Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MORFOGENESIS DAN INDUKSI KALUS TIN (Ficus carica L.) PADA MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG (MS) DENGAN PENAMBAHAN BENZYLAMINOPURINE Pangesti Nugrahani; Didik Utomo Pribadi
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 13 No 02 (2019)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.144 KB) | DOI: 10.19184/j-agt.v13i02.13914

Abstract

Fig is one of the introduced fruit trees, which became popular in Indonesia. Its leave and fruit can be used as medicine and healthy food. The effect of different combination concentration of BAP (Benzylaminopurine) and 2,4-D (2,4-dicholophenoxy acetic acid) on callus induction from leaf segment of Ficus carica L. were studied. The effect of differrent combination of BAP and coconut water on morphogenesis of single node of Fig was also investigated. The study was arranged as factorial design in completely randomized design in two experiments with 5 repetitions for each treatment. The factors of experiment I were the concentration of BAP (0,1, and 2 mg/L) and the concentration of 2,4-D (0,1, and 2 mg/L). And the factors of experiment II were the concentration of BAP (1 and 2 mg/L) and the concentration of coconut water (100 and 150 mL/L). Each treatment consisted of 10 replicates (bottles). The result showed that MS (Murashige and Skoog) medium supplement with 100 mL/L coconut water, enhanced shoot development. MS medium supplemented with 2,4-D 2 mg/L, enhanced callus induction of Ficus carica L. Keywords: 2,4-D, morphogenesis, BAP, callus, Ficus carica L.
PENGARUH FREKUENSI PEMANGKASAN DAN DOSIS PUPUK MAGNESIUM SULFAT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium oleana) Kirana Sekar Ayunda; Pangesti Nugrahani; Widi Wurjani
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i2.2021

Abstract

Prospek pengembangan tanaman hias sangat menguntungkan. Salah satu tanaman hias yang mengalami peningkatan permintaan adalah pucuk merah (Syzygium oleana). Pucuk merah memiliki keunikan dengan memiliki 2 warna daun yaitu berwarna merah pada daun muda dan berganti menjadi hijau seiring bertambah waktu. Permasalahan pada budidaya tanaman pucuk merah yaitu penampilan daun kurang baik dikarenakan menurunnya kualitas daun dan daun pucuknya lambat tumbuh karena teknik budidaya yang kurang tepat meliputi pemangkasan dan pemupukan. Pemangkasan pada pucuk merah bertujuan untuk merangsang tunas dan cabang baru. Pemupukan pada tanaman bertujuan untuk memberikan nutrisi, salah satu pupuk yang dibutuhkan yaitu pupuk MgSO4 karena memiliki kandungan unsur hara Mg dan S yang berfungsi merangsang pembentukan senyawa fitokimia yaitu pigmen warna merah atau antosianin. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemangkasan dan pupuk MgSO4 dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mulai bulan Maret hingga Juli 2021. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi pemangkasan dengan 3 taraf perlakuan, yaitu yaitu, P0 = tanpa pemangkasan, P1 = frekuensi pemangkasan 1 kali, P2 = frekuensi pemangkasan 2 kali. Faktor 2 Dosis Pupuk MgSO4 terdiri dari 5 taraf, M0 = tanpa pemupukan, M1 = dosis pupuk MgSO4 2 gram/tanaman, M2 = dosis pupuk MgSO4 4 gram/tanaman, M3 = dosis pupuk MgSO4 6 gram/tanaman, M4 = dosis pupuk MgSO4 8 gram/tanaman. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang utama, luas daun, jumlah tunas, jumlah daun warna merah, dan jumlah daun warna hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tidak ada interaksi antara perlakuan frekuensi pemangkasan dan dosis pupuk MgSO4; 2) Perlakuan tanpa pemangkasan memiliki nilai tinggi tanaman tertinggi dan perlakuan pemangkasan 1 kali merupakan perlakuan terbaik pada parameter luas daun; 3) Perlakuan dosis pupuk MgSO4 tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter.
Effect of Type and Concentration of Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.) Prismaya Andarema; Juli Santoso Pikir; Pangesti Nugrahani
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2009

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L) is a plant that is well known in the wider community. The demand for eggplant is currently increasing. In 2017-2018, eggplant production increased, although it did not meet market demand. One of the causes of eggplant yields not sufficient to market demands is not appropiate of cultivation technique. One of the efforts that can be made to increase the productivity of eggplant is the use of liquid organic fertilizer and the right concentration. The purpose of the research was to find out the effect of liquid organic fertilizer and concentration on the growth and yield of eggplant. The research was conducted on the field of Kenanten village, Puri district, Mojokerto in March 2020 – June 2020. The research is arranged using a Completely Randomized Factorial Design with two factors, firstly the type of liquid organic fertilizer (P) consisting of P0 = Control; P1 = Commercial Liquid Organic Fertilizer; P2 = Kelanalagi Liquid Organic Fertilizer; P3 = Compost tea and concentration (K) consisting of K1 = 4 ml/l water; K2 = 6 ml/l water; K3 = 8 ml/l water. The result showed that there was no interaction between the type of liquid organic fertilizer and the concentration of all observation parameters
PENGARUH KONSENTRASI ABMIX DAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BABY KAILAN DENGAN SISTEM HIDROPONIK DFT Safirah Mahmuda; Sutini Sutini; Pangesti Nugrahani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7037

Abstract

Produksi baby kailan di Indonesia mengalami pasang surut dari tahun ke tahun. Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran tinggi sehingga menyebabkan permintaan sayuran termasuk kailan naik. Produktivtitas yang maksimal dapat ditunjang dengan nutrisi yang baik. Alternatif penggunaan sistem hidroponik DFT dapat menunjang produktivitas  tanaman secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menekan tingkat residu kimia yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair. Guna untuk menekan jumlah penggunaan pupuk organik yang berlebihan, maka dilakukan kombinasi antara pupuk organik dan pupuk anorganik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan petak terbagi (RPT) dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. kombinasi yang diperoleh yaitu A1P1, A1P2, A1P3, A2P1, A2P2, A2P3, A3P1, A3P2, A3P3. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara AB Mix dan POC NASA tetapi terdapat pengaruh nyata terhadap perlakuan konsentrasi AB Mix pada semua umur tanaman dengan parameter panjang tanaman, jumlah daun dan luas daun. Perlakuan konsentrasi POC NASA tidak memberikan pengaruh nyata tetapi nilai rerata tertinggi dimiliki oleh perlakuan P3. 
Pengaruh Nutrisi AB Mix dan Benzyl Amino Purine (BAP) terhadap Pertumbuhan Pisang (Musa acuminata) Var. Cavendish In Vitro Berlina Intan Pratiwi; Pangesti Nugrahani; Nora Augustien K.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.475 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1163

Abstract

Nutrisi AB Mix dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) BAP merupakan salah satu perlakuan untuk merangsang pertumbuhan planlet pisang Cavendish. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix dan BAP terhadap pertumbuha planlet pisang Cavendish (Musa acuminata). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu MS (M0), AB Mix 1 ml.l-1 (M1), AB Mix 3 ml.l-1 (M2), dan AB Mix 5 ml.l-1 (M3) dan konsentrasi BAP (B) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 4 taraf yaitu BAP 0 ppm (B0), BAP 1,5 ppm (B1), BAP 3 ppm (B2), BAP 4,5ppm (B3), sehingga didapatkan 16 perlakuan kombinasi. Hasil jumlah tunas yang lebih banyak diperoleh pada perlakuan AB Mix 5 ml.l-1 dan BAP 4,5 ppm, jumlah daun yang lebih banyak diperoleh pada perlakuan AB Mix 5 ml.l-1, jumlah akar yang lebih banyak diperoleh pada perlakuan AB Mix 5 ml.l-1 dan BAP 1,5 ppm.
Aplikasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk NPK untuk Meningkatkan Karakter Agronomis Tanaman Kedelai Hitam Ayu Setianingrum; Pangesti Nugrahani; Makhziah Makhziah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1198

Abstract

Permintaan terhadap kedelai terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan kesadaran yang semakin tinggi mengenai manfaat makanan nabati yang kaya protein, namun produksi kedelai masih tidak mencukupi, sehingga perbaikan teknik budidaya perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk dan pupuk NPKterhadap pertumbuhan serta perkembangan tanaman kedelai hitam (Glycine max L. Merrill). Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik yang terdiri dari 4 taraf (0, 2, 4 dan 6 mL.L-1) dan sebagai faktor kedua pupuk anorganik NPK terdiri dari 3 taraf (3, 6 dan 9 g.tanaman-1). Hasil pengamatan perlakuan interaksi 4 mL.L-1 air dan 9 g.tanaman -1 menunjukkan pengaruh sangat nyata pada parameter jumlah bunga. .Perlakuan tunggal pupuk organik cair konsentrasi 4 mL.L-1 air menunjukkan pengaruh terbaik pada parameter jumlah bunga, sedangkan pada perlakuan tunggal pupuk NPK dosis 6 g.tanaman -1 merupakan perlakuan terbaik pada parameter seluruh parameter kecuali berat biji per tanaman. Hasil dari penelitian menunjukkan perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil kedelai hitam yang sesuai.
POTENSI PENGEMBANGAN PERKEBUNAN MANGGA BERBASIS ORGANIK DI DESA ORO-ORO OMBOKULON SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Fadila Suryandika; Maroeto Maroeto; Iis Purnamawati; Wiwin Windriyanti; Penta Suryaminarsih; Pangesti Nugrahani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perkebunan mangga berbasis organik di Desa Oro-Oro Ombokulon Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual mangga. Pengembangan perkebunan mangga organik sejalan dengan upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) menganalisis faktor internal dan eksternal pengembangan kebun mangga berbasis organik 2) menyusun alternatif strategi pengembangan kebun mangga organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil identifikasi faktor internal dan eksternal diperoleh beberapa faktor utama seperti: ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk dan pestisida organik, kemauan dan keterampilan petani, keunikan varietas mangga, penurunan produktivitas pada masa transisi, produk organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi, pupuk dan pestisida organik sebagai produk sampingan, dan ancaman munculnya pesaing. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh kombinasi strategi SO, WO, ST, dan WT yang dapat digunakan untuk pengembangan perkebunan mangga berbasis organik. Beberapa strategi tersebut antara lain pengembangan produk pupuk dan pestisida organik berbasis bahan baku lokal, pengembangan agrowisata mangga organik, pengembangan keterampilan dan penguatan kelembagaan, pengembangan budidaya komoditas musiman yang dapat berdampingan dengan tanaman mangga, promosi dengan menonjolkan keunikan produk, mengajukan paten/hak kekayaan intelektual/lisensi organik atas produk, serta menjalin kerjasama dengan mitra.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAWANG MERAH DAN AIR KELAPA PADA TAHAP MULTIPLIKASI PLANLET KENTANG (Solanum tuberosum [L.] cv. Granola) MENGGUNAKAN MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG (MS) Rr Khoirunnisa Asyahidah; Pangesti Nugrahani; Makhziah Makhziah
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produktivias tanaman kentang dapat dilakukan dengan penyediaan bibit unggul yang bersertifikat seperti menggunakan metode perbanyakan secara kultur jaringan. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis Pengaruh Kombinasi Ekstrak Bawang Merah Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan In-Vitro Planlet Kentang (Solanum Tuberosum [L.] cv. Granola) Pada Media Murashige Dan Skoog (MS). Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial Penelitian menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu pemberian ekstrak bawang merah menggunakan 4 taraf B0(kontrol), B1(20 g L-1), B2(30 g L-1), B3(40 G L-1) dan air kelapa menggunakan 4 taraf K0(kontrol), K1(50 ml L-1), K2(75 ml L-1) dan K3(100 ml L-1). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi dengan kombinasi terbaik 20 g ekstrak bawang merah dan 50 ml air kelapa memberi pengaruh nyata pada perameter pertumbuhan panjang planlet dengan planlet kentang secara in vitro.
The Effect of Hydroponic Nutrient Sources and Planting Media Types on the Growth and Production of Chinese Kale (Brassica oleraceae L.) Octavia Zuhrotun Nafiah; Pangesti Nugrahani; Makhziah Makhziah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 2 (2023): June 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i2.443-457

Abstract

Kale is prospective for cultivation because they have a good market. In order to get optimal plant output when growing kale in a hydroponic system, care must be taken to employ AB Mix nutrients and specific planting media types. This study aim at obtaining the right combination of AB Mix nutrients and types of growing media on the yield and growth of Kale plants, which were grown on substrates hydroponic. The study was organized in a Randomized Complete Block Design, with three replicates and factorial arrangement. The first factor was the source of nutrition AB Mix i.e. Infarm, Growrich, and Purie Garden. The second factor was the type of planting media, including husk charcoal, cocopeat, and a mixture of cocopeat and husk charcoal (1:1). Results revealed that the combination treatment of AB Mix nutrients and types of growing media was statistically different on the leaf area.  The best combination was between charcoal and Infarm.  The source of nutrition AB Mix significantly affected plant growth parameters such as plant height, leaf area, and dry weight of root with Infarm was found to the best nutrient. The type of growing media did not significantly influence all the parameters observed. Interaction between the type of nutrient AB Mix and type of growing media on the leaf area parameter showed with the best result M2A2 (husk charcoal + Infarm) of 700,96 cm2 , but not significantly different from the other treatment. Keywords: AB Mix nutrient, Cocopeat, Husk charcoal, Kale
Pengaruh Dua Teknik Penanaman Vertical Garden dan Media Tanam pada Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var. Red rapid) Kasana, Adinda Fany; Nugrahani, Pangesti; Dewanti, Felicitas Deru
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.204

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah serta meningkatnya kesadaran akan kebutuhan gizi dan kesehatan menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran, termasuk selada merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budidaya tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Red rapid) yang optimal melalui kombinasi media tanam dengan dua teknik penanaman vertical garden. Penelitian dilaksanakan  di dinding terbuka di lantai 2 di Blitar, Jawa Timur pada bulan April 2021 s/d Juni 2021. Penelitian disusun secara faktorial dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dan 2 faktor. Faktor I sebagai faktor utama adalah teknik penanaman, yang terdiri dua taraf yaitu teknik penanaman menggunakan geotextile (GT) dan teknik penanaman menggunakan pot (PT). Faktor II dengan komposisi media yang terdiri dari tanah, arang sekam, dan cocopeat dengan maksimal berat 300 gram serta 5 ulangan pada masing-masing taraf. Lima taraf pada Vertical Garden teknik pot yaitu: PT0 (Tanah tanpa penambahan arang sekam dan cocopeat); PTS1 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 1:1; PTS2 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 2:1); PTC1 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 1:1); PTC2 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 2:1). Sedangkan lima taraf pada Vertical Garden teknik geotextile yaitu: GT0 (Tanah tanpa penambahan arang sekam dan cocopeat); GTS1 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 1:1; GTS2 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 2:1; GTC1 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 1:1); GTC2 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 2:1). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan macam media tanam dan teknik penanaman vertical garden memberikan pengaruh nyata pada hasil tanaman selada merah (L. sativa var. Red rapid).