Tahir
MEDIAGRO Vol 19, No 1 (2023): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v19i1.8239

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis besarnya pendapatan yang diperoleh dan tingkat kelayakan usaha pada usaha penyulingan minyak daun cengkeh. Informan dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha penyulingan minyak daun cengkeh Penelitian ini di laksanakan pada bulan juni dan juli 2022. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja daengan bahwa daerah ini termasuk sentral usaha penyulingan minyak daun cengkeh. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan, penerimaan dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh pada tahun 2022, bulan Juni sebesar Rp. 26.003.169, sedangkan pada bulan Juli sebesar Rp.36.575.338, sehingga total pendapatan keseluruhan selama dua bulan yaitu sebesar Rp. 62.578.338. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh dari bulan Juni ke bulan Juli mengalami kenaikan, yang di sebabkan oleh adanya penambahan bahan baku Dan kelayakan usaha penyulingan minyak daun cengkeh menunjukkan rata-rata R/C Ratio 1,40. Hal ini menunjukkan bahwa R/C Ratio jika lebih dari satu, berarti layak untuk di usahakan. Semakin tinggi R/C ratio sebuah usaha maka semakin tinggi keuntungan yang di dapat.
Farmer Household Income and Farmer’s Wife Contribution in Pattinoang Village Galesong District Takalar Regency Mirnani Mirnani; Jumiati Jumiati; Akbar Akbar
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p13

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pendapatan rumah tangga dan kontribusi istri petani terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Pattinoang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2022. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Adapun teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling sebanyak 38 sampel dari 190 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar Rp 1.946.052 perbulan dan kontribusi istri petani terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 38% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 742.105 perbulan.
KAJIAN MODAL SOSIAL DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA BODDIA KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR (Study Of Sosial Capital In Supporting Household Food Security Of Rice Farmers In Boddia Village, Galesong Sub-District, Takalar District) AKBAR AKBAR; SUDARMIN SUDARMIN; RATNAWATI TAHIR
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 6, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jakp.6.1.2023.10156.23-33

Abstract

This study aimed to examine sosial capital in supporting rice farming household food security. The buying technique for informants was carried out by purposive sampling. Data collection by way of observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is qualitative data analysis. The results of the study show that in realizing rice farmer household food security it is supported by the role of sosial capital as an adhesive in strengthening the role of farmers in society, including: (1) Trust in resilience in supporting rice farmer household food is an attitude of mutual trust and respect that is built between farmers and the community (2) Sosial networks in supporting rice farming household food security are sosial networks built on the basis of common interests, networks of power, kinship and kinship (3) Sosial norms in supporting rice farming household food security in the form of rules written and unwritten. Written sosial norms include the existence of written agreements related to planting schedules and types of seeds used in order to maintain production sustainability to fulfill household food agreements. The unwritten rules are in the form of a tradition called appa rappo (routine activities that are believed to make farming successful).
KAJIAN MUDHARABAH PADA USAHATANI KENTANG DI DESA ERELEMBANG KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Ardi Rumallang; Akbar Akbar
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 48, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v48i2.9679

Abstract

Usahatani kentang merupakan usaha unggulan bagi petani sayur di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupataen Gowa. Penelitian ini akan mengkaji dan mengetahui proses terjadinya mudharabah, penerapan mudharabah dan pendapatan petani dengan penerapan mudharabah pada usahatani kentang di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Petani pemilik modal dan petani penggarap pada buidaya kentang yang diikat dalam perjanjian kerjasama dijadikan sebagai populasi dan sampel pada penelitian ini. 30 orang yang dijadikan sampel pada penelitian ini. Masing-masing 15 orang pemilik modal dan 15 orang petani penggarap. Purposive sampling merupakan teknik yang dipakai dalam penentuan sampel. Selanjutnya analisis deskriptif kualitatif dan pendapatan yang digunakan dalam menganalisi data penelitian.            Hasil pengamatan diperoleh bahwa konsep mudharabah pada usahatani kentang di tandai dengan adanya perjanjian kerjasama antara petani pemilik modal dengan petani penggarap dengan perjanjian  petani pemiliki modal menyiapkan dan memberikan dana kepada petani penggarap untuk dikelola sepenuhnya yang diikat dalam perjanjian secara lisan. Selanjutnya petani penggarap menerima modal yang diberikan oleh pemilik modal untuk melakukan usahatani kentang. Hasil produksi atau penjualan kentang dilakukan bagi hasil dengan sistem 3 : 1 atau dengan kata lain petani pemilik modal mengambil 2 bagian dan petani penggarap 1 bagian dan Pendapatan petani pemilik modal dengan petani penggarap dari penguasaan lahan petani dengan luas 0,5 ha dengan pendapatan petani pemilik modal sebesar Rp. 43.750.000 dan pendapatan petani penggarap sebesar Rp. 21.875.000, lahan dengan luas 1,0 ha dengan pendapatan petani pemilik modal sebesar Rp. 107.380.000 dan pendapatan petani penggarap sebesar Rp. 53.690.000 dan lahan dengan luas 1,5 ha dengan pendapatan petani pemilik modal sebesar Rp. 127.575.000 dan pendapatan petani penggarap sebesar Rp. 63.787.500 per satu kali musim tanam
Peran Kelembagaan Petani Dalam Pengembangan Usahatani Kopi Arabika (Coffea arabica) Di Desa Kendenan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Ummul Khaerah; Nurdin Nurdin; Akbar Akbar
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.550

Abstract

The research aims to determine the existing institutions and the institutional role of farmers in the development of Arabica coffee farming. Determination of the sample using purposive sampling technique. The samples obtained were 14 people. The data analysis used is a qualitative data analysis method. The results showed that there were 3 farmer institutions including: Farmer Groups, Association of Farmer Groups (Gapoktan), Women Farmer Groups (KWT). The institutional role of farmers is the role of farmer groups, namely as a learning unit, as a cooperation unit, and as a production unit. Gapoktan's role is to provide capital and collectively market the results. The role of farmer women's groups, namely, as a unit of cooperation, as a learning unit and as a production unit. 
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA TANI BAWANG MERAH DI KELURAHAN TANETE KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Nurul Faisal; Nurdin Nurdin; Akbar Akbar
MEDIAGRO Vol 19, No 2 (2023): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v19i2.8468

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis besarnya pendapatan yang diperoleh dan tingkat kelayakan usaha pada usaha tani bawang merah. Informan dalam penelitian ini yaitu petani bawang merah sebanyak 25 orang menggunakan simple random sampling, Penelitian ini di laksanakan pada bulan September-November 2022. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja daengan bahwa daerah ini termasuk sentral usaha tani bawang merah. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, analisis BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penerimaan yang diperoleh  petani Rp. 199.284.958/ha dikurang dengan total biaya sebesar Rp. 19.763.474/ha, sehingga diperoleh pendapatan yang diterima oleh petani bawang merah adalah sebesar Rp. 179.521.484/ha. Nilai R/C Ratio yang diperoleh sebesar 10,08 kriteria dalam menentukan kelayakan usaha yaitu R/C Ratio > 1, maka usaha tani tersebut layak untuk diusahakan. Berdasarkan nilai R/C Ratio yang diperoleh sebesar 10,08 yang artinya penggunaan input sebesar Rp. 1 dapat menghasilkan output sebesar atau dengan kata lain keuntungan yang di peroleh sebesar 10,08. Dengan hasil tersebut maka usahatani bawang merah di kelurahan tanete menguntungkan secara ekonomis dan layak untuk diusahakan. Total BEP penerimaan minimum yang harus diterima dalam usahatani bawang merah agar tidak mengalami kerugian dalam satu kali musim tanam adalah sebesar RP. 21.567.035, dan jumlah produksi minimum sebesar 685,1028 Kg, luas lahan minimum yang harus diusahakan seluas 0,06 hektar atau seluas 600 meter persegi. Harga jual minimum sebesar Rp. 11.854,25/Kg.
Peran Kelembagaan Petani Dalam Pengembangan Usahatani Kopi Arabika (Coffea arabica) Di Desa Kendenan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Ummul Khaerah; Nurdin Nurdin; Akbar Akbar
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.550

Abstract

The research aims to determine the existing institutions and the institutional role of farmers in the development of Arabica coffee farming. Determination of the sample using purposive sampling technique. The samples obtained were 14 people. The data analysis used is a qualitative data analysis method. The results showed that there were 3 farmer institutions including: Farmer Groups, Association of Farmer Groups (Gapoktan), Women Farmer Groups (KWT). The institutional role of farmers is the role of farmer groups, namely as a learning unit, as a cooperation unit, and as a production unit. Gapoktan's role is to provide capital and collectively market the results. The role of farmer women's groups, namely, as a unit of cooperation, as a learning unit and as a production unit.Â