Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Agama bagi Penderita Diabetes Mellitus dalam Menjalani Kehidupan Adi Antoni; Haslinah Ahmad; Anto J. Hadi; Abdullah AA
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34008/jurhesti.v7i2.275

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a non-communicable disease that is targeted for action by world leaders. DM is part of a hyperglycaemia syndrome that can cause various complaints. Spiritual and religious beliefs (Religion) can help in providing support, confidence, and hope in overcoming chronic diseases. The purpose of this study was to determine the effect of religion on Diabetes Mellitus Patients related to the patient's relationship with God. The type of research is qualitative with Phenomenological study research design.Participants numbered 6 people, the sampling technique of this study was purposive sampling.The results obtained in the form of themes discussed linking theory and previous research.In this study all respondents have different perspectives and backgrounds so that they have different responses. The themes determined based on the results of the interview are 3 themes that describe the Religious Experience of Diabetes Mellitus Patients. These themes are (1) Sources of strength in dealing with DM disease, (2) Obstacles in carrying out worship, (3) Hope in undergoing DM. The conclusion of this study is that Diabetes mellitus patients have a close relationship with religiosity as a source of strength and hope for the desire for healing from diabetes mellitus they suffer from to continue living.
Efektivitas pencucian luka menggunakan daun jambu biji terhadap tingkat malodor klien luka kaki diabetik Adi Antoni; Yanna Wari Harahap
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.464 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i2.251

Abstract

Abstrak Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik dan menjadi masalah global. Salah satu komplikasi yang ditimbulkan dari DM adalah luka kaki diabetic. Langkah awal dalam perawatan luka kaki diabetic adalah mencuci luka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan dari rebusan daun jambu biji sebagai cairan pencuci luka terhadap tingkat malodor pada luka kaki diabetic. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan one group pretests-posttest only. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 16 orang. Kriteria sampel yang digunakan adalah klien luka kaki diabetic, tingkat malodor 1-10 dengan NRS. Alat ukur yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji paired t test. Hasil: tingkat malodor sebelum intervensi pencucuan luka menggunakan rebusan daun jambu biji rata-rata sebesar 4.40 dan sesudah intervensi sebesart 2.44 dengan p value < 0.001. Selisih tingkat malodor antara sebelum dan sesudah intervensi sebesar 1.96. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun jambu dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka dalam mengatasi tingkat malodor pada luka kaki diabetik. Kesimpulan : daun jambu biji dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka pada luka kaki diabetic. Perawat diharapkan dapat memanfaatkan daun jambu biji sebagai salah satu alternatif dalam pencucian luka kronik khususnya luka kaki diabetik. Kata kunci: Daun Jambu Biji, Tingkat Malodor, Luka Kaki Diabetik Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease and a global problem. One of the complications that arise from DM is diabetic foot ulcer. The first step in treating diabetic foot ulcer is washing the wound. The purpose of this study was to determine the effectiveness of guava leaf decoction as a washing fluid for malodor levels in diabetic foot ulcer. Method: The research design used was quasy experiment with one group pretests-posttest only design. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample of 16 people. Sample criteria used were diabetic foot ulcer clients, malodor level 1-10 with NRS. The measuring instrument used is the Numeric Rating Scale (NRS). Analysis of the data used in this study used paired t test. Results: the level of malodor before intervening in wound washing using guava leaf decoctions on average was 4.40 and after the intervention was 2.44 with p value <0.001. The difference in the level of malodor between before and after the intervention was 1.96. The results of this study indicate that guava leaves can be used as a washing fluid in dealing with malodor levels in diabetic foot ulcer. Conclusion: Guava leaves can be used as a washing fluid for diabetic foot wounds. Nurses are expected to be able to use guava leaves as an alternative in washing chronic wounds, especially diabetic foot injuries. Key words: Guava Leaf, Malodor Level, Diabetic foot ulcer.
Penyuluhan Kesehatan: Mengenal Kanker Paru di SMPN 3 Padangsidimpuan adi antoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.576

Abstract

Merujuk pada data GLOBACON 2020 kematian karena kanker paru di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 18 persen selama dua tahun terakhir, menjadi 30.843 orang dengan kasus baru mencapai 34.783 kasus. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada siswa SMPN 3 Padangsidimpuan terkait pencegahah kanker paru. Kegiatan ini dilakukan selama 1 jam pada hari jum’at 26 november 2021. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SMPN 3 Padangsidimpuan. Metode yang diberikan ini berupa materi edukasi tentang kanker paru dan kegiatan ini dilakukan dikelas. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan penyuluhan ini adalah peningkatkan pengetahuan dan semangat siswa di SMP Negeri Padangsdimpuan tentang bahaya kanker paru. Diraharapakan kegiatan ini dapat menambah wawasan siswa terkait kanker paru serta mencegahan factor risiko kanker paru seperti merokok.
PENTINGNYA CARA CUCI TANGAN YANG BENAR DI RUMAH TAHSIN DAN TAHFIZH AL-QURAN (RTQ) Al FARRASS KOTA PADANGSIDIMPUAN DENGAN METODE ICE BREAKING EDUCATION adi antoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 5 No 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.1006

Abstract

Mencuci tangan merupakan bagian tindakan sehari-hari yang biasa dilakukan dalam berbagai hal untuk mengurangi penyebaran mikroorganisme. Anak-anak rentan mengalami berbagai penyakit seperti diare, ISPA, cacingan dan demam tifoid. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah pengenalan dan pemahaman tentang cuci tangan yang baik dan benar pada anak-anak di Rumah Tahsin dan Tahfizh al- Qur'an (RTQ) Al Farraas. Kegiatan ini dilakukan pada 29 Februari 2023 dan dilakukan pada 15 anak. Hasil dari penyuluhan cuci tangan yg baik dan benar ini dengan menggunakan ice breaking melalui menyanyi dapat diterapkan pada anak. Dalam praktek cuci tangan mereka dapat melakukan dengan tepat setelah diberikan demonstrasi. Anak-anak juga terlihat senang dan bahagia mengikuti kegiatan cuci tangan yang dilakukan.
IMB: Pembuatan Menu Sehat Bagi Penderita Hipertensi Adi Antoni; Yenni Farida Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 1 No 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronik yang menjadi masalah global. Penderita hipertensi akan menjalani kondisi ini seumur hidupnya. Pengelolaan hipertensi yang tidak tepat akan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Desa Manunggang Jae merupakan salah satu desa binaan Puskesmas Labuhan Rasoki yang memiliki penderita hipertensi yang cukup banyak. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu masyarakat dalam membuat menu sehat bagi keluarga yang menderita hipertensi. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi peserta yang hadir adalah keluarg yang memiliki anggota keluarga hipertensi. Jumlah peserta sebanyak 21 orang. Menu yang disajikan adalah pembuatan sup seledri dan labu siam. Pengabdian ini menggunakan metode Pendidikan kesehatan, demonstrasi dan redemonstrasi. Tahap pertama:pendidikan kesehatan berisi penjelasan terkait penyakit hipertensi serta penatalksanaannya jika terjadi peningkatan tekanan darah. tahap kedua demonstrasi: pembuatan menu sehat hipertensi oleh pengabdi. Tahap ketiga redemonstrasi oleh peserta dalam pembuatan menu sehat hipertensi. Peserta kegiatan pengabdian sangat antusias mengikuti kegiatan. Peserta kegiatan mampu melakukan redemonstrasi terkait pembuatan menu sehat bagi penderita hipertensi. Keluarga memiliki motivasi yang kuat dalam membuat menu sehat bagi penderita hipertensi di rumah. Pembuatan menu sehat bagi penderita hipertensi dapat di demonstrasikan dengan baik oleh peserta dan menjadi inspirasi bagi keluarga dalam menyiapkan menu sehat bagi penderita hipertensi.
Penyuluhan Hidup Sehat Cegah Kejadian Diabetes Melitus Di Lapas Kelas II B Padangsidimpuan Arinil Hidayah; Adi Antoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 1 No 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolic menahun akibat penkreas tidak tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efekstif. Insunlin adalah hormone yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia). Penderita diabetes mellitus seharusnya menerapkan pola makan seimbang untuk menyesuaikan kebutuhan glukosa sesuai dengan kebutuhan tubuh melalui pola makan sehat. Suyono (2002) menyebutkan bahwa dalam rangkapengendalian kadar glukosa darah 86,2%penderita DM mematuhi pola diet diabetes mellitus yang diajurkan, namun secara faktual jumlah penderita diabetes mellitus yang disiplin menerapkan program diet hanya berkisar 23,9%. Hal ini menjadi salah satu faktor risiko memperberat terjadinya gangguan metabolisme tubuh sehingga berdampak terhadap keberlangsungan hidup penderita diabetes mellitus. Maka berdasarkan permasalahan diatas, kami bermaksud untuk mengadakan pengabdian masyarakat berupa Penyuluhan tentang Hidup Sehat Cegah Komplikasi Diabetes Melitus pada Penderita Diabetes Melitus sebagai salah satu upaya mencegah kejadian komplikasi. Antusias masyarakat penghuni lapas sangat bagus, dan mereka merasakan manfaat dari penyuluhan dengan meningkatnya pengetahuan mereka terkait pencegahan diabetes mellitus dengan pola hidup sehat.
PENGALAMAN PENDONOR DALAM MEMBERIKAN DONOR DARAH DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Nina Nazlina; Adi Antoni; Abdullah AA; Juni Andriani Rangkuti; Nefonafratilova Ritonga; Maharani Dalimunthe; Septi Ariona; Rido Hasibuan; Putri Efrina Sahri Pulungan
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2023): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v11i2.3239

Abstract

The main problem that is often experienced by the public is due to lack of knowledge and low public awareness of the benefits and importance of blood donation among the wider community in general, blood transfusion is an activity process carried out in the transmission of donor blood to the recipient must meet the criteria and have certain conditions. which must be fulfilled. This research aims to dig deeper into the experiences of blood donors in providing blood donations. This research took place in Padangsidimpuan City. This type of research is qualitative with a phenomenological design. The number of participants in this research was 4 participants. With collaizzi techniques and thematic analysis. The results of this research obtained 3 themes and 8 sub-themes, Theme 1 Motivation for blood donation received sub-themes including (1) helping others, (2) moral satisfaction, (3) reducing the risk of disease. Theme 2 Motivation for blood donation has sub-themes including (1) Feeling satisfied, (2) Feeling tired, (3) Experiencing pain. Theme 3 Motivation for blood donation has sub-themes including (1) Increasing social awareness, (2) Increasing self-confidence
The impact of spirituality on blood glucose control among patients with type 2 diabetes mellitus in Padangsidimpuan Adi Antoni; Abdullah AA; Anto J. Hadi; Nur Hamdani Nur
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i3.2715

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic degenerative disease that requires lifelong management. Beyond biological, psychological, and social needs, spirituality is an essential dimension for individuals with chronic conditions. The number of individuals with diabetes in Padangsidimpuan has steadily increased, creating a burden on health services. This study aimed to explore the role of spirituality in the lives of patients with type 2 DM. A qualitative design with a phenomenological approach was applied, involving seven Muslim participants who met the inclusion criteria of no cognitive impairment, diagnosis for at least five years, a minimum bachelor’s education, and the ability to communicate effectively. The study was conducted in Padangsidimpuan from January to February 2025. Data were collected through in-depth interviews using a structured guide and analyzed using Colazzi’s method assisted by Open Code software. Three major themes and seven subthemes emerged: (1) Spirituality as motivation to live with diabetes (lifelong journey, spiritual motivation, acceptance of illness); (2) Nature as God’s creation to relieve problems (healing power of water, nature as divine solution); and (3) Harmonious human relationships to stabilize blood glucose (peace through social interaction, charity for better control). In conclusion, spirituality played a positive role in providing motivation, reinforcing life’s meaning, and fostering harmonious relationships with oneself, others, and the environment, thereby supporting better blood glucose control in patients with DM.
Stunting Prevention of Elementary School Children Based on Nutrition Education Peer Group: A Quasy Experimental Nurhalimah Batubara; Yuli Arisyah Siregar; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Adi Antoni; Abdullah A.A
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.6683

Abstract

Introduction: Stunting in elementary school children is a nutritional problem that impacts physical and cognitive development. One of the main factors causing stunting is the lack of knowledge, attitudes, and appropriate actions in maintaining children's nutrition. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of peer group-based nutrition education in preventing stunting in elementary school children. Methods: A type of quantitative research with a quasi-experimental design with experimental and control groups in two primary schools. The sample was selected by purposive sampling consisting of a treatment group and a control group of 30 samples each. The intervention was carried out for three months and was carried out in 6 meeting sessions for 3 weeks. Each session is held for 60 minutes and is guided by a facilitator who is trained through a nutrition education program carried out by peer students with materials that include the importance of nutritious diets, healthy living behaviors, and stunting with the media of nutrition posters and leaflets, every month children are monitored using modified food recalls. Data were analyzed using paired t-test and chi-square test to compare the difference before and after the intervention. Results: This study found a significant improvement in nutrition-related knowledge, attitudes, and actions in the experimental group compared to the control group (p=0.001<0.05). Conclusion: This study proves that peer group-based nutrition education programs effectively increase knowledge, attitudes, and actions that can prevent stunting in elementary school children. Based on these findings, it is recommended to expand the application of similar interventions in schools to reduce the prevalence of stunting.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kontrol Stres Fisiologis dan Psikologis Klien Diabetes Melitus Adi Antoni; Ayus Diningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.385 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1497

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi masalah dunia. Klien DM mengalami berbagai stres baik secara fisiologis (hiperglikemi dan fatigue) maupun psikologis (kecemasan). Tjuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kontrol stres fisiologis dan psikologis klien diabetes melitus.Metode : penelitian ini dilaksanakan di Kota Padangsidimpuan. Waktu penelitian dimulai Bulan April sampai Juli 2020. Desain penelitian berupa kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest only design. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Instrument yang digunakan berupa visual analog scale for fatigue (VASF) untuk mengukur fatigue, glukotes untuk mengukur kadar glukosa darah, Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat stres.Hasil : Hasil penelitian didapatkan relaksasi otot progresif dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam mengelola stres fisiologis dan sres psikologis pada klien dengan diabetes melitus. Kadar glukosa darah sebelum 293 mg/dl dan sesudah 267,65 mg/dl. Skor fatigue sebelum diperoleh 4,45 dan sesudah 2,60. Skor kecemasan dari 36,05 menjadi 32,60.Kesimpulan : relaksasi otot progressif efektif dalam menurunkan stres fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes melitus. Â