Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan karakter melalui kurikulum tersembunyi dalam pengajaran bahasa Inggris Kuzairi Kuzairi; Hidya Maulida
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.875 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v12i2.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi nilai – nilai karakter sebagai Kurikulum tersembunyi atau implicit learning dalam mata kuliah skill di Perguruan Tinggi Banjarmasin. Ada empat skill yang harus dikuasai dalam belajar Bahasa Inggris yaitu listening, speaking, reading dan writing. Rumusan Masalah dari penelitian ini adalah (1) Nilai - Nilai Karakter apa saja yang diperoleh mahasiswa secara tidak langsung pada saat pembelajaran mata kuliah Skill? (2) Bagaimana pembelajaran karakter secara tidak langsung yang diterima oleh mahasiswa dalam Mata kuliah Skill?.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh berupa deskripsi atau gambaran tentang nilai – nilai karakter yang diperoleh mahasiswa secara implisit pada saat pembelajaran mata kuliah Skill. Instrumen adalah observasi dan interview. Observasi dilakukan saat pembelajaran mata kuliah skill pada empat perguruan tinggi di Banjarmasin sebagai lokasi penelitian yaitu STKIP PGRI Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Islam Kalimantan, dan IAIN Antasari Banjarmasin.. Interview dilakukan setelah kegiatan obsevasi dilaksanakan selama 3 kali Observasi proses pembelajaran. Data yang diperoleh dari observasi dan interview akan dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu; transcribing, coding and classifying, interpreting, dan drawing conclussion. Berdasarkan hasil observasi terdapat beberapa karakter yang diberikan secara tidak langsung dalam pengajaran mata kuliah listening, speaking, reading dan writing meliputi Karakter Tanggung Jawab secara tidak langsung melalui kesungguhan dalam mengerjakan setiap arahan, latihan atau tugas. Karakter Rasa hormat melalui menghargai pendapat atau jawaban teman serta meminta ijin apabila akan meninggalkan kelas. Karakter keadilan dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa untuk menjawab soal latihan. Karakter keberanian muncul saat mahasiswa berani mengangkat tangan untuk menjawab soal atau menyampaikan pendapat. Karakter rasa kebangsaan melalui kutipan dari tokoh nasional dan topik atau materi peringatan hari nasional. Karakter kejujuran secara tidak langsung terdapat saat mahasiswa mengerjakan latihan sendiri dan tidak membuka kamus apabila tidak diperbolehkan. Karakter disiplin diri melalui menempatkan kembali buku dan kursi yang sudah dipakai serta hadir sesuai jadwal. Karakter peduli secara tidak langsung terlihat melalui pendekatan dosen untuk mengecek pekerjaan mahasiswa. Karakter ketekunan terlihat melalui persiapan materi selanjutnya serta pengayaan referensi belajar.
Language of Advertisement: A Pragmatic View Kuzairi Kuzairi
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1 No 2 (2016): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.538 KB) | DOI: 10.33654/sti.v1i2.370

Abstract

This study concerns with pragmatic features which are used in the English utterances said by Agus in 3 Cellular advertisement. The problem which is designed in this research is “How are the pragmatic features such as; Lexical uses, Interlanguage analysis, Conversational Maxims and Politenessused in the English utterances said by Agus in 3 cellular advertisement?” The writer uses qualitative approach since the data are the utterances which are produced by Agus in 3 cellular advertisement. He also applies some steps in collecting the data. They are: (1) Watching the advertisement and paying attention to the English utterances said by Agus in 3 cellular advertisement. (2) Identifying the English utterances that are said by Agus in the advertisement. (3) Writing down the utterances and learn them based on the pragmatic views. (4) Taking the utterances as the data that are going to be analyzed by the writer. While in analyzing the data, the writer does the following procedures: (1) Firstly, classifying the pragmatic features. The writer chooses some pragmatic features in his study. They are the lexical uses, Interlanguge analysis, Conversational Maxims, and Politeness. (2) Then, analyzing the data which are the utterances said by Agus based on the pragmatic features above. (3) After finding the result of the analysis, the writer gives conclusion of the research. After analyzing the data, the writer finds that the utterances said by Agus in 3 Cellular advertisement are influenced by some pragmatic features such as: Lexical uses, Interlanguage analysis, Conversational Maxims and Politeness. The features are rather distinctive with the common conversation. Based on what the writer found in his study, he concludes that English utterances produced by Agus in 3 Cellular Advertisement are unique and funny language according to pragmatic views and seen from the features of pragmatics such as: Lexical uses, Interlanguage analysis, Conversational Maxims and Politeness
Comparison modeling of the number population who have been vaccined in East Java using the biresponse Fourier series estimator method with the trend function Yudistira, Ira; Rohman, Naylur; Mardianto, M Fariz Fadillah; Kuzairi
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v6i1.685

Abstract

Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin pada tubuh manusia yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap suatu penyakit dan tidak menjadi sumber penularan penyakit tersebut. Vaksinasi massal merupakan sebuah keharusan yang harus dipenuhi untuk menanggulangi permasalahan wabah Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Pada tahun 2021 pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jawa timur baru mencapai 50% dari total sasaran yang divaksin. Kekebalan imunitas tercapai ketika 70% penduduk telah divaksin. Sementatra ini pelaksanaan program vaksinasi pemerintah sudah mencapai pada vaksin dosis kedua. Berdasarkan uraian tersebut peneliti bertujuan untuk membandingkan pemodelan jumlah penduduk yang telah divaksin dosis pertama dan kedua menggunakan metode deret Fourier Birespon dengan Fungsi Tren. Kriteria kebaikan model yang digunakan adalah nilai GCV dan MSE terkecil, serta nilai koefisien determinasi tertinggi. Model yang diperoleh dalam penelitian ini adalah model dengan basis sinus cosinus. Model tersebut mempunyai nilai GCV dan MSE lebih kecil dibandingkan nilai GCV dan MSE pada basis cosinus dan sinus. Koefisien determinasi model tersebut sebesar menunjukkan nilai yang besar.  Vaccination is a process carried out by the human body that aims to increase the body's active immunity against a disease so that people who are vaccinated will not get sick. The Covid-19 outbreak hit the whole world, including Indonesia. Currently, the implementation of the Covid-19 vaccination in East Java has only reached 50% of the total target being vaccinated. The requirement to achieve immunity must be that 70% of the population has been vaccinated. Based on this description, the researcher aims to compare the modeling of the population that has been vaccinated with the first and second doses using the Fourier series bi-response method with a trend function. The criteria for the goodness of the model in this study used small GCV and MSE values and a high coefficient of determination. The model has smaller GCV and MSE values ​​than the cosine and sine basis. The coefficient of determination of the model shows a large value.
THE PARAMETRIC AND NONPARAMETRIC ESTIMATOR IN SEMIPARAMETRIC REGRESSION FOR LONGITUDINAL DATA WITH SPLINE APPROACH Tony Yulianto; Kuzairi Kuzairi; Noer Azizah; M. Fariz Fadillah Mardianto; Ira Yuditira; Faisol Faisol; Rica Amalia
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v11i4.316

Abstract

Regression analysis aims to determine the relationship between response variables and predictor variables. There are three approaches to estimate regression curves, there are parametric, nonparametric, and semiparametric regression. In this study, the form of spline semiparametric regression curve estimator for longitudinal data assessed. Based on the estimator that be obtained by using Weighted Least Square (WLS) optimization applied to model electricity consumption in Madura by choosing a model for longitudinal data based on linear spline estimator with two knot. The good criterion of the model is using the GCV value, the coefficient of determination and the value of MSE. The best model is a model that has a high coefficient of determination and a small MSE value. This spline model has a determination coefficient value of 99,72911% and MSE 32,50458.
Penerapan Fuzzy Interpolasi Spline Kubik Pada Data Pokok Lelang Di Pamekasan Nurmadhani, Nadya; Yulianto, Tony; Kuzairi, Kuzairi; Amiroch, Siti; Anekawati, Anik
Jurnal Aplikasi Teknologi Informasi dan Manajemen (JATIM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Aplikasi Teknologi Informasi dan Manajemen (JATIM) Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/jatim.v4i2.2506

Abstract

Lelang sejak lama telah dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu sarana untuk melakukan jual beli barang, Lelang merupakan mekanisme jual-beli yang diawali dengan adanya pengumuman atas penawaran barang kepada calon peserta lelang. KPKNL di Pamekasan memiliki peran yang cukup besar dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Jual beli sistem lelang sangat membantu masyarakat untuk mempermudah melakukan transaksi jual beli dan tentu saja barang yang penulis miliki sudah terjamin dari berbagai sisi legalitasnya. Oleh karena itu, suatu perusahaan jasa harus mampu menawarkan berbagai produk untuk meningkatkan kepuasan dan memenuhi kebutuhan yang semakin beragam oleh masyarakat sebagai pemakai barang lelang. Maka dari itu, untuk mengetahui peningkatan dan penurunan jumlah lelang diperlukan suatu metode yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah lelang di Pamekasan, Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode fuzzy interpolasi Spline kubik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat terlihat bahwa hasil penerapan jumlah data pokok lelang di KPKNL Pamekasan dari bulan ke 50 sampai bulan ke 72 sangat mengalami peningkatan dibandingkan dari bulan ke 35 sampai bulan ke 49 yang sangat mengalami penurunan dengan nilai RMSE 0,2766 yang menghasilkan nilai eror sangat kecil.
Pengelompokkan Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Fuzzy Geographycally Weighted Clustering Anisa, Anisa; Yulianto, Tony; Kuzairi, Kuzairi; Faisol, Faisol
Zeta - Math Journal Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/zeta.2024.9.2.105-114

Abstract

Masalah kemiskinan menjadi isu global yang menarik untuk dibahas karena berdampak pada kondisi sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun stabilitas politik suatu wilayah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Timur sebanyak 4,19 juta orang pada Maret 2023 mengalami penurunan sebanyak 47,7 ribu orang dari September 2022. Namun Jawa Timur masih menjadi Provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan dalam pengentasan kemiskinan yaitu mengetahui daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, sedang atau rendah di Provinsi Jawa Timur dengan cara mengelompokkan Kabupaten/Kota berdasarkan indikator kemiskinan. Dalam penelitian ini pengelompokan Kabupaten/Kota berdasarkan indikator kemiskinan dilakukan dengan mempertimbangkan efek geografis menggunakan metode Fuzzy Geographically Weighted Clustering (FGWC). Hasil Penelitian diperoleh 3 cluster yang optimum dengan karakteristik cluster yang berbeda berdasarkan indikator kemiskinan. Cluster 1 dengan kemiskinan rendah, cluster 2 dengan kemiskinan sedang dan cluster 3 dengan kemiskinan tinggi.
PERBANDINGAN METODE FUZZY TIME SERIES CHEN DAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM MEMPREDIKSI CURAH HUJAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Tamam, Moh. Badrit; Kuzairi, Kuzairi; Yulianto, Toni; Faisol, Faisol; Yudistira, Ira; Amalia, Rica
NERO (Networking Engineering Research Operation) Vol 9, No 2 (2024): Nero - 2024
Publisher : Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nero.v9i2.27986

Abstract

This research aims to predict rainfall in Pamekasan Regency, Madura, East Java, using two prediction methods: Fuzzy Time Series Chen and the Exponential Smoothing (ES) method, specifically Double Exponential Smoothing (DES). The data used in this study consists of monthly rainfall data from January 2011 to December 2023, covering a period of 13 years. The data was sourced from reliable records that regularly track rainfall in the region. In the analysis, both methods were applied to generate accurate predictions of rainfall patterns in Pamekasan Regency. Based on the calculations and performance evaluation, the best method for predicting rainfall in this region was found to be Double Exponential Smoothing Holt. This method uses two key parameters: alpha at 0.4 and beta at 0.6. After applying this method, a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 1.479 was obtained, indicating a very low and acceptable level of prediction error. Therefore, it can be concluded that the Double Exponential Smoothing Holt method is an effective and accurate approach for predicting rainfall in Pamekasan Regency based on the historical data used..Keywords: Rainfall; Pamekasan Regency; Prediction; Chen's Fuzzy Time Series and Exponential Smoothing (ES) Method
Metode Dekomposisi Dalam Meramalkan Curah Hujan Di Kota Pamekasan Jamilah, Ismiyatul; Kuzairi, Kuzairi; Yudhistira, Ira
INTEGER: Journal of Information Technology Vol 9, No 2: September 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.integer.2024.v9i2.6689

Abstract

Cuaca merupakan salah satu aspek yang menentukan kondisi iklim. Dimana salah satu faktor yang mempengaruhi langsung terhadap perbedaan tipe atau variasi iklim adalah curah hujan. Pada penelitian ini bertujuan untuk meramalkan tinggi curah hujan  menggunakan metode Dekomposisi mutiplikatif rata-rata bergerak, dan menentukan ukuran akurasi peramalan menggunakan MSE (Mean Square eror), datayang di gunakan adalah data tinggi curah hujan pada kota Pamekasan tahun 2011-2023 yang diperoleh dari UPT PSDA jawa timur. Prosedur penelitian dimulai  dengan menganalisis komponen-komponen dekomposisi yaitu komponen Trend (T), musiman (M), siklus (C) kemudian mengalikan nilai komponen- komponen tersebut. Hasi peramalan menggunakan metode Dekomposisi dengan bantuan Aplikasi Matlab pada tahun 2024 dengan menghasilkan nilai trend tertinggi yaitu 77503 sedangkan yang terendah yaitu 1243. Nilai faktor musiman yang tertinggi yaitu 1937084 sedangkan yang terendah yaitu 44086. Hasil Prediksi tinggi curah hujan di kota pamekasan pada tahun 2024 tertinggi yaitu 95615 sedangkan terendah yaitu yang terendah yaitu 10589. Dengan MSE Nilai Trend sebesar 0.
Determining Optimal Hierarchical Clustering by Combining Needleman Wunsch and Jukes Cantor Algorithms in Tuberculosis (TB) Disease Clustering Hildatul Anizah; Tony Yulianto; Kuzairi; Ira Yudistira; Amalia, Rica
Contemporary Mathematics and Applications (ConMathA) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/conmatha.v7i1.64172

Abstract

Tuberculosis (TBC) is an infectious disease affecting the respiratory system, caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis (TBC) remains a global concern, and to date, no country is completely free from TB. This disease continues to be one of the leading causes of mortality. Therefore, it is essential to categorize the spread of TBC. The percentage of identity in genetic codes will reveal the proportion of mutations. The percentage of identity in genetic codes will demonstrate that, although the symptoms caused by a disease may be quite similar, the protein sequences are not necessarily the same. In this study, the researchers employed the Hierarchical Clustering method, integrating the Needleman-Wunsch and Jukes-Cantor algorithms, resulting in two groups. The first group consists of 9 interconnected rows, while the second group consists of 7 interconnected rows.
Determining Optimal Hierarchical Clustering by Combining Needleman Wunsch and Jukes Cantor Algorithms in Tuberculosis (TB) Disease Clustering Hildatul Anizah; Tony Yulianto; Kuzairi; Ira Yudistira; Amalia, Rica
Contemporary Mathematics and Applications (ConMathA) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/conmatha.v7i1.64172

Abstract

Tuberculosis (TBC) is an infectious disease affecting the respiratory system, caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis (TBC) remains a global concern, and to date, no country is completely free from TB. This disease continues to be one of the leading causes of mortality. Therefore, it is essential to categorize the spread of TBC. The percentage of identity in genetic codes will reveal the proportion of mutations. The percentage of identity in genetic codes will demonstrate that, although the symptoms caused by a disease may be quite similar, the protein sequences are not necessarily the same. In this study, the researchers employed the Hierarchical Clustering method, integrating the Needleman-Wunsch and Jukes-Cantor algorithms, resulting in two groups. The first group consists of 9 interconnected rows, while the second group consists of 7 interconnected rows.