Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH SERAT DAUN NANAS PADA KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Gusneli Yanti; Zainuri Z; Shanti Wahyuni Megasari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i2.3242

Abstract

Perkembangan tanaman buah di Provinsi Riau semakin meningkat setiap tahunnya, khususnya pada tanaman buah nanas. Namun dengan meningkatnya produksi buah nanas, maka juga akan meningkatkan limbah daun nanas. Untuk dapat memberikan nilai tambah terhadap limbah buangan tersebut, maka daun nanas yang diolah menjadi serat untuk bahan tambah pada beton. Maka diperlukan penelitian untuk untuk untuk mengkaji pemanfaatan serat nanas terhadap kekuatan tekan beton dan kekuatan lentur beton. penelitian dilakukan dengan memberikan variasi penambahan serat daun nanas sebesar 0%, 1%, 3%, 5% dan 7% terhadap berat semen pada mutu beton K-225. Jumlah sampel pada setiap penambahan serat sebanyak 3 sampel dan total sebanyak 30 sampel. Hasil pengujian statistik dengan menggunakan Analisis Varians (Analysis of Variance - ANOVA) mmenyatakan bahwa terdapat interaksi atau perlakuan yang sangat nyata antara kuat lentur beton dengan penambahan serat daun nanas namun tidak diperoleh pengaruh atau tidak terdapat interaksi terhadap kuat tekan dengan panambahan serat daun nanas. Terjadi peningkatan nilai kuat tekan dan kuat lentur pada mutu beton K-225. Kuat tekan dan kuat lentur tertinggi diperoleh pada penambahan 5% serat daun nanas yaitu sebesar 267,00 kg/cm2 untuk kuat tekan dan 41,61 kg/cm2 untuk kuat lentur
Pelatihan Penjadwalan dengan Ms Project Bagi Penyedia Jasa Konstruksi di Kota Pekanbaru Gusneli Yanti; Zainuri Z; Shanti Wahyuni Megasari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Special Issues 1 "Semangat Perguruan
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v3i2.2824

Abstract

Abstract One determinant of the success of the construction worker is the accuracy of the work scheduling plan. But the limitations of knowledge and skills, the making of scheduling is still carried out manually. Whereas government projects since 2017 have provided requirements that the scheduling must use a program or scheduling application that is intended to be MS Project. If the contractor does not meet these requirements, the biggest possibility is that they will not be able to win the project. The main problem of partners is the lack of knowledge and skills in making scheduling using the MS Project application, so the solution offered to solve the problem is to carry out the Scheduling Training using the MS Project Application. The partners involved are CV. Summit Mas and CV. Fiwi Teknik. The implementation methods used in community service activities are lectures, practices, and discussions. From the training results obtained by the participants' knowledge before the training (pre-test) got an average score of 62,85 in the sufficient category, the assessment of the average practice of Ms. Project's use of training participants obtained an average value of 92,25 in the excellent category , the final assessment (post-test) is 88,46 in the very good category, this proves that Job Scheduling Training with Ms. Project Applications For Construction Service Providers in the City of Pekanbaru is very useful and able to increase knowledge in completing Application-based Ms. Project training participants. Abstrak Salah satu penentu keberhasilan suatu pekerjaan konstruksi adalah keakuratan perencanaan penjadwalan pekerjaan. Namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, maka pembuatan penjadwalan masih dilaksanakan secara manual. Sedangkan proyek-proyek pemerintah sejak tahun 2017, telah memberikan persyaratan bahwa penjadwalan yang dilakukan harus menggunakan program atau aplikasi penjadwalan yang diantaranya adalah MS Project. Apabila kontraktor tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka kemungkinan terbesar mereka tidak akan bisa memenangkan proyek tersebut. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam membuat penjadwalan dengan menggunakan aplikasi MS Project, sehingga solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan adalah melaksanakan Pelatihan Penjadwalan dengan Menggunakan Aplikasi MS Project. Mitra yang dilibatkan yaitu CV. Sumpit Mas dan CV. Fiwi Teknik. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, praktek dan diskusi. Dari hasil pelatihan diperoleh Pengetahuan peserta sebelum dilakukan pelatihan (pre-test) mendapatkan nilai rata-rata 62,85 dalam kategori cukup, penilaian rata-rata praktek penggunaan Ms Project terhadap peserta pelatihan didapat nilai rata-rata adalah 92,25 dalam kategori sangat baik, penilaian akhir (post-test) adalah 88,46 dalam kategori sangat baik, ini membuktikan bahwa Pelatihan Penjadwalan Pekerjaan dengan Aplikasi Ms Project Bagi Penyedia Jasa Konstruksi di Kota Pekanbaru sangat bermanfaat dan mampu meningkatkan pengetahuan di dalam menyelesaikan penjadwalan berbasis Aplikasi Ms Project peserta pelatihan.
Pelatihan Penulisan Artikel untuk Publikasi E-Jurnal bagi Researcher Club Gusneli Yanti; Zainuri Z; Shanti Wahyuni Megasari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i3.4107

Abstract

Journal is a place for publication of scientific works, the quality and content entirely lies in the written word. Plagiarism can be found because of negligence in writing the references. The purpose of this dedication is to help partners in understanding plagiarism, strategies to make articles using the application of Mendeley and scientific publications by organizing article writing training for members of the Research Club for publication. The method of implementation used was lectures and discussions. The training period lasts for 2 days, starting from the pre-test, material about journal publications, plagiarism, delays, and article writing strategies for e-journals and ending with post-test implementation. The pre-test results obtained an average value of 68,86 (adequate category), whereas for the assessment of the mastery of training material is 85,65 and the post-test is 86,62 both in the excellent category. From the average assessment, it can be proven that the article writing training for publication in e-journals for the Researcher Club is very useful and able to increase knowledge in writing articles for publication in e-journals for trainees.
Analisis Redesain Pondasi Mini Pile Berbentuk Persegi Pada Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri; Taufiq Hidayat
SAINSTEK Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i1.12

Abstract

Pemilihan bentuk dan jenis pondasi pada suatu bawah bangunan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi tanah. Apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan pondasi maka akan dapat menyebabkan kerusakan bangunan hingga kerugian biaya. Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung merupakan bangunan tiga lantai yang didesain menggunakan pondasi KSLL. Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung memiliki kondisi tanah pasir dengan daya dukung (Qc) 200 kg/cm2 pada kedalaman 10,2 m. Namun dengan kondisi jenis tanah tersebut, maka pondasi yang paling sesuai adalah pondasi mini pile. Sehingga perlu dilakukan redesain pondasi pada Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung. Pemodelan bangunan menggunakan program ETABS sesuai dengan standar pembebanan SNI 2847-2013. Pondasi mini pile berbentuk persegi dengan dimensi sebesar 25×25 cm, dengan kapasitas daya dukung tiang sebesar 35 ton. Setelah dilakukan pemodelan struktur diperoleh 3 (tiga) tipe pondasi berdasarkan pada gaya aksial (P) yang bekerja. Berdasarkan maka pondasi mini pile diklasifikasikan menjadi 3 tipe pondasi. Pondasi tipe 1 memiliki gaya aksial kolom sebesar 106,15 ton dengan jumlah tiang yang diperlukan 6 kelompok tiang, pondasi tipe 2 dengan gaya aksial kolom 79,51 ton dengan tiang yang diperlukan 5 kelompok tiang dan pondasi tipe 3 memiliki gaya aksial kolom 40,01 ton dengan tiang yang diperlukan 4 kelompok tiang. Hasil penelitian memperoleh nilai kapasitas dukung ultimit (Qu) sebesar 220,92 ton dan ketiga tipe pondasi mampu menahan beban dari struktur atas Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung.
Penggunaan Serat Pelepah Kelapa Sawit Asal Dumai Ssebagai Bahan Tambah Pembuatan Batako Serat Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendataan BPS tahun 2014 terhadap perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh Provinsi Riau sangat luas yaitu 2.399.172 hektar. Potensi limbah kering pelepah kelapa sawitdapat mencapai 89.479.518,912 ton/tahun. Serat dapat digunakan sebagai bahan tambah untuk membuat materialbangunan, sehingga sangat dimungkinkan pemakaian serat pelepah kelapa sawit sebagai bahan tambahan dalam pembuatan batako. Tujuan penelitian ini untuk menemukan variasi campuran pembuat batako serat dengan bahan tambahan serat pelepah kelapa sawit yang berasal dari Dumai terhadap nilai kuat tekan dan penyerapan air sesuai standar mutu SNI. Hasil penelitian di laboratorium yang meliputi pembuatan produk jadi yaitu batako normal dan batako serat, mengukur nilai kuat tekan dan penyerapan air batako diuraikan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan. Kesimpulannya adalah Job mix batako serat yang komposisi semen 2,7168 kg; pasir beton 8,1510 kg; pasir urug 5,4342 kg; air 0,1000 lt; serat 1% (0,0272 kg), serat 3% (0,815 kg), serat 5% (0,1358 kg) menghasilkan 7 buah batako (20x10x6) cm. Batako serat yang berasal dari Dumai dengan nilai kuat tekan rata-rata pada penambahan serat 1%, 3% dan 5% berturut-turut adalah 110,80 kg/cm; 79,30% dan 57,57 kg/cm2. Penyerapan air batako serat yang berasal dari Dumai lebih rendah dari batas maksimum yang digariskan SNI berturut-turut 3,0%; 3,60% dan 4,1% pada penambahan serat 1%, 3% dan 5%. Temuan penelitian ini adalah bahwa nilai kuat tekan dan penyerapan air batako serat yang berasal dari Dumai lebih baik pada penambahan serat 1% dari berat semen yang memenuhi persyaratan mutu SNI.
PERILAKU KOLOM BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN GESER CARBON FIBER JACKET Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perilaku kolom beton bertulang yang diperkuat dengan metode carbonfiber jacket terhadap kekuatan geser kolom akibat beban aksial konstan dan beban lateral siklik.Analisis struktur daribangunan 2 (dua) lantai yang ditingkatkan menjadi 4 (empat) lantai,yang didasarkan pada beban gempa statikequivalen pada peraturan gempa Indonesia SNI 03-1726-2002.Pemodelan benda uji menggunakan skala 1 : 2berdasarkan persyaratan similaritas untuk model beton bertulang.Metode pengujian kolom dengan pembebananlateral siklik yang didasarkan pada loadcontrolled dan displacement controlled.Pengujian kolom dihentikan setelahtercapainya penurunan kemampuan kolom dalam menahan beban lateral mencapai sekitar 85% dari kapasitas bebanmaksimum.Penelitian terdiri dari 2 (dua) benda uji kolom, yaitu1 (satu) benda uji kolom pembanding dan 1 (satu)benda uji kolom perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom perkuatan mengalami peningkatankapasitas beban lateral sebesar 309,743%dibandingkan kolom pembanding.Perkuatan kolom dengan penambahantulangan longitudinal,tulangan spiral dan metoda carbon fiber jacket memberikan kontribusi yang baik terhadappeningkatan kapasitas beban lateral dan kapasitas geser kolom perkuatan. Kolom perkuatan lebih daktail denganpeningkatan defleksi hampir dua kalinya kolom pembanding dan mengalami kenaikan daktilitas sebesar 23,871%.Kondisi kerusakan pada permukaan kolom perkuatan lebih baik dibandingkan dengan kolom pembanding, sehinggadapat dinyatakan bahwa kolom perkuatan dengan metode carbon fiber jacket mampu mengurangi atau mengatasiretakan dan meningkatkan kekuatan geser kolom.
ANALISIS BETON RINGAN TANPA AGREGAT KASAR DENGAN PENAMBAHAN POLYMER CONCRETE Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai kuat tekan beton serta menentukan nilai Faktor Air Semen (FAS) yang sesuai dalam pembuatan beton tanpa agregat kasar dengan penambahan polimer concrete (polcon). Perencanaan campuran beton (mix design) menggunakan metode DoE (Development of Environment). Rancangan benda uji pada penelitian ini dengan menggunakan 3 (tiga) variasi FAS yaitu 0,4; 0,5 dan 0,6 dengan perbandingan air terhadap polcon (dalam liter) sebanyak 0: 1: 100 dan 1 : 200, yang masing-masing variasi sebanyak 3 (tiga) sampel benda uji dan total sampel sebanyak 54 silinder benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan pada keseluruhan benda uji beton tanpa agregat kasar. Kuat tekan beton tertinggi pada benda uji tanpa agregat kasar fas 0,4 dengan penambahan polcon 1:100 yaitu sebesar 584,438 kg/cm, dan peningkatan kuat tekan sebesar 88,789% dibandingkan benda uji beton dengan agregat kasar. Sedangkan kuat tekan beton tertinggi pada benda uji agregat kasar FAS 0,4 dengan penambahan polcon 1:200 yaitu sebesar 317,264 kg/cm2. Hasil kuat tekan dengan nilai FAS memiliki hubungan terbalik yaitu semakin kecil nilai FAS (0,4) maka nilai kuat tekan beton akan semakin tinggi, demikian juga sebaliknya. Sehingga hasil penelitian membuktikan bahwa pembuatan beton tanpa menggunakan agregat kasar dengan penambahan polcon dan FAS terkecil yaitu 0,4 dapat meningkatkan kuat tekan beton.
Variasi Perbandingan Semen Dan Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Dan Porositas Beton Berpori Dandi Dwi Satrio; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2020): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v5i2.669

Abstract

Beton berpori memiliki nilai porositas tinggi yang terbuat dari semen, air dan agregat kasar. Salah satu karakteristik beton berpori adalah perbandingan semen dan agregat kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan porositas. Penelitian ini menggunakan metode ACI-522R-10 dengan menggunakan agregat kasar ukuran 0,5-1 cm, 1-2 cm dan 2-3 cm. Perbandingan semen dan agregat kasar yang digunakan adalah 1:3, 1:4, 1:5, 1:6. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil porositas yang didapat pada semua campuran sudah masuk kedalam angka 15% - 35% dimana sesuai berdasarkan ACI 522R-10. Hasil kuat tekan tertinggi terdapat pada campuran VIII sebesar 16,03 MPa masuk syarat bata ringan mutu C dengan kuat tekan minimal 12,5 MPa digunakan untuk pejalan kaki.
Studi Eksperimental Recycled Concrete Aggregate pada Self Compacting Concrete Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.167

Abstract

Self compacting concrete (SCC) merupakan beton dengan fluiditas yang tinggi, memiliki kemampuan unuk mengalir serta mengisi celah-celah di dalam cetakan sehingga tidak perlu dilakukan proses pemadatan. Recycled concrete aggregate merupakan agregat kasar yang diperoleh dengan memanfaatkan limbah beton yang dipecahkan untuk dijadikan sebagai pengganti material agregat kasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada self compacting concrete dengan memvariasikan nilai faktor air semen (fas) yakni 0,40; 0,45; 0,50; 0,55 dan 0,60. Metode pelaksanaan adalah studi eksperimental di laboratorium dengan menggunakan perbandingan antara recycled concrete aggregate (RCA) dengan normal concrete aggregate (NCA) sebesar 50% : 50% terhadap berat agregat kasar. Bahan tambah berupa MasterGlenium ACE 8595 sebanyak 1,2% dari berat semen. Benda uji berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Dari hasil pengujian didapat nilai kuat tekan rata-rata tertinggi pada fas 0,40 dengan slump-flow 650 mm yaitu sebesar 33,272 MPa dan nilai kuat tekan rata – rata terendah pada fas 0,60 dengan slump-flow 760 mm yaitu sebesar 24,130 MPa. Dari hasil analisis hubungan (r) antara fas dengan slump-flow diperoleh sebesar +0,9779, antara fas dengan slump-flow time T-50 atau viscocity diperoleh sebesar -0,9967 dan antara fas dengan kuat tekan SCC diperoleh sebesar -0,9817. Hasil menunjukkan bahwa terjadinya hubungan berbanding lurus yang sangat kuat antara variasi fas dengan slump-flow SCC serta terjadi hubungan berbanding terbalik yang sangat kuat antara variasi fas dengan kuat tekan dan slump-flow time T-50 SCC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi fas sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan, slump-flow dan slump-flow time T-50 pada self compacting concrete.
Pendampingan Perencanaan Pembangunan Lanjutan Musholla Al-Amin Kota Pekanbaru Shanti Wahyuni Megasari; Zainuri Zainuri; Gusneli Yanti
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v4i2.15174

Abstract

Musholla Al-Amin merupakan musholla yang dibangun di atas lahan fasilitas umum pada Kota Pekanbaru. Seiring berjalannya waktu, masyarakat yang menggunakan musholla tersebut semakin banyak dan posisi musholla menjadi tidak strategis untuk digunakan masyarakat sekitar. Sehingga posisi musholla lama digunakan sebagai bangunan serbaguna dan Musholla Al-Amin dibangun ulang dan dipindahkan pada posisi tengah daerah perumahan tersebut. Pembangunan Musholla Al-Amin yang baru telah dilaksanakan sejak tahun 2024 secara bertahap dengan dimensi sebesar 100 m2. Namun masih banyak kekurangan atau pekerjaan yang harus diselesaikan pada bangunan musholla tersebut agar masyakarat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Sehingga Ketua Musholla Al-Amin meminta bantuan kepada tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Teknik Sipil untuk dapat bekerjasama kembali dan dapat membantu merencanakan pembangunan tahap lanjut Musholla Al-Amin lengkap dengan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Waktu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat selama 4 (empat) bulan dengan pelaksanaan di lokasi Musholla Al-Amin selama 1 (satu) minggu yang dimulai dari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB dengan menggunakan metode survey dan perencanaan. Tahapan pelaksanaan pengabdian terdiri dari 5 (lima) tahapan yaitu pelaksanaan survey pendahuluan untuk mengetahui kondisi eksisting bangunan, tahapan pelaksanaan pengukuran pada Musholla Al-Amin, tahapan pembuatan perencanaan atau desain pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin, tahapan pembuatan Rencana Anggaran Biaya pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin dan tahapan survey kepuasan pada mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu pengurus Musholla Al-Amin. Setelah dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat pada Musholla Al-Amin, maka diperoleh gambar rencana dan gambar potongan dari Musholla Al-Amin. Hasil rencana anggaran biaya Pekerjaan Perencanaan pembangunan lanjutan Musholla Al-Amin dengan total biaya sebesar Rp128.500.000.