Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bulletin of Applied Animal Research

Kualitas Fisik Amoniasi Fermentasi (AMOFER) Janggel Jagung dengan Penambahan M21 Dekomposer pada Level yang Berbeda Restuti Fitria; Dewi Puspita Candrasari
Bulletin of Applied Animal Research Vol 1 No 1 (2019): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v1i1.163

Abstract

Pemanfaatan limbah hasil pertanian, perkebunan dan agroindustri dapat dilakukan dalam rangkamengatasi permasalahan ketersediaan pakan ternak ruminansia. Salah satu limbah pertanian yang memilikipotensi besar untuk diolah menjadi pakan adalah janggel jagung. Janggel jagung dapat digunakan sebagai pengganti sumber serat karena kandungan serat kasarnya yang tinggi. Namun, kandungan protein dan kecernaan janggel jagung rendah sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas janggel jagung sebagai bahan pakan yaitu amoniasi dan fermentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi level penambahan M21 dekomposer terhadap kualitas fisik amoniasi fermentasi janggel jagung. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan M21 dekomposer atau aras starter komersial (0; 0,02 ; 0,04; 0,06% dari total larutan formula). Variabel yang diamati meliputi warna, bau/aroma, tekstur dan ada atautidaknya pertumbuhan jamur. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif. Hasil diketahui bahwa perlakuan menyebabkan perubahan warna menjadi coklat, bau/aroma menjadi asam dan tercium bau amonia, tekstur pada janggel jagung menjadi lebih lunak serta tidak adanya   pertumbuhan jamur. Perubahan kualitas fisik tersebut dapat disimpulkan bahwa perlakuan mampu meningkatkan kualitas fisik janggel jagung.Kata Kunci: Janggel Jagung, Amoniasi, Fermentasi, Kualitas Fisik
Water Content and Ash Content of Corn Cob Ammoniation Fermentation Using Commercial Starters (M21 Decomposer) Restuti Fitria; Dewi Puspita Candrasari; Novita Hindratiningrum
Bulletin of Applied Animal Research Vol 1 No 2 (2019): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v1i2.328

Abstract

Janggel jagung merupakan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak khususnya ternak ruminansia. Janggel jagung mengandung selulosa cukup tinggi namun kecernaan rendah akibat adanya lignin yang tinggi. Oleh karena itu janggel jagung harus diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan kualitasnya sebagai bahan pakan salah satunya dengan teknologi amoniasi fermentasi (amofer). Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi level penambahan M21 Dekomposer terhadap kualitas nutrisi amofer janggel jagung. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan M21 Dekomposer atau aras starter komersial (0; 0,02 ; 0,04; 0,06 % dari total larutan formula). Variabel yang diamati meliputi kadar air dan kadar abu. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Analisis Variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil diketahui bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) baik terhadap kadar air dan kadar abu janggel jagung. Kadar air tertinggi (33,74 ± 0,59%) diperoleh pada perlakuan penambahan M21 Dekomposer sebanyak 0,02 %. Sedangkan kadar abu pada janggel jagung yang diamoniasi fermentasi dengan penambahan M21 Dekomposer lebih rendah (1,89 ± 0,14%) dibanding janggel jagung tanpa amofer.  Kadar air yang meningkat disebabkan oleh adanya hasil dari proses fermentasi dan kadar abu yang lebih rendah pada janggel jagung yang diamofer menunjukan kadar bahan organik yang lebih tinggi.Kata Kunci: Janggel Jagung, Amofer, Kadar Air, Kadar Abu.
Pemanfaatan Kotoran Kambing sebagai Bahan Bakar Renewable (Gas Bio) untuk Menghindari Pencemaran Lingkungan di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas S.A.C. Luthfi Luthfi; R. Fitria; N. Hindratiningrum
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 2 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i2.808

Abstract

The problem faced by the "Sida Maju 1" and "Tangkas Farmers" in Binangun Village is the handling of waste that is not handled properly because the maintenance process is only piled up and of course causes environmental pollution. The purpose of this activity is to utilize the business waste belonging to the group members into a renewable energy source in the form of biogas. The method used is a consultation method that begins with an approach, then is given counseling, training and coaching and finally continuous evaluation and monitoring from the program implementer. The results of this activity are (1) knowledge, attitudes and skills to become livestock in terms of utilizing bio gas dung which can be seen from the increase in the post test value compared to the pretest by 81%; (2) the biogas produced can light the stove for 7 minutes. The conclusion of this activity is the skills of farmers in utilizing waste into useful materials. Suggestions that can be submitted is to increase the population of goats owned by members so that the volume of gas produced is greater so that its utilization is more optimal.   Keywords: goat manure, bio gas
Protein Kasar dan Lemak Kasar Amofer Tongkol Jagung Menggunakan M21 Dekomposer dan Urea pada Level yang Berbeda Agus Prasetyo; Restuti Fitria; Novita Hindratiningrum
Bulletin of Applied Animal Research Vol 4 No 1 (2022): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v4i1.928

Abstract

Utilization of agricultural waste in the form of corn cobs in order to overcome the problem of availability of ruminant feed. Utilization of corn cobs as feed is still very minimal due to protein content, low digestibility and high lignin content, so it needs to be processed first. One method of processing corn cobs is using the ammonia fermentation method (amofer). The purpose of this study was to evaluate the use of M21 decomposer and urea on the protein and crude fat content of ammonia fermented corn cob. This research was carried out using an experimental method with a completely randomized design . The treatments in this study were the addition of M21 decomposer and urea (0 ; 0.04:3 ; 0.06:3 ; 0.04:5 ; 0.06:5 of the total formula solution). The variables observed were crude protein and fat. The results showed that the M21 decomposer and urea treatment had a very significant effect (P < 0.01) on the increase in crude protein, namely in the R4 treatment (amofer corn cobs with the addition of 0.06% M21 decomposer and urea 5 %) which is 6.19 ± 0.07%. And in the crude fat test, the results obtained a effect significant(P < 0.05), thehighest crude fat content was obtained in the R2 treatment (diamofer corn cob with the addition of 0.06% M21 decomposer and 3% urea) which was 6.11 ± 0.09 and the lowest was at R4 treatment (amofer corn cob with the addition of M21 decomposer 0.06% and 5% urea) was 3.26 ± 0.04. Keywords: Amofer, Corn Cob, M21 Decomposer