Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Variasi Konsentrasi CMC Terhadap Sifat Fisikokimia Gel Pembersih Tangan dari Ekstrak Etanol Daun Mimba Dhur Rohma; Asri Widyasanti; Fitry Filianty
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n2.2

Abstract

Sediaan gel pembersih tangan merupakan salah satu produk alternatif pengganti sabun yang mudah dibawa kemana-mana. Ekstrak daun mimba mengandung senyawa antimikroba seperti tanin, saponin, flavonoid, dan terpenoid sehingga berpotensi sebagai bahan aktif gel pembersih tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi CMC terhadap karakteristik fisikokimia gel pembersih tangan ekstrak etanol daun mimba. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan variasi konsentrasi CMC yaitu kontrol (0%), A (1%  b/v), B (2% b/v), dan C (3% b/v) dengan masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, dan nilai pH. Gel pembersih tangan formula A, B, dan C tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Gel pembersih tangan yang paling disukai yaitu formula B. Uji homogenitas menunjukkan bahwa semua formulasi sediaan pembersih tangan telah homogen. Daya sebar gel pembersih tangan ekstrak etanol daun mimba yang memenuhi persyaratan SNI No. 06-2588-1992 yaitu formula C sebesar 69,5 mm. Nilai pH gel pembersih tangan ekstrak etanol daun mimba formula A, B, dan C dengan nilai 6,2 hingga 6,5 telah memenuhi persyaratan SNI No. 06-2588-1992. Nilai pH gel pembersih tangan ekstrak etanol daun mimba formula kontrol ( pH sebesar 7) tidak memenuhi persyaratan SNI No. 06-2588-1992. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu formulasi gel pembersih tangan ekstrak etanol daun mimba yang memenuhi seluruh persyaratan SNI No. 06-2588-1992 adalah formula C.
Potensi Minyak Atsiri Daun Ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai Pendukung Pangan Fungsional: Kajian Literatur Nurul Mukromatin Hijriah; Fitry Filianty; Siti Nurhasanah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n1.8

Abstract

Ketumbar (Coriandrum sativum L.) merupakan salah satu tanaman rempah yang telah banyak dimanfaatkan sebagai  penyedap dalam makanan, parfum, dan obat tradisional. Di indonesia, biji ketumbar banyak dimanfaatkan namun produktivitasnya sangat rendah. Bagian daunnya belum banyak digunakan dalam bidang pangan dan hanya sebagai salad, saus, atau hiasan sehingga perlu pemanfaatan lebih luas dan kajian lebih lanjut mengenai potensi pada daun ketumbar sebagai bagian tanaman ketumbar yang ekonomis, mudah didapatkan, memiliki sifat fungsional, dan belum banyak dimanfaatkan di masyarakat. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur dengan pencarian jurnal pada database jurnal terindeks dan institusi terpercaya. Kajian literatur ini bertujuan untuk mempelajari potensi yang terdapat pada minyak atsiri daun ketumbar sebagai pendukung pangan fungsional sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas di masyarakat. Minyak atsiri daun ketumbar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pendukung pangan fungsional seperti permen jeli, cookies, dan jus buah. Kandungan senyawa bioaktif minyak atsiri daun ketumbar seperti linalool memiliki manfaat sebagai antidiabetes, antikolesterol, antikanker, dan antimikroba sehingga minyak atsiri daun ketumbar dapat dimanfaatkan secara luas di masyarakat.
Eksplorasi Potensi Akar Millettia sericea sebagai Sumber Antioksidan Alami Fitry Filianty; Erliza Noor; Prayoga Suryadarma; Indah Yuliasih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n2.9

Abstract

Akar Millettia sericea merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang belum banyak diketahui manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sifat fisik, kimia, toksisitas dan kandungan fitokimia dalam akar Millettia sericea , dan (2) mengetahui sifat kelarutan senyawa antioksidan dalam beberapa jenis pelarut dan menduga jenis senyawa aktifnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental-deskrkiptif yang diulang 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan akar Millettia sericea  mengandung senyawa fitokimia berupa fenolik, flavonoid dan tannin yang tinggi. Hal itu menjadi indikasi adanya potensi senyawa antioksidan dalam akar Millettia sericea . Ekstraksi akar ini menggunakan beberapa jenis pelarut yang berbeda kepolarannya menunjukkan bahwa senyawa antioksidan dalam akar Millettia sericea  bersifat semi polar. Hal itu disebabkan antifitas antioksidan tertinggi dihasilkan dari pelarut metanol dan etanol. Hasil identifikasi berdasarkan berat molekulnya, terdapa 5 jenis senyawa aktif potensial yang bersifat antioksidan. Akar Millettia sericea  ini telah menunjukkan potensinya sebagai alternatif sumber senyawa antioksidan alami, yang dapat dikembangkan untuk produk pangan dan kosmetik.
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L ) DALAM RANGKA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT MANGGIS DI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA Efri Mardawati; Fitry Filianty; Herlina Marta
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut sebagai limbah hasil pertanian. Kulit buah Manggis diketahui mengandung senyawa xanthone sebagai antioksidan, antiproliferativ, dan antimikrobial yang tidak ditemui pada buah-buahan lainnya Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji kandungan dan aktivitas antioksidan yang terdapat dalam kulit buah manggis yang ada di Kabupeten Tasikmalaya yang merupakan salah satu sentra produksi manggis di Indonesia, sehingga dapat menambah sumber antioksidan alami yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan manusia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh ekstrak kasar kulit mangggis yang mengandung antioksidan dengan rendemen ekstraksi serta aktivitas antioksidan yang tertinggi dari tiga pelarut yang digunakan yaitu pelarut methanol, etanol dan etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode dpph Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif atau explanatory research. Percobaan terdiri dari 3 perlakuan pelarut yang diulang sebanyak tiga kali.Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki antioksidan sangat kuat  hal ini dibuktikan pada semua fraksi pelarut baik fraksi methanol, etanol dan etil asetat yang memiliki EC50 kurang dari 50. dan aktivitasnya lebih besar jika dibandingkan dengan antioksidan yang menjadi balangko. Fraksi Metanol mempunyai nilai EC50 yang lebih kecil  yatiu 8,00 mg/L, berarti mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih besar dibanding dengan fraksi etanol dengan nilai EC50 sebesar 9,26 mg/L dan etit asetat yang memberikan nilai EC50 sebesar 29,48 mg/L. Berdasarkan hasil penghitungan nilai rendemen ekstrak kasar antioksidan yang dihasilkan terlihat bahwa pada fraksi methanol memiliki nilai rendemen yang terbesar yaitu 22,27% kemudian diikuti oleh fraksi etanol (18,99%) dan etil asetat (11,54) Kata kunci : Kulit Manggis, Anti oksidan, Xanthone, Metode DPPH
Pengaruh Penambahan Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) terhadap Komposisi Proksimat Nasi Kecambah Sorgum (Sorghum Bicolor (L) Moench) Endah Wulandari; Hanaa Rachmawati Sari; Een Sukarminah; Dian Kurniati; Elazmanawati Lembong; Fitry Filianty
agriTECH Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.851 KB) | DOI: 10.22146/agritech.38256

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench.) merupakan bahan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti beras. Sorgum memiliki kadar protein tidak tinggi, sehingga proses substitusi dengan kacang-kacangan atau proses perkecmabhan biji sorgum diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kadar protein produk berbasis sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik proksimat nasi sorgum dan nasi kecambah sorgum tersubstitusi kacang tunggak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksperimental dengan perbandingan sorgum atau kecambah sorgum dengan kacang tunggak sebesar 90:10, 70:30 dan 50:50. Hasilpenelitian menunjukkan komposisi proksimat nasi sorgum mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya substitusi kacang tunggak dan perkecambahan. Semakin besar substitusi kacang tunggak meningkatkan kadar protein dan kadar abu namun menurunkan kadar air, kadar lemak, dan kadar karbohidrat nasi sorgum sedangkan perkecambahan sorgum cenderung menaikkan kadar protein dan kadar air namun menurunkan kadar abu, kadar lemak dan kadar karbohidrat nasi kecambah sorgum.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Pendidikan Kesehatan "Sharing Tentang Minum Jus" Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Kronis Nursiswati Nursiswati; Fitry Filianty; Hasniatisari Harun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6250

Abstract

 ABSTRAK  Kurangnya konsumsi buah dan sayur merupakan resiko ke-10 tertinggi dari angka kematian di dunia. Konsumsi buah dan sayur dapat mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular. Upaya dalam meningkatkan kesadaran konsumsi buah dan sayuran dapat dilakukan dengan peningkatan pengetahuan dan modifikasi mengkonsumsi sayur dan buah dengan cara diolah menjadi juice. Oleh sebab itu tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan Pendidikan Kesehatan tentang manfaat juice buah dan sayur dalam pencegahan penyakit tidak menular dan kronis. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Pendidikan dalam bentuk penyuluhan kesehatan mengenai penyakit tidak menular, kandungan gizi buah dan sayur, manfaat mengkonsumsi buah dan sayur, serta memberikan tester juice. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 10 orang masyarakat umum, dan 7 orang mahasiswa. Hampir seluruh peserta mengatakan tidak pernah membuat juice sayur. Hasil evaluasi kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan terkait manfaat jus sayur. Peserta yang hadir memilih juice yang berwarna orange selain hijau pada awalnya, namun setelah mencoba peserta menyebutkan bahwa ternyata rasa juice berwarna hijaupun sangat enak. Diharapkan informasi yang telah disampaikan dalam bentuk pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam konsumsi buah dan sayur. Kata kunci: Jus Buah Dan Sayur, Pencegahan, Penyakit tidak menular, Penyakit Kronis  ABSTRACT Lack of consumption of fruits and vegetables is the cause of the 10th highest risk of death globally. Consumption of fruits and vegetables can reduce the risk of non-communicable diseases. Community can increase awareness of fruit and vegetable consumption by increasing knowledge and modifying the consumption of vegetables and fruit by processing them into juice. Therefore, the general goal of this community service activity is community empowerment in preventing non-communicable and chronic diseases through the production and consumption of healthy veggie juice. The topic of education program includes the importance of preventing non-communicable diseases, the nutritional components of fruits and vegetables, and the benefits of consuming fruits and vegetables. Following the education programs we provided some veggie juice testers. The number of participants who attended was ten people living in the community and seven students. Almost all participants said they never made vegetable juice. The results of the activity showed an increase in knowledge regarding the benefits of vegetable juices. Participants chose the yellow or orange color juices  other than green at first, but after trying it, they said that it taste was very good and tasty. It is hoped that the information that has been conveyed in the form of health education can increase public awareness in the consumption of fruits and vegetables. Keywords: Healthy Veggie Juice, Prevention, Non-communicable Diseases 
STRATEGI IMITASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM PENGEMBANGAN INOVASI PLA (POLY LACTIC ACID) PADA AGROINDUSTRIKEMASAN BIODEGRADABEL DI INDONESIA Fitry Filianty
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.924 KB) | DOI: 10.25105/jti.v3i2.1574

Abstract

Indonesia has the potential for development of PLA (Poly Lactic Acid) as biodegradablepackaging agroindustry due to the availability of raw material, such as tubers as a source ofstarch and lignocellulose as a source of cellulose, but Indonesia has limitations in terms of itstechnology. This was due to the intensity and quality of the research that has not beenadequate. For that condition, imitation strategies can be developed for PLA (Poly Lactic Acid)agroindustry in Indonesia and the level of product imitation strategies is knockoff or cloning.At that level, PLA agroindustry to be developed completely replicate existing products but haveother brands. With this strategy, the PLA agroindustry is expected to produce a cheaper priceproduct because of the availability of raw materials in Indonesia that easy to fine. Rawmaterial for PLA that can be selected from cassava tubers beacause its easy in cultivation andcheaper among other types of bulbs. To improve competitiveness, the company who built theimitation strategy needs to be managed with the application of knowledge management inorder to be able to last long existence.
KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA ISOLAT PROTEIN SORGUM (Sorghum bicolor (L). Moench) HASIL EKSTRAKSI METODE ENZIMATIS MENGGUNAKAN α-AMILASE Endah Wulandari; Fitry Filianty; Elazmanawati Lembong; Alifa Putti Firdauza
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 23 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.64 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2022.023.03.2

Abstract

          Sorgum merupakan salah satu serealia sumber karbohidrat yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku industri khususnya dalam bentuk pati. Ekstraksi pati menghasilkan produk samping yaitu protein yang memiliki kandungan protein 3 kali lipat lebih tinggi dari kandungan protein pada biji sorgum. Isolasi protein sorgum dapat dilakukan dengan menggunakan enzim α-amilase. Sifat fisik dan kimia akan memengaruhi sifat produk selama proses pengolahan, penyimpanan dan konsumsi makanan. Sifat fisikokimia tersebut meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan morfologi permukaan granula isolat protein sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia yang dimiliki oleh isolat protein sorgum yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang dilanjutkan dengan analisa secara deskriptif. Penelitian yang dilakukan 2 konsentrasi enzim yang berbeda (30000 U/g dan 53681,6 U/g) dalam waktu hidrolisis yang sama (30 menit). Hasil isolasi protein menggunakan metode enzimatis dengan konsentrasi enzim α-amilase 53681,6 U/g pati, menghasilkan konsentrat protein sorgum dengan kandungan protein 70,96%, serta kadar non-protein seperti kadar air, abu, lemak, dan karbohidrat dengan nilai berturut-turut sebesar 79,72%, 0,68%, 0,15%, dan 5,1% dengan morfologi isolat protein berupa kafirin yang saling menempel erat satu dengan yang lainnya mengelilingi endosperm.           Sorghum is a cereal source of carbohydrates that is often used as industrial material, especially in the form of starch. Extraction of starch produces protein as a by-product which has a protein content of 3 times higher than the protein content of sorghum grain. Isolation of sorghum protein can be done by using the α-amylase enzyme. The physical and chemical properties will affect the product properties during the processing, storage, and consumption of food. The physicochemical properties included water content, ash, protein, fat, and surface morphology of sorghum protein isolate granules. This study aims to determine the physicochemical characteristics of the sorghum protein isolate produced. This research was conducted using an experimental method followed by a descriptive analysis. The experiment was conducted with 2 different enzyme concentrations (30000 U/g and 53681.6 U/g) in the same hydrolysis time (30 minutes). The results of protein isolation using the enzymatic method with α-amylase enzyme concentration of 53681.6 U/g starch, resulted in a protein concentrate of sorghum with a protein content of 70.96%, as well as non-protein content such as water, ash, fat, and carbohydrate content which their values are 79.72%, 0.68%, 0.15%, and 5.1% respectively with the morphology of protein isolates in the form of kafirin which are closely attached to one another around the endosperm
Kajian Proses Penyeduhan Teh Herbal Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Kayu Manis (Cinnamomum cassia) sebagai Minuman Fungsional Fitry Filianty; Inta Nur Ilmi; Vira Putri Yarlina
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n3.4

Abstract

Produk teh herbal telah berkembang di kalangan masyarakat karena dapat meningkatkan kesehatan. Daun kelor (Moringa oleifera) dan kayu manis (Cinnamomum cassia) menjadi kandidat bahan teh herbal yang memiliki senyawa metabolit sekunder. Faktor yang mempengaruhi banyaknya metabolit sekunder yaitu rasio, suhu, dan lama penyeduhan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) yang dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada p-value 5% dan uji GLM EM MEANS menggunakan SPSS untuk melihat simple effect dari setiap taraf perlakuan pada interaksi faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik nutrisi bahan baku serta mengevaluasi rasio, suhu, dan lama penyeduhan pada seduhan teh herbal daun kelor-kayu manis yang menghasilkan kadar fenolik total tertinggi. Variabel yang digunakan yaitu rasio daun kelor : kayu manis (100:0; 25:75; 50:50; 75;25; dan 0:100), suhu penyeduhan (60oC; 80oC; dan 100oC), dan lama penyeduhan (5 dan 10 menit). Nutrisi yang terkandung dalam daun kelor dan kayu manis dapat berpotensi sebagai bahan yang memiliki nilai fungsional. Hasil skrining fitokimia secara kualitatif daun kelor yang diekstrak dengan aquades terdeteksi adanya alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin, sedangkan pada kayu manis tidak terdeteksi alkaloid. Kadar fenolik seduhan teh berkisar antara 5,42-8,81 mg GAE/g bahan. Perlakuan seduhan teh herbal daun kelor-kayu manis terbaik diperoleh pada rasio 50 : 50 yang diseduh dengan suhu 80°C selama 10 menit menghasilkan kadar fenolik total tertinggi sebesar 8,81±0,03 mg GAE/g bahan.
Optimization of Pectin Extraction Process from Albedo of Citrus Lemon (Citrus limon) Using Ultrasonic Method Filianty, Fitry; Alifia, Rachma Nur; Yuliana, Tri; Yusuf, Asep; Putri, Selly Harnesa
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2024.013.01.6

Abstract

Abstract Pectin is an industrial raw material that can form gels, thickeners, and emulsifiers widely applied in the food and non-food industries. Extracting pectin with citric acid solvent using ultrasonic waves is considered more effective and efficient. This study aimed to obtain an optimization model for the pectin production process to produce maximum pectin yield and obtain the optimized pectin characteristics. This study used the Response Surface Methodology (RSM) as the optimization method with the Central Composite Design (CCD) experimental design with Design Expert 13 software to determine the treatment combination based on time factors and solvent concentration. The treatment combination obtained was 11. The results showed that the maximum pectin yield value was 34.63% at a 7-minute extraction time using the citric acid solvent concentration of 20% and a validation value accuracy of 99.08%. The optimized pectin characteristics were a water content of 7.66%, ash content of 0.33%, equivalent weight of 183.28 mg, methoxyl content of 7.52%, galacturonic acid content of 67.13%, and degree of esterification of 63.56%. The pectin produced followed the pectin quality standards according to the International Pectin Producers Association (IPPA), except for the equivalent weight.Keywords: extraction, lemon albedo, pectin, ultrasonic AbstrakPektin merupakan bahan baku industri yang memiliki kemampuan dalam pembentukan gel, zat pengental, dan sebagai zat pengemulsi yang banyak diaplikasikan pada industri pangan dan non-pangan. Proses ekstraksi pektin dengan pelarut asam sitrat menggunakan bantuan gelombang ultrasonik dianggap lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan model optimasi proses produksi pektin hingga menghasilkan rendemen pektin yang maksimum dan mendapatkan karakteristik pektin hasil optimasi. Metode optimasi dalam penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan dengan rancangan eksperimen Central Composite Design (CCD) menggunakan software Design Expert 13 untuk menentukan kombinasi perlakuan berdasarkan faktor waktu dan konsentrasi pelarut. Kombinasi perlakuan yang diperoleh adalah 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen pektin maksimum adalah 34,63% pada waktu ekstraksi 7 menit dengan konsentrasi pelarut asam sitrat 20% dengan keakuratan nilai validasi adalah 99,08%. Karakteristik pektin hasil optimasi diperoleh nilai kadar air 7,66%, kadar abu 0,33%, berat ekuivalen 183,28 mg, kadar metoksil 7,52%, kadar asam galakturonat 67,13%, dan derajat esterifikasi 63,56%. Pektin yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar mutu pektin menurut International Pectin Producers Association (IPPA) kecuali pada berat ekuivalen.Kata kunci: albedo lemon, ekstraksi, pektin, ultrasonik