Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN IAA DAN BAP TERHADAP WAKTU MUNCUL TUNAS TANAMAN PULE PANDAK (Rauvolfia serpentina) SECARA IN VITRO Pribadi, Nathasya Yusvie; Nugrahani, Pangesti; Makhziah, Makhziah
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6839

Abstract

Rauvolfia serpentina merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai manfaat farmakologis, terutama dalam mengatasi hipertensi, gangguan saraf, dan insomnia. Populasi tanaman ini semakin menurun akibat kesulitan perkecambahan dan eksploitasi bagian akar sebagai bahan obat. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan multiplikasi tunas pule pandak melalui kultur jaringan dengan kombinasi zat pengatur tumbuh (ZPT) indole-3-acetic acid (IAA) dan 6-benzylaminopurine (BAP). Rancangan yang dipergunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu IAA (0.0, 0.5, 1.0, dan 1.5 mg/l) dan BAP (0, 1, 2, dan 3 mg/l). Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, waktu muncul tunas, dan waktu muncul daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata pada kombinasi antara perlakuan IAA dan BAP pada waktu muncul daun. Kombinasi perlakuan 1.0 mg IAA dengan 2 ppm + 3 ppm BAP serta 1.5 ppm IAA + 1 ppm , 2 ppm dan 3 ppm BAP mengakibatkan daun muncul paling cepat, berturut-turut sebesar 15.33, 1567, 15.67, 16.00 dan 14.67 hari.  Sementara itu tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan IAA dan BAP pada parameter persentase hidup dan waktu muncul tunas. Persentase hidup akibat perlakuan 0.5 mg/l dan 1.5 mg/l lebih besar dibanding tanpa IAA, berturut-turut sebesar 86.22%, 83.33% dan 69.44%, sementara semua pemberian konsentrasi BAP mengakibatkan persentase hidup yang lebih tinggi dibanding tanpa BAP. Waktu muncul tunas tercepat diakibatkan perlakuan tunggal 1.0 ppm IAA, yaitu 16.66 hari, juga diakibatkan perlakuan 2 dan 3 ppm BAP, selama 16.00 dan 16.00 hari.
PENGARUH KONSENTRASI ZnNPs DAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN ANGGREK DENDROBIUM Wardhana , Arya Wira; Nugrahani, Pangesti; Sutini, Sutini
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7387

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan kualitas planlet Dendrobium adalah dengan menambahkan unsur mikro seperti ZnNPs ke dalam media kultur jaringan. Hal ini dapat mengatasi permasalahan yang timbul akibat batang yang berongga dan mudah patah, karena ZnNPs berperan mengoptimalkan aktivitas enzim dan sintesis lignin yang memperkuat dinding sel dan meningkatkan kepadatan jaringan batang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi ZnNPs (Zinc Nanopartikel) terhadap morfogenesis dan pertumbuhan anggrek Dendrobium. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, waktu muncul daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi antara ZnNPs dan zat pengatur tumbuh memberikan respon yang bervariasi terhadap parameter waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar, jumlah tunas dan jumlah daun/planlet. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar dan jumlah tunas.