Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS UNJUK KERJA EKUALIZER PADA SISTEM KOMUNIKASI DENGAN ALGORITMA GODARD Butet Nata Marliana Simamora; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1571.525 KB)

Abstract

Karakteristik kanal komunikasi yang tidak ideal dapat menimbulkan terjadinya interferensi pada sinyal informasi yang melewatinya. Pada sistem telekomunikasi saat ini, gangguan Inter Symbol Interference (ISI) dan juga noise merupakan bentuk distorsi sinyal dimana satu simbol dapat menganggu simbol berikutnya.  Distorsi tersebut dapat mengakibatkan kenaikan Symbol Error Rate (SER) data informasi yang  diamati di sisi penerima. Paper ini akan membahas  ekualizer Godard yang dapat mengurangi interferensi. Agar ekualizer adaptif dapat bekerja dengan baik, maka parameter-parameter ekualizer perlu diatur terlebih dahulu. Berdasarkan  hasil simulasi yang dilakukan diperoleh besarnya SER untuk sinyal yang dipengaruhi oleh AWGN dan Fading Rayleigh pada SNR = 20 sampai 41 adalah 0.7164 sampai 0.7909. Untuk panjang filter (N) mulai 20 sampai 41 maka nilai SER yang dihasilkan adalah 0.7267 sampai 0.7832. Untuk step size mulai dari 0.001 sampai 0.035 maka nilai SER yang dihasilkan adalah 0.7091. sampai 0.7842.
ANALISIS UNJUK KERJA EKUALIZER KANAL ADAPTIF DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SATO Direstika Yolanda; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.539 KB)

Abstract

Karakteristik kanal komunikasi yang tidak ideal dapat menimbulkan terjadinya interferensi pada sinyal informasi yang melewatinya. Pada sistem telekomunikasi saat ini, gangguan Inter Symbol Interference (ISI) dan juga noise merupakan bentuk distorsi sinyal dimana satu simbol dapat menganggu simbol berikutnya.  Distorsi tersebut dapat mengakibatkan kenaikan Symbol Error Rate (SER) data informasi yang  diamati di sisi penerima. Paper ini akan membahas  ekualizer Sato yang dapat mengurangi interferensi. Agar ekualizer adaptif dapat bekerja dengan baik, maka parameter-parameter ekualizer perlu diatur terlebih dahulu. Berdasarkan  hasil simulasi yang dilakukan diperoleh besarnya SER untuk sinyal yang dipengaruhi oleh AWGN dan Fading Rayleigh pada step size mulai dari 0.001 sampai 0.032  maka nilai SER yang dihasilkan adalah 0.7001. sampai 0.7577. Untuk panjang filter (N) mulai 20 sampai 41 maka nilai SER yang dihasilkan adalah 0.7248 sampai 0.7832. Untuk SNR mulai 15 sampai 27 adalah 0.7456 sampai 0.7886.
ANALISIS KINERJA SPECTRUM SENSING MENGGUNAKAN METODE CYCLOSTATIONARY PADA COGNITIVE RADIO Dedi Panjaitan; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.198 KB)

Abstract

Spektrum frekuensi dalam telekomunikasi memiliki peranan penting, karena melalui spektrum ini data dapat dikirimkan. Penggunaan frekuensi maksimal dapat mengakibatkan interferensi sehingga dibutuhkan sistem yang dapat mengatur pengelolaan spektrum frekuensi. Dengan sistem cognitive radio diharapkan dapat menanggulangi masalah pengelolaan spektrum frekuensi. Paper ini membahas tentang kinerja metode cyclostationary dalam mendeteksi spektrum frekuensi FM radio pada sistem cognitive radio dengan menggunakan tiga window yaitu Hamming, Blackman dan Kaiser. Dari hasil simulasi yang dilakukan diperoleh window Kaiser lebih  sensitif dalam mendeteksi Primary User pada kenaikan presentase pembangkitan data sebesar 60%, 70% dan 80% yaitu sebanyak 30, 35 dan 40 primary user. Dengan menggunakan window Blackman mampu mendeteksi Primary user pada kenaikan 80 % dan 50 % dengan jumlah kanal frekuensi 40 dan 50 sedangkan window Hamming pada kenaikan 100% saja dengan jumah kanal frekuensi acak 50 dari rentang band frekuensi FM radio yang ditetapkan yaitu dari 87,5 sampai 108 MHz.
ANALISIS ALOKASI KANAL DINAMIK PADA SISTEM KOMUNIKASI SELULAR DENGAN ALGORITMA TABU SEARCH Isywalsyah Lani Putri; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.633 KB)

Abstract

Sistem komunikasi seluler menjadi sangat penting pada masa sekarang. Namun dalam sistem komunikasi seluler terdapat keterbatasan kanal. Banyak hal telah dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan kanal tersebut salah satunya ialah dengan adanya alokasi kanal yang tepat. Tulisan ini membahas bagaimana menganalisis pengoptimasian suatu alokasi kanal dinamik pada komunikasi seluler dengan menggunakan algoritma tabu search. Selain itu juga membahas bagaimana mengatasi suatu channel assignment problem (CAP). Dari hasil pemodelan yang dilakukan dengan nilai kriteria aspirasi yang berbeda maka didapatkan tingkat utilisasi kanal dan panggilan blocking. Dengan nilai kriteria aspriasi sebesar 5 maka didapatkan blocking sebanyak 115 panggilan dari total seluruh panggilan sebanyak 287 panggilan. Dan dihasilkan 172 panggilan yang dapat dilayani dengan tingkat utilisasi kanal sebanyak 66,66%. Dengan nilai kriteria aspirasi sebesar 6 maka didapatkan blocking sebanyak 105 panggilan dari total seluruh panggilan sebanyak 287 panggilan. Dan dihasilkan 182 panggilan yang dapat dilayani dengan tingkat utilisasi kanal sebanyak 55,63%. Dengan nilai kriteria aspirasi sebesar 7 maka didapatkan blocking sebanyak 66 panggilan dari total seluruh panggilan sebanyak 287 panggilan. Dan dihasilkan 221 panggilan yang dapat dilayani dengan tingkat utilisasi kanal sebanyak 47,73%.
ANALISIS UNJUK KERJA EKUALIZER PADA SISTEM KOMUNIKASI DENGAN ALGORITMA STOP AND GO Indra Fauziah; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.724 KB)

Abstract

Karakteristik kanal komunikasi yang tidak ideal menimbulkan distorsi pada sinyal informasi yang melewatinya. Distorsi tersebut dapat mengakibatkan kenaikan Symbol Error Rate (SER) pada data informasi hasil deteksi di sisi penerima. Pengaruh distorsi kanal pada sinyal informasi dapat dikurangi dengan penggunaan ekualizer. Paper ini menyajikan analisis kinerja ekualizer, yang didasarkan pada pendekatan linier dari Ekualizer Stop and Go yang dipengaruhi oleh bit yang ditransmisikan, iterasi Step Size, panjang filter dan Signal To Noise Ratio(SNR) serta penambahan kanal Fading Rayleigh dan AWGN (Additive White Gaussian Noise). Hasil simulasi menujukkan bahwa nilai step size, panjang filter dan SNR sangat berpengaruh terhadap besar nya nilai SER. Semakin besar nilai step size dan panjang filter maka semakin besar pula nilai SER yang diperoleh. Semakin besar nilai SNR semakin kecil nilai SER yang diperoleh.
ANALISIS ALOKASI KANAL DINAMIK PADA KOMUNIKASI SELULER DENGAN ALGORITMA NEURAL NETWORK Siti Aminah; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.974 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi telekomunikasi saat ini berkembang pesat. Hal ini mengakibatkan pengguna jaringan telekomunikasi semakin meningkat, sementara banwidth yang tersedia terbatas. Apabila trafik panggilan padat dan bandwidth yang tersedia tidak dapat memenuhi seluruh permintaan panggilan, maka akan mengakibatkan panggilan yang jatuh atau ditolak. Untuk menghindari panggilan yang jatuh atau ditolak diperlukan suatu teknik pengalokasian kanal yang dapat meminimalisasi jumlah panggilan yang ditolak dengan memaksimalkan penggunaan kanal yang tersedia. Dalam tulisan ini membahas pengalokasian kanal dinamik pada GSM dengan menggunakan Algoritma Neural Network sebagai metode penyelesaiannya. Dalam hal ini algoritma Neural Network digunakan sebagai metode untuk mengimplementasikan channel assignment problem (CAP) pada sistem komunikasi seluler. Dari analisis alokasi kanal dinamik ini dapat dilihat dinamik terletak pada nilai call demand yang berubah. Dari hasil pemodelan yang dilakukan diperoleh jumlah kanal yang dapat dialokasikan pada inisialisasi sebesar 126 kanal dengan nilai call demand tertinggi 26 panggilan. Dengan nilai bobot cii=5 terdapat 111 panggilan yang ditolak. Kemudian pada update 1 terdapat 96 panggilan yang ditolak dengan mengubah bobot cii=6 tetapi hanya pada sel yang terblok, pada update 2 terdapat 80 panggilan yang ditolak dan nilai bobot cii diubah menjadi 6 hanya pada sel yang terbloking. Pada update 3 tidak didapat lagi panggilan yang terbloking sehingga dapat dikatakan sistem bekerja dengan baik atau optimal.
ANALISIS PENGALOKASIAN KANAL PADA KOMUNIKASI SELULER DENGAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING Elisabeth Bestiana Siregar; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.438 KB)

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi telekomunikasi semakin meningkat, pengguna telepon selular pun semakin bertambah pesat. Pada waktu tertentu permintaan kanal akan maksimal bahkan melebihi kapasitas saluran yang tersedia, hal tersebut dapat mengakibatkan banyak panggilan tidak dapat dilayani atau diblok. Pada nilai tertentu tingkat kegagalan masih dapat diterima namun selebihnya diperlukan solusi pemecahan akan masalah tersebut, salah satunya adalah pengoptimalan kanal. Tulisan ini membahas pengalokasian kanal pada GSM dengan menggunakan Algoritma Simulated Annealing sebagai metode penyelesaiannya. Alokasi kanal  merupakan masalah optimasi yang meminimalkan interferensi yang ditimbulkan oleh adjacent channel dan co-channel. Dalam hal ini algoritma Simulated Annealing digunakan sebagai metode untuk mengimplementasikan channel assignment problem (CAP) pada sistem komunikasi seluler. Salah satu parameter dalam algoritma ini adalah state (solusi). Adapun state yang dipakai untuk implementasi CAP adalah urutan sel dimana kanal akan dialokasikan pada sel tersebut, dengan nilai cii atau jarak pemisah antar kanal dalam satu sel bernilai 5 dan 6. Dari pengalokasian kanal yang dilakukan panggilan yang ditolak berkurang setelah dilakukan update state. Dimana jumlah kanal yang dapat dialokasikan pada state awal dengan cii=5 sebesar 126 kanal, terdapat 85 panggilan yang ditolak. Kemudian setelah update state dengan cii=6, jumlah kanal yang dialokasikan sebesar 151 kanal dan total panggilan yang ditolak menjadi 15 panggilan.
ANALISIS ALOKASI KANAL DINAMIS PADA KOMUNIKASI SELULER DENGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Bevan Thomas Sittar; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.316 KB)

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi telekomunikasi semakin pesat, pengguna telepon selular semakin bertambah meningkat. Pada waktu tertentu permintaan kanal akan maksimal bahkan melebihi kapasitas saluran yang tersedia, hal tersebut dapat mengakibatkan banyak panggilan tidak dapat dilayani atau diblok. Tingkat kegagalan pada nilai tertentu masih dapat diterima, namun selebihnya diperlukan solusi pemecahan akan masalah tersebut, salah satunya adalah pengoptimalan kanal. Tulisan ini membahas optimasi pengalokasian kanal dinamis pada GSM dengan menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization sebagai metode penyelesaiannya. Metode algoritma ini menggunakan sekumpulan partikel yang bekerjasama, dimana masing-masing partikel merepresentasikan satu kandidat solusi untuk mengeksplorasi solusi-solusi yang memungkinkan bagi permasalahan optimasi. Hasil simulasi dengan jumlah kanal yang tersedia sebesar 64 kanal  diperoleh nilai probabilitas blocking rata-rata dari metode Frequency Exhaustive Assignmnet (FEA) sebesar  32.75% dan dengan Particle Swarm Optimization (PSO) sebesar 17.38%.
PENGOPTIMASIAN KANAL DINAMIK PADA KOMUNIKASI SELULER DENGAN ALGORITMA GENETIKA Rimhot Omri Tua; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.092 KB)

Abstract

Sistem komunikasi seluler saat ini tumbuh sangat pesat, sementara bandwidth yang dibutuhkan tidak tumbuh sejalan dengan permintaan. Hal ini dapat mengakibatkan banyak panggilan yang tidak dapat dilayani atau diblok. Perlu dicari solusi untuk dapat meminimalkan panggilan yang tidak dapat dilayani, yaitu dengan melakukan optimisasi pengalokasian kanal. Tulisan ini membahas pengoptimasian kanal dengan menggunakan Algoritma Genetika sebagai metode penyelesaiannya. Algoritma Genetika adalah salah satu metode pengoptimasian yang banyak digunakan dalam bidang keteknikan. Berlandaskan ilmu genetika, metode ini bertujuan mencari sifat-sifat unggul yang ada pada induk kemudian diturunkan kepada generasinya. Pada optimasi Algoritma Genetika ini, parameter yang  diubah adalah nilai cross over untuk nilai 0,1 mendapatkan kanal 157, untuk 0,5 mendapatkan kanal 163 dan 0,9 mendapatkan kanal 160. Parameter tipe Cross over satu titik, dua titik, dan banyak titik sama-sama memiliki jumlah kanal 149. Parameter nilai mutasi untuk nilai 0,005 memiliki jumlah kanal 162, untuk nilai 0,01 memiliki jumlah kanal 185, dan untuk nilai 0,1 memiliki jumlah kanal 373. Parameter tipe seleksi Roda Roulette, seleksi Ranking, dan Tournament memiliki jumlah kanal yang sama yaitu 149. Dan parameter string bit 6, 12, dan 33 memiliki jumlah kanal yang sama yaitu 149.  Hasil optimal dari prosedur Algoritma Genetika ini untuk 18 sel adalah 149 kanal.
STUDI PENGGUNAAN ALGORITMA ANT COLONY DALAM PENGALOKASIAN KANAL DINAMIK PADA KOMUNIKASI SELULER Beni Afnora Ganda; Rahmad Fauzi
Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.112 KB)

Abstract

Keterbatasan spektrum frekuensi atau kanal menjadi salah satu masalah pada  komunikasi seluler pada saat ini. Untuk itu perlu dicari solusi untuk dapat meminimalkan panggilan yang tidak dapat dilayani atau diblok, yaitu dengan melakukan optimasi pengalokasian kanal. Tulisan ini membahas penggunaan algoritma ant colony dalam pengalokasian kanal dinamik pada komunikasi seluler, sebagai metode penyelesaiannya. Dengan metode ini diharapkan persentase probailitas blocking menjadi lebih kecil. Hasil optimasi menggunakan metode Frequency Exhaustive Assignment (FEA) dengan jumlah kanal yang tersedia 64 kanal memiliki rata-rata probabilitas blocking 20.40 %, sedangkan hasil optimasi algoritma ant colony dengan parameter yang sama memiliki probabilitas blocking 14.40 %. Ini menunjukan bahwa pengalokasian kanal menggunakan algoritma ant colony mampu mengurangi probabilitas blocking.