Effendy Effendy
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMASARAN KOPRA DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA Moh Akbar; Effendy Effendy; Wirahatmi Wirahatmi
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 1 No 3 (2022): November
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v1i3.1513

Abstract

This study aims to analyze the cocoa marketing chain from Labuan Toposo Village, Labuan Subdistrict, Donggala Regency to the hands of consumers. This research was conducted in Labuan Toposo Village, Labuan Subdistrict, Donggala Regency from March to May 2020. Respondents were determined using simple random sampling method (Simple Random Sampling) with 32 producers (farmers) as respondents and the trader respondents were selected by means of the Tracing Sampling method in order to obtain 1 trader and 1 wholesaler. marketing shows that the copra marketing channel in Labuan Toposo Village is through two marketing channels, namely: Farmers Traders, Collectors, Factory wholesalers (final consumers), Farmers, Factory wholesalers (final consumers). The results of channel 1 copra marketing margin analysis, namely MT = Rp. 1,500 / kg while the second channel is MT = Rp. 1,000 / kg. The share of the price received by cocoa farmers on channel 1 is 81.3%, while in the second channel is 87.5%. Marketing efficiency in the first channel is 9.0 %, while the efficiency value for channel II is 7.8%, so that of the two channels, the most efficient channel is the second channel with
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI CENGKEH DI DESA SILAMPAYANG KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG Nur Fadillah Marzuki; Effendy Effendy; Wira Hatmi
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v2i1.1637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usahatani cengkeh di Desa Silampayang Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2022. Responden pada penelitian ini sebanyak 30 dengan jumlah populasi petani cengkeh sebanyak 90 orang. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan petani cengkeh rata-rata sebesar Rp. 31.566.131/Ha/Tahun, rata-rata total biaya adalah Rp. 11.967.787/Ha/Tahun, maka rata-rata pendapatan petani cengkeh adalah Rp. 19.598.344/Ha/Tahun. Pada kelayakan usahatani cengkeh adalah R/C = 2,63 artinya usahatani cengkeh tersebut layak diusahakan oleh petani, mengingat R/C Ratio lebih besar dari 1, dimana nilai tersebut menunjukkan total penerimaan lebih besar dari total biaya-biaya yang dikeluarkan oleh petani cengkeh di Desa Silampayang Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong.
PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN BUAH-BUAHAN PADA SUBSEKTOR HORTIKULTURA DI KABUPATEN PASANGKAYU Nur Safitri Haris; Effendy Effendy; Siti Yuliaty Chansa
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v2i2.1770

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komoditas unggulan buah-buahan pada subsektor hortikultura di Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2022. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasangkayu tahun 2016-2020. Analisis yang digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Hasil dari analisis LQ menunjukkan bahwa komoditas buahbuahan yang tergolong unggulan adalah jeruk, salak, sawo dan sukun dengan nilai rata-rata LQ > 1. Hasil dari analisis DLQ menunjukkan bahwa komoditas yang dapat diharapkan menjadi komoditas unggulan di masa yang akan datang di Kabupaten Pasangkayu dengan nilai DLQ > 1 adalah langsat, durian, mangga, salak, dan sawo. Sedangkan komoditas yang tidak dapat diharapkan di masa yang akan datang menjadi komoditas unggulan adalah komoditas alpukat, belimbing, jambu air, jambu biji, jeruk, manggis, nangka, nanas, pepaya, pisang, rambutan, sirsak dan sukun dengan nilai rata-rata DLQ < 1. Analisis gabungan LQ dan DLQ menunjukkan bahwa yang mengalami perubahan posisi yaitu komoditas langsat, durian dan mangga dari non unggulan menajdi unggulan, sedangkan komoditas yang mengalami perubahan posisi dari unggulan menjadi non unggulan adalah komoditas jeruk dan sukun, adapun komoditas seperti salak dan sawo tidak mengalami perubahan posisi tetap menjadi unggulan.
ANALISIS NILAI TAMBAH KACANG SEMBUNYI PADA INDUSTRI RUMAHTANGGA ALA MOM RAJA DI KABUPATEN PASANGKAYU Alyuni Ruslan; Effendy Effendy; Siti Yuliaty Chansa Arfah
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v2i2.1775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh Industri daripengolahan kacang tanah menjadi kacang sembunyi di Industri 1 Ala Mom Raja. Penelitian inidilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2022 yang berlokasi di Jalan Andi Depu Kabupaten Pasangkayu. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik Industri 1Ala Mom Raja dan4 karyawan. Alat analisis yang digunakan adalah Value Added Analisis menurut Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari kacang sembunyi Industri 1 Ala Mom Raja adalah sebesar Rp. 191.800/kg. Nilai output yang dihasilkan adalah Rp 225.000/kg. Nilai kontribusi input lainnya adalah Rp 3.200/kg. Rasio nilai tambah adalah persentase antara nilai tambah dan nilai keluaran.Rasio nilai tambah di Industri 1 Ala Mom Raja adalah 85,24%. Hal ini menunjukkan bahwa denganmenggunakan bahan baku kacang tanah sebanyak 8 kg dapat menghasilkan kacang tanah sebanyak 15 kg. Besarnya pendapatan kacang sembunyi adalah Rp. 8.415,898.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT DI DESA BULUBONGGU KECAMATAN DAPURANG KABUPATEN PASANGKAYU Rahma Dayanti H. Samina; Effendy Effendy; Wira Hatmi
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 2 No 3 (2023): November
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v2i3.1988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor luas lahan, tenaga kerja, pupuk dan pengalaman berusahatani terhadap produksi kelapa sawit di Desa Bulubonggu Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu. Responden dalam penelitian ini ialah petani di Desa Bulubonggu Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan pertimbangan petani kelapa sawit dapat memberikan informasi, sehingga diharapkan bisa diperoleh hasil yang cukup akurat dan representatif sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan memperlihatkan R square 0,961 dan nilai Fhitung 201.176 > Ftabel 2,66 pada tingkat α=5% atau 0,05%, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu faktor produksi menunjukkan bahwa variabel bebas Jumlah Pohon Berpoduksi berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit sedangkan variabel bebas Luas Lahan, Pupuk dan Pengalaman Berusahatani tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit di Desa Bulubonggu Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu.
Co-Authors Abdul Muis Aisya Mini Alamsyar, Al Alto Kristian Patoki Alyuni Ruslan Ambo Abd Kadir Pakanyamong Andi Achmad R. R Andi Pribadi Aprianto Ruru Membalik Arifuddin Lamusa Astan Anwar Astrid Damayanti Ayu Triani Christoporus Christoporus Cipto Noris Crishtophorus Crishtophorus Dafina Howara Dafina Howara Dafina Howara Dafina Howara Dance Tangkesalu Dennis Reynhard Lagebada Dewi Sartika L.Br Manurung Dian Nurul Hikmah Dian Safitri Erlin Tudang Killa’allo Febrian M. Gantima Hudria Hudria I Nyoman Sutryono I Wayan Erma Susanta Ihdiani Abubakar Indra Agung Wijaya Isen Isen Isna Meyke Wengkau Kadek Mega Astini Lateefah Chukeaw Lien Damayanti Linda Firani Lisdayani Lisdayani M. Alfit A. Laihi Made Antara Made Antara Made Antara Made Antara Made Krisna Laksamayani Marhawati Mappatoba Max Nur Alam Max Nur Alam Max Nur Alam Max Nur Alam Moh Akbar Moh Januar Moh Sigit Maradhika Monifa Aprilia Rahma Muh Fardhal Pratama Murni Murni Nadyah F Mahuku Nani Sutarni Ninis Widya Ningrum Nur Azmi Fitra. H Nur Fadillah Marzuki Nur Safitri Haris Nuraeni Nuraeni Nurfadillah Suaib Nurhalima Nurhalima Nurmedika, Nurmedika Pariyatna Pariyatna Putri Lestari Rahma Dayanti H. Samina Rajab Amin Ramadhan Ramadhan Ross M. Olva Amtiran Rukavina Rukavina Rustam Abd. Rauf Salma Salma Samsul Bahri Sari Anggrainy Babay Siti Yuliaty Chansa Siti Yuliaty Chansa Arfah Soedarman Ghalib Syah Sri Handayani Sukanda Katuwu Sulaeman Sulaeman Sulaeman Weny Ade Wira Hatmi Wira Hatmi Wira Hatmi Wirahatmi Wirahatmi Yuda Hardiantoro