Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pompa Air Baku Head Tinggi Untuk Kebutuhan Air Industri Smelter Mangidi, Uniadi; Aksar, Prinob; Darmawan, Ilham Kari Budi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i2.47915

Abstract

Kebutuhan air baku sangat penting untuk keberlangsungan industri pengolahan bijih nikel (Smelter). Umumnya, pengaliran air secara grafitasi atau dengan pompa head rendah menjadi prioritas utama. Kenyataannya, pengaliran tersebut tidak selalu dapat dilakukan di lapangan karena kondisi teknis dan lingkungan. Tingginya perbedaan elevasi antara sumber air (+5 m) dan pabrik Smelter (+185 m) di lokasi penelitian, serta besarnya debit air (610 l/d) yang akan di supply, memaksa penggunaan pompa air head tinggi. Fenomena seperti ini masih jarang dikaji dalam berbagai studi pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan perpompaan yang sesuai dan effisien untuk head tinggi dari Sungai Tamboli menuju smelter yang terletak di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka. Penelitian dimulai dengan mengkaji kebutuhan pipa yang digunakan dengan Software EPANET 2.2. Panjang total pipa adalah 10,965 km. Berdasarkan hasil analisis, jumlah pompa yang dibutuhkan sebanyak delapan (8) buah dengan kebutuhan dimensi pipa tranmisi adalah 20 inch. Masing-masing pompa mempunyai kapasitas 0,101 m3/s dengan kebutuhan head sebesar 340,04 m. Tipe impeller pompa yang digunakan berjenis impeller francis dengan putaran spesifik 2950 rpm dan kebutuhan daya penggerak pompa sebesar 597,01 kW. Jenis pompa dibutuhkan adalah pompa sentrifugal radial bertingkat banyak (centrifugal multistage pump).
Implementasi GeoNode untuk pembuatan Aplikasi Geoportal di Kabupaten Kolaka Timur Efendi, Ilham Julian; Jaya, Laode Muhammad Golok; Mangidi, Uniadi; Sajiah, Adha Mashur; Agustan, Agustan; Karim, Abdul
SemanTIK : Teknik Informasi Vol 10, No 1 (2024):
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/semantik.v10i1.47441

Abstract

Indonesia memiliki kebijakan yang dinamakan Satu Peta untuk keperluan perkembangan Infrastruktur Data Geospasial (IDGS) atau Infratsruktur Data Geopsasial (IDS) hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan peringkat Indonseia pada Ease of Doing Bussiness (EODB), agar dapat terealisasi dapat dilakukannya implementasi IDS menggunakan geoportal pada daerah Kabupaten Kolaka Timur. Penyusunan Geoportal menggunakan analisis topologi masalah dan penggunaan sistem GeoNode dalam pembuatan aplikasi. Format data spasial yang mengacu pada Simple Features Specification dengan menggunakan bentuk Structured Query Language. PostgreSQL merupakan Database Management System yang digunakan pada aplikasi serta menggunakan API dari GoogleMaps. Terdapat beberapa layer serta dokumen untuk melakukan penginputan atau pengunggahan. Dengan terciptanya aplikasi Geoportal Kabupaten Kolaka Timur dapat menunjukan informasi dengan memperoleh data mengenai lokasi pada Kabupaten Kolaka Timur sehingga dapat menarik investor menanamkan modalnya pada daerah tersebut. Kata kunci; GeoNode, Geoportal, Web
ANALISIS EFEKTIFITAS CHECK DAM 5 SUNGAI WANGGU KOTA KENDARI Aditya, Mayura; Sukri, Ahmad Syarif; Putri, Tryantini Sundi; Mangidi, Uniadi
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022):
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v10i3.31244

Abstract

Sungai Wanggu terdapat pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu dengan luas area sungai mencapai 4.537,73 Km2. Sungai Wanggu mengalir melalui 2 wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari. Peristiwa sedimentasi umumnya terjadi pada hilir sungai. Check Dam adalah bangunan yang dibuat melintang sungai yang berfungsi untuk menghambat kecepatan aliran permukaan dan menangkap sedimen yang dibawa aliran air sehingga kedalaman dan kemiringan sungai berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa besar tampungan sedimen yang dapat tertampung pada check dam 5 sungai Wanggu dan Bagaimana efektivitas bangunan check dam 5 dalam mengendalikan sedimentasi untuk meminimalisir terjadinya banjir pada sungai Wanggu. Pengukuran efektifitas ini menggunakan aplikasi HEC-RAS dan metode endapan selama 1 Hari (23 jam). Hasil Pengukuran Volume tampungan check dam 5 sungai wanggu kota kendari ialah sebesar 594m³. Efektifitas Check Dam 5 Sungai Wanggu Kota Kendari menggunakan HEC-RAS 5.0.7 memperoleh hasil sedimentasi ketebalan 4 cm/hari dengan volume tampungan 594m³ atau sama dengan 0.0097m³ / hari. Sedangkan dengan metode endapan memperoleh hasil endapan juga senilai 0,0099 m³/ hari. Dari hasil yang sama kemudian dapat diketahui efektifitas check dam 5 sungai Wanggu adalah 22,3 tahun untuk analisis HEC-RAS 5.0.7 dan 21,9 tahun untuk metode endapan agar sedimmentasi tersebut memenuhi bak check dam 5
STATUS EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DALAM DAN DI LUAR DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (DPL) TAMAN NASIONAL LAUT WAKATOBI Armid, Alrum; Takwir, Amadhan; Oetama, Dedy; Mangidi, Uniadi; Sudia, La Baco; Alam Lawelle, Sjamsu
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i1.36501

Abstract

Daerah Perlindungan Laut (DPL) adalah kawasan perairan laut dengan ekosistem terumbu karang yang dilindungi dan dikelola oleh masyarakat. Pembentukan DPL telah diinisasi sejak tahun 2008 melalui program Coral Reef Management Project (Coremap). Studi ini dilakukan  untuk menginvestigasi status ekosistem terumbu karang di dalam dan di luar DPL dengan batas wilayah studi di Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi. Pengamatan status ekosistem terumbu karang dan ikan karang dilakukan dengan metode transek garis (line intercept transect) sepanjang 50 m sejajar garis pantai pada 6 kawasan DPL dan 4 area di luar DPL. Data lapangan berupa foto tiap frame diidentifikasi dengan menggunakan perangkat CPCe untuk mengklasifikasikan lifeform karang, tutupan karang, dan biota lainnya. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terhadap status kondisi ekosistem terumbu karang di dalam dan luar DPL. Rata-rata persentase tutupan karang berada pada kategori baik, masing-masing sebesar 54,9% (di dalam DPL) dan 53,9% (di luar DPL). Kelimpahan ikan karang cenderung lebih tinggi pada kawasan DPL jika dibandingkan dengan di luar DPL. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase karang hidup pada area DPL jika dibandingkan dengan data pengamatan tahun 2016.Kata Kunci: DPL, luar DPL, terumbu karang, ikan karang, Pulau Wangi-Wangi
Pendampingan Masyarakat Rencana Penggunaan Sumber Daya Air Sungai Wolo di Kelurahan Wolo Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Viska Inda Variani; Muhammad Zamrun Firihu; Armid; Fahmiati; Uniadi Mangidi; Rini Sriyani; Wayan Mustika; Erick Nov Putra; Anafi Minmahddun; Permatahati, Yustika Intan; Dedy Oetama; Muhamad Alim Marhadi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i1.41

Abstract

Rencana pengambilan air oleh industri yang bersumber dari Sungai Wolo dengan membangun bangunan pengambil (intake) di daerah aliran Sungai Wolo berpotensi menimbulkan konflik dengan masyarakat. Hal ini disebabkan kekhawatiran masyarakat akan hilangnya akses penggunaan air pasca pembangunan intake. Untuk menghindari konflik tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat UHO menggagas Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk menjelaskan proses pembangunan intake Sungai Wolo dan bagaimana proses pengambilan air oleh industri. Kegiatan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait dampak pembangunan intake terhadap kondisi keseharian warga. Semua jawaban yang diberikan berdasarkan kajian ilmiah sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Penjelasan sedapat mungkin dapat dimengerti oleh masyarakat awam. Proses pelaksanaan kegiatan Pendampingan Masyarakat Rencana Penggunaan Sumber Daya Air Sungai Wolo di Kelurahan Wolo Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan air oleh industri. Sebagai salah satu tugas Tridharma Perguruan Tinggi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan ini merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari salah paham di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dapat terus berlangsung, mengingat masyarakat memiliki peran dalam mengawasi kegiatan pengambilan air oleh industri yang diatur oleh undang-undang.  
Tinjauan Kebutuhan Air Irigasi Persawahan (Studi Kasus: Desa Mekar Jaya, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan) Angga Ashari Idrus; Uniadi Mangidi; Erich Nov Putra Razak
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i1.8

Abstract

Review of Irrigation Water Needs in Rice Fields in Mekar Jaya Village, Baito District, South Konawe Regency. This research was conducted to determine the level of irrigation water needs in rice fields with an irrigation area of 80 ha. The analysis of irrigation water needs was carried out by applying rice planting patterns in early March and August. The analysis model used is crop water needs, water needs in land preparation, water availability and existing irrigation functions. From the results of the analysis of irrigation water needs of mekar jaya village with a maximum planned area of 80 ha of irrigated land, with rice - rice cropping patterns at the beginning of the March and August growing season experiencing a deficit (lack of water) with a discharge of 0.96 lt/Sc/ha.
Analisis Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Pembangunan Pemecah Gelombang (Breakwater) Pantai Maligano, Desa Raimuna, Sulawesi Tenggara Risdayatul Ningsi; Uniadi Mangidi; Januar Saleh Kaimuddin; Fathur Rahman Rustan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i1.9

Abstract

The Cost Budget Plan (RAB) is an estimate of the monetary value of an activity (project) that has taken into account the bestek drawings, work plans, wage lists, material price lists, analysis books, cost plan composition lists, and lists the amount of each type of work. The purpose of this study is to determine the total Budget Plan Cost (RAB) required on bending layer work, core layer work, main layer work, protective layer work, left-right foot protection work. The method used in this final project uses the water resources (SDA) method and uses the Excel 2010 application. The results of this study include the total cost budget of the main layer work Rp. 152,757.45, the total cost budget of the work on the main layer Rp. 611,809.15, the total cost of work on the protective layer Rp. 2,342,114.84, the total cost of work on the protective layer of left and right feet Rp. 611,809.16, and the total cost of work on earthworks amounted to Rp. 160,367.00. The total cost of work after being multiplied by the amount of 15% VAT on the construction of the 250 metre Maligano Beach Breakwater is Rp. 4,509,700,000, - (Four Billion Five Hundred Nine Million Seven Hundred Thousand Rupiah).
Evaluasi dan Optimalisasi Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Kawasan Langara Pesisir, Kab. Konawe Kepulauan) Darmawan, Ilham Kari; Mangidi, Uniadi; Muriadin, Muriadin; Balaka, Rudi
Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Vol 5 No 1 (2024): Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sciej.v5i1.593

Abstract

The Langara Coastal area is the economic center area of the capital city of Konawe Islands Regency. However, the provision of clean water as a basic need is still not fulfilled, this is because the source of clean water in the Langara Coastal Area currently still depends on Community Self-Help, as a result, water distribution is carried out in shifts. This research aims to determine air needs, the condition of the existing distribution network, and optimize the clean water distribution system. Air requirements are calculated using an analysis of population projections for 15 years. Analysis of pipe hydraulics using EPANET 2.2 Software, and air flow by gravity using PVC pipes. The analysis results show that the population in 2036 will be 1816 people with peak hour water demand of 4.13 l/sec. The condition of the existing distribution network shows that all Junctions have an average pressure of 9 atm. Meanwhile, the pipe with the highest speed at P3 is 0.47 m/s and the speed at P15 is 0.04 m/s, indicating that the existing conditions do not meet the technical criteria of Minister of PUPR Regulation No. 27/PRT/M/2016. So to increase the flow speed it is necessary to change the pipe dimensions at several points. In peak hour optimization simulations, the maximum speed occurs in pipes P2, P3, P4, and P10, namely 2.61 m/s, while the lowest speed occurs in pipe P21, namely 0.30 m/s. The results of this optimization are by the speed criteria in Minister of PUPR Regulation No.27/PRT/M/2016
Desain Kolam Retensi Tobuuha Dengan Aplikasi Storm Water Management Model (Swmm) Di Kelurahan Tobuuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Faisal, Laode Muhammad; Sukri, Ahmad Syarif; Mangidi, Uniadi; Bafadal, Ishak
Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Vol 5 No 1 (2024): Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sciej.v5i1.594

Abstract

Tobuuha Village, Puuwatu District, Kendari City was previously a green open area which was naturally used for water absorption. However, this area has now changed its function to become a densely populated residential area, resulting in a significant reduction in water absorption. As a result, when it rains, surface flow becomes greater and causes puddles downstream. The aim of this research is to model the Tobuuha retention pond using the SWMM application for environmental changes that occur. Primary data collection was carried out by observing existing conditions and measuring the dimensions of channels and ponds around the retention pond. Meanwhile, secondary data was obtained from related agencies. The results of the research show that the flood discharge that will enter the retention pond is Q5 = 0.559 m3/second with the volume of water that enters and must be accommodated in the retention pond of 4577.0934 m3, while the existing capacity of the retention pond is 6978.44 m3, so it is considered still able to reduce flooding downstream of the pond. Therefore, the city government's plan to expand and increase the depth of the pool is not necessary because it will reduce the open space around the pool. Handling potential flooding and inundation around the location can be done by adjusting the sliding door openings and modifying several channels, namely channels J51-J52, M62-M63, N71-N106, and U97-U101. The SWMM simulation results for the proposed solution show that the retention pond is effective enough to prevent flooding in the surrounding area
Pelayanan Low-Cost Carrier dan Full Service Carrier Maskapai Indonesia Soeparyanto, Try Sugiyarto; Statiswaty, Statiswaty; Mangidi, Uniadi; Mandaya , Iradaf
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.1.11

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan pengguna sebagai elemen kunci yang berperan penting dalam perkembangan, kontribusi terhadap keberlanjutan, serta upaya strategis dalam regulasi pelayanan maskapai di Indonesia. Objek penelitian ini adalah membandingkan Penerbangan Bertarif Rendah (Low-Cost Carrier/LCC) dan Penerbangan Pelayanan Penuh (Full Service Carrier/FSC) berdasarkan persepsi pengguna, dengan fokus pada aspek pelayanan yang dianggap penting dan kinerja layanan yang dirasakan. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI), melibatkan 437 responden yang memberikan penilaian menggunakan skala Likert, dengan pengumpulan data dilakukan pada awal bulan Juni 2024. Variabel yang digunakan adalah: Informasi Website, Kebijakan Penetapan Harga, Jadwal dan Rute, Layanan Bandara, Sebelum Penerbangan, Selama Penerbangan dan Setelah Mendarat. 7 variabel tersebut terwakili dalam 26 atribut. Prioritas Utama tertuju pada LCC dengan fokus pada atribut Layanan Desk Check-in dan Konfirmasi Penerbangan yang belum di rasakan maksimal oleh pengguna. Sedangkan FSC telah dianggap baik pada semua variabel dan atribut sehingga fokus pada Pertahankan Prestasi. Indeks Kepuasan yang diperoleh secara keseluruhan pada LCC berada pada kategori Puas dan FSC kategori Sangat Puas. Kata-kata Kunci: Kepuasan penumpang, penerbangan bertarif rendah, penerbangan pelayanan penuh Abstract This research aims to measure user satisfaction as a key element that plays an important role in the development, contribution to sustainability, and strategic efforts in regulating airline services in Indonesia. The object of this research is to compare Low-Cost Carriers (LCC) and Full-Service Carriers (FSC) based on user perceptions, focusing on service aspects considered important and the perceived performance of the services. A combination of Importance Performance Analysis and Customer Satisfaction Index methods for 437 respondents with a Likert scale assessment in early June 2024. The variables used are Website Information, Pricing Policy, Schedule and Route, Airport Services, Pre-Flight, In-Flight, and Post-Flight. These 7 variables are represented in 26 attributes. ‘Concentrate These’ on LCC with a focus on the Desk Check-in and Flight Confirmation Service attributes which users have not optimally experienced. Meanwhile, FSC has been considered good in all variables and attributes so it focuses on ‘Keep Up The Good Work’. The overall Satisfaction Index obtained at LCC is in the Satisfied category and FSC is in the Very Satisfied category. Keywords: Full-service carrier, low cost-carrier, passenger satisfaction