Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KOMPETENSI AKTIVASI PROTEIN EKSTRAK SPERMATOZOA PADA OOSIT M-II KAMBING BERDASARKAN ANALISIS PROFIL INTENSITAS KALSIUM (Ca+2) Gatot Ciptadi; Sri Rahayu; Budi Siswanto; Eva Ari Wahyuni; Aulanni’am A; Nur Ihsan
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.164 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi profil ekstrak spermatozoa (ES) dengan sodium dodecyl sulfate-polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE) elektroforesis dan mempelajari potensi ES dalam aktivasi M-II oosit. Kedua isolat protein total ES (2,5 µg/ml) serta protein spesifik 100 kD (1,98 µg/ml) disuplemensikan dalam medium aktivasi tissue culture medium (TCM)-199 stok. Intensitas Ca+2 diamati dengan fluo-3 menggunakan confocal laser scanning microscope (CLSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ES dan 100 kD protein menghasilkan oosit teraktivasi (cleavage) masing-masing 43,75 dan 2,00%. Intensitas Ca+2 menunjukkan adanya variasi dan pola yang berbeda, yakni intensitas fluoresen lebih tinggi pada oosit teraktivasi.
Karakteristik pH dan pengaruhnya terhadap bakteri Coliform di perairan Selat Madura Kabupaten Pamekasan Eva Ari Wahyuni
Depik Vol 6, No 3 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.557 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.3.5875

Abstract

The objective of present study was to analyze the condition of environmental parameters, especially pH and its relationship to coliform survival rate which is useful to understand the status of the aquatic environment in Pamekasan District. There are three sampling locations with three depth profiles and determine using purposive sampling method. Environmental parameters are measured on surface profiles, including DO, temperature, pH, and salinity. Seawater samples were cultured on agar medium and selective media, then analyzed using colony counting method to calculate the number of bacteria in each depth profile. The results showed the DO range of 5.4 to 5.6 mg/L, the temperature 31.1-32.20C, pH 7.4-8.0, and the salinity 31-32‰, and the number of coliform bacteria ranged 15-85 (Colony x 10 CFU/mL) found on the surface and bottom of stations 2 and 3. The pH fluctuations during the study were higher than 2012 and 2013. The pattern of coliform bacteria distribution showed lower with increasing depth. Differences in the pH range are thought to be one of the factors that affect the survival rate of coliform bacteria, so that also affect the density of coliform bacteria. In general, it can be concluded that environmental conditions in good status based on environmental parameter indicators are relatively normal for tropical regions. The pH range is quite wide with a tendency to increase in value (indicating more alkaline) during the study period. Changes in pH have an effect on the survival rate with a higher tendency to decrease in acidic conditionsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi parameter lingkungan, khususnya pH dan keterkaitan terhadap perkembangbiakan (survival rate) bakteri coliform yang berguna untuk mengetahui status lingkungan perairan di Kabupaten Pamekasan. Lokasi pengambilan sampel air laut dilakukan pada tiga stasiun dengan tiga profil kedalaman menggunakan metode purposive sampling. Parameter lingkungan diukur pada profil permukaan, meliputi DO, suhu, pH, dan salinitas. Sampel air laut dibiakkan pada media agar dan media selektif, kemudian dianalisa menggunakan metode colony counting untuk menghitung jumlah bakteri pada setiap profil kedalaman. Hasil analisa menunjukkan kisaran DO 5,4-5,6 mg/L, suhu 31,1-32,20C, pH 7,4–8,0, dan salinitas 31-32 ‰, dan jumlah bakteri coliform berkisar 15-85 (koloni x 10 cfu/mL) yang ditemukan pada profil permukaan dan dasar pada stasiun 2 dan 3. Fluktuasi pH selama penelitian lebih tinggi dibandingkan penelitian tahun 2012 dan 2013. Pola sebaran bakteri coliform menunjukkan semakin rendah dengan bertambahnya kedalaman. Perbedaan kisaran pH diduga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap survival rate bakteri coliform, sehingga berpengaruh juga terhadap kepadatan bakteri coliform. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan dalam status baik berdasarkan indikator parameter lingkungan relatif normal untuk wilayah tropis. Kisaran pH cukup lebar dengan kecenderungan semakin bertambah besar nilainya (menunjukkan semakin basa) selama periode penelitian. Perubahan pH berpengaruh terhadap survival rate dengan kecenderungan lebih tinggi penurunannya pada kondisi asam
Karakteristik pH dan pengaruhnya terhadap bakteri Coliform di perairan Selat Madura Kabupaten Pamekasan Eva Ari Wahyuni
Depik Vol 6, No 3 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.3.5875

Abstract

The objective of present study was to analyze the condition of environmental parameters, especially pH and its relationship to coliform survival rate which is useful to understand the status of the aquatic environment in Pamekasan District. There are three sampling locations with three depth profiles and determine using purposive sampling method. Environmental parameters are measured on surface profiles, including DO, temperature, pH, and salinity. Seawater samples were cultured on agar medium and selective media, then analyzed using colony counting method to calculate the number of bacteria in each depth profile. The results showed the DO range of 5.4 to 5.6 mg/L, the temperature 31.1-32.20C, pH 7.4-8.0, and the salinity 31-32‰, and the number of coliform bacteria ranged 15-85 (Colony x 10 CFU/mL) found on the surface and bottom of stations 2 and 3. The pH fluctuations during the study were higher than 2012 and 2013. The pattern of coliform bacteria distribution showed lower with increasing depth. Differences in the pH range are thought to be one of the factors that affect the survival rate of coliform bacteria, so that also affect the density of coliform bacteria. In general, it can be concluded that environmental conditions in good status based on environmental parameter indicators are relatively normal for tropical regions. The pH range is quite wide with a tendency to increase in value (indicating more alkaline) during the study period. Changes in pH have an effect on the survival rate with a higher tendency to decrease in acidic conditionsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi parameter lingkungan, khususnya pH dan keterkaitan terhadap perkembangbiakan (survival rate) bakteri coliform yang berguna untuk mengetahui status lingkungan perairan di Kabupaten Pamekasan. Lokasi pengambilan sampel air laut dilakukan pada tiga stasiun dengan tiga profil kedalaman menggunakan metode purposive sampling. Parameter lingkungan diukur pada profil permukaan, meliputi DO, suhu, pH, dan salinitas. Sampel air laut dibiakkan pada media agar dan media selektif, kemudian dianalisa menggunakan metode colony counting untuk menghitung jumlah bakteri pada setiap profil kedalaman. Hasil analisa menunjukkan kisaran DO 5,4-5,6 mg/L, suhu 31,1-32,20C, pH 7,4–8,0, dan salinitas 31-32 ‰, dan jumlah bakteri coliform berkisar 15-85 (koloni x 10 cfu/mL) yang ditemukan pada profil permukaan dan dasar pada stasiun 2 dan 3. Fluktuasi pH selama penelitian lebih tinggi dibandingkan penelitian tahun 2012 dan 2013. Pola sebaran bakteri coliform menunjukkan semakin rendah dengan bertambahnya kedalaman. Perbedaan kisaran pH diduga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap survival rate bakteri coliform, sehingga berpengaruh juga terhadap kepadatan bakteri coliform. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan dalam status baik berdasarkan indikator parameter lingkungan relatif normal untuk wilayah tropis. Kisaran pH cukup lebar dengan kecenderungan semakin bertambah besar nilainya (menunjukkan semakin basa) selama periode penelitian. Perubahan pH berpengaruh terhadap survival rate dengan kecenderungan lebih tinggi penurunannya pada kondisi asam
Karakteristik pH dan pengaruhnya terhadap bakteri Coliform di perairan Selat Madura Kabupaten Pamekasan Eva Ari Wahyuni
Depik Vol 6, No 3 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.3.5875

Abstract

The objective of present study was to analyze the condition of environmental parameters, especially pH and its relationship to coliform survival rate which is useful to understand the status of the aquatic environment in Pamekasan District. There are three sampling locations with three depth profiles and determine using purposive sampling method. Environmental parameters are measured on surface profiles, including DO, temperature, pH, and salinity. Seawater samples were cultured on agar medium and selective media, then analyzed using colony counting method to calculate the number of bacteria in each depth profile. The results showed the DO range of 5.4 to 5.6 mg/L, the temperature 31.1-32.20C, pH 7.4-8.0, and the salinity 31-32‰, and the number of coliform bacteria ranged 15-85 (Colony x 10 CFU/mL) found on the surface and bottom of stations 2 and 3. The pH fluctuations during the study were higher than 2012 and 2013. The pattern of coliform bacteria distribution showed lower with increasing depth. Differences in the pH range are thought to be one of the factors that affect the survival rate of coliform bacteria, so that also affect the density of coliform bacteria. In general, it can be concluded that environmental conditions in good status based on environmental parameter indicators are relatively normal for tropical regions. The pH range is quite wide with a tendency to increase in value (indicating more alkaline) during the study period. Changes in pH have an effect on the survival rate with a higher tendency to decrease in acidic conditionsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi parameter lingkungan, khususnya pH dan keterkaitan terhadap perkembangbiakan (survival rate) bakteri coliform yang berguna untuk mengetahui status lingkungan perairan di Kabupaten Pamekasan. Lokasi pengambilan sampel air laut dilakukan pada tiga stasiun dengan tiga profil kedalaman menggunakan metode purposive sampling. Parameter lingkungan diukur pada profil permukaan, meliputi DO, suhu, pH, dan salinitas. Sampel air laut dibiakkan pada media agar dan media selektif, kemudian dianalisa menggunakan metode colony counting untuk menghitung jumlah bakteri pada setiap profil kedalaman. Hasil analisa menunjukkan kisaran DO 5,4-5,6 mg/L, suhu 31,1-32,20C, pH 7,4–8,0, dan salinitas 31-32 ‰, dan jumlah bakteri coliform berkisar 15-85 (koloni x 10 cfu/mL) yang ditemukan pada profil permukaan dan dasar pada stasiun 2 dan 3. Fluktuasi pH selama penelitian lebih tinggi dibandingkan penelitian tahun 2012 dan 2013. Pola sebaran bakteri coliform menunjukkan semakin rendah dengan bertambahnya kedalaman. Perbedaan kisaran pH diduga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap survival rate bakteri coliform, sehingga berpengaruh juga terhadap kepadatan bakteri coliform. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan dalam status baik berdasarkan indikator parameter lingkungan relatif normal untuk wilayah tropis. Kisaran pH cukup lebar dengan kecenderungan semakin bertambah besar nilainya (menunjukkan semakin basa) selama periode penelitian. Perubahan pH berpengaruh terhadap survival rate dengan kecenderungan lebih tinggi penurunannya pada kondisi asam
Implementation of Experiential Learning Learning Model Toward Students’ Science Generic Skills Intania Dwi Melani; Wiwin Puspita Hadi; Eva Ari Wahyuni; Mochammad Ahied; Mochammad Yasir
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v3i2.106

Abstract

his study aims to determine the generic science skills of students before and after learning using the Experiential Learning learning model. The research method in this study used a pre-experiment in the form of One Group Pretest and Posttest Design. The research instrument used was using a generic science test, student response questionnaires and observation sheets using the purposive sampling technique. The data analysis technique used paired sample t test. Based on the results of the study, it was found that (1) the Experiential Learning Model had an influence in training students generic science skills as evidenced by the significance obtained, namely 0.000 <0.05, (2) The average learning implementation of the Experiential The learning model was 100% with a very good category,Based on the results of this study, it can be concluded that the Experiential learning model has an influence on students' generic science skills so that the learning process is important to implement in other materials.
Analisis Kebutuhan Siswa terhadap Media Pembelajaran Pop up book Konteks Lorjuk Annafilah, Adinda Anisah; Eva Ari Wahyuni; Dwi Nurhayati Adhani; Lisa Lisdiana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2237

Abstract

Pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan sehingga penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya melalui penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran media pop up book dengan konteks lorjuk (Solen sp.). Penelitian dilakukan di perairan Madura (Pamekasan) dan di SMP Negeri 1 Sepulu dengan menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi, dan teknik analisis triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan lorjuk merupakan kerang berbentuk panjang dan pipih yang banyak ditemukan di Pamekasan, namun belum banyak diketahui oleh penduduk Madura. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan siswa membutuhkan inovasi media pembelajaran yang dapat menarik perhatian, meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran IPA, melibatkan siswa, serta yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Maka dari itu, pengembangan media pembelajaran pop up book konteks lorjuk dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan siswa tersebut.
Validitas Multimedia Interaktif Berbasis Genially Konteks Kerang Pisau dalam Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Siswa SMP Rizka Salasi Adhani; Eva Ari Wahyuni; Mochammad Ahied; Aida Fikriyah; Eneng Sururiyatul Mu’aziyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12659

Abstract

Siswa mendapatkan hasil belajar yang rendah pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati karena media pembelajaran yang digunakan tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, peningkatan pemahaman konsep siswa serta respons siswa terhadap multimedia interaktif berbasis genially konteks kerang pisau. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian R&D dengan model pengembangan ADDIE. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup analisis kevalidan, pemahaman konsep, dan respons siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi, soal tes pemahaman konsep siswa serta angket respons siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) Hasil validitas rata-rata pada aspek media memperoleh skor sebesar 87,24% dengan kategori sangat valid dan aspek materi memperoleh skor sebesar 89,58% dengan kategori sangat valid (2) Hasil peningkatan pemahaman konsep siswa yang dihitung melalui perhitungan N-Gain memperoleh skor rata-rata sebesar 0,40 dengan kategori sedang (3) Hasil rata-rata pada respons siswa terhadap multimedia interaktif berbasis genially konteks kerang pisau pada uji coba perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar secara berurutan yaitu 98,68%, 94,17%, dan 80,99% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis genially konteks kerang pisau layak untuk dapat digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.