Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JPIG

Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunungapi Kelud Tahun 2014 di Kota Batu Wardani Nila Restu; Putra Dwi Fauzia; Suwito Suwito
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 1 No. 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.813 KB)

Abstract

Kota Batu terletak di sebelah timur laut Gunungapi Kelud. Pada saat terjadi erupsi Gunungapi Kelud Februari 2014, arah angin menuju timur laut dari Gunungapi Kelud sehingga Kota Batu menjadi terdampak abu vulkanik. Kota Batu juga dijadikan shelter (komplek hunia sementara) bagi pengungsi yang berasal dari Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang, dan Kecamatan Kasembon-Kabupaten Malang. Berdasarkan kondisi ini, maka dilakukan penelitian dengan tujuan mendekripsikan upaya-upaya penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Kelud yang dilakukan Pemerintah Kota Batu pada masa tanggap darurat. Metode penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data primer dengan 2 cara yaitu: 1) survei ke lokasi terdampak erupsi di Kecamatan Pujon dan Kecamatan Ngantang, Kecamatan Pujon, Kecamatan Kasembon-Kabupaten Malang, serta 35 titik posko pengungsi di Kota Batu; 2) wawancara mendalam terhadap Kepala Satkorlak (Satuan Komando Pelaksana) penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Kelud dari BPBD Kota Batu. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan pengumpulan data pengungsi dari BPBD Kota Batu dan Pos PGA Kelud di Desa Margomulyo, Kecamatan Ngancar-Kabupaten Kediri. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskripstif kualitatif. Hasil analisis mendeskripsikan bahwa upaya penanggulangan bencana yang dilakukan pada masa tanggap darurat meliputi 3 fase: 1) pra erupsi (kajian cepat); 2) saat erupsi (status keadaan darurat, penyelamatan, evakuasi); 3) transisi darurat (pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, dan pemulihan). Jumlah pengungsi di Kota Batu yakni 10.050 jiwa yang tersebar di 35 titik posko pengungsian. Penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat di Kota Batu melibatkan peran dinas-dinas pemerintahan, Tagana, LSM, TNI, Polisi, warga masyarakat Kota Batu, serta relawan dari luar Kota Batu di bawah kendali BPBD Kota Batu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI Nila Restu Wardani; Yuli Ifana Sari
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 2 (2017): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.481 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v2i2.3503

Abstract

Model pembelajaran Group Investigation mengarahkan mahasiswa untuk menemukan informasi berdasarkan kenyataan di lapangan. Hasil penemuan mahasiswa dapat dituliskan melalui karya illmiah dalam bentuk artikel ilmiah. Mahasiswa menuliskan laporan hasil investigasi di lapangan berdasarkan kaidah-kaidah penulisan yang logis dan sistematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasy Experiment (eksperimen semu). Subjek penelitian yaitu mahasiswa kelas A (kelas eksperimen) dan B (kelas kontrol) Program Studi Pendidikan Geografi FIP Universitas Kanjuruhan Malang semester ganjil 2016/2017. Instrumen yang digunakan yaitu rubrik penilaian untuk mengukur kemampuan menulis artikel ilmiah. Data hasil penilaian artikel ilmiah mahasiswa kemudian dianalisis menggunakan t-test dengan taraf signifikan 5%. Selanjutnya dilihat rata-rata nilai kemampuan menulis artikel ilmiah yang lebih tinggi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Group Investigation. Perolehan data menunjukkan rata-rata nilai kemampuan menulis artikel ilmiah pada kelas eksperimen 83,33 dan kelas kontrol 72,27. Rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dan hasil analisis H0 menunjukkan nilai sig.2-tailed=0,000 atau < 0,05. Jadi, H0 ditolak dan H1 diterima atau model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa menulis artikel ilmiah.
Pemetaan Objek Wisata Desa Pandanrejo Kota Batu Berbasis Geographic Information System (GIS) Nila Restu Wardani; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.431 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v5i2.4794

Abstract

Abstrak: Desa Pandanrejo merupakan desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Wisata Batu. Tujuan penelitian yaitu memetakan sembilan objek wisata menggunakan aplikasi Arc. GIS 3.3. Pemetaan ini berguna untuk memberikan informasi kepada wisatawan tentang data spasial objek dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan adalah survei dengan menetukan titik koordinat setiap objek wisata. Selanjutnya titik koordinat dijadikan input data pada aplikasi Arc.GIS 3.3. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi langsung ke objek wisata. Pengumpulan data sekunder meliputi Citra Quickbird Desa Pandanrejo, serta Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pemetaan objek wisata di Desa Pandanrejo, maka ada sembilan objek wisata diantaranya: enam objek wisata alam dan tiga objek wisata budaya. Kesembilan objek wisata ini tersebar di empat dusun. Masing-masing objek wisata memiliki daya tarik wisata tersendiri berupa keindahan alam dan keunikan budaya. Abstract: Pandanrejo Village is a tourism village in Bumiaji District, Batu Tourism City. The purpose of this study is to map nine tourism destination using the Arc. GIS 3.3 application. This mapping is useful to provide information to tourists about the spatial data of tourism destination. The study used survey method by determining the coordinates of each tourism destination. Furthermore, the coordinates are used as input data in the Arc.GIS 3.3 application. Primary data collection by direct observation to tourism destination. Secondary data collection are the Quickbird Image of Pandanrejo Village, as well as the Rupa Bumi Indonesia(RBI) map. Data analysis was performed descriptively. Based on the results of the mapping of attractions in the village of Pandanrejo, there are nine tourism destination: six natural tourism destination and three cultural tourism destination. These nine attractions are scattered in four hamlets. The tourism destination has its own tourist of natural beauty and cultural uniqueness.