Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN HEMODIALISIS DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Paulina Lisnawati Aritonang; Lenny Lusia Simatupang; Harsudianto Silaen
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 9. No 2 (2021) Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.027 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v9i2.77

Abstract

ABSTRAK Pendahuan. Hemodialisis adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Hemodialisis adalah pengeluaran zat sisa metabolisme seperti ureum dan zat beracun lainnya, dengan mengeluarkan darah lewat alat dialiser yang berisi membrane yang selektif permeabel dimana melalui membran tersebut fusi zat-zat yang tidak dikehendaki terjadi. Hemodialisis dilakukan pada keadaaan gagal ginjal dan beberapa bentuk keracuFenomena yang terjadi pada pasien yang mengalami pengobatan atau terapi rutin hemodialisis, sebagian besar pasien merasakan cemas karena proses dialisis yang cukup panjang dan lama, sehingga pasien memerlukan mekanisme penyelesaian masalah atau koping yang efektif untuk dapat mengurangi atau mengatasi cemas. Koping yang positif dapat dilihat dari tingkat pengetahuan seseorang semakin tinggi tingkat pengetahuan  maka akan semakin cepat beradaptasi dan tanggap terhadap kondisi kesehatan yang dialami.Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan desain penelitian adalah cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan mekanisme koping pada pasien yang menjalani hemodialisa.Populasi penelitian adalah seluruh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa sebanyak 285 orang dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. dengan tehnik purposivesampling.  Untuk mendapatkan hasil penelitian maka peneliti membagikan kuesioner kepada responden.Hasil. Analisa data dilakukan dengan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan p 0,05.Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh dimana  nilai p = 0,000 0,05 dan nilai p = 0,034 yaitu  adahubungan tingkat pendidikan dengan mekanisme koping pasien yang menjalani hemodialisa. Kesimpulan. Disarankan kepada pasien yang menjalani hemodialisa untuk lebih berusaha  memahami masalah yang dihadapi serta bagaimana untuk mengatasinya.  Kata kunci: Pengetahuan, Hemodialisa, Mekanisme Koping
Hubungan Komunikasi Teraupetik dengan Kepuasan Pasien yang Menjalani Kemoterapi Kris Novela Waruwu; Harsudianto Silaen
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1458

Abstract

Komunikasi terapeutik adalah praktik perawat profesional dalam berkomunikasi dengan tujuan, rencana, dan elemen teknis tertentu. Strategi terencana digunakan dalam komunikasi terapeutik oleh perawat untuk memahami klien mereka. Penelitian ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor penghambat komunikasi antara pasien dan tenaga medis, sehingga menjadi tolak ukur perbaikan kepada tenaga medis dalam pelayanannya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yang menjalani kemoterapi. Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2022 di Murni Teguh Memorial Hospital. Populasi adalah pasien kemoterapi yang sedang melakukan perawatan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 responden dengan pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder, data primer, dan data tersier dengan menggunakan alat ukur kuesioner dengan nilai korelasi 0,291 dengan probbabilitas korelasi sig. (2-tailed) sebesar 0,005 dan nilai Cronbach 0,798, kemudian data akan dianalisis menggunakan analisis uivariat dan bivariate dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukan jumlah observasi/sampel sebanyak 46, sedangkan tingginya korelasi ditunjukkan oleh angka 0,500. Besar korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah 0,500. Sedangkan angka sig. (2-tailed) adalah 0,004 masih lebih kecil dari pada batas kritis α = 0,05, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel (0,004< 0,05). Ada hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yang menjalani kemoterapi di Murni Teguh Memorial Hospital Tahun 2021.
EFEKTIFITAS DIAPHRAGMATIC BREATHING TERHADAP DERAJAT DISPNEA PADA PENDERITA TB PARU MDR DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG Putri Gustina; Harsudianto Silaen
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 1 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.426 KB)

Abstract

Pulmonary Tuberculosis (TB) Disease which damages the respiratory tract, and causes in respiratory problems that usually lead to ventilation dysfunction. The aim of this study is to analyze the effectiveness of diaphragmatic breathing on the degree of dyspnea in patients with Pulmonary TB in the Jasmine Room at Aminah Hospital, Tangerang City. The research design is Quasi-experimental in one group with pre and post-test using total sampling technique. The number of respondents were 33 patients with Pulmonary TB who were hospitalized. participated in this study using this technique. Sampling Total Sampling. Researchers instrument for the diaphragmatic breathing program that can be done is by practicing regularly for 2 weeks, where in 1 week you can do 3 times diaphragmatic breathing exercises. Meanwhile, to measure the degree of dyspnea using the Modified Medical Research Council (mMRC) scale, then a Checklist. Statistical test uses a Wilcoxon test. Based on the research results obtained with a p value of 0.000 <0.05, which means that there is an effect of the effectiveness of diaphragmatic breathing on the degree of dyspnea in MDR pulmonary TB patients at Tangerang City Hospital in 2021, the degree of dyspnea in MDR pulmonary TB patients after using diaphragmatic breathing is 17.00. This shows that the Degree of Dyspnea after the Use of Respiratory Muscles 33 patients experienced a decrease in the Degree of Dyspnea by 17 times from the Degree of Dyspnea prior to the Use of Diaphragmatic Breathing. Abstrak Penyakit Tuberkulosis Paru (TB) yang merusak saluran pernapasan, dan mengakibatkan gangguan pernafasan yang biasanya dapat menyebabkan disfungsi ventilasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektifitas Diaphragmatic Breathing Terhadap Derajat Dispnea Pada Penderita TB Paru Di Ruang Melati Rumah Sakit Aminah Kota Tangerang Tahun. Desain penelitian Kuasi Eksperimen pada one group with pre and post-test dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Jumlah responden adalah 33 orang pasien Penderita TB Paru yang di rawat inap. Instrumen penelitian untuk Program pelaksanakan Diaphragmatic breathing yang dapat dilakukan yakni dengan latihan secara rutin selama 2 minggu, dimana dalam 1 minggu dapat dilakukan latihan selama 3 kali latihan diaphragmatic breathing. Sedangkan untuk mengukur derajat Dispnea menggunakan Modified Medical Research Council (mMRC) scale, kemudian lembar ceklis. Uji statistik Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan p value 0,000 < 0,05 yang berarti sehingga ada Pengaruh Efektifitas Diaphragmatic Breathing Terhadap Derajat Dispnea Pada Penderita Tb Paru MDR di Rumah Sakit Kota Tangerang Tahun 2021, Derajat Dispnea Pada Pasien Tb Paru MDR sesudah Penggunaan Diaphragmatic Breathing adalah 17,00. Hal ini menunjukan bahwa Derajat Dispenea setelah Penggunaan Otot Pernafasan 33 pasien mengalami penurunan Derajat Dispnea sebesar 17 kali dari Derajat Dispenea sebelum dilakukan Penggunaan Diaphragmatic Breathing.
HUBUNGAN LAMANYA HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT KOTA MEDAN harsudianto silaen
Indonesian Trust Health Journal Vol 1 No 1 (2018): Penelitian
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v1i1.5

Abstract

Hemodialysis is a renal replacement therapy performed 2-3 times a week with a duration of 4-5 hours, which aims to remove the remnants of protein metabolism and correct fluid and electrolyte disturbances. This study aims to determine the relationship duration of hemodialysis with anxiety level of hemodialysis patients in Teguh Hospital Murni. This research type is quantitative with cross sectional design. The samples used in this study amounted to 45 people and the sampling technique with purposive sampling is sampling by kebutulan researchers come to research and sebahagian sample was taken from the population. Data collection using questionnaire and data analysis using Chi Square test. From result of research got relationship of duration of hemodialysis with level of anxiety, with degree of meaning (a) 0,05 that is X² hitung: 12,01> X² table: 9,49, p value: 0.00. It is desirable for nurses to provide education and more attention to hemodialysis patients undergoing hemodialysis less than 5 times in order for patients to feel comfortable and not anxious. Abstrak Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang dilakukan 2-3 kali seminggu dengan lama waktu 4-5 jam, yang bertujuan untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme protein dan mengoreksi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya hemodialisis dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisis di Rumah Sakit Murni Teguh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara kebutulan peneliti datang melakukan penelitian dan sebahagian sampel itu diambil dari jumlah populasi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa data menggunakan uji Chi Square. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan lamanya hemodialisis dengan tingkat kecemasan, dengan derajat kemaknaan (a) 0,05 yaitu X²hitung : 12,01 > X²tabel : 9,49, p value : 0.00. Diharapkan kepada perawat untuk memberikan edukasi dan perhatian yang lebih kepada pasien hemodialisis yang sedang menjalani hemodialisis kurang dari 5 kali agar pasien merasa nyaman dan tidak cemas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIK Ryta Lumban Batu; Yovieta Novelarani Tarigan; Oktavia Oktavia; Nurul Aswar Fadilla Daulay; Tuti Handayani Lubis; Laurena Ginting; Harsudianto Silaen; Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Indonesian Trust Health Journal Vol 3 No 2 (2020): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v3i2.64

Abstract

Cancer is the second leading cause of death globally and 70% of cancers occur in low- and middle-income countries. incidence rate of 17 per 100,000 women, new cases found 13.0% with a death rate of 10.3% per year of all cancer cases in women in the world. Cervical cancer is caused by Human Papillomavirus (HPV) infection. HPV is a viral infection that attacks the reproductive tract. It takes 15 to 20 years for cervical cancer to develop in women with normal immune systems. IVA is an alternative screening examination to the pap smear because it is cheap, practical, very easy to do and simple equipment and can be done by health workers other than gynecologists. The IVA test was carried out by preparing 5% acetic acid and made on a cotton swap then a cotton swap was applied to the cervix and interpreted after 1 minute under bright light. The test is said to be positive if a white area is visible on the cervix. confusion about the importance of examinations, fear of the reality of the results faced, fear of feeling sick at the examination that will be faced, feeling reluctant to be examined by a male doctor or midwife and lack of family support, especially husbands. This research was conducted with a descriptive analytic research type with a cross sectional approach. The sample in this study were women of childbearing age aged 20-65 years. = 0.032 where p value> 0.05. with good knowledge of WUS, the desire to do early detection is also there as well as the attitude, if the attitude of WUS is positive, then do an IVA test. Therefore, knowledge and positive attitudes are very important for women women so that it will increase awareness and interest in women in early detection of cervical cancer. Women of reproductive age should get a lot of information about early detection and the role of health workers and their families is very important to be able to provide information and support for women of childbearing age to carry out early detection of cervical cancer. Abstrak Kanker merupakan penyebab kematian tertinggi kedua secara global dan 70% kanker terjadi di negara-negara yang memiliki penghasilan rendah dan menegah. incidence rate 17 per 100.000 perempuan, kasus baru yang ditemukan 13,0% dengan jumlah kematian 10,3% per tahun dari seluruh kasus kanker pada perempuan di dunia. kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilomavirus (HPV). HPV merupakan infeksi virus yang menyerang saluran reproduksi. Dibutuhkan 15 hingga 20 tahun untuk kanker serviks untuk berkembang pada wanita dengan sistem kekebalan normal. IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatif dari pap smear karena murah, praktis, sangat mudah untuk dilakukan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Pemeriksaan IVA tes dilakukan dengan menyiapkan Asam asetat 5% dan dibuat pada cotton swap kemudian cotton swap dioleskan pada serviks dan diinterpretasikan setelah 1 menit di bawah cahaya terang. Tes dikatakan positif jika area putih terlihat pada serviks. keraguang akan pentingnya pemeriksaan, takut terhadap kenyataan akan hasil yang dihadapi, ketakukatan merasa sakit pada pemeriksaan yang akan dihadapi, rasa segan diperiksa dokter pria atau pun bidan dan kurangnya dukungan keluarga terutama suami. Penelitian ini dilakukan dengan Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah wanita usia subur yang berusia 20-65 tahun Pengetahuan wanita usia subur ada hubungan dalam melakukan deteksi dini kanker serviks dengan IVA Tes dengan nilai p = 0.000 dimana nilai p > 0.05 dan adanya hubungan Sikap dengan deteksi dini kanker serviks dengan nilai p=0.032 dimana nilai p>0.05. dengan baikya pengetahuan WUS maka keinginan untuk melakukan deteksi dini juga ada begitu juga dengan sikap, jika sikap WUS positif maka melakukan pemeriksaan IVA tes. Oleh sebab itu pengetahuan dan sikap positif sangat penting dimiliki oleh WUS sehingga akan meningkatkan kesadaran dan minat wus dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Wanita Usia Subur harus mendapatkan banyak informasi tentang dekteksi dini dan peran petugas kesehatan dan juga keluarga sangat penting untuk dapat memberikan informasi dan dukungan bagi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker servik.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Muhammad Taufik Daniel Hasibuan; Hendry Kiswanto Mendrofa; Harsudianto Silaen; Yusrial Tarihoran
Indonesian Trust Health Journal Vol 3 No 2 (2020): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v3i2.65

Abstract

Education is currently experiencing challenges as a result of the Covid-19 pandemic, so the government has issued a study from home policy using online methods to reduce the spread of the virus. During the pandemic there was a change in the learning environment and this required adaptation and had an impact on students. The learning environment has an influence on learning motivation and ultimately will affect academic achievement. This study aims to look at the relationship between learning motivation and academic achievement in students who undergo online learning during the Covid-19 pandemic. This type of research is quantitative using a cross sectional design and the sample used in this study amounted to 85 people, and simple random sampling was used as a sampling technique for the population. Collecting research data using a questionnaire distributed via google form to facilitate access during a pandemic, and data analysis used using the Spearman test. From the results of the correlation test, it was found that there was no significant relationship between learning motivation and academic achievement in students who underwent online learning during the Covid-19 pandemic, p = 0.288. Academic achievement cannot be influenced by motivation alone, but from several supporting factors behind it. Efforts should be made to improve the quality of learning during the Covid-19 pandemic. Abstrak Pendidikan saat ini tengah mengalami tantangan sebagai dampak pandemi Covid-19, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah dengan menggunakan metode daring untuk menekan laju penyebaran virus. Pada masa pandemi terjadi perubahan lingkungan belajar dan hal ini membutuhkan adaptasi serta menimbulkan dampak bagi mahasiswa. Lingkungan belajar memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar dan akhirnya akan mempengaruhi terhadap prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan motivasi belajar terhadap prestasi akademik pada mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Jenis penelitan ini kuantitatif dengan menggunakan cross sectional design dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 85 orang, serta simple random sampling dipakai sebagai teknik pengambilan sampel pada populasi. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form untuk mempermudah akses selama pandemi, serta analisa data yang digunakan memakai uji Spearman. Dari hasil uji korelasi didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi akademik pada mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring selama pandemi covid-19, p=0.288. Prestasi akademik tidak dapat dipengaruhi oleh motivasi saja, melainkan dari beberapa faktor pendukung yang melatar belakanginya. Perlu dilakukan upaya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran selama pandemi Covid-19.
Hubungan Dukungan Keluarga dalam Kepatuhan Pengobatan Pasien TB Paru Terhadap Pencegahan TB MDR Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Fajar, Dwi; Silaen, Harsudianto
Infomasi dan Promosi Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Informasi dan Promosi Kesehatan
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/ipk.v1i2.27

Abstract

Family support is an activity oriented towards improving family function based on raising children and other family activities in a system and supporting resources. Client compliance is behavior towards the provisions given by health workers. MDR TB is a condition in which the bacteria are resistant to OAT. TB-resistant TB is the result of the treatment of TB patients who are not regularly infected or infected by TB-resistant TB patients. This study aims to identify the relationship between family support in medication adherence in pulmonary TB patients and the prevention of MDR TB in outpatients. The research method used is a quantitative research using a correlation design. The sample consisted of 73 outpatient pulmonary TB patients. Participation in this study using Systematic Random Sampling. Researchers collected data using family support research instruments using a questionnaire. MDR TB prevention adherence used a standardized questionnaire based on the MMAS-8 adherence questionnaire. The statistical test uses the Spearman Rank statistical test. treatment of TB patients with prevention of MDR TB has a value of r = 0.962, which means that there is a significant or very strong influence between family support in the treatment of TB patients on the prevention of MDR TB in patients at Aminah Hospital, Tangerang City in 2021. Conclusion Family support influences the treatment of TB patients against prevention of MDR TB
Refreshing Kader untuk Deteksi Dini Stroke dengan Metode Be-Fast Sarah, Maita; Ginting, Dameria Br; Silaen, Harsudianto
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i2.2568

Abstract

Meningkatnya prevalensi stroke disebabkan karena rendahnya pencegahan stroke. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa di Indonesia mayoritas (65,7%) penderita hipertensi (faktor resiko kejadian stroke) memiliki pencegahan stroke yang rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan stroke adalah pengetahuan dan kesadaran tentang stroke menjadi salah satunya. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang stroke akan bermanfaat untuk strategi pencegahan stroke yang lebih baik terutama untuk populasi beresiko. Pengetahuan tentang deteksi dini terkait stroke dan faktor resiko yang penting untuk mengurangi kejadian stroke serta mencegah kematian. Rancangan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan quasi experiment dengan metode pre dan post. Kelurahan Simpang Selayang terdiri dari 17 lingkungan. Total populasi ada sebanyak 25 orang, lakukan pemilihan sampel untuk mewakili setiap Lingkungan dengan purposive sampling sehingga terdapat 17 kader. Hasil setelah diberikan edukasi tentang skrining deteksi dini stroke, kader memiliki pengetahuan baik sebanyak 12 orang (71%) dan kader yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (29%). Pengetahuan yang meningkat tentang skrining deteksi dini stroke dengan metode be-fast dapat meningkatkan deteksi dini yang optimal bagi penderita serta mencegah angka kejadian stroke.
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PEMASANGAN CHEMOPORT YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT KOTA MEDAN Silaen, Harsudianto
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the side effects of chemotherapy using a needle that cancer patients undergo is inflammation of blood vessels. To reduce this effect you can use chemoport. For treatment, patients must control within the first week after chemoport installation until the wound is dry. Furthermore, you need to clean the device about 1.5 - 2 months. "Treatment is by inserting needles and special substances for about 15 minutes in the hospital and carried out by experts such as nurses and doctors. It is necessary to provide education and counseling for the installation of invasive equipment to patients undergoing chemotherapy so that patients do not experience anxiety This study aims to determine the relationship between the duration of new chemotherapy and the anxiety level of new chemotherapy patients in Medan City Hospital. The type of this study is quantitative with a quasi-experimental design. The sample used in this study amounted to 42 people and the sampling technique was purposive sampling that is, the sample taking by the researcher comes to do the research and part of the sample is taken from the population. The data collection uses questionnaires and data analysis using the T-Test test. From the results of the study found the influence of giving counseling with anxiety levels in chemoport patients who undergo chemotherapy, obtained that the value of p value 0.00. It is expected that nurses will provide education and counseling to chemoport patients who undergo new chemotherapy so that patients feel comfortable and not anxious.
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PENYAKIT HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT KOTA MEDAN Silaen, Harsudianto
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v2i2.573

Abstract

Counseling is one of the effective ways in health education to teach patients to limit their fluid intake. Through counseling the relationship between nurses and patients can be more open, where patients can express all complaints and limitations and / or their abilities and weaknesses, nurses can also explore patient feelings and understand the diversity of each different patient, so that communication between nurses and patients can be adjusted with the diversity of characteristics that patients have. In patients Renal failure is often found as a complication of long-standing hypertension and can interfere with the process of hemodialysis. Therefore sufferers need to be assisted in the form of counseling. This study aims to determine the effect of counseling on hemodialysis patients with recurrence rates of hypertension in Medan City Hospital. This type of research is quantitative with a quasi-experimental design. The sample used in this study amounted to 54 people and the sampling technique with purposive sampling was that sample taking by researchers came to do research and a portion of the sample was taken from the population. Data collection uses questionnaires and data analysis using the T-Test. From the results of the study, the effect of giving counseling with the recurrence rate of hypertension was obtained that the p value was 0.001. It is expected that nurses will provide education and counseling to hemodialysis patients to be able to control diet patterns.