Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PRODUKTIVITAS TUKANG KERAMIK DENGAN MEMPERHITUNGKAN MUTU HASIL DI PEKANBARU Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v1i2.176

Abstract

Mutu hasil pekerjaan pemasangan keramik lantai harusnya menjadi perhatian bagi pelaksana konstruksi sebab hasil yang dikerjakan tergantung dari keterampilan dan kemampuan tukang keramik. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan tingkat produktivitas tukang keramik dengan memperhitungkan mutu hasil pekerjaan yang dicapai dan untuk menetukan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tukang keramik dalam pekerjaan pasangan keramik lantai bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Nilai produktivitas mutu yang diperoleh adalah : tukang 1 sebesar 0,029 m2/menit; kenek 1 sebesar 0,0273 m2/menit; tukang 2 sebesar 0,0226 m2/menit; kenek 2 sebesar 0,0213 m2/menit; tukang 3 sebesar 0,0134 m2/menit; kenek 3 sebesar 0,0128 m2/menit; tukang 4 sebesar 0,0258 m2/menit; kenek 4 sebesar 0,0245 m2/menit; tukang 5 sebesar 0,0196 m2/menit; kenek 5 sebesar 0,0184 m2/menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu hasil pekerjaan adalah pelaksanaan prosedur awal, cara kerja, memeriksa hasil kerja
KARAKTERISTIK BETON DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH SERAT NYLON DAN POLIMER CONCRETE Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v2i1.202

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik beton dengan penambahan limbah serat polimer (nylon) dan polimer concrete terhadap pengujian tekan dan tarik belah. Perencanaan campuran beton menggunakan metode DoE (Develoment of Environment). Rancangan benda uji menggunakan kuat tekan K-175, faktor air semen (fas) 0,6 dengan 3 (tiga) variasi penambahan limbah serat polimer (nylon) 0%, 0,1%, 0,2% dan 0,3% serta penambahan polimer concrete (polcon) dengan perbandingan 1:100 terhadap berat air. Benda uji menggunakan silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton dan kuat tarik belah pada umur beton 28 hari. Dari hasil pengujian terjadi peningkatan nilai kuat tekan beton rata-rata pada penambahan serat 0%; 0,1%; 0,2% dan 0,3% secara berurutan yaitu 33,011%; 3,379%; 4,281%; dan 2,985% dibandingkan dengan benda uji tanpa polcon. Sedangkan pada hasil pengujian kuat tarik belah beton diperoleh peningkatan nilai kuat tarik belah pada penambahan serat 0%; 0,1%; 0,2% dan 0,3% secara berurutan yaitu 19,998 %; 0%; 5,555% dan 9,090% dibandingkan dengan benda uji tanpa polcon. Hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah diperoleh trend (kecenderungan) kurva yang sama yaitu mengalami peningkatan pada penambahan limbah serat nylon sebesar 0,1%; kemudian akan mengalami penurunan pada penambahan limbah serat nylon 0,2% dan 0,3%. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya jumlah serat dalam beton dengan karakteristik permukaan nylon yang licin akan mengakibatkan kurang kuatnya ikatan atau lekatan antara material-material penyusun beton. Dapat disimpulkan bahwa penambahan limbah serat nylon dan polimer concrete dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton
ANALISIS KARAKTERISTIK TANAH DAN STABILITAS LERENG FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LANCANG KUNING Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v2i2.357

Abstract

Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning berada pada kontur tanah yang berbukit dengan kemiringan lereng berkisar 14o - 27o dan ketinggian tebing antara 5,6 - 7,2 meter dari kaki tebing. Sebagian tebing ada yang telah dibuat bangunan pengaman tebing dan sebagian lagi masih merupakan tebing alami. Gedung tersebut merupakan bangunan bertingkat yang terdiri dari atas dua lantai. Pondasi bangunan berada 2,97 meter dari bibir tebing, dimana sepanjang ± 20 meter dinding tebing belum diberi perkuatan. Untuk menghadapi kemungkinan tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan. Pencegahan dapat dimulai dengan melakukan pemeriksaan tentang karakteristik tanah dan stabilitas lereng di lokasi yang dimaksud. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana karakteristik tanah dan stabilitas lereng yang berada di belakang Fakultas Ekonomi, Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru. Dalam menganalisis digunakan metode deskriptif dengan riset lapangan dan riset laboratarium. Pemeriksaan ini bersifat kuantitatif yang memaparkan perhitungan dan angka-angka dari hasil perhitungan menggunakan metode Simplified Bishop. Berdasarkan hasil analisis data didapat karakteristik tanah dan bidang gelincir dengan menggunakan metode Simplified Bishop adalah : 1) Karakteristik tanah pembentuk tebing di lokasi pemeriksaan adalah kadar air 21,76%; berat volume (γ) 1,89 gram/cm3; derajat kejenuhan 76,43%; porositas 37,85%; angka pori (e) 0,0609%; Liquid Limit 27,825%; Plastis Limit 23,090%; Index Plastisitas 4,735%; sudut geser (ϕ) 43,74o; kohesi (c) 0,285 kg/cm2; berat jenis 2,58; lanau 1,353%; pasir 98,647%; kerikil 0% dan klasifikasi USCS adalah SP. 2) Bidang gelincir untuk tebing Fakultas Ekonomi berbentuk busur dengan jari-jari (R) 20 meter dan nilai faktor keamanan (Fs) sebesar 1,35 mendekati nilai yang diisyaratkan 1,2.
ANALISIS PENGARUH PELATIHAN TEKNOLOGI PENYONDIRAN PADA USAHA MIKRO KONSTRUKSI DI KOTA PEKANBARU Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i1.369

Abstract

Sebelum memperoleh data daya dukung tanah maka terlebih dahulu perlu dilakukan penyondiran. Apabila permintaan akan jasa sondir meningkat secara signifikan, maka hal tersebut akan mempengaruhi kecepatan dan kinerja tenaga kerja usaha mikro dalam membuat perencanaan bangunan konstruksi. Sehingga dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja diperlukan pelatihan teknologi penyondiran kepada pengusaha mikro bidang konstruksi yang berada di Kota Pekanbaru. Untuk mengukur tingkat keberhasilan dari suatu pelatihan, maka diperlukan analisis secara statistik terkait pengaruh pelaksanaan pelatihan teknologi penyondiran terhadap peserta pelatihan. Pengukuran tingkat keberhasilan diperoleh dengan membandingkan kemampuan dan keterampilan peserta sebelum dengan setelah mengikuti pelatihan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 6 (enam) orang tenaga kerja dari 2 (dua) perusahaan mikro kontruksi di Kota Pekanbaru yaitu CV. Fajar Bahari dan CV. Fiwi Teknik. Pengambilan data dilaksanakan sebelum dilaksanakannya pelatihan, selama proses pelaksanaan pelatihan dan setelah pelatihan berakhir. Berdasarkan hasil rata-rata penilaian yang dilaksanakan terhadap nilai rerata pre-test, terdapat peningkatan nilai peserta pada praktek lapangan sebesar 39,85%, pada pengolahan data sebesar 41,20% dan pada nilai post-test sebesar 40,58%. Hasil analisis statistik dengan menggunakan metode analisis varians (Analysis of Variance - ANOVA), pada tabel F diperoleh bahwa F0.05 Tabel = 3,10 dan F0.01 Tabel = 4,94, sedangkan F Hitung = 36,031. Karena F Hitung > F Tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi atau perlakuan yang sangat nyata pada peserta pelatihan sebelum dan setelah dilaksanakan pelatihan teknologi penyondiran kepada pengusaha mikro bidang konstruksi yang berada di Kota Pekanbaru.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SIKAMENT-NN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON Shanti Wahyuni Megasari; Winayati Winayati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i2.398

Abstract

Beton ready mix merupakan solusi dalam pengadukan beton dengan kapasitas besar, namun penggunaan beton ready mix di lapangan sering mengalami beberapa kendala terkait waktu perjalanan ke lokasi yang tidak lancar dan kebutuhan akan mempercepat pengerasan beton setelah dituang. Untuk mengatasi masalah tersebut, kemajuan teknologi beton telah menghasilkan bahan tambah (admixture) yang dapat membantu dalam menjaga kualitas dan kelecakan (workabilty) beton. Salah satu produk keluaran dari PT. Sika Indonesia adalah Sikament-NN. Sikament-NN merupakan superplasticizer untuk membantu menghasilkan kekuatan awal dan kekuatan akhir tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh variasi persentase bahan tambah Sikament-NN terhadap karakteristik kuat tekan beton. Perancangan beton menggunakan metode Department of Environment (DOE) dengan cetakan sampel berbentuk silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Persentase penambahan Sikament-NN sebanyak 0%, 0,3%, 0,8%, 1,3%, 1,8%, 2,3%. Pengujian kuat tekan beton dilaksanakan pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecenderungan (trend) grafik kuat tekan rata-rata mengalami peningkatan dengan penambahan persentase Sikament-NN sebesar 1,3% dan 1,8%. Persamaan yang dihasilkan dari kuat tekan rata-rata adalah y = -0,551x2 + 6,791x + 23,81. Nilai kuat tekan rata-rata tertinggi diperoleh pada penambahan 1,8% Sikament-NN yaitu sebesar 38,65 MPa. Pengujian statistik dengan menggunakan analisis varians (Analysis of Variance - ANOVA) menyatakan bahwa terdapat interaksi atau perlakuan yang sangat nyata antara kuat tekan beton dengan penambahan Sikament-NN. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan Sikament-NN berpengaruh terhadap peningkatan karakteristik kuat tekan beton.
ANALISA PERBANDINGAN PENAMBAHAN VARIASI CONSOL TERHADAP KUAT TEKAN BETON Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v4i1.1155

Abstract

Perkembangan konstruksi bangunan memberikan tuntutan pada teknologi bahan material bangunan yang lebih efektif, cepat, ekonomis dan ramah lingkungan. Kondisi tersebut akhirnya menuntut material beton untuk terus dimodifikasi sehingga dapat memenuhi permintaan yang ada. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas beton yang dihasilkan adalah dengan memberikan bahan tambah (admixture) pada campuran beton. Consol merupakan bahan tambah (admixture) yang dapat mengurangi air, ada beberapa jenis Consol diantaranya Consol N10 MB yang ramah lingkungan, Consol SG berupa cairan plasticizer beton dengan efek memperlambat proses pengeringan. Untuk pemakaian bahan tambah perlu diperhatikan volume takaran yang sesuai dengan rencana. Perancangan beton menggunakan metode Department of Environment (DOE) dengan cetakan sampel berbentuk silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Persentase penambahan bahan tambah Consol N10 MB, Consol SG 0%, 0,1%, 0,3%, 0,5%, 0,8%, 1%, dan 1,2% serta waktu pengujian tekan beton dilaksanakan pada umur 28 hari. Hasil Pengujian menunjukkan dengan penambahan Consol N10MB diperoleh peningkatan kuat tekan beton rata-rata hingga 0,3%, dengan nilai kuat tekan beton rata-rata tertinggi sebesar 26,725 MPa. Namun kemudian mengalami penurunan kekuatan tekan beton seiring dengan penambahan persentase Consol N10MB, dengan persamaan yang diperoleh yaitu y = -17,85x2 + 14,63x + 23,16 dengan nilai R2 = 0,983, dan dengan penambahan Consol SG diperoleh peningkatan kuat tekan beton rata-rata seiring dengan penambahan persentase Consol SG hingga penambahan 1,0%, dengan nilai kuat tekan beton rata-rata tertinggi sebesar 46,144 MPa. Namun kemudian mengalami penurunan kekuatan tekan beton pada penambahan 1,2% Consol SG, dengan persamaan yang diperoleh yaitu y = -35,13x2 + 54,03x + 24,43 dengan nilai R2 = 0,927
OPTIMASI METODE PEMISAHAN SERAT PELEPAH KELAPA SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BATA RINGAN Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1186

Abstract

Limbah pelepah kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk membuat produk konstruksi bangunan seperti bata ringan yang lebih dikenal dengan CLC (Cellular Lightweight Concrete). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung metode kimia, biologi, mekanik pada pemisahan serat pelepah kelapa sawit terhadap kuat tekan bata ringan; untuk membandingkan metode pemisahan serat pelepah kelapa sawit terhadap nilai kuat tekan bata ringan; untuk mengetahui berat bata ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan riset laboratorium. Dari 3 metode pemisahan serat didapat hasil nilai kuat tekan bata ringan serat-kimia 40,74 kg/cm2 untuk serat 1%; 31,22 kg/cm2 untuk serat 3% dan 25,20 kg/cm2 untuk serat 5%. Nilai kuat tekan bata ringan serat-biologi 42,32 kg/cm2 untuk serat 1%; 31,08 kg/cm2 untuk serat 3% dan 21,00 kg/cm2 untuk serat 5%. Nilai kuat tekan bata ringan serat-mekanik 33,60 kg/cm2 untuk serat 1%; 24,22 kg/cm2 untuk serat 3% dan 16,80 kg/cm2 untuk serat 5%. Serat pelepah kelapa sawit dengan metode kimia paling baik digunakan sebagai bahan tambah. Berat bata ringan serat-kimia 4,047 kg untuk serat 1%; 4,173 kg untuk serat 3%; 3,970 kg untuk serat 5%. Bata ringan serat-biologi 4,060 kg untuk serat 1%; 4,057 kg untuk serat 3%; 4,059 kg untuk serat 5%. Bata ringan serat-mekanik 4,017 kg untuk serat 1%; 4,144 kg untuk serat 3%; 3,963 kg untuk serat 5%.
PENILAIAN KONDISI JEMBATAN RANGKA BAJA DI RIAU DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM Widya Apriani; Shanti Wahyuni Megasari; Wella Alrisa Putri Loka
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1706

Abstract

Penilaian kondisi jembatan merupakan usaha pemeliharaan jembatan untuk mempertahankan usia jembatan dan mencegah terjadinya kerusakan struktur jembatan yang berkelanjutan. Provinsi Riau memiliki 148 jembatan yang termasuk ke dalam data jembatan yang mendapatkan pemeliharaan oleh pemerintah. Diantara jembatan tersebut terdiri atas jembatan rangka baja dan jembatan beton bertulang yang telah berumur lebih dari 20 tahun. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat tentu saja akan meningkatkan resiko penurunan kekuatan jembatan dan umur jembatan. Faktor banyaknya struktur jembatan yang perlu mendapatkan perhatian pemeliharan dan tingkat resiko kerusakan jembatan yang berbeda-beda mengakibatkan perluanya pemeringkatan pemeliharaan jembatan. Pemeringkatan ini dapat dilakukan dengan menilai masing-masing kondisi jembaatan dalam suatu sistem yang disebut Bridge Management System. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan mengkaji beberapa jembatan di Riau dengan resiko tinggi menggunakan metode Bridge Management System. Hal ini dilakukan dengan mengolah data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia. Kemudian diinput dan dianalisis dengan memanfaatkan sistem informasi manajemen jembatan (sim-IBMs) melalui proses penyaringan teknis. Dalam informasi manajemen jembatan BMS, ada kegiatan manajemen jembatan mulai dari inspeksi, perencanaan teknis hingga implementasi dan pemeliharaan. Dengan melakukan BMS kegiatan ini dapat diatur secara sistematis dan berkala sehingga kondisi jembatan dapat terlihat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi jembatan rangka baja di Riau dan untuk mendapatkan tindakan perbaikan atau pemeliharaan yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah rekomendasi penanganan dan membuat pesanan berdasarkan skala prioritas. Nilai kondisi dari 4 jembatan menggunakan standar BMS adalah : 4 Bridge = 4 (kritis), 6 Bridge = 3 (berat rusak). Dari penilaian beberapa jembatan provinsi Riau memperoleh nilai dari kondisi masing-masing jembatan. Jembatan Merangin, S, Jembatan Jangkang, Jembatan Parak Suak Buaya. Jembatan Parit Darauf adalah jembatan paling kritis yang memiliki nilai kritis untuk bangunan atas. Sementara Jembatan Siak II memiliki nilai kondisi rusak berat yang terdiri dari bangunan atas rusak berat, lantai bangunan rusak berat, bangunan bagian bawah rusak ringan dan DAS rusak ringan.
ANALISIS ABUTMENT JEMBATAN SEI. BUSUK KABUPATEN SIAK SRI INDRAPURA PROVINSI RIAU Muhammad Yasin; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i1.2384

Abstract

Sesuai dengan Perpres 58/2017 No.232 tentang penetapan Tanjung Buton sebagai kawasan industri yang merupakan proyek strategis nasional, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum, BBPJN II Medan, Satuan Kerja Pelaksanaan Nasional Wil.II Provinsi Riau melakukan pembangunan jembatan dan jalan agar transportasi menjadi lancar. Rencana pembangunan jembatan ini terletak di Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau tepatnya pada STA 116+050 ruas jalan Siak Sri Indrapura – Mengkapan/Buton yang merupakan jalan penghubung menuju kawasan industri Pelabuhan Buton. Semula Pembangunan jembatan ini merupakan proyek untuk mengganti jembatan lama yang tidak sesuai dengan standar jalan nasional, namun karena masalah keselamatan dan keamanan kerja maka pembangunan nya dipindah ke sisi kiri jalan menuju kawasan industri Tanjung Buton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas Abutment Jembatan dan analisis dilakukan berdasarkan Standard Penetration Test (SPT) dan data tanah berdasarkan hasil dari laboratorium. Berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh bahwa Abutment aman sehingga tidak akan mengalami guling, pergeseran dan keruntuhan daya dukung tanah. Stabilitas terhadap guling 2,75>1,5 dan stabilitas terhadap geser 2,64>1,5 serta stabilitas terhadap keruntuhan kapsitas dukung tanah 7,74>3 maka desain perencanaan awal untuk bangunan abutment dapat dipergunakan.
Analisis Struktur Dinding Penahan Tanah pada Area Parkir Pascasarjana Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Deni Lisman; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3215

Abstract

Perbedaan elevasi muka tanah antara area parkir dengan gedung Pascasarjana Universitas Lancang Kuning yang memiliki selisih tinggi sebesar 3,43 meter, sehingga tebing tidak mampu untuk menahan terjadinya pergeseran tanah akibat beban diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dinding penahan yang mampu menahan beban vertikal pada area parkir yang berada lebih tinggi dari muka tanah gedung Pascasarjana. Perencanaan dinding penahan tanah dengan tipe kantilever direncanakan tinggi 4,43 meter, lebar pelat pondasi sebesar 3,10 meter, tebal pelat pondasi dan lebar bagian bawah badan dinding sebesar 0,44 meter, lebar tumit telapak 1,03 meter dan untuk lebar bagian puncak sebesar 0,36 meter. Hasil yang didapatkan dari stabilitas perencanaan dinding penahan tanah terhadap faktor keamanan geser 2,82 > 2, faktor keamanan terhadap guling 3,63 > 2, dan faktor keamanan terhadap daya dukung tanah 45,08 > 3. Tulangan untuk badan dinding atau dinding vertikal di pakai adalah D12-100 dan D12-150, untuk tulangan pengikat vertikal adalah 13D12, sedangkan untuk pelat pondasi dinding di pakai adalah D12-125, untuk tulangan pengikat pelat fondasi dinding adalah 10D12