Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK PETERNAK BURUNG PUYUH Dimas Pratidina Puriastuti H.; Ari Brihandhono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDIMAS) Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2016
Publisher : Publisher UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This devotion for groups breeder quail aims to provide a solution on efforts to improve the knowledge and skills of farmers in the utilization and processing technology potential of natural resources as feed material quail, then capable and skilled in technology breeding, utilization of waste quail eggs culled as catfish and processing technology manure into organic fertilizer, so it will be able to increase revenue, independence and well-being of farmers. The method used is the discussion, training, demplot, mentoring and evaluation as well as involving students in the program so as to provide a solution to resolve the problems faced by farmers groups quail partners. This results show that the public response quail farmers are very good and enthusiastic for proactive follow the program in all the activities for outreach, training, demoplot, mentoring and evaluation. The existence of this service program had a positive impact on the environment ie partners provide solutions or alternative solutions to problems faced by the farmers in the village and surrounding communities.
FREKUENSI PENYIRAMAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERSENTASE PERKECAMBAHAN DAN PERSENTASE KECAMBAH NORMAL HIDROPONIK FODDER GANDUM Tri Ida Wahyu Kustyorini; Dimas Pratidina Puriastuti; Febronius Bandung
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.9055

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman pupuk organik cair terhadap persentase perkecambahan dan persentase kecambah normal  hidroponik fodder gandum. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji gandum, POC dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapang dengan menggunakan rancangan acak lengkap ( RAL ). Perlakuan penelitian yaitu frekuensi penyiraman dengan pupuk organik cair 10% dengan volume 100 ml/hari yaitu P1 : penyiraman 1 kali/sehari, P2 : Penyiraman 2 kali/sehari, P3 : Penyiraman 3 kali/sehari. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel penelitian meliputi persentase perkecambahan dan persentase kecambah normal. Analisis statistik yang digunakan  adalah analisis varians. Jika terdapat pengaruh antar perlakuan, maka dilanjut dengan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyiraman dengan menggunakan pupuk organik cair memberikan pengaruh yang sangat nyata (P< 0,01 ) terhadap persentase perkecambahan dan persentase kecambah normal. Nilai tertinggi persentase perkecambahan dan persentase kecambah normal dicapai pada perlakuan P2 yakni 87,11% dan 92,85%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frekuensi penyiraman 2 kali sehari dengan pupuk organik cair memberikan hasil terbaik terhadap produktivitas fodder gandum dengan sistem hidroponik.
Analysis of Dairy Farmers Cooperative Partnership and Participation toward Cooperative Performance to Increase Farmer's Income Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Muhammad Nur Ihsan; Puguh Surjowardojo; Bambang Ali Nugroho
ANIMAL PRODUCTION Vol. 24 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2022.24.2.144

Abstract

The purpose of this study was to analyze the direct and indirect effect of cooperative partnerships,farmer participation and cooperative performance on farmer’s income. This research method was carried outby distributing questionnaires to 164 farmers as research respondents in Kemiri village who were activemembers of the Agroniaga Cooperative Jabung. The research variables were X1 (cooperative partnership), X2(farmers participation), Y1 (cooperative performance), Y2 (farmer's income). The data obtained were analyzedby path analysis using SPSS. The results show that 1) cooperative partnerships have a significant effect directlyon the cooperative performance at 0.533, 2) farmer participation has a significant effect directly on thecooperative performance at 0.362, 3) the cooperative partnership has a significant effect directly on the incomeof farmers at 0.341, 4) farmer participation has a significant effect directly on the income of farmers at 0.426, 5)cooperative performance has a significant effect directly on the income of farmers at 0.180, 6) cooperativepartnership has no significant effect indirectly on the income of farmers through the cooperative performanceat 0.096, 7) farmer participation has no significant effect indirectly on farmer income through cooperativeperformance at 0.18. This study concludes that 1) cooperative partnerships and farmer participation havesignificant effect directly on the cooperative performance, 2) cooperative partnerships, farmer participation,and cooperative performance have a significant effect directly on farmers' incomes, 3) cooperative partnershipsand farmer participation have no significant effect indirectly on farmer income through cooperativeperformance.
Pelatihan Olahan Ikan Lele Untuk Pemberdayaan Keluarga Awak Angkutan Terdampak Covid-19 Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Waluyo Edi Susanto; Ari Brihandhono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDIMAS) Vol 9 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : Publisher UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i2.174

Abstract

Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi guna peningkatan pendapatan keluarga awak angkutan umum melalui produk yang memiliki nilai manfaat dan ekonomis dari olahan ikan lele serta limbah ikan yang berupa tulang dan duri menjadi produk fillet maupun crispi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, diskusi, penyuluhan, pelatihan dan percontohan/demoplot alih teknologi yang diterapkan. Kegiatan ini melibatkan Mitra untuk aktif terlibat langsung mengikuti kegiatan. Selanjutnya dilakukan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan Mitra dalam mengadopsi alih teknologi yang telah disampaikan oleh Tim Pengabdi. Berdasarkan hasil analisa secara deskriptif memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari Mitra terkait transfer teknologi pencabutan tulang dan duri dari daging ikan lele dan pengolahan duri ikan dan peningkatan ketrampilan Mitra untuk membuat produk olahan dengan benar. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan alih teknologi pencabutan tulang dan duri dari daging ikan lele dan pengolahan produk mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta pendapatan keluarga awak angkutan. Berdasarkan hasil evaluasi disarankan untuk Mitra mengikuti SOP sesuai standar kualitas pengolahan produk.
Pengaruh penambahan pati talas lokal (colocasia esculenta) sebagai stabilizer terhadap total padatan terlarut Dan kadar air yogurt pada suhu pasteurisasi 90°C Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Maria Meryana Fila
Jurnal Sains Peternakan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v7i2.4013

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan, Universitas Kanjuruhan Malang dan Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Brawijaya Malang, pada tanggal 30 Oktober sampai tanggal 31 November 2016. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan pati talas (Colocasia esculenta) terhadap total padatan terlarut dan kadar air yogurt pada suhu pasteurisasi 90°C. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi segar, susu skim 2%, starter bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus 2%, dan pati talas. Metode yang digunakan adalah percobaan Laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu penambahan pati talas P0=0%, P1=0,5%, P2=1%, P3=1,5%, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam, apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati meliputi total padatan terlarut dan kadar air yogurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level pati talas (Colocasia esculenta) memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap total padatan terlarut dan kadar air yogurt. Nilai total padatan terlarut yogurttertinggi pada penambahan pati talas 1,5% sebesar 21,96% kemudian berturut-turut level pati 1%, 0,5%, 0% sebesar19,69%, 18,33% dan 17,35%. Nilai kadar air yogurt pada penambahan pati talas 1,5% menghasilkan nilai terendah sebesar 77,36% kemudian berturut-turut level pati1%=80,50%, 0,5%= 81,56% dan 0% = 83,35%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan pati talas sebagai stabilizer sebesar 1,5% menghasilkan kualitas yogurt yang optimal ditinjau dari total padatan terlarut dan kadar air yogurt pada suhu pasteurisasi 90°C. Disarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui kualitas yogurt dengan penambahan pati talas diatas 1,5%.
Subtitusi Ampas Jagung Pada Konsentrat Ayam Pejantan Terhadap Konversi Pakan Dan IOFC Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Tri Ida Wahyu Kustiyorini; Megawati Leuwerung
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i1.23487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konversi pakan dan IOFC pada penggunaan ampas jagung sebagai bahan subtitusi pada konsentrat ayam pejantan. Materi yang digunakan adalah ayam pejantan strain Isa Brown sejumlah 30 ekor umur 30 hari dengan rata-rata bobot badan 500 g. Metode yang digunakan adalah percobaan lapang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 3 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (konsentrat 100 %), P1 (konsentrat 90 % + ampas jagung 10 %) dan P2 (konsentrat 80 % + ampas jagung 20 %). Variabel yang diamati adalah konversi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data dianalisis menggunakan analisis ragam, jika menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi  ampas jagung memberikan pengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap konversi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC) ayam pejantan dengan nilai terbaik pada P1 untuk konversi pakan yaitu 1,67 dan Income Over Cost (IOFC) Rp. 16.019. Kesimpulan dari hasil penelitian ini  bahwa substitusi konsentrat dengan ampas jagung 10% (P1) memberikan nilai terbaik pada konversi pakan dan Income Over Feed Cost ayam pejantan.
Counselling on the utilization of agricultural waste as alternative feed for poultry Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Tri Ida Wahyu Kustyorini
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 2 (2023): May 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i2.9470

Abstract

Poultry concentrate feed is predominantly produced by animal feed factories in Indonesia. Unfortunately, the selling price of concentrates has been steadily increasing, causing difficulties for poultry farmers in maintaining their businesses. Indonesia, being an agricultural country, possesses a wealth of agricultural products. The abundance of agricultural products, coupled with significant amounts of agricultural waste from by-products, can be processed and utilized as animal feed. In order to address this issue, a service activity was conducted in Suru Village, Doko District, Blitar Regency. The objective was to provide socialization and training on utilizing agricultural waste, which is abundant in Suru Village, as an alternative feed for poultry livestock. The approach employed involved socializing the activities to farmers, addressing the challenges faced by partners, and providing counseling and direct assistance. The counseling sessions focused on the types of agricultural waste readily available in Suru Village that can be utilized in poultry feed, as well as training on formulating simple rations. As a result of this activity, breeders were able to utilize rice bran, an agricultural waste product, as an alternative feed, thereby reducing the cost of expensive commercial feeds. By substituting rice bran in feed formulations for commercial concentrates, farmers were able to save Rp410,000 per 100 kg of purchased feed. 
KONSENTRASI LARUTAN URIN KELINCI YANG BERBEDA SEBAGAI MEDIA PENYIRAMAN DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP JUMLAH DAUN DAN TINGGI TANAMAN HIDROPONIK FODDER JAGUNG (Zea mays) Kustyorini, Tri Ida Wahyu; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.21613

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan urin kelinci yang berbeda terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman jagung pakan ternak hidroponik (zea mays). Materi penelitian adalah jagung, urin, dan air. Metode yang digunakan adalah percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (larutan urine 0%), P1 (larutan urine 5%), P2 (larutan urine 10%), P3 (larutan urine 15%) Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Analisis data menggunakan analisis varians, jika terjadi efek, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah daun tertinggi pada perlakuan P2 yakni 2,4 helai, dan tinggi tanaman terbaik pada perlakuan P2 (33,2 cm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemupukan menggunakan larutan urin 10% memberikan nilai variabel terbaik.
Aplikasi Pakan Fermentasi di Peternakan Ayam Pejantan Dukuh Pehdoplang Kecamatan Doko Kabupaten Blitar Kustyorini, Tri Ida Wahyu; Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v11i2.3899

Abstract

ABSTRAKDukuh Pehdoplang merupakan salah satu dukuh di Desa Suru. Suru adalah salah satu desa di Kecamatan Doko. Desa Suru memiliki luas area 6,55% dari total wilayah Doko, dengan total penduduk 3.686 jiwa. Kepadatan penduduk di desa Suru sebesar 794 jiwa/km2.  Struktur mata pencaharian penduduknya didominasi dalam bidang pertanian yaitu sebesar 91,35%. Dari mata pencaharian pertanian tersebut 42,23% diantaranya juga bermata pencaharian sebagai peternak. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan cara penyusunan ransum dan pembuatan pakan fermentasi. Mitra pengabdian yang menjadi target adalah peternakan ayam pejantan milik bapak Mahsun Hudri. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah tingginya harga pakan selama pandemi COVID-19, sehingga perlu suatu teknologi yang perlu dikenalkan untuk mengantisipasi hal tersebut. Program pengabdian pada masyarakat ini menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan pemahaman peternak terkait dengan pengolahan pakan ternak, sehingga pengeluaran biaya produksi untuk beternak dapat ditekan. Metode yang digunakan adalah diskusi dan ceramah, pelatihan pengolahan produk, dan evaluasi. Hasil pengabdian yang berlokasi di Peternakan Ayam pejantan Dukuh Pehdoplang Desa Suru Kecamatan Doko menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan penyusunan formulasi pakan, demplot pembuatan pakan fermentasi sangat antusias. Respon peternak cukup bagus. Hasil demplot telah memenuhi standar kualitas pakan terfermentasi untuk ayam pejantan. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat di peternakan Ayam Pejantan Dukuh Pehdoplang Desa Suru Kecamatan Doko sangat baik.  Kata kunci: Ayam pejantan; formulasi pakan; limbah pertanian; pakan fermentasi
Komponen Bioaktif pada Tanaman Centrocema Pubescens dan Potensinya sebagai Pakan Ternak Peni Wahyu Prihandini; Henny Leondro; Yuli Arif Tribudi; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Dewi Khosiya Robba; Dyah Tuwi Ramsiati; Mochammad Chanafi; Wahyuni Indah Wulansari
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.6

Abstract

Centrosema pubescens adalah leguminosa merambat yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, penelitian seputar tanaman Centrosema pubescens masih sangat minim, terutama dalam bidang identifikasi senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak Centrosema pubescens. Bagian daun, batang dan bunga tanaman Centrosema pubescent diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%, dipekatkan menggunakan rotary evaporator, kemudian dianalisis menggunakan perangkat LC-MS. Hasil analisis LC-MS menunjukkan keberadaan 86 senyawa yang diketahui. Kromatogram pada tanaman Centrosema pubescens terdapat satu puncak tertinggi dengan komposisi 3,490% yaitu senyawa prodephinidin C2 (golongan senyawa flavonoid). Lebih lanjut, senyawa golongan flavonoid glikosida seperti rutin, naringin, dan kaempferol juga terindentifikasi pada legum ini. Untuk senyawa yang teridentifikasi yaitu 20-hydroxyecdysone. Berdasarkan banyaknya senyawa bioaktif pada Centrosema pubescens, maka dapat direkomendasikan sebagai fitobiotik pada pakan ternak