Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pompa Air Baku Head Tinggi Untuk Kebutuhan Air Industri Smelter Mangidi, Uniadi; Aksar, Prinob; Darmawan, Ilham Kari Budi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v15i2.47915

Abstract

Kebutuhan air baku sangat penting untuk keberlangsungan industri pengolahan bijih nikel (Smelter). Umumnya, pengaliran air secara grafitasi atau dengan pompa head rendah menjadi prioritas utama. Kenyataannya, pengaliran tersebut tidak selalu dapat dilakukan di lapangan karena kondisi teknis dan lingkungan. Tingginya perbedaan elevasi antara sumber air (+5 m) dan pabrik Smelter (+185 m) di lokasi penelitian, serta besarnya debit air (610 l/d) yang akan di supply, memaksa penggunaan pompa air head tinggi. Fenomena seperti ini masih jarang dikaji dalam berbagai studi pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan perpompaan yang sesuai dan effisien untuk head tinggi dari Sungai Tamboli menuju smelter yang terletak di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka. Penelitian dimulai dengan mengkaji kebutuhan pipa yang digunakan dengan Software EPANET 2.2. Panjang total pipa adalah 10,965 km. Berdasarkan hasil analisis, jumlah pompa yang dibutuhkan sebanyak delapan (8) buah dengan kebutuhan dimensi pipa tranmisi adalah 20 inch. Masing-masing pompa mempunyai kapasitas 0,101 m3/s dengan kebutuhan head sebesar 340,04 m. Tipe impeller pompa yang digunakan berjenis impeller francis dengan putaran spesifik 2950 rpm dan kebutuhan daya penggerak pompa sebesar 597,01 kW. Jenis pompa dibutuhkan adalah pompa sentrifugal radial bertingkat banyak (centrifugal multistage pump).
Implementasi GeoNode untuk pembuatan Aplikasi Geoportal di Kabupaten Kolaka Timur Efendi, Ilham Julian; Jaya, Laode Muhammad Golok; Mangidi, Uniadi; Sajiah, Adha Mashur; Agustan, Agustan; Karim, Abdul
SemanTIK : Teknik Informasi Vol 10, No 1 (2024):
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/semantik.v10i1.47441

Abstract

Indonesia memiliki kebijakan yang dinamakan Satu Peta untuk keperluan perkembangan Infrastruktur Data Geospasial (IDGS) atau Infratsruktur Data Geopsasial (IDS) hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan peringkat Indonseia pada Ease of Doing Bussiness (EODB), agar dapat terealisasi dapat dilakukannya implementasi IDS menggunakan geoportal pada daerah Kabupaten Kolaka Timur. Penyusunan Geoportal menggunakan analisis topologi masalah dan penggunaan sistem GeoNode dalam pembuatan aplikasi. Format data spasial yang mengacu pada Simple Features Specification dengan menggunakan bentuk Structured Query Language. PostgreSQL merupakan Database Management System yang digunakan pada aplikasi serta menggunakan API dari GoogleMaps. Terdapat beberapa layer serta dokumen untuk melakukan penginputan atau pengunggahan. Dengan terciptanya aplikasi Geoportal Kabupaten Kolaka Timur dapat menunjukan informasi dengan memperoleh data mengenai lokasi pada Kabupaten Kolaka Timur sehingga dapat menarik investor menanamkan modalnya pada daerah tersebut. Kata kunci; GeoNode, Geoportal, Web
ANALISIS EFEKTIFITAS CHECK DAM 5 SUNGAI WANGGU KOTA KENDARI Aditya, Mayura; Sukri, Ahmad Syarif; Putri, Tryantini Sundi; Mangidi, Uniadi
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022):
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v10i3.31244

Abstract

Sungai Wanggu terdapat pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu dengan luas area sungai mencapai 4.537,73 Km2. Sungai Wanggu mengalir melalui 2 wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari. Peristiwa sedimentasi umumnya terjadi pada hilir sungai. Check Dam adalah bangunan yang dibuat melintang sungai yang berfungsi untuk menghambat kecepatan aliran permukaan dan menangkap sedimen yang dibawa aliran air sehingga kedalaman dan kemiringan sungai berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa besar tampungan sedimen yang dapat tertampung pada check dam 5 sungai Wanggu dan Bagaimana efektivitas bangunan check dam 5 dalam mengendalikan sedimentasi untuk meminimalisir terjadinya banjir pada sungai Wanggu. Pengukuran efektifitas ini menggunakan aplikasi HEC-RAS dan metode endapan selama 1 Hari (23 jam). Hasil Pengukuran Volume tampungan check dam 5 sungai wanggu kota kendari ialah sebesar 594m³. Efektifitas Check Dam 5 Sungai Wanggu Kota Kendari menggunakan HEC-RAS 5.0.7 memperoleh hasil sedimentasi ketebalan 4 cm/hari dengan volume tampungan 594m³ atau sama dengan 0.0097m³ / hari. Sedangkan dengan metode endapan memperoleh hasil endapan juga senilai 0,0099 m³/ hari. Dari hasil yang sama kemudian dapat diketahui efektifitas check dam 5 sungai Wanggu adalah 22,3 tahun untuk analisis HEC-RAS 5.0.7 dan 21,9 tahun untuk metode endapan agar sedimmentasi tersebut memenuhi bak check dam 5
STATUS EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DALAM DAN DI LUAR DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (DPL) TAMAN NASIONAL LAUT WAKATOBI Armid, Alrum; Takwir, Amadhan; Oetama, Dedy; Mangidi, Uniadi; Sudia, La Baco; Alam Lawelle, Sjamsu
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i1.36501

Abstract

Daerah Perlindungan Laut (DPL) adalah kawasan perairan laut dengan ekosistem terumbu karang yang dilindungi dan dikelola oleh masyarakat. Pembentukan DPL telah diinisasi sejak tahun 2008 melalui program Coral Reef Management Project (Coremap). Studi ini dilakukan  untuk menginvestigasi status ekosistem terumbu karang di dalam dan di luar DPL dengan batas wilayah studi di Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi. Pengamatan status ekosistem terumbu karang dan ikan karang dilakukan dengan metode transek garis (line intercept transect) sepanjang 50 m sejajar garis pantai pada 6 kawasan DPL dan 4 area di luar DPL. Data lapangan berupa foto tiap frame diidentifikasi dengan menggunakan perangkat CPCe untuk mengklasifikasikan lifeform karang, tutupan karang, dan biota lainnya. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terhadap status kondisi ekosistem terumbu karang di dalam dan luar DPL. Rata-rata persentase tutupan karang berada pada kategori baik, masing-masing sebesar 54,9% (di dalam DPL) dan 53,9% (di luar DPL). Kelimpahan ikan karang cenderung lebih tinggi pada kawasan DPL jika dibandingkan dengan di luar DPL. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase karang hidup pada area DPL jika dibandingkan dengan data pengamatan tahun 2016.Kata Kunci: DPL, luar DPL, terumbu karang, ikan karang, Pulau Wangi-Wangi
Pendampingan Masyarakat Rencana Penggunaan Sumber Daya Air Sungai Wolo di Kelurahan Wolo Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Viska Inda Variani; Muhammad Zamrun Firihu; Armid; Fahmiati; Uniadi Mangidi; Rini Sriyani; Wayan Mustika; Erick Nov Putra; Anafi Minmahddun; Permatahati, Yustika Intan; Dedy Oetama; Muhamad Alim Marhadi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i1.41

Abstract

Rencana pengambilan air oleh industri yang bersumber dari Sungai Wolo dengan membangun bangunan pengambil (intake) di daerah aliran Sungai Wolo berpotensi menimbulkan konflik dengan masyarakat. Hal ini disebabkan kekhawatiran masyarakat akan hilangnya akses penggunaan air pasca pembangunan intake. Untuk menghindari konflik tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat UHO menggagas Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk menjelaskan proses pembangunan intake Sungai Wolo dan bagaimana proses pengambilan air oleh industri. Kegiatan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait dampak pembangunan intake terhadap kondisi keseharian warga. Semua jawaban yang diberikan berdasarkan kajian ilmiah sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Penjelasan sedapat mungkin dapat dimengerti oleh masyarakat awam. Proses pelaksanaan kegiatan Pendampingan Masyarakat Rencana Penggunaan Sumber Daya Air Sungai Wolo di Kelurahan Wolo Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan air oleh industri. Sebagai salah satu tugas Tridharma Perguruan Tinggi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan ini merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari salah paham di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dapat terus berlangsung, mengingat masyarakat memiliki peran dalam mengawasi kegiatan pengambilan air oleh industri yang diatur oleh undang-undang.  
Tinjauan Kebutuhan Air Irigasi Persawahan (Studi Kasus: Desa Mekar Jaya, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan) Angga Ashari Idrus; Uniadi Mangidi; Erich Nov Putra Razak
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i1.8

Abstract

Review of Irrigation Water Needs in Rice Fields in Mekar Jaya Village, Baito District, South Konawe Regency. This research was conducted to determine the level of irrigation water needs in rice fields with an irrigation area of 80 ha. The analysis of irrigation water needs was carried out by applying rice planting patterns in early March and August. The analysis model used is crop water needs, water needs in land preparation, water availability and existing irrigation functions. From the results of the analysis of irrigation water needs of mekar jaya village with a maximum planned area of 80 ha of irrigated land, with rice - rice cropping patterns at the beginning of the March and August growing season experiencing a deficit (lack of water) with a discharge of 0.96 lt/Sc/ha.
Analisis Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Pembangunan Pemecah Gelombang (Breakwater) Pantai Maligano, Desa Raimuna, Sulawesi Tenggara Risdayatul Ningsi; Uniadi Mangidi; Januar Saleh Kaimuddin; Fathur Rahman Rustan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i1.9

Abstract

The Cost Budget Plan (RAB) is an estimate of the monetary value of an activity (project) that has taken into account the bestek drawings, work plans, wage lists, material price lists, analysis books, cost plan composition lists, and lists the amount of each type of work. The purpose of this study is to determine the total Budget Plan Cost (RAB) required on bending layer work, core layer work, main layer work, protective layer work, left-right foot protection work. The method used in this final project uses the water resources (SDA) method and uses the Excel 2010 application. The results of this study include the total cost budget of the main layer work Rp. 152,757.45, the total cost budget of the work on the main layer Rp. 611,809.15, the total cost of work on the protective layer Rp. 2,342,114.84, the total cost of work on the protective layer of left and right feet Rp. 611,809.16, and the total cost of work on earthworks amounted to Rp. 160,367.00. The total cost of work after being multiplied by the amount of 15% VAT on the construction of the 250 metre Maligano Beach Breakwater is Rp. 4,509,700,000, - (Four Billion Five Hundred Nine Million Seven Hundred Thousand Rupiah).