Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

STRATEGI PEMERINTAH NAGARI DALAM PENANGGULANGAN PANDEMI COVID-19 DI NAGARI KINALI KECAMATAN KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Ridho Fernanda; Rinel Fitlayeni; Nilda Elfemi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i1.33589

Abstract

Penyebaran virus covid-19 begitu cepat terjadi diindonesia, Tingginya penyebaran covid-19 ini tentunya telah menganggu berbagai bidang kehidupan masyarakat,sehingga di perlukannya sebuah strategi  dari pemerintah pusat  bahkan dari pemerintah nagari untuk menanggulanginya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan pemerintah nagari dalam penanggulangan pandemi covid-19 di Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dapat disimpulkan ada 7 startegi yang di lakukan pemerintah Nagari Kinali dalam penanggulangan pandemic covid-19 yaitu 1). Sosialisasi untuk mematuhi protocol kesehatan (Prokes), 2). Bantuan masker, 3). Dibentuknya satgas covid-19, 4). Dilakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) nagari berskala mikro, 5). Rumah isolasi, 6). Pengadaan tempat cuci tangan dan 7). Bantuan langsung tunai, dimana dengan pelaksanaan strategi strategi tersebut Pemerintah Nagari Kinali telah berhasil dalam penanggulangan covid-19, pada bulan desember tahun 2021 Nagari Kinali sudah berada di zona hijau covid-19.
KONFLIK TANAH ULAYAT ANTARA KAMANAKAN MALAKOK VS NINIAK MAMAK SUKU TOBO DI NAGARI PADANG LAWEH, KEC. KOTO VII, KAB. SIJUNJUNG Welda Ningsih; Dian Kurnia Anggreta; Rinel Fitlayeni
Jurnal Mamangan Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.678 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v2i1.1366

Abstract

Conflict of communal land between kamanakan malakok with niniak mamak in Tobo clan Nagari Padang Laweh, District Koto VII Sijunjung which in this conflict kamanakan malakok from areas Bukit Bual seeks to maintain in order to get the management rights of communal land that is the intersection of SMP 8 Nagari Padang Laweh which is the possession of niniak mamak Tobo tribe does not comply with the decision of niniak mamak. The approach used in this study is a qualitative research method and descriptive. The data collection is done by observation and in-depth interviews. Based on the results of research conducted, communal land conflicts caused by kamanakan malakok who worked and fence off communal land without the permission and niniak mamak Tobo Tribe resulting land conflict issues. While the forms of conflict resolution is performed by the deliberation and consensus between the two sides, the conflict is not resolved by the prince of the tribe resulted in the issue resolved through official institutions, namely guardian Nagari, the prince of the tribe and the latter through the police, after receiving the decision of the police.Konflik tanah ulayat antara kamanakan malakok dengan niniak mamak Suku Tobo di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung yang mana di dalam konflik ini kamanakan malakok yang berasal dari daerah Bukit Bual berupaya mempertahankan supaya mendapatkan hak pengelolaan tanah ulayat yang ada simpang SMP 8 Nagari Padang Laweh yang merupakan kepunyaan dari niniak mamak suku Tobo dengan jalan tidak mematuhi keputusan dari niniak mamak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, konflik tanah ulayat disebabkan oleh kamanakan malakok yang menggarap dan memagari tanah ulayat tanpa seizin dan sepengatahuan niniak mamak Suku Tobo sehingga terjadi permasalahan konflik tanah. Sedangkan bentuk penyelesaian konflik dilakukan memalui musyawarah dan mufakat antara kedua belah pihak. Konflik yang tidak terselesaikan oleh penghulu suku mengakibatkan persoalan diselesaikan melalui lembaga resmi yaitu wali Nagari, penghulu suku dan terakhir melalui pihak kepolisian.
Konflik Tanah Ulayat Antara Kaum Caniago Di Nagari Kasang Dengan Badan Pertanahan Nasional Padang Pariman Rinel Fitlayeni
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan ( Not Accredited)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.682 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v4i2.1310

Abstract

Communal land at the Minangkabau community identity and are protected by the Government contained in the UUPA. In defending existence, no wonder the increased intensity of conflict in society, even the biggest contributor in the court case is the problem of communal land. The conflict not only involve the public but also among the public with the state caused due to the interest of both parties . This paper wants to describe the conflict between members of the Caniago with BPN Padang Pariaman district. Conflicts involving both groups has occurred since 2002 and even up to now still continue.Tanah ulayat di Minangkabau merupakan identitas masyarakat  dan dilindungi keberadaannya oleh negara yang tertuang dalam UUPA. Dalam mempertahankan kebedaraannya, tidak heran terjadi peningkatan intensitas konflik di tengah masyarakat, bahkan penyumbang perkara terbesar di pengadilan adalah permasalahan tanah ulayat. Konflik yang terjadi bukan saja melibatkan antar masyarakat tetapi juga masyarakat dengan negara yang disebabkan karena faktor kepentingan kedua belah pihak.. Tulisan ini ingin mendeskripsikan konflik antara anggota kaum Caniago dengan BPN Kabupaten Padang Pariaman. Konflik yang melibatkan kedua belah kelompok sudah terjadi sejak tahun 2002 bahkan sampai sekarang.
DIAMIKA PEREMPUAN PEDAGANG MAKANAN DI SICINCIN Elsa Melia Roza; Yulkardi Yulkardi; Rinel Fitlayeni
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan ( Not Accredited)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.496 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v2i2.1370

Abstract

This article discusses the activities of women food vendors in Nagari Sicincin, women's involvement has keterbartasan informal sector to resources and access. As a result, business options that can be entered also ranges in some specific fields such as trade food hawkers. Women asongan food traders in carrying out its activities he had to leave the family in a period of 9-10 hours a day. Before going home or going to work, he must do homework at the same time, This article aims to describe the activities of women food vendors hawkers around Station Sicincin. and analyze the constraints experienced by women hawkers hawkers in work. The method used qualitative descriptive type, The data collection is done by observation, interview and documentation study, The findings of this article, namely the allocation of time, that work outside the home as a trader of food hawkers, conducted from 08.00 am until 17:00 pm, Competition and conflict. Tip mastery of the market situation, that take advantage of the holiday, shoppers want visited by giving discounts to buyers, already terbntuknya image salted egg and boiled bananas. and the constraints faced by women food vendors hawkers are obstacles in the work, namely the driver and passenger Bus unfriendly, and the absence of gas stations.Artikel ini membahas aktifitas perempuan pedagang makanan di Nagari Sicincin, keterlibatan perempuan disektor informal memiliki keterbartasan terhadap sumber daya dan akses. Akibatnya pilihan usaha yang dapat dimasuki juga berkisar pada beberapa bidang tertentu seperti berdagang makanan asongan. Perempuan pedagang makanan asongan dalam menjalankan aktivitasnya ia harus meninggalkan keluarga dalam jangka waktu 9-10 jam dalam sehari. Sebelum pulang ataupun berangkat kerja, ia harus mengerjakan pekerjaan rumah sekaligus. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsiakn aktivitas perempuan pedagang mkanan asongan di sekitar Terminal Sicincin, dan menganalisis kendala-kendala yang dialami oleh prempuan pejaja makanan asongan dalam pekerjaan. Metode yang digunakan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara,  dan studi dokumentasi. Temuan dari artikel ini yaitu alokasi waktu, yaitu pekerjaan diluar rumah sebagai pedagang makanan asongan, dilakukan dari jam 08.00 WIB sampai jam 17.00 WIB. Persaingan, dan konflik. Kiat penguasaan situasi pasar, yaitu memanfaatkan hari libur, pembeli ingin didatangi  memberikan potongan harga bagi pembeli, sudah terbntuknya image telur asin dan pisang jantan rebus. dan kendala-kendala yang dialami perempuan pedagang makanan asongan adalah kendala dalam pekerjaan, yaitu supir dan penumpang Bus tidak bersahabat, dan ketiadaan SPBU..
The Role of Forsis LSM (Fort De Kock Society in Social) for Reach The Risk Groups of HIV / AIDS (Case Study: LGBT And Penasun Groups in The City of Padang) Anggun Mustika Yanti; Yuhelna Yuhelna; Rinel Fitlayeni
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 3 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 30E/KPT/201
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.069 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v9i1.3535

Abstract

One of the existing NGOs is FORSIS which is engaged in the grouping of HIV / AIDS risk groups to cope with the spread of HIV / AIDS in the city of Padang. The purpose of this study is to describe how the role of FORSIS in outreach groups at risk of HIV / AIDS in the city of Padang. The approach used in this research is a qualitative descriptive researcher, a technique used for data collection in interviews, observations, and document studies. In addition to the selection of informants is purposive sampling, which consists of informants who are considered to know about the role of FORSIS in outreach groups at risk of HIV / AIDS. The subjects in this research are Padang city community that is the board of FORSIS, LGBT group, caretaker of soul conscience, and LGBT with HIV. The results of this study are to describe the role of FORSIS in outreach groups at risk of HIV / AIDS. Prior to outreach there was a process planned for outreach. This NGO plays a role in improving community knowledge through socialization, then invites VCT to know the status of self so that can cope with the spread of viruses and NGOs also do cooperation with NGOs taratak soul heart to accompany PLWHA. It can be concluded that this FORSIS NGO plays an important role in providing counselling, inviting VCT and working with specific NGOs to assist in the prevention and transmission of HIV / AIDS.
Third Party Involvement in The Settlement of Pasar Raya Conflict Post-earthquake 2009 Ikhsan Muharma Putra; Rinel Fitlayeni; Marleni Marleni; Afrizal Afrizal; Indraddin Indraddin
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 3 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 30E/KPT/201
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.142 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v8i1.2950

Abstract

The market is a place for socio-economic activities in the regional economic growth. The existence of the main market began to be disrupted since the September 30th, 2009 earthquake, resulting in damage to the buildings of Pasar Raya Padang. Rapid handling was made by the Padang City Government through the construction of emergency stalls in the form of stalls along Jalan Sandang Pangan. The construction of emergency kiosks was opposed by some traders because of declining income and lack of visitors. This condition triggered a prolonged conflict for five years (2009-2014). The length of this conflict process makes it important to be explored further with regard to the involvement of third parties in resolving the post-2009 earthquake market conflict. This study uses a qualitative approach with the type of descriptive research. Informants in this study were determined by intentional (purposive). Informants who contributed to this finding were 14 people with 5 women and 9 men. This research shows that the third party is the Regional Representative Council of the City of Padang and the National Commission on Human Rights (KOMNASHAM) of the Republic of Indonesia. The third party involvement carried out by the Regional House of Representatives (DPRD) was hearing to the traders of Pasar Raya Padang and involving their representatives at hearings, working meetings of DPRD which discussed issues related to commission II. The next role is the role as the guardian of the Rehabilitation and Reconstruction process and striving for the realization of the budgeting in the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) in accordance with the needs of traders. Whereas the KOMNASHAM has a position and commitment not in line with the conflicting parties, but its role as a human rights guard positions it structurally as a neutral mediator.
Strategi Bertahan Pedagang Konvensional di Tengah Perkembangan Pasar Online (Studi Kasus pada Pedagang Konvensional di Pasar Nagari Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat) Lifia - Fitriana; Rinel Fitlayeni; Waza Karia Akbar
Horizon Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.88 KB) | DOI: 10.22202/horizon.v1i3.5169

Abstract

This research is motivated by the existence of an online market. Which makes the conventional market to be left behind and the income of traders to decline. The same is true for conventional traders in the Nagari Air Bangis market, Sungai Beremas District, West Pasaman Regency. The formulation of the research problem is how to survive conventional traders in the midst of the development of the online market. The theory used in this study is the theory of rational choice proposed by Coleman. This research approach is a qualitative approach with a descriptive type of research. The types of research data are primary and secondary data. There were 14 informants. Data collection methods are observation, in-depth interviews and document studies. To achieve the validity of the data using triangulation techniques. Meanwhile, the unit of data analysis is the individual with data analysis by Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, data presentation and conclusion drawing. From the results of the study, it can be concluded that there are conventional traders' survival strategies in the Nagari Air Bangis market, namely following the trend of goods being sold, displaying new goods on the front, giving discounts (discounts), and increasing social networks with buyers..
Kendala Tata Kelola Pasar Tradisional Berbasis Nagari Studi Kasus Pasar Nagari Padang Sibusuk Juanda, Fegi; Fitlayeni, Rinel; Putra, Ikhsan Muharma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2097

Abstract

Tata kelola pasar yang harus dilakukan dengan baik akan menjadi potensi besar bagi Pendapatan Asli Desa (PAN/D). Namun, saat ini para pedagang di Pasar Nagari Padang Sibusuk tidak semuanya berjualan di tempat yang telah ditentukan. Sehingga perlu diteliti lebih lanjut bagaimana pengelolaan pasar tradisional berbasis nagari di pasar nagari Padang Sibusuk. Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis Bagaimana Hambatan Tata Kelola Pasar Tradisional Nagari Berdasarkan Studi Kasus Pasar Nagari Padang Sibusuk. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Robert K. Merton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian ini adalah pengelola pasar, tokoh masyarakat, pedagang dan pembeli dengan jumlah informan 13 orang. Metode pemilihan informan penelitian adalah dengan purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kelompok dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles Huberman. Berdasarkan hasil dan kesimpulan serta pembahasan penelitian terkait mengenai kendala tata kelola pasar tradisional berbasis desa, studi kasus pasar desa Padang Sibusuk adalah 1) Keterbatasan anggaran. 2) Belum memiliki rencana yang baik.
Penguatan Kapasitas Pedagang dalam Resolusi Konflik Asimetris di Pasar Raya Padang Pasca Gempa Fitlayeni, Rinel; Putra, Ikhsan Muharma; Marleni, Marleni; Elvawati, Elvawati; Putri, Winda Sri Yulia
SOCIUS Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v8i1.216

Abstract

Gempa bumi yang terjadi pada 30 September 2009 di Sumatera Barat, berdampak besar pada aktivitas ekonomi di Pasar Raya Padang, salah satunya pada aktivitas jual beli antara pedagang dan pembeli. Gempa bumi menyebabkan kerugian materil dan immateril bagi pedagang, yang menyebabkan mereka kehilangan sumber mata pencaharian utama. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus dari berbagai kelompok, salah satunya oleh Pemerintahan Kota Padang. Untuk mengatasi berbagai dampak yang merugikan pedagang, maka tindakan utama yang dilakukan Pemerintah Kota Padang adalah melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap pasar raya. Namun tindakan ini memicu protes dari pihak pedagang, karena mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses tersebut. Aksi protes ini berujung pada terjadinya konflik yang tidak seimbang (konflik asimetris), antara kelompok yang memiliki kekuasaan (power) dan pihak yang tidak berkuasa (powerless). Sebagai upaya untuk penyelesaian konflik tersebut, maka dilakukan pendekatan kepada pihak yang berkonflik untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai bagian resolusi konflik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penguatan kapasitas pedagang dalam resolusi konflik asimetris Pasar Raya Padang Pasca Gempa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumen dan FGD. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resolusi konflik ditempuh melalui PBHI selaku kelompok pendamping dalam konflik asimetris tersebut, dengan melakukan penguatan pada kapasitas pedagang dengan cara; 1) penguatan pada sumber daya manusia, 2) penguatan organisasi.
Pemberdayaan Masyarakat Pengrajin Songket Silungkang di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat Melinda, Sonya; Fitlayeni, Rinel; Ariesta, Ariesta
SOCIUS Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v8i2.319

Abstract

Songket silungkang merupakan salah satu warisan budaya daerah Kota Sawahlunto yang sudah terkenal di Indonesia hingga mancanegara. Songket Silungkang memiliki ciri khas pada ragam hias songket yang menjadi salah satu faktor terpenting dalam pembuatannya. Selain itu songket juga merupakan sentra produksi unggulan lokal di Kota Sawahlunto, sehingga butuh dilestarikan kerajinan ini melalui pemberdayaan ekonomi. Salah satu bentuk pemberdayaan dengan dilakukan pelatihan tenun songket yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Koperindag) & UPTD Tekstil Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat pengrajin songket desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang serta strategi pemasaran tenun silungkang tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parson. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperindag Kota Sawahlunto, Kepala Pelatihan UPTD Kota Sawahlunto, peserta pelatihan tenun songket kecamatan Silungkang, peserta yang produktif bertenun sampai sekarang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Koperindag dan UPTD melalui pelatihan tenun songket bertujuan untuk; 1) meningkatkan ekonomi pengrajin tenun songket, 2) meningkatkan produksi songket silungkat, 3) melestarikan karya seni. Sedangkan strategi pemasaran yang dilakukan oleh masyarakat dengan 1) membangun relasi dengan toko-toko grosir, 2) pemasaran secara online.