Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KULIAH KERJA NYATA: PENGEMBANGAN POTENSI DESA RAKAWATU DALAM BIDANG PERTANIAN, HUKUM, PERIKANAN DAN PENDIDIKAN Hamaduna, Jekicen; Banju, Yudianto Nggaba Hamba; Putra, I Wayan Sudarma; Djingi, Andrew Setiawan Ratu; Mila, Marlin Ana; Sukrianto, Irna Indi; Utari, Yesti Hidayati; Bili, Maria Novita; Kamunggul, Aplonia Lemba; Naha, Thresia Konga; Pandarangga, Salmon; Meiyasa, Firat; Djadji, Osfred Umbu; Pari, Aris Umbu Hina; Ramompas, Yuvensius
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Abdi Wina Edisi Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/abdiwina.v4i2.1011

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Wirausaha Terintegrasi adalah program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi Universitas Kristen Wira Wacana Sumba sebagai sebuah perguruan tinggi di berbagai lokasi di Pulau Sumba. Salah satu lokasi kegiatan KKN Desa Wirausaha Terintegrasi adalah Desa Rakawatu, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan oleh mahasiswa melalui proses pembelajaran di kampus dalam menjawab berbagai isu sosial yang ada di masyarakat. Melalui analisis keadaan sosial yang telah dilakukan di Desa Rakawatu, terdapat beberapa persoalan seperti di bidang Pertanian, Hukum, Perikanan dan Pendidikan. Terdapat 4 metode kegiatan yang dilaksanakan yaitu (1) bidang pertanian, pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk bokasi,(2)bidang hukum, pelaksanaan sosialisasi tentang kesetaraan gender (3)bidang perikanan, pelaksanaan pelatihan pembuatan pakan ikan (4) bidang pendidikan, pelaksanaan bimbingan belajar (bimbel) membaca, dan menghitung untuk siswa/i PAUD dan SD. Hasil kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan pelatihan pembuatan pupuk bokasi bagi para petani, terlaksananya sosialisasi kesetaraan gender yang bertujuan untuk menurunkan angka kekerasan yang masih terjadi, terlaksananya pelatihan pembuatan pakan ikan, terlaksananya bimbingan belajar (bimbel) untuk meningkatkan pemahaman siswa/i melalui membaca dan menghitung. Selain itu, kelompok KKN juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan lain misalnya pembagian beras bagi warga desa, pembersihan kantor desa, pembuatan pagar kantor desa dan gereja dan kegiatan lainnya.
KULIAH KERJA NYATA : TRANSFORMASI HUKUM, PENDIDIKAN, PERTANIAN, DAN INOVASI PRODUK BERDAYA SAING DI DESA DEWA TANA, KABUPATEN SUMBA TENGAH Hau, Priskila Maramba; Hida, Margareta Ana; Palabu, Yoan Herison Umbu Sera; Ridja, Helmi Tatu; Ngunjunau, Agung Umbu Pattu; Jekson, Alfred; Yowa, Murti Gristi Rambu; Rohi, Jefrianus; Danga, Intan Yaku; Iru, Anjelita Ndauki; Ratundima, Alfonsius Pipi; Djadji, Osfred Umbu; Meiyasa, Firat; Pandarangga, Salmon; Ramompas, Yuvensius; Tega, Yatris Rambu; Ndahawali, Suryaningsih
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Abdi Wina Edisi Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina-Sumba) sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata pelaksanaan pengabdian adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dengan tema Desa Wira Usaha Terintegrasi, yang dilaksanakan di Desa Dewa Tana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan terpadu yang berbasis pada kebutuhan dan potensi lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi dan wawancara langsung untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi desa. Selanjutnya dilakukan pemetaan potensi dan perancangan program-program pemberdayaan, seperti pelatihan pembuatan pupuk nabati untuk hortikultura, inovasi kemasan dan pemasaran produk jamu, bimbingan belajar bagi siswa, pelatihan literasi digital dan pengenalan komputer, serta edukasi hukum. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, antara lain pengetahuan masyarakat tentang pertanian berkelanjutan, peningakatan minat belajar dan literasi digital, serta kesadaran hukum. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, program KKN ini telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi model kolaborasi akademik dan sosial yang efektif di wilayah terpencil.
Analisis Bahasa Persuasi yang Disertai Iming-iming dalam Kasus Human Trafficking di Kabupaten Sumba Timur Pandarangga, Salmon; Kapoe, Suryani Kurniawi K.L; Indah , Rambu Hada; Pari , Aris Umbu Hina
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v8i1.18306

Abstract

Masalah keuangan menjadi salah satu penyebab utama tingginya kasus perdagangan orang di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur termasuk Sumba Timur. Pelaku biasanya menggunakan kata-kata yang meyakinkan disertai janji-janji manis untuk menipu dan memanfaatkan korban, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaku menggunakan bahasa yang membujuk dengan iming-iming untuk menarik korban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mewawancarai empat orang informan kunci. Hasilnya menunjukkan bahwa pelaku sering menjanjikan uang banyak, cepat kaya, proses keberangkatan yang mudah, pekerjaan yang layak, dan kiriman uang rutin untuk keluarga. Salah satu cara mencegah masyarakat tertipu adalah melalui edukasi yang berkelanjutan. Dengan edukasi, masyarakat bisa lebih waspada terhadap rayuan yang digunakan pelaku perdagangan orang agar tidak terjebak bekerja secara ilegal. Untuk mengurangi perdagangan orang di NTT, khususnya di Sumba Timur, perlu ada peningkatan edukasi berkelanjutan bagi masyarakat, terutama di daerah miskin dan tertinggal, tentang bahaya perdagangan orang serta cara mengenali bujuk rayu pelaku. Selain itu, penting untuk memperluas akses terhadap peluang ekonomi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada tawaran kerja ilegal.
Peningkatan Kinerja Bisnis Usaha Sub Sektor Kriya Kampung Raja Preliu Melalui Literasi Keuangan, Kewirausahaan Dan Adaptasi Teknologi Pangihutan Situmorang, Tumpal; Donna Adindarena, Vindya; Pandarangga, Salmon; Osfred Umbu Djadi, Osfred; Aha Pekuwali, Arini; Sari Dewi Novyanti Bertha Mira, Tri
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.818

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan  laju pertumbuhan usaha tenun ikat cenderung terjadi fluktuatif baik jumlah usaha maupun jumlah tenaga kerja, tetapi banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan digitalisasi sehingga penting untuk  melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat kami fokuskan di Kampung Preliu. Upaya  yang dilakukan untuk peningkatan kinerja atau pendapatan masyarakat yaitu dengan melakukan Pengelolahan Keuangan, Kewirausahaan dan Digitalisasi. Pada aspek Literasi keuangan. Peserta telah mampu mengelompokkan penngeluaran, pemasukan dan menghitung saldo sedangkan pada aspek pemetaan dan pengembangan usaha, peserta secara umum mampu melakukan pemetaan dan pengembangan usaha diwilayah kampung raja. Pada aspek ketrampilan berkomunikasi, peserta masih malu untuk berkomunikasi dengan Bahasa inggris kepada wisatawan namun beberapa peserta sudah mampu melakukan walaupun masih sederhana melalui buku saku yang diberikan. Pada aspek pengembangan sumber daya, peserta manyoritas sumber daya adalah anggota keluarga sehingga menjadi sangat mudah untuk menggerakkan untuk mengikuti pelatihan baik di pemerintah maupun melalui LSM. Pada aspek adaptasi teknologi, kami melatih salah satu anggota kelompok yang masih mahasiswa menjadi admin website tersebut.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wee Paboba Dibidang Pangan Lokal, Pendidikan, Informasi Digital, Pertanian, Dan Sosial Ramompas, Yuvensius; Agung Hendrik, Dewa; Rambu Laki, Melsandy; Djara Lodu, Naomi; Ndilu Ony, Yovinianus; Syahputra Dinata, Gathan; Ambu Kaka, Adriani; Pindi Amah, Alfan; Ndai Mbana, Natalia; Rambu Nia Lepir, Agnes; Umbu Djadji, Osfred; Pandarangga, Salmon; Meiyasa, Firat; Tarigan, Nurbety
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 : November (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wee Paboba Village is located in North Wewewa District, SBD, has potential such as rich traditions and local knowledge especially in terms of land management and food utilization. However, the village community is still very dependent on traditional agricultural practices, the curriculum is less relevant to the local context, has not been able to utilize digital information for various purposes, limited knowledge in making organic fertilizer and animal feed, and limited access to information on social issues, especially in the school environment such as bullying. The purpose of this community service is to be able to identify and solve development problems in Wee Paboba Village, which is reflected in programs designed based on local needs and potential. Partners for this community service include village officials, housewives, farmer groups, livestock breeders, and students. The implementation method in this community service is descriptive qualitative. The results of this research in the field of local food, the village community now has new processed products with high economic value, in the field of education, children have a better interest in learning, in the field of digital information, village officials can manage information independently, in the field of agriculture, farmers and livestock breeders can save production costs, and in the social field, students better understand the importance of preventing bullying.