Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa) dengan Penggunaan Beberapa Amelioran dan Teknik Pengairan pada Lahan Sawah tercekam Fe Ida Setya Wahyu Atmaja; Ismail Saleh; Siti Wahana
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 1, No 2 (2018): AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.909 KB) | DOI: 10.33603/jas.v1i2.2097

Abstract

Padi merupakan pangan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Budidaya padi seringkali terkendala oleh kelarutan Fe yang tinggi akibat penggenangan yang terus menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penggenangan dan pemberian amelioran terhadap pertumbuhan dan produksi padi pada lahan sawah yang tercekam Fe. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri atas kombinasi teknik pengairan (tergenang dan macak-macak) dan jenis amelioran (jerami, kapur, dan tanpa amelioran). Terdapat enam kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap serapan hara tanaman padi serta jumlah anakan pada umur 4 dan 6 MST. Sedangkan peubah lain tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Kata kunci: amelioran, jerami, kapur, pengairan
Kajian Penerapan Teknologi Terhadap Pendapatan Usahatani Mangga Gedong Gincu (Mangifera Indica L.) (Studi Kasus di Wilayah Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon) Yayat Rahmat Hidayat; Dina Dwirayani; Ismail Saleh
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.318 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.15

Abstract

Penerapan teknologi dibidang pertanian khususnya dalam usahatani mangga gedong gincu adalah GAP (Good Agricultural Practices) dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).GAP adalah pedoman umum dalam melaksanakan budidaya yang benar untuk menjamin kualitas produk dan keamanan petani maupun konsumen serta ramah lingkungan. Masalah pokok yang diteliti adalah sampai sejauh mana petani mangga gedong gincu menerapkan teknologi, sehingga meningkatkan pendapatan melalui hasil produksi yang dicapai. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tingkat penerapan teknologi GAP yang dilakukan petani mangga gedong gincuserta menganalisis pengaruh penerapan teknologi ini terhadap peningkatan pendapatan usahatani mangga gedong gincu. Penelitian dilakukan di dua sentra produksi mangga yaitu di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon dengan jumlah sampel 60 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan pengisian kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa rata-rata petani mangga gedong gincu di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon telah menerapkan teknologi GAP sesuai SOP. Penerapan teknologi GAP berdampak positif pada meningkatkan pendapatan usahatani mangga gedong gincu. Pendapatan Usahatani Mangga gedong gincu sebesar Rp 59,359,022. Selain itu penerapan teknologi GAP juga dapat meningkatkan tingkat kelayakan usahatani atau R/C Rasio. R/C Ratio yang didapat adalah 2,05 artinya setiap Rp. 1 yang digunakan akan memberikan keuntungan sebanyak Rp. 2,05. Usahatani mangga gedong gincu layak dilakukan karena R/C rasio > 1. Pada analisis B/C Rasio dapat dilihat hasilnya adalah 1,05, artinya dari Rp 1 biaya petani mempunyai untung sebanyak Rp. 1,05. Penggunaan teknologi GAP berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai konstanta sebesar -1,342 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel penggunaan teknologi GAP (X1), maka nilai pendapatan (Y) adalah -1,342. Koefisien regresi sebesar 0,934 menyatakan bahwa setiap penambahan satu skor atau nilai penggunaan teknologi GAP akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,93.
Penerapan Pertanian Sehat Desa Bantaragung Untuk Menjaga Kelestarian Ekosistem Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Ismail Saleh; Raden Eviyati; Farida Mardhatilla; Siti Wahana
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.392 KB) | DOI: 10.30596/jp.v3i1.2513

Abstract

Bantaragung village, Sindangwangi sub-district, Majalengka district is one of tourist destination in West Java. This village was located near to Gunung Ciremai National Park. The purpose of application of eco-friendly farming in this village was to preserve the ecosystem around Bantaragung village and Gunung Ciremai National Park. The effort to begin eco-friendly farming in Bantaragung village by investigate the interest of people about eco-friendly farming by using questionnaire, training to make organic fertilizer from rice straw, make a pilot field of organic farming, and focus group discussion (FGD) to discuss with the farmer about the next plan in applying eco-friendly farming in this village. The result of these extension activities was the interest of farmer to using organic fertilizer increased. The growth and yield of rice in pilot field was decreased due to infertile soil and the nutrient from organic fertilizer was still unavailable to plant. It was the common thing because in applying organic farming, the yield was decreased in the first planting season. The next plans of this extension was to apply rice straw-the wastes from previous planting to the soil in order to restore the nutrient that had been absorbed by plant.
Respon Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Beberapa Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Limbah Cair Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair Muhamad Nizar Maulid Junaedi; Ismail Saleh; Siti Wahyuni
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 5 No. 2 (2021): Desember 2021 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51589/ags.v5i2.76

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas kacang hijau masih diperlukan karena komoditas tersebut berpotensi sebagai bahan pangan sumber protein dan karbohidrat. Salah satu upaya untuk peningkatan hasil yaitu dengan perbaikan teknik budidaya salah satunya adalah pemupukan. Penggunaan pupuk organik berbahan dasar limbah seperti limbah cair tahu perlu dipelajari mengingat limbah tersebut dapat menjadi permasalahan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasaleman, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon pada bulan Juli – Oktober 2020. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan merupakan kombinasi antara konsentrasi limbah cair tahu (0, 150, 300, dan 450 ml/l) dengan frekuensi pemberian limbah cair tahu (1, 2, dan 3 kali pemberian). Terdapat 10 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah cair tahu pada berbagai konsentrasi dan frekuensi pemberian hanya berpengaruh terhadap komponen pertumbuhan kacang hijau. Aplikasi limbah cair tahu cenderung menurunkan tinggi tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik belum dapat meningkatkan komponen pertumbuhan seperti jumlah daun dan diameter batang serta hasil tanaman kacang hijau. Sumbangan hara dari limbah cair tahu diduga belum terlalu signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.
Planning of Cibogo agrotechnopark as an agricultural based edutourism landscape in Cirebon Ray March Syahadat; Ridwansyah Trisnanda Putra; Ismail Saleh; Rizal Ichsan Syah Putra
Jurnal Pariwisata Pesona Vol 7, No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpp.v7i1.6565

Abstract

The Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) in Cirebon is a foundation in social education. This foundation has land resources that have not been optimized and plans to develop one of their business unit in the tourism sector. This study aims to plan YPSGJ's land in Cibogo to be developed into a business unit in the tourism sector. This study is a tourism landscape planning study, therefore the method used refers to the Gunn planning stages which consist of setting objectives, research, synthesis conclusions, concepts, and recommendations. Data was collected by interviewing three key informants from YPSGJ, literature study, and observation. Data were analyzed using SWOT analysis to determine the planning concept. The results obtained from the land are planned to be an agriculture-based technopark by combining agro-edutourism activity. There are 7 activity concepts and 13 facility concepts spread over 4 spaces are proposed in this plan. The managerial implications of this study can provide input for YPSGJ to develop its land resources so that the benefits can be felt not only for internal YPSGJ but also for the Cirebon Municipality. The results of this study can also be used as a reference in the field of tourism landscape science as its practical implications.
PEMANFAATAN LIMBAH KAPAS MEDIA JAMUR MERANG SEBAGAI BAHAN DASAR KOMPOS DI DESA BOJONGKULON, KECAMATAN SUSUKAN, KABUPATEN CIREBON Siti Wahana; Ismail Saleh; Mutia Intan Savitri Herista; Dina Dwirayani
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v4i2.782

Abstract

Desa Bojongkulon merupakan salah satu produksi sentra jamur merang di Kabupaten Cirebon dimana limbah jamur merang belum termanfaatkan dengan baik sehingga menjadi masalah bagi masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarkat untuk mengelola limbah tersebut menjadi kompos. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan mengenai potensi limbah jamur, pelatihan pembuatan kompos dan monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegitan ini antara lain masyarakat memiliki kesadaran akan kebersihan lingkungan di wilayah Desa Bojongkulon terutama kelompok tani jamur merang dan masyarakat dapat membuat dan mampu memproduksi kompos berbahan dasar limbah media jamur merang.
Tinjauan Ancaman Wabah dan Penyakit Akibat Perubahan Iklim Ray March Syahadat; Balqis Nailufar; Billy Aditya Pratama; Ismail Saleh; Isti Mulyawati
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i2.1048

Abstract

Background: The increase of disease outbreaks that have emerged in the last decade raises the question of whether it is related to climate change? Objectives: This article attempts to provide answers through a literature review. Research Metodes: VOSviewer application was used to help select topics to be discussed. Twenty articles related to outbreak, diseases and climate change were selected and then presented descriptively. Findings: The results obtained by climate change contribute to imbalances that can lead to disasters including disease outbreaks. Therefore, humans should start placing themselves as part of the ecosystem, not the ruler of the ecosystem. Conclusion: A science and technology approach based on local values is needed, by utilizing good environmental communication to provide knowledge to the community so that they are able to adapt and be aware of preventive efforts to realize a healthy life.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Jepang Akibat Pengurangan Dosis Pupuk Urea, SP-36, dan KCl Hilmi Dzikri Rahman; Nasrudin Nasrudin; Ismail Saleh
Agroteknika Vol 5 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v5i2.156

Abstract

Optimalisasi pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun jepang dapat disebabkan oleh penggunaan jenis dan dosis pupuk yang tepat. Dosis yang tepat membuat tanaman tidak mengalami defisiensi maupun toksisitas sehingga tanaman mampu tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan penelitian yakni mengkaji respons pertumbuhan dan hasil mentimun jepang pada pengurangan dosis pupuk urea, SP-36, dan KCl. Penelitian menggunakan experimental design dengan metode Rancangan Acak Kelompok satu faktor dan terdiri dari 6 taraf yakni kontrol, pengurangan dosis pupuk 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Pengurangan dosis pupuk mempengaruhi terhadap biomasa akar dan biomasa tajuk ketika tanaman berumur 2 MST, bobot buah per tanaman, dan total padatan terlarut. Namun, pengurangan dosis pupuk tidak mempengaruhi terhadap warna dan jumlah daun ketika tanaman berumur 1 - 4 MST, kandungan klorofil-a, klorofil-b, dan klorofil-total, biomasa akar dan biomasa tajuk ketika tanaman berumur 4 MST, serta panjang buah. Pengurangan dosis pupuk 5-15% efektif menghasilkan biomasa akar dan biomasa tajuk ketika tanaman berumur 2 MST, serta bobot buah per tanaman lebih besar dibandingkan kontrol dan pengurangan dosis 20-25%. Pengurangan dosis pupuk 10-20% efektif menghasilkan bobot buah lebih besar dibandingkan kontrol dan pengurangan dosis pupuk 25%.
Respons Pertumbuhan, Produksi, dan Kandungan Flavonoid Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) terhadap Pengendalian Gulma dan Jarak Tanam Vira Irma Sari; Ismail Saleh; Rina Ekawati
Agrotechnology Research Journal Vol 4, No 2 (2020): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.612 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v4i2.41725

Abstract

Dayak shallot has various phytochemical compounds that useful for health; people use it as medicinal plants. The technique of cultivating plants has not been informed completely. Hence, the research needs to be conducted to understand the competitiveness of weeds and the best planting space for optimal production. The research objectives are to obtain the effect of weed control and plant spacing for Dayak shallot growth and development. This research was used randomized block design two factors. The first factor is plant spacing and the second factor is weed control. There are four combinations of treatments between planting space and weed control. The treatment combinations used are: (1) Plant spacing of 15 cm x 15 cm with weed control; (2) Plant spacing of 15 cm x 15 cm without weed control; (3) Plant spacing of 30 cm x 30 cm with weed control; and (4) Plant spacing of 30 cm x 30 cm without weed control. Each treatment combination was repeated three times. The results showed that a combination of plant spacing and weed control was affected the percentage of flowering, the number of flowers on 4 and 6 days after planting, and the dry weight of Dayak shallot. The components of plant growth of Dayak shallot (plant height, number of leaves, root length, leaf biomass, root biomass, and total flavonoid content) was not affected by the combination of treatments. The dominant weed is Borreria latifolia, with SDR 30.623%.
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) KULTIVAR BIMA BREBES TERHADAP BERBAGAI JENIS BIOCHAR Umi Trisnaningsih; Pujiana Pujiana; Ismail Saleh
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.5834

Abstract

Biochar adalah hasil pirolisis dari bahan organik limbah pertanian yang digunakan sebagai ameliorant tanah. Pada penelitian ini diuji biochar dari berbagai bahan yang berbeda, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah kultivar Bima Brebes. Percobaan dilaksanakan di Desa Palir, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan berbagai jenis biochar yang terdiri dari 6 taraf perlakuan meliputi kontrol, biochar tempurung kelapa, biochar ampas tebu, biochar brangkasan jagung, biochar limbah bambu dan biochar jerami padi. Semua perlakuan diulang 4 kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, volume akar, bobot umbi basah per rumpun dan per petak, serta bobot umbi kering per rumpun dan per petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai jenis biochar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Bahan baku biochar yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah adalah brangkasan jagung.