Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analysis of the utilization of Mandala Krida Stadium and GOR Among Rogo assets Sri Wahyuni; Novi Irawati; Joao Muni
Journal of Asset Management and Public Economy (JAMPE) Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.085 KB) | DOI: 10.12928/jampe.v1i2.6061

Abstract

This article gives an overview of the literature on asset management for multi-unit systems with an emphasis on two multi-asset method: Benefit Cost Analysis and SWOT Analysis. As asset systems become more complicated, researchers have employed different terms to refer to their specific problems. With an objective to facilitate readers in searching conducive studies to their interests, this paper establishes a novel classification scheme for multi-unit systems in accordance with essential features such as diversity of assets and intervention options. Moreover, discerning differences in characteristics between cross-component and cross-asset interactions, we select three types of potential multi-component dependencies (performance, stochastic, and resource) and extend their notions to be applicable to multi-asset systems. This comprehensive information allows us to offer the insights into the current trends in multi-asset maintenance. We expect that the output of this review paper will not only stress research gaps in multi-asset systems, but more importantly help systematise future studies on this aspect.
Inovasi Bangunan Perpustakaan dengan Konsep Sustainability Green Building sebagai Destinasi Wisata Novi Irawati; Zahrotun Satriawati; Hendi Prasetyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4399

Abstract

Isu global warming pada beberapa tahun terakhir ini mendorong semakin banyak negara yang mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dari proses pembangunan dan mulai memperhatikan pertumbuhan pemikiran yang berkelanjutan. Konsep arsitektur hijau yang juga dikenal sebagai arsitektur berkelanjutan merupakan teori, ilmu pengetahuan dan gaya bangunan yang dirancang dan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip bertanggung jawab terhadap lingkungan. Parameter bangunan hijau yang digunakan antara lain: Tepat Guna Lahan (Appropriate Site Development/ASD), Efisiensi Energi & Refrigeran (Energy Efficiency & Refrigerant/EER), Konservasi Air (Water Conservation/WAC), Sumber & Siklus Material (Material Resources & Cycle/MRC), Kualitas Udara & Kenyamanan Udara (Indoor Air Health & Comfort/IHC), dan Manajemen Lingkungan Bangunan (Building & Enviroment Management). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi bangunan perpustakaan berkonsep sustainability green building sebagai destinasi wisata. Metode yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dan pengumpulan data studi literatur, penelitian menunjukkan bahwa bangunan perpustakaan dengan konsep sustainability green building merupakan solusi penting dalam menciptakan perpustakaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat. Penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, teknologi energi terbarukan, dan pengolahan limbah dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan mempromosikan keberlanjutan. Desain bangunan perpustakaan yang ramah lingkungan juga dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna, sehingga menjadi destinasi wisata menarik bagi pengunjung yang ingin merasakan kehidupan dan budaya lokal. Biaya yang lebih tinggi dan kurangnya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan keberlanjutan menjadi tantangan utama, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang inovasi bangunan perpustakaan dengan konsep sustainability green building dalam pengembangan perpustakaan di masa depan. Implementasi inovasi ini diharapkan memberikan dampak positif pada lingkungan dan kualitas perpustakaan.
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Pemasaran Desa Wisata Hendi Prasetyo; Novi Irawati; Zahrotun Satriawati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i2.1281

Abstract

Tourism village marketing with social media is increasingly popular. The research aims to expand social media for tourism village marketing. The research method employed is qualitative, using the data collection technique of a library research. The results show that social media is effective as a marketing tool. Disadvantages include technology dependability, fierce competition, and the risk of poor use. Supporting factors are easy accessibility, broad market reach, low cost, sharing, and tagging features. The obstacles are limited access, infrastructure, unattractive content, limited skills, and competition. The right social media management strategy is expected to be able to increase visits, boost the local economy, and introduce the potential of tourism villages. Managers must ensure interesting, informative content and skill capacity to optimize social media in tourism village marketing.
INOVASI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS ZERO WASTE Satriawati, Zahrotun; Irawati, Novi; Prasetyo, Hendi
Pringgitan Vol 5, No 1 (2024): Pringgitan
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/prg.v5i1.505

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah dengan pendekatan konsep zero waste dalam industri pariwisata. Dalam konteks pariwisata berkelanjutan, pengelolaan sampah menjadi isu penting yang perlu ditangani secara efektif. Metode yang digunakan yaitu studi literatur. Penelitian ini menganalisis berbagai aspek terkait pengelolaan sampah, termasuk resiko pencemaran lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep zero waste dapat menjadi solusi inovatif dalam mengelola sampah di sektor pariwisata, antara lain partisipasi masyarakat, sistem pengolahan sampah, inovasi teknologi ramah lingkungan, produk wisata berkelanjutan, dan pola kemitraan dengan model Bussiness to Bussiness (B2B). Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan menerapkan konsep zero waste dan memberikan sumbangan yang signifikan dalam upaya global untuk pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.Kata Kunci:   Pariwisata Berkelanjutan; Industri Pariwisata; Zero WasteAbstractThis research aims to examine waste management with a zero-waste concept approach in the tourism industry. In the context of sustainable tourism, waste management is an important issue that needs to be addressed effectively. The method used is a literature study. This research analyzes various aspects related to waste management, including the risk of environmental pollution. The results showed that the application of the zerowaste concept can be an innovative solution in managing waste in the tourism sector, including community participation, waste treatment systems, environmentally friendly technological innovations, sustainable tourism products, and partnership patterns with business-to-business (B2B) models. The contribution of this research is expected to provide inspiration for the development of sustainable tourism by applying the zero-waste concept and make a significant contribution to global efforts for environmental conservation and sustainable development.Keywords: Sustainable Tourism; Tourism Industry; Zero-Waste
TRANSFORMASI DIGITAL MARKETING DESA WISATA MELALUI KEMAS ULANG INFORMASI Prasetyo, Hendi; Satriawati, Zahrotun; Irawati, Novi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i2.603

Abstract

AbstractIn today's digital era, the internet and social media have become the main sources of information for tourists. Therefore, it is important for tourism destinations to repackage information with effective digital strategies. The purpose of this study was to determine the digital marketing transformation of tourism villages through information repackaging. This study was conducted using a qualitative method using literature study data collection techniques. The results of the study can describe that there are various stages that can be carried out to support the digital marketing transformation of tourism villages through information repackaging. The process of repackaging information in tourism product diversification is an important aspect that involves research, analysis, and re-presentation of information to create an interesting experience for prospective tourists. In this process, information is collected comprehensively to provide a clear picture of relevant tourist attractions, attractions, accommodations, culinary, culture, and history. Recommendations for further research include the use of a field-based empirical approach, exploration of tourist perceptions of the effectiveness of information content and its impact on visiting decisions, comparison of media strategies (print and digital), and analysis of the contribution of local community digital literacy to the success of digital marketing of tourist destinations.Keywords: Information Repackaging; Digital Marketing; Tourism VillageAbstrakDi era digital saat ini, internet dan media sosial telah menjadi sumber utama informasi bagi para wisatawan. Oleh karena itu, penting bagi destinasi pariwisata untuk melakukan kemas ulang informasi dengan strategi digital yang efektif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui transformasi digital marketing desa wisata melalui kemas ulang informasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil penelitian dapat menguraikan bahwa terdapat berbagai tahapan yang dapat dilakukan untuk mendukung transformasi digital marketing desa wisata melalui kemas ulang informasi. Proses kemas ulang informasi pada diversifikasi produk pariwisata merupakan aspek penting yang melibatkan penelitian, analisis, dan penyajian ulang informasi guna menciptakan pengalaman menarik bagi calon wisatawan. Dalam proses ini, informasi dikumpulkan secara komprehensif untuk memberikan gambaran yang jelas tentang objek wisata, atraksi, akomodasi, kuliner, budaya, dan sejarah yang relevan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup penggunaan pendekatan empiris berbasis lapangan, eksplorasi persepsi wisatawan terhadap efektivitas konten informasi serta dampaknya terhadap keputusan berkunjung, perbandingan strategi media (cetak dan digital), serta analisis kontribusi literasi digital masyarakat lokal terhadap keberhasilan pemasaran destinasi wisata secara digital.Kata Kunci:  Kemas Ulang Informasi; Digital Marketing; Desa Wisata
WISATA RELIGI, DESA WISATA, DAN WISATA MINAT KHUSUS: DINAMIKA KEPARIWISATAAN DI DESA WISATA TURGO-MERAPI Eko Sugiarto; Kiki Rizki Makiya; Novi Irawati
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyajikan dinamika pembangunan kepariwisataan yang terjadi di Desa Wisata Turgo-Merapi. Dinamika ini merujuk kepada perubahan, perkembangan, dan interaksi yang terjadi dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Turgo-Merapi. Perspektif yang digunakan ada tiga, yaitu wisata religi, desa wisata, dan wisata minat khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisata ziarah adalah bentuk pariwisata awal yang ada di Turgo. Model ini kemudian berkembang menjadi wisata religi. Dalam konteks wisata religi, wisatawan berkunjung tidak semata-mata untuk tujuan berziarah, melainkan ada tujuan rekreasi. Seiring dengan pariwisata yang terus berkembang di Turgo, muncul kelembagaan berupa desa wisata. Keberadaan desa wisata mendorong masyarakat terlibat dalam kegiatan pariwisata. Hal ini memunculkan paket-paket wisata baru di Turgo dengan segmen pasar yang memiliki minat atau tujuan khusus mengenai suatu jenis objek atau kegiatan, baik dari aspek lingkungan fisik, sosial, maupun budaya di Turgo yang secara umum dikenal dengan istilah wisata minat khusus.