Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KARAKTERISTIK TANAH DAN STABILITAS LERENG FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LANCANG KUNING Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v2i2.357

Abstract

Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning berada pada kontur tanah yang berbukit dengan kemiringan lereng berkisar 14o - 27o dan ketinggian tebing antara 5,6 - 7,2 meter dari kaki tebing. Sebagian tebing ada yang telah dibuat bangunan pengaman tebing dan sebagian lagi masih merupakan tebing alami. Gedung tersebut merupakan bangunan bertingkat yang terdiri dari atas dua lantai. Pondasi bangunan berada 2,97 meter dari bibir tebing, dimana sepanjang ± 20 meter dinding tebing belum diberi perkuatan. Untuk menghadapi kemungkinan tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan. Pencegahan dapat dimulai dengan melakukan pemeriksaan tentang karakteristik tanah dan stabilitas lereng di lokasi yang dimaksud. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana karakteristik tanah dan stabilitas lereng yang berada di belakang Fakultas Ekonomi, Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru. Dalam menganalisis digunakan metode deskriptif dengan riset lapangan dan riset laboratarium. Pemeriksaan ini bersifat kuantitatif yang memaparkan perhitungan dan angka-angka dari hasil perhitungan menggunakan metode Simplified Bishop. Berdasarkan hasil analisis data didapat karakteristik tanah dan bidang gelincir dengan menggunakan metode Simplified Bishop adalah : 1) Karakteristik tanah pembentuk tebing di lokasi pemeriksaan adalah kadar air 21,76%; berat volume (γ) 1,89 gram/cm3; derajat kejenuhan 76,43%; porositas 37,85%; angka pori (e) 0,0609%; Liquid Limit 27,825%; Plastis Limit 23,090%; Index Plastisitas 4,735%; sudut geser (ϕ) 43,74o; kohesi (c) 0,285 kg/cm2; berat jenis 2,58; lanau 1,353%; pasir 98,647%; kerikil 0% dan klasifikasi USCS adalah SP. 2) Bidang gelincir untuk tebing Fakultas Ekonomi berbentuk busur dengan jari-jari (R) 20 meter dan nilai faktor keamanan (Fs) sebesar 1,35 mendekati nilai yang diisyaratkan 1,2.
ANALISIS PENGARUH PELATIHAN TEKNOLOGI PENYONDIRAN PADA USAHA MIKRO KONSTRUKSI DI KOTA PEKANBARU Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i1.369

Abstract

Sebelum memperoleh data daya dukung tanah maka terlebih dahulu perlu dilakukan penyondiran. Apabila permintaan akan jasa sondir meningkat secara signifikan, maka hal tersebut akan mempengaruhi kecepatan dan kinerja tenaga kerja usaha mikro dalam membuat perencanaan bangunan konstruksi. Sehingga dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja diperlukan pelatihan teknologi penyondiran kepada pengusaha mikro bidang konstruksi yang berada di Kota Pekanbaru. Untuk mengukur tingkat keberhasilan dari suatu pelatihan, maka diperlukan analisis secara statistik terkait pengaruh pelaksanaan pelatihan teknologi penyondiran terhadap peserta pelatihan. Pengukuran tingkat keberhasilan diperoleh dengan membandingkan kemampuan dan keterampilan peserta sebelum dengan setelah mengikuti pelatihan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 6 (enam) orang tenaga kerja dari 2 (dua) perusahaan mikro kontruksi di Kota Pekanbaru yaitu CV. Fajar Bahari dan CV. Fiwi Teknik. Pengambilan data dilaksanakan sebelum dilaksanakannya pelatihan, selama proses pelaksanaan pelatihan dan setelah pelatihan berakhir. Berdasarkan hasil rata-rata penilaian yang dilaksanakan terhadap nilai rerata pre-test, terdapat peningkatan nilai peserta pada praktek lapangan sebesar 39,85%, pada pengolahan data sebesar 41,20% dan pada nilai post-test sebesar 40,58%. Hasil analisis statistik dengan menggunakan metode analisis varians (Analysis of Variance - ANOVA), pada tabel F diperoleh bahwa F0.05 Tabel = 3,10 dan F0.01 Tabel = 4,94, sedangkan F Hitung = 36,031. Karena F Hitung > F Tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi atau perlakuan yang sangat nyata pada peserta pelatihan sebelum dan setelah dilaksanakan pelatihan teknologi penyondiran kepada pengusaha mikro bidang konstruksi yang berada di Kota Pekanbaru.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SIKAMENT-NN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON Shanti Wahyuni Megasari; Winayati Winayati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i2.398

Abstract

Beton ready mix merupakan solusi dalam pengadukan beton dengan kapasitas besar, namun penggunaan beton ready mix di lapangan sering mengalami beberapa kendala terkait waktu perjalanan ke lokasi yang tidak lancar dan kebutuhan akan mempercepat pengerasan beton setelah dituang. Untuk mengatasi masalah tersebut, kemajuan teknologi beton telah menghasilkan bahan tambah (admixture) yang dapat membantu dalam menjaga kualitas dan kelecakan (workabilty) beton. Salah satu produk keluaran dari PT. Sika Indonesia adalah Sikament-NN. Sikament-NN merupakan superplasticizer untuk membantu menghasilkan kekuatan awal dan kekuatan akhir tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh variasi persentase bahan tambah Sikament-NN terhadap karakteristik kuat tekan beton. Perancangan beton menggunakan metode Department of Environment (DOE) dengan cetakan sampel berbentuk silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Persentase penambahan Sikament-NN sebanyak 0%, 0,3%, 0,8%, 1,3%, 1,8%, 2,3%. Pengujian kuat tekan beton dilaksanakan pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecenderungan (trend) grafik kuat tekan rata-rata mengalami peningkatan dengan penambahan persentase Sikament-NN sebesar 1,3% dan 1,8%. Persamaan yang dihasilkan dari kuat tekan rata-rata adalah y = -0,551x2 + 6,791x + 23,81. Nilai kuat tekan rata-rata tertinggi diperoleh pada penambahan 1,8% Sikament-NN yaitu sebesar 38,65 MPa. Pengujian statistik dengan menggunakan analisis varians (Analysis of Variance - ANOVA) menyatakan bahwa terdapat interaksi atau perlakuan yang sangat nyata antara kuat tekan beton dengan penambahan Sikament-NN. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan Sikament-NN berpengaruh terhadap peningkatan karakteristik kuat tekan beton.
ANALISA PERBANDINGAN PENAMBAHAN VARIASI CONSOL TERHADAP KUAT TEKAN BETON Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v4i1.1155

Abstract

Perkembangan konstruksi bangunan memberikan tuntutan pada teknologi bahan material bangunan yang lebih efektif, cepat, ekonomis dan ramah lingkungan. Kondisi tersebut akhirnya menuntut material beton untuk terus dimodifikasi sehingga dapat memenuhi permintaan yang ada. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas beton yang dihasilkan adalah dengan memberikan bahan tambah (admixture) pada campuran beton. Consol merupakan bahan tambah (admixture) yang dapat mengurangi air, ada beberapa jenis Consol diantaranya Consol N10 MB yang ramah lingkungan, Consol SG berupa cairan plasticizer beton dengan efek memperlambat proses pengeringan. Untuk pemakaian bahan tambah perlu diperhatikan volume takaran yang sesuai dengan rencana. Perancangan beton menggunakan metode Department of Environment (DOE) dengan cetakan sampel berbentuk silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Persentase penambahan bahan tambah Consol N10 MB, Consol SG 0%, 0,1%, 0,3%, 0,5%, 0,8%, 1%, dan 1,2% serta waktu pengujian tekan beton dilaksanakan pada umur 28 hari. Hasil Pengujian menunjukkan dengan penambahan Consol N10MB diperoleh peningkatan kuat tekan beton rata-rata hingga 0,3%, dengan nilai kuat tekan beton rata-rata tertinggi sebesar 26,725 MPa. Namun kemudian mengalami penurunan kekuatan tekan beton seiring dengan penambahan persentase Consol N10MB, dengan persamaan yang diperoleh yaitu y = -17,85x2 + 14,63x + 23,16 dengan nilai R2 = 0,983, dan dengan penambahan Consol SG diperoleh peningkatan kuat tekan beton rata-rata seiring dengan penambahan persentase Consol SG hingga penambahan 1,0%, dengan nilai kuat tekan beton rata-rata tertinggi sebesar 46,144 MPa. Namun kemudian mengalami penurunan kekuatan tekan beton pada penambahan 1,2% Consol SG, dengan persamaan yang diperoleh yaitu y = -35,13x2 + 54,03x + 24,43 dengan nilai R2 = 0,927
OPTIMASI METODE PEMISAHAN SERAT PELEPAH KELAPA SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BATA RINGAN Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1186

Abstract

Limbah pelepah kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk membuat produk konstruksi bangunan seperti bata ringan yang lebih dikenal dengan CLC (Cellular Lightweight Concrete). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung metode kimia, biologi, mekanik pada pemisahan serat pelepah kelapa sawit terhadap kuat tekan bata ringan; untuk membandingkan metode pemisahan serat pelepah kelapa sawit terhadap nilai kuat tekan bata ringan; untuk mengetahui berat bata ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan riset laboratorium. Dari 3 metode pemisahan serat didapat hasil nilai kuat tekan bata ringan serat-kimia 40,74 kg/cm2 untuk serat 1%; 31,22 kg/cm2 untuk serat 3% dan 25,20 kg/cm2 untuk serat 5%. Nilai kuat tekan bata ringan serat-biologi 42,32 kg/cm2 untuk serat 1%; 31,08 kg/cm2 untuk serat 3% dan 21,00 kg/cm2 untuk serat 5%. Nilai kuat tekan bata ringan serat-mekanik 33,60 kg/cm2 untuk serat 1%; 24,22 kg/cm2 untuk serat 3% dan 16,80 kg/cm2 untuk serat 5%. Serat pelepah kelapa sawit dengan metode kimia paling baik digunakan sebagai bahan tambah. Berat bata ringan serat-kimia 4,047 kg untuk serat 1%; 4,173 kg untuk serat 3%; 3,970 kg untuk serat 5%. Bata ringan serat-biologi 4,060 kg untuk serat 1%; 4,057 kg untuk serat 3%; 4,059 kg untuk serat 5%. Bata ringan serat-mekanik 4,017 kg untuk serat 1%; 4,144 kg untuk serat 3%; 3,963 kg untuk serat 5%.
PENILAIAN KONDISI JEMBATAN RANGKA BAJA DI RIAU DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM Widya Apriani; Shanti Wahyuni Megasari; Wella Alrisa Putri Loka
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1706

Abstract

Penilaian kondisi jembatan merupakan usaha pemeliharaan jembatan untuk mempertahankan usia jembatan dan mencegah terjadinya kerusakan struktur jembatan yang berkelanjutan. Provinsi Riau memiliki 148 jembatan yang termasuk ke dalam data jembatan yang mendapatkan pemeliharaan oleh pemerintah. Diantara jembatan tersebut terdiri atas jembatan rangka baja dan jembatan beton bertulang yang telah berumur lebih dari 20 tahun. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat tentu saja akan meningkatkan resiko penurunan kekuatan jembatan dan umur jembatan. Faktor banyaknya struktur jembatan yang perlu mendapatkan perhatian pemeliharan dan tingkat resiko kerusakan jembatan yang berbeda-beda mengakibatkan perluanya pemeringkatan pemeliharaan jembatan. Pemeringkatan ini dapat dilakukan dengan menilai masing-masing kondisi jembaatan dalam suatu sistem yang disebut Bridge Management System. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan mengkaji beberapa jembatan di Riau dengan resiko tinggi menggunakan metode Bridge Management System. Hal ini dilakukan dengan mengolah data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia. Kemudian diinput dan dianalisis dengan memanfaatkan sistem informasi manajemen jembatan (sim-IBMs) melalui proses penyaringan teknis. Dalam informasi manajemen jembatan BMS, ada kegiatan manajemen jembatan mulai dari inspeksi, perencanaan teknis hingga implementasi dan pemeliharaan. Dengan melakukan BMS kegiatan ini dapat diatur secara sistematis dan berkala sehingga kondisi jembatan dapat terlihat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi jembatan rangka baja di Riau dan untuk mendapatkan tindakan perbaikan atau pemeliharaan yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah rekomendasi penanganan dan membuat pesanan berdasarkan skala prioritas. Nilai kondisi dari 4 jembatan menggunakan standar BMS adalah : 4 Bridge = 4 (kritis), 6 Bridge = 3 (berat rusak). Dari penilaian beberapa jembatan provinsi Riau memperoleh nilai dari kondisi masing-masing jembatan. Jembatan Merangin, S, Jembatan Jangkang, Jembatan Parak Suak Buaya. Jembatan Parit Darauf adalah jembatan paling kritis yang memiliki nilai kritis untuk bangunan atas. Sementara Jembatan Siak II memiliki nilai kondisi rusak berat yang terdiri dari bangunan atas rusak berat, lantai bangunan rusak berat, bangunan bagian bawah rusak ringan dan DAS rusak ringan.
ANALISIS ABUTMENT JEMBATAN SEI. BUSUK KABUPATEN SIAK SRI INDRAPURA PROVINSI RIAU Muhammad Yasin; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i1.2384

Abstract

Sesuai dengan Perpres 58/2017 No.232 tentang penetapan Tanjung Buton sebagai kawasan industri yang merupakan proyek strategis nasional, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum, BBPJN II Medan, Satuan Kerja Pelaksanaan Nasional Wil.II Provinsi Riau melakukan pembangunan jembatan dan jalan agar transportasi menjadi lancar. Rencana pembangunan jembatan ini terletak di Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau tepatnya pada STA 116+050 ruas jalan Siak Sri Indrapura – Mengkapan/Buton yang merupakan jalan penghubung menuju kawasan industri Pelabuhan Buton. Semula Pembangunan jembatan ini merupakan proyek untuk mengganti jembatan lama yang tidak sesuai dengan standar jalan nasional, namun karena masalah keselamatan dan keamanan kerja maka pembangunan nya dipindah ke sisi kiri jalan menuju kawasan industri Tanjung Buton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas Abutment Jembatan dan analisis dilakukan berdasarkan Standard Penetration Test (SPT) dan data tanah berdasarkan hasil dari laboratorium. Berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh bahwa Abutment aman sehingga tidak akan mengalami guling, pergeseran dan keruntuhan daya dukung tanah. Stabilitas terhadap guling 2,75>1,5 dan stabilitas terhadap geser 2,64>1,5 serta stabilitas terhadap keruntuhan kapsitas dukung tanah 7,74>3 maka desain perencanaan awal untuk bangunan abutment dapat dipergunakan.
Analisis Struktur Dinding Penahan Tanah pada Area Parkir Pascasarjana Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Deni Lisman; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3215

Abstract

Perbedaan elevasi muka tanah antara area parkir dengan gedung Pascasarjana Universitas Lancang Kuning yang memiliki selisih tinggi sebesar 3,43 meter, sehingga tebing tidak mampu untuk menahan terjadinya pergeseran tanah akibat beban diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dinding penahan yang mampu menahan beban vertikal pada area parkir yang berada lebih tinggi dari muka tanah gedung Pascasarjana. Perencanaan dinding penahan tanah dengan tipe kantilever direncanakan tinggi 4,43 meter, lebar pelat pondasi sebesar 3,10 meter, tebal pelat pondasi dan lebar bagian bawah badan dinding sebesar 0,44 meter, lebar tumit telapak 1,03 meter dan untuk lebar bagian puncak sebesar 0,36 meter. Hasil yang didapatkan dari stabilitas perencanaan dinding penahan tanah terhadap faktor keamanan geser 2,82 > 2, faktor keamanan terhadap guling 3,63 > 2, dan faktor keamanan terhadap daya dukung tanah 45,08 > 3. Tulangan untuk badan dinding atau dinding vertikal di pakai adalah D12-100 dan D12-150, untuk tulangan pengikat vertikal adalah 13D12, sedangkan untuk pelat pondasi dinding di pakai adalah D12-125, untuk tulangan pengikat pelat fondasi dinding adalah 10D12
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH SERAT DAUN NANAS PADA KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Gusneli Yanti; Zainuri Z; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i2.3242

Abstract

Perkembangan tanaman buah di Provinsi Riau semakin meningkat setiap tahunnya, khususnya pada tanaman buah nanas. Namun dengan meningkatnya produksi buah nanas, maka juga akan meningkatkan limbah daun nanas. Untuk dapat memberikan nilai tambah terhadap limbah buangan tersebut, maka daun nanas yang diolah menjadi serat untuk bahan tambah pada beton. Maka diperlukan penelitian untuk untuk untuk mengkaji pemanfaatan serat nanas terhadap kekuatan tekan beton dan kekuatan lentur beton. penelitian dilakukan dengan memberikan variasi penambahan serat daun nanas sebesar 0%, 1%, 3%, 5% dan 7% terhadap berat semen pada mutu beton K-225. Jumlah sampel pada setiap penambahan serat sebanyak 3 sampel dan total sebanyak 30 sampel. Hasil pengujian statistik dengan menggunakan Analisis Varians (Analysis of Variance - ANOVA) mmenyatakan bahwa terdapat interaksi atau perlakuan yang sangat nyata antara kuat lentur beton dengan penambahan serat daun nanas namun tidak diperoleh pengaruh atau tidak terdapat interaksi terhadap kuat tekan dengan panambahan serat daun nanas. Terjadi peningkatan nilai kuat tekan dan kuat lentur pada mutu beton K-225. Kuat tekan dan kuat lentur tertinggi diperoleh pada penambahan 5% serat daun nanas yaitu sebesar 267,00 kg/cm2 untuk kuat tekan dan 41,61 kg/cm2 untuk kuat lentur
Pelatihan Penjadwalan dengan Ms Project Bagi Penyedia Jasa Konstruksi di Kota Pekanbaru Gusneli Yanti; Zainuri Z; Shanti Wahyuni Megasari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Special Issues 1 "Semangat Perguruan
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v3i2.2824

Abstract

Abstract One determinant of the success of the construction worker is the accuracy of the work scheduling plan. But the limitations of knowledge and skills, the making of scheduling is still carried out manually. Whereas government projects since 2017 have provided requirements that the scheduling must use a program or scheduling application that is intended to be MS Project. If the contractor does not meet these requirements, the biggest possibility is that they will not be able to win the project. The main problem of partners is the lack of knowledge and skills in making scheduling using the MS Project application, so the solution offered to solve the problem is to carry out the Scheduling Training using the MS Project Application. The partners involved are CV. Summit Mas and CV. Fiwi Teknik. The implementation methods used in community service activities are lectures, practices, and discussions. From the training results obtained by the participants' knowledge before the training (pre-test) got an average score of 62,85 in the sufficient category, the assessment of the average practice of Ms. Project's use of training participants obtained an average value of 92,25 in the excellent category , the final assessment (post-test) is 88,46 in the very good category, this proves that Job Scheduling Training with Ms. Project Applications For Construction Service Providers in the City of Pekanbaru is very useful and able to increase knowledge in completing Application-based Ms. Project training participants. Abstrak Salah satu penentu keberhasilan suatu pekerjaan konstruksi adalah keakuratan perencanaan penjadwalan pekerjaan. Namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, maka pembuatan penjadwalan masih dilaksanakan secara manual. Sedangkan proyek-proyek pemerintah sejak tahun 2017, telah memberikan persyaratan bahwa penjadwalan yang dilakukan harus menggunakan program atau aplikasi penjadwalan yang diantaranya adalah MS Project. Apabila kontraktor tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka kemungkinan terbesar mereka tidak akan bisa memenangkan proyek tersebut. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam membuat penjadwalan dengan menggunakan aplikasi MS Project, sehingga solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan adalah melaksanakan Pelatihan Penjadwalan dengan Menggunakan Aplikasi MS Project. Mitra yang dilibatkan yaitu CV. Sumpit Mas dan CV. Fiwi Teknik. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, praktek dan diskusi. Dari hasil pelatihan diperoleh Pengetahuan peserta sebelum dilakukan pelatihan (pre-test) mendapatkan nilai rata-rata 62,85 dalam kategori cukup, penilaian rata-rata praktek penggunaan Ms Project terhadap peserta pelatihan didapat nilai rata-rata adalah 92,25 dalam kategori sangat baik, penilaian akhir (post-test) adalah 88,46 dalam kategori sangat baik, ini membuktikan bahwa Pelatihan Penjadwalan Pekerjaan dengan Aplikasi Ms Project Bagi Penyedia Jasa Konstruksi di Kota Pekanbaru sangat bermanfaat dan mampu meningkatkan pengetahuan di dalam menyelesaikan penjadwalan berbasis Aplikasi Ms Project peserta pelatihan.