Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Permainan Congklak Tray Ceria (Traycer) untuk Meningkatkan Kemampuan Konsep Membilang di KB Nice Kids Malang Isnaini Mukarromah; Ayu Asmah; Mochammad Ramli Akbar
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28252

Abstract

Counting is an important skill for early childhood cognitive development. This counting skill includes understanding the number of objects, the ability to identify and sequence numbers correctly. The results of initial observations conducted at the Nice Kids Malang Kindergarten showed that children's number concept abilities were still low at 35%. This study aimed to investigate the application of the Congklak Traycer game in improving number concept abilities at the Nice Kids Malang Kindergarten Kindergarten. The method used in this study was a classroom action that was carried out in cycles, through the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study consisted of 10 children aged 4-5 years. Data collection in this study utilized an observation sheet that included indicators of number concepts, number symbols, one-to-one correspondence, and cardinality. Data analysis utilized a quantitative descriptive approach. The study findings showed a gradual increase in number concept abilities. In the pre-action stage, 35% increased to 45% in cycle I, and increased significantly to 82.48% in cycle II. Based on the classical success criteria in cycle II, exceeding the completion indicator of >75%, 8 out of 10 children were able to master the concepts of counting, number symbols, one-to-one correspondence, and cardinality very well. It can be concluded that game-based learning with concrete media through cheerful congklak trays (traycers) has been proven to help improve the conceptual ability of counting in early childhood at KB Nice Kids Malang. In addition, further research is needed to demonstrate the effectiveness of this method on a larger sample, as well as to develop innovative and fun teaching materials.
Penerapan Field Trip Untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa Ekspresif di TKM NU 4 Miftahul Huda Mendalanwangi Wagir Malang Lailatun Nafi'ah; Ayu Asmah; Mochammad Ramli Akbar
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28356

Abstract

 Bahasa sangat penting untuk perkembangan kognitif sepanjang masa kanak-kanak. Kemampuan linguistik ini meliputi pemahaman bahasa reseptif, kemampuan bahasa ekspresif, dan literasi dasar. Penilaian awal di TKM NU 4 Miftahul Huda Mendalanwangi Wagir menunjukkan bahwa kemampuan bahasa ekspresif anak-anak masih kurang memadai, dengan persentase rata-rata 33,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi penggunaan metode kunjungan lapangan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif pada anak usia dini di TKM NU 4 Miftahul Huda Mendalanwangi Wagir. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (CAR), yang dilakukan dalam siklus yang meliputi tahapan persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 13 siswa dari Kelompok A. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang mencakup indikator ekspresi percakapan dan kemampuan reaksi, serta kemampuan berkomunikasi pertanyaan dan pendapat mendasar. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap dalam kemampuan berbahasa ekspresif. Pada periode pra-tindakan, persentasenya adalah 33,6%, yang meningkat menjadi 64,4% pada Siklus I, dan selanjutnya naik menjadi 89,4% pada Siklus II. Kesimpulannya, pembelajaran pengalaman melalui metode kunjungan lapangan secara signifikan meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak usia dini di TKM NU 4 Miftahul Huda Mendalanwangi Wagir. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas teknik ini dalam skala yang lebih luas dan untuk mengembangkan metode pembelajaran luar ruangan alternatif.