Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pendidikan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Dan Tsunami Di SMP N 7 Kota Bengkulu Sebagai Sekolah Pada Zona Keterpaparan Herlin Fransiska; Dian Agustina; Dyah Setyo Rini
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.054 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i1.2946

Abstract

Kota Bengkulu merupakan Ibu kota Provinsi Bengkulu yang berada pada zona aktif gempa bumi, serta terdapat zona Megathrust dan zona sumber gempa Mentawai Backthrust yang menyebabkan sering terjadi gempa bumi bahkan berpotensi tsunami. Sebuah penelitian menghasilkan zona keterpaparan gempa bumi dan tsunami di Kota Bengkulu. Tujuan pengabdian pada masyarakat yaitu memberikan edukasi mitigasi terhadap gempa bumi dan tsunami SMP N 7 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan pada pengabdian yaitu aktive learning. Tahapan kegiatan diawali dengan pre-test, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi gempa bumi dan tsunami dan langkah kesiapsiagaan, diakhiri dengan post-test. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yaitu peserta mengikuti dengan antusias, hasil pre-test dan post-test menunjukkan hasil yang signifikan, yang artinya kegiatan terlaksana dengan baik dan tujuan kegiatan tercapai dilihat dari signifikansi uji beda berpasangan terhadap evaluasi kegiatan dengan nilai signifikansi 0.020 yang artinya dengan taraf nyata 5% terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini penting dilakukan dan memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk daerah yang berada di zona aktif gempa bumi.
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI KEBENCANAAN DENGAN PENDEKATAN SAINS DAN TEKNOLOGI MASYARAKAT BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU Dyah Setyo Rini; Herlin Fransiska; Nutia Rosdalena; Reyvo Valeriyan; Eko Heru Purwanto; M. Taufiqurrahman Syah; Elfi Yuliza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3539-3546

Abstract

As the capital of Bengkulu Province, Bengkulu City is located not far from the coast, so most community activities are also located around the coastal area, including schools, both elementary and high schools. Bengkulu City is prone to earthquakes and tsunamis, so disaster preparedness is very needed from an early age through earthquake and tsunami disaster literacy training in order to reduce the impact of these disasters. This community service activity carries the theme of disaster literacy using the application of science and technology, including the creation of interesting animated videos, the use of drones for making evacuation route maps, and pocketbooks that are easily understood by students of SD Negeri 2 Bengkulu City. Based on the results of the paired data t-test for evaluation used to pretest and posttest scores, it was found that the earthquake and tsunami disaster literacy training had a significant effect on the knowledge and understanding of third-grade students of SDN 2 Bengkulu City.
KLASIFIKASI KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU MENGGUNAKAN METODE POHON KLASIFIKASI GABUNGAN Winalia Agwil; Agustina; Herlin Fransiska
Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Statistika dan Komputasi Statistik
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/jurnalasks.v14i2.348

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan global yang menjadi perhatian dunia. Hal ini dapat dilihat dari deklarasi SDGs yang menjadikan permasalahan kemiskinan sebagai prioritas utama. Penanganan kemiskinan yang baik akan membantu penyelesaian permasalahan dunia yang lain seperti permasalahan kelaparan, kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, air bersih dan sanitasi. Untuk mencapai tujuan penanganan kemiskinan dengan cepat dan maksimal, tentunya dibutuhkan analisis yang dapat mengidentifikasi rumah tangga miskin dengan tepat sehingga dapat dirancang suatu program tepat sasaran sesuai karakteristik rumah tangga tergolong miskin. Salah satu metode statistika yang dapat dilakukan untuk melihat karakteristik tersebut adalah pohon klasifikasi seperti Classification and Regression Tree (CART). Namun metode ini memiliki kelemahan jika terdapat ketikseimbangan kelas data (unbalanced dataset), sehingga ditanggulangi dengan metode SMOTE. Selain metode CART, akan dilakukan pengklasifikasian dengan Random Forest dan Xgboost. Hasil menunjukkan bahwa pada data yang telah seimbang, model random forest CART memiliki nilai AUC yang paling tinggi. Hal ini mengindikasikan metode ini lebih baik dibandingkan yang lainnya. Berdasarkan pemodelan dengan random forest diperoleh tiga variabel paling menentukan rumah tangga miskin yaitu jumlah anggota rumah tangga, ijazah terakhir kepala rumah tangga dan luas lantai rumah.
PERMODELAN CURAH HUJAN BULANAN DI KOTA BENGKULU DENGAN SEASONAL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (SARIMA) Herlin Fransiska; Pepi Novianti; Dian Agustina
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.915 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.174

Abstract

Hujan adalahn unsur iklim yang sangat penting karena curah hujan berpengaruh terhadap perubahan iklim dan iklim berpengaruh terhadap banyak sektor seperti pertanian dan perikanan. Hal ini menjadikan permodelan curah hujan sangat penting untuk dikaji. Kota Bengkulu terdiri dari dua musim (Hujan dan Kemarau) dan juga memiliki cuaca yang sangat cepat berubah karena letak geografis Bengkulu yang berbatasan dengan Samudra Hindia yang berakibat jika terjadi tekanan rendah di Samudra Hindia maka Bengkulu akan mengalami hujan yang tinggi. Curah hujan yang terdiri dari dua musin dan terjadi secara berulang, sehingga curah hujan termasuk kedalam pola monsunal yang dicirikan oleh tipe curah hujan yang bersifat unimodial (satu puncak musim hujan). Jika menggunakan data curah hujan masa lalu maka metode yang tepat untuk memodelkan curah hujan adalah metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui model SARIMA yang terbentuk pada data curah hujan mingguan Kota Bengkulu. Hasil yang diperoleh model SARIMA (0,1,1)(0,1,1)12 merupakan model curah hujan bulanan di Kota Bengkulu yang terbaik dengan AIC 207,40 dan SBC 215,06. Model ini selanjutnya dapat digunakan untuk peramalan.
PENERAPAN REGRESI KUANTIL PADA DATA KEMISKINAN BENGKULU Herlin Fransiska; Dyah Setyo Rini; Dian Agustina
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.913 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.650

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks. Sehingga masalah kemiskinan yang sangat multidimensi ini sulit dipecahkan. Hal ini menjadikan kajian tentang kemiskinan sangat diperlukan. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki persentase penduduk miskin yang cukup tinggi, dan provinsi Bengkulu sebagai salah satu penyumbang kemiskinan terbesar kedua di Pulau Sumatra sehingga dibutuhkan kajian lebih lanjut tentang data kemiskinan Bengkulu. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan. Dilihat dari rata-rata pengeluaran perkapita dilakukan penerapan regresi kuantil. Regresi kuantil digunakan karena penerapan regresi linier tidak cocok yang dapat dilihat dari tidak terpenuhinya asumsi kenormalan dan homoskedastisitas. Hal ini terjadi karena adanya pencilan dan keberagaman data. Penerapan regresi kuantil dengan variable bebasnya Jumlah keluarga tanpa listrik, Jumlah sarana Pendidikan, Jumlah Sarana Kesehatan, Jumlah Penerima Jamkesmas, dan Jumlah SKTM diperoleh bahwa variable yang berpengaruh ialah Jumlah keluarga tanpa listrik dan Jumlah Sarana Kesehatan dengan kuantil 0.5 dimana model tersebut telah stabil.
PELATIHAN SPSS UNTUK ANALISIS DATA PENELITIAN TINDAKAN KELAS Nur Afandi; Herlin Fransiska; Siska Yosmar; Dyah Setyo Rini; Winalia Agwil; Baki Swita
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v4i3.2805

Abstract

The implementation of Classroom Action Research (CAR) in SMA 8 Bengkulu City is not optimal. The problem is the teacher's skills in data analysis, such as: methodology, depth of analysis, and statistical analysis tools is low. Statistical analysis commonly used is descriptive statistics rather than inferential statistics. The solution is to carry out data analysis training for classroom action research using SPSS software. The activity has 3 (three) stages: 1. Preparation stage: collect the information, tracking, and survey of teacher needs, which includes problems faced by teachers in analyzing classroom action research data. 2. Implementation stage: training on SPSS software for data analysis. 3. Evaluation stage: practical tests for training participants. Based on evaluation, it concluded that the teacher's skill in data analysis had increased. keyword: Training, CAR, SPSS
Pelatihan Numerasi di SMP N 07 Kota Bengkulu sebagai Upaya Persiapan Asesmen Kompetensi Minimum Herlin Fransiska; Dyah Setyo Rini; Dian Agustina; Etis Sunandi; Pepi Novianti; Riwi Dyah Pangesti
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 03 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i1.3605

Abstract

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan numerasi ialah dengan menerapkan tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Hasil wawancara terhadap satu orang guru SMP N 07 Kota Bengkulu, menunjukkan sekolah belum mempersiapkan secara khusus dalam menghadapi tes AKM. Berdasarkan hasil wawancara, siswa yang masuk SMP N 07 ialah anak warga sekitar yang yang memiliki keterbatasan kondisi sosial, ekonomi, teknologi dan kemampuan yang kurang. Untuk pembelajaran daring siswa hanya mampu menggunakan whatsapp ataupun SMS, siswa dan guru sebagian besar tidak memiliki laptop serta jaringan internet WIFI sehingga dampak pembelajaran daring sangat dirasakan oleh siswa. Siswa banyak yang belum lancar menerapkan ilmu matematika dalam soal cerita sehingga nilai matematika siswa secara keseluruhan turun saat pembelajaran daring bahkan kemampuan literasi matematika (Numerasi) sangat rendah. Kegiatan pengabdian ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika dan mengurangi dampak pembelajaran daring maupun luring sistem shift karena pandemi Covid-19. Kegiatan ini akan membuat siswa menjadi melek literasi numerasi. Agar kegiatan ini menjadi efektif dan efisien maka akan digunakan beberapa rencana kegiatan seperti adanya buku saku/modul, video edukasi, penyelesaian menggunakan software matematika dan kegiatan berbentuk games. Hasil analisis pretest dan postest menggunakan uji-t menyatakan bahwa ada perbedaan yang nyata antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan terhadap siswa SMP N 07 Kota Bengkulu.
Numerasi Interaktif Berbasis Masalah di SDN 104 Kota Bengkulu untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Fransiska, Herlin; Nugroho, Sigit; Agwil, Winalia
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v6i1.4480

Abstract

Dampak pandemi COVID-19 sangat besar bagi dunia pendidikan terutama didaerah yang belum maju seperti SDN 104 Kota Bengkulu. Hasil pembelajaran berdasarkan asesmen lapangan menunjukkan hasil yang rendah sehingga butuh kerja keras untuk meningkatkannya. Hasil asesmen tersebut menunjukkan kemapuan numerasi merupakan yang terendah padahal kemampuan ini sangat penting bagi siswa. Kegiatan numerasi iteratif berbasis masalah (NIRA) diyakini menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan siswa. Metode yang dilakukan ialah menyediakan bahan pembelajaran dan buku saku yang lengkap dengan soal dan jawaban serta memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi sangat diperlukan demi kelancaran dan keefektifan pembelajaran. Penerapan teknologi seperti penggunaan software matematika yang mudah dan menarik untuk anak, penggunaan video pembelajaran yang menarik dan buku saku yang efektif dan efisien membuat kegiatan berjalan lancar serta bermanfaat untuk jangka panjang. Kegiatan ini akan membuat siswa menjadi melek literasi numerasi dan membantu sekolah dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi asasmen nasional berikutnya. Hasil wawancara kepada siswa dan guru menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa. Selain itu hasil analisis nilai pretest dan postest menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dengan p-value 0.026 artinya kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
Students’ numerical ability on minimum competency assessment in junior high school Susanto, Edi; Fransiska, Herlin; Susanta, Agus
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.799 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v6i1.175

Abstract

The aim of this study was to describe the numeracy abilities of junior high school students in Bengkulu City in solving math problems based on minimum competency assessment questions. The results of this study for the long term can be used to prepare students’ abilities to face the minimum competency assessment test. The research method used is survey research with a qualitative descriptive approach. The population in this study were all Class VIII students from the State and Private junior high schools of Bengkulu City, namely 40 schools. Sample selection was done in two stages: stratified random sampling and simple random sampling. The research sample consisted of 8 junior high schools in Bengkulu City that met the sample criteria. Data was collected using the minimum competency assessment level 4 math test instrument with 8 items based on the minimum competency assessment grid. Data analysis was carried out with descriptive statistics to describe students' abilities, and prediction tests were conducted using regression tests to describe students' readiness to take the minimum competency assessment test. The results of the study based on the material aspect showed that: (1) students' mastery of number material was 54.47%, (2) algebraic material mastery was 46.44%, (3) students' mastery of geometry material was 33.15%, and (4) material data and opportunities of 18.81%. The analysis results of the level of student knowledge about implementing minimum competency assessment are, on average, in the less category with a percentage of 48.42%. Based on the results of the study, it is recommended that there be the socialization of the application of minimum competency assessment to teachers and students as well as the preparation of special questions so that students are accustomed to solving minimum competency assessment-based questions.
Pendampingan Perangkat Desa untuk Pelatihan Pembuatan Infografis Data Kependudukan Desa Sunandi, Etis; Agustina, Dian; Fransiska, Herlin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.3726

Abstract

Keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting di era digital saat ini. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk peningkatan skill perangkat desa sehingga mampu memberikan informasi yang valid, informatif dan terperinci tentang kependudukan desa. Informasi data desa yang tersaji secara menarik, informatif dan  terperinci akan menjelaskan kondisi desa kepada seluruh masyarakat desa dan umum. Lokasi pendampingan ialah Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Desa ini termasuk kedalam daerah pemekaran menjadi kabupaten baru sehingga keterbukaan data penduduk sangat penting. Pelatihan pembuatan publikasi data desa dilakukan dalam tiga tahap yaitu sosialisasi, pelatihan, publikasi hasil pelatihan. Sosialisasi yang disambut baik oleh kepala desa dan perangkatnya menjadikan pelatihan dapat dilaksanakan dengan baik. Data kependudkan desa yang dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan Ms.Excel dengan pivot table, chart, data validation, dan fungsi statistika yang telah tersedia.  Selanjutnya hasil analisis deskriptif di analisis dan di desain menjadi menarik dan dipublikasikan. Hasil publikasi dapat menjelaskan semua informasi kependudukan desa seperti jumlah penduduk, pekerjaan, agama, tingkat pendidikan, demografi desa, kepala keluarga dan jumlah penduduk. Pendampingan yang mendapat respon positif dengan ditunjukkannya adanya publikasi data desa pertama kali yang berbentuk infografis desa yang dapat diperoleh di tempat umum.Kata Kunci: data kependudukan; infografis; pendampingan. Assistance of Village Apparatus for Training on Making Village Population Data Infographics ABSTRACTInformation disclosure is very important in the digital era. Community service aims to improve the skills of village officials so that they are able to provide valid, informative and detailed information on village population. The village data information presented in an interesting, informative and detailed manner will explain the condition of the village to all village communities and the general public. The location of the assistance was Pekik Nyaring Village, Pondok Kelapa District, Bengkulu Tengah Regency. This village is a region that has become a new regency so open disclosure of population data is very important. The training on making village data publications was carried out in three stages: socialization, training, publication. The socialization was welcomed by the village head and his apparatus. Village population data were analyzed using descriptive statistics using Ms. Excel with pivot tables, charts, validation data, and statistical functions that were available. Furthermore, the results of descriptive analysis are analyzed and designed to be interesting and published. The results of the publication can explain all village population information such as population, occupation, religion, education level, village demographics, family heads and population. Assistance that received a positive response by showing the existence of the first village data publication in the form of village infographics that can be obtained in public places.Keywords: population data; infographic; accompaniment.