Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : Amina

PERBANDINGAN PENGGUNAAN PELARUT ALKALI (KOH DAN NaOH) TERHADAP HASIL EKSTRAKSI RUMPUT LAUT MERAH (Eucheuma cottonii, sp) ASAL ACEH JAYA Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol 1 No 2 (2019): August 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.775 KB) | DOI: 10.22373/amina.v1i2.25

Abstract

Indonesia is an archipelago that is rich in natural marine potential. One of the provinces in Indonesia that is rich in natural marine potential is Aceh. Aceh, which is rich in seaweed, has good prospects to improve the economy of its people. One of the seaweed cultivated in Aceh is Eucheuma cottonii, which has carrageenan content. In the process of carrageenan processing from seaweed alkali is needed which aims to produce carrageenan granules. Precipitation of carrageenan was carried out by heat extraction method which varied alkaline solvents namely NaOH and KOH and than do FTIR and SEM analysis. From the results of FTIR in the absorption area of ​​1010-1080 cm-1 showed the absorption of glycosidik bonds and at 849-850 cm-1 uptake was absorption from galactose-4-phosphate bonds. In wavelength is a type of carrageenan kappa. SEM results show different and uneven carrageenan surfaces.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL RUMPUT LAUT GRACILARIA SP. ASAL DESA NEUSU KABUPATEN ACEH BESAR Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.418

Abstract

Gracilaria, sp is one type of red algae that produces jelly. Gracilaria, sp. are easily found in Indonesian waters so that they can be developed as aquaculture businesses, especially alongside the east coast of Indonesia. Gracilaria sp. has a secondary metabolic bioactive compound that can be used as a source of emulsifiers, thickeners, stabilizers, and also as medicines. Therefore, phytochemical screening of secondary metabolite compounds, among others, alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoids was carried out. The results showed a positive phytochemical screening of flavonoid compounds, terpenoids, and saponins in the Gracilaria seaweed.
ANALISIS KADAR LOGAM Hg PADA SAMPEL PERNA VIRIDIS L DENGAN MENGGUNAKAN ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETER Hasmizal, Heri; Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol 1 No 3 (2019): December 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v1i3.487

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan pengujian kadar logam Hg pada kerang hijau (Perna viridis L). Analisis kadar logam merkuri (Hg) pada kerang hijau (Perna viridis L) dilakukan dengan proses destruksi menggunakan asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) selanjutnya dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Kadar logam berat merkuri (Hg) pada kerang hijau (Perna viridis L) dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) metode VGA di peroleh sebesar 0,0098 ppb ini menandakan bahwa kadar logam berat merkuri (Hg) pada kerang hijau (Perna viridis L) pasar Krueng Cut, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh tidak melebihi batas maksimum cemaran logam berat yang telah ditentukan oleh SNI.
PERBANDINGAN KADAR SELULOSA DARI RUMPUT LAUT MERAH (RHODOPHYTA) Alaydin, Syahrul; Bhernama, Bhayu Gita; Yulian, Muammar
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.639

Abstract

Seaweed was one of the marine resources. The cellulose potential of seaweed has no much research. Literature Review said summarized potential cellulose of red seaweed which analyzed. This review shows the greatest cellulose content was Gracilaria sp.
ANALISIS AIR LIMBAH YANG MASUK PADA WASTE WATER TREATMENT PLANT (WWTP) Fisma, Ira Yulida; Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol 2 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i2.496

Abstract

Limbah merupakan buangan atau suatu yang tidak terpakai dapat berbentuk cair, gas, dan padat. Kehadiran air limbah dapat berdampak negatif bagi lingkungan. terutama kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan penanganan air limbah. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar air limbah yang dihasilkan ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode aerasi, dimana proses pengolahan air limbah menggunakan proses pengolahan aerobik (menggunakan aktivitas mikroorganisme). Parameter yang terdapat pada proses pengolahan air limbah di WWTP yaitu: pH, Suhu, Color, TSS, TDS, MLSS, DO dan SV30, harus sesuai dengan baku mutu air limbah sebagaimana yang tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 tahun 2010. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu air limbah yang telah diolah di WWTP sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP SINTESIS KATALIS HETEROGEN CaO DARI CANGKANG TELUR Anita, Anita Zahara; Bhernama, Bhayu Gita; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol 2 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i2.774

Abstract

Katalis CaO merupakan katalis heterogen dan bersifat basa. Katalis heterogen CaO dapat dibuat melalui proses kalsinasi. Dalam kajian kepustakaan (library research) ini dirangkum tentang bagaimana pengaruh suhu dan waktu kalsinasi terhadap sintesis katalis heterogen CaO dari cangkang telur, dimana suhu dan waktu kalsinasi berpengaruh terhadap pelepasan CO2 dari senyawa CaCO3. Berdasarkan pengaruh suhu kalsinasi, semakin tinggi suhu maka berat sampel semakin kecil. Hal ini disebabkan karena semakin banyak CO2 yang dilepaskan, sehingga proses dekomposisi CaCO3 menjadi CaO semakin cepat. Dan berdasarkan pengaruh waktu, semakin tinggi suhu kalsinasi maka lama waktu kalsinasi yang dibutukan semakin rendah. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah suhu kalsinasi maka lama waktu kalsinasi yang dibutuhkan bertambah. Hal ini dilihat berdasarkan analisis XRD, SEM, dan FTIR yang menunjukkan bahwa adanya struktur kristal dalam komponen CaO, luas permukaan tinggi, dan adanya mineral karbonat dalam cangkang telur. Suhu dan waktu kalsinasi terbaik untuk menghasilkan katalis CaO heterogen adalah 900ËšC selama 2 jam.
LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK TUMBUHAN SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN, TOMAT DAN DAGING AYAM Nur Huda; Bhayu Gita Bhernama; Febrina Arfi
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.636

Abstract

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, dan perairan yang sangat mudah rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak tumbuhan sebagai pengawet alami tomat, ikan dan daging ayam berdasarkan waktu penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode literature review menggunakan database dari artikel-artikel dalam bentuk jurnal. Berdasarkan dari artikel yang dikumpulkan, didapatkan hasil dari beberapa tumbuhan yang diteliti, ekstrak yang paling efektif untuk dijadikan sebagai pengawet alami untuk ikan ekstrak daun mangga dengan lama penyimpanan selama 13 hari. Sedangkan ekstrak daun kemangi masih kurang efektif untuk pengawetan ikan yang hanya mampu menyimpan ikan selama 60 menit. Ekstrak tumbuhan yang paling efektif untuk mengawetkan buah tomat adalah ekstrak tanaman putri malu dengan waktu penyimpanan 11 hari. Ekstrak tumbuhan yang paling efektif untuk mengawetkan daging ayam adalah ekstrak daun salam dan biji pinang dengan penyimpanan selama 6 hari dan ekstrak yang kurang efektif untuk mengawetkan daging ayam adalah ekstrak dari daun salam dengan lama penyimpanan selama 18 jam.
PENENTUAN KADAR LOGAM Pb DAN Cd PADA RUMPUT LAUT Sargassum Polycystum Bhayu Gita Bhernama; Isru Ulfa Zuliana; Cut Nuzlia
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1963

Abstract

Rumput laut Sargassum Polycistum termasuk dalam golongan alga coklat (Phaeophyceae) yang memiliki potensi dalam mengakumulasi logam berat Pb dan Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar logam berat Pb dan Cd yang terakumulasi pada rumput laut Sargassum Polycistum. Metode yang digunakan adalah proses destruksi basah dengan pelarut berupa HNO3 : H2O2 (6:2) sebanyak 30 mL: 10 mL. Larutan hasil destruksi yang diperoleh dianalisis konsentrasinya menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil yang didapatkan dalam penelitian kadar logam Pb dan Cd pada rumput laut Sargassum Polycistum, sebesar <0,0001 mg/Kg dan 0,0004 mg/Kg. Logam Pb dan Cd pada rumput laut Sargassum Polycistum tidak melebihi batas standar yang telah ditetapkan
PENENTUAN KANDUNGAN NITRIT, BESI, KROMIUM, DAN KEKERUHAN DALAM AIR BERSIH KAPAL Ade Wahida Paradila; Bhayu Gita Bhernama; Yuli Fitriana
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.1996

Abstract

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air, sehingga pengadaan air bersih harus memenuhi standar mutu kualitasnya. Air bersih kapal pada umumnya didapatkan dari pengisian air tawar di pelabuhan pada saat kapal berhenti di pelabuhan. Pengujian ini perlu dilakukan karena sumber air bersih yang didapatkan kapal dipelabuhan tidak diketahui sumber airnya. Parameter fisika dan kimia yang dilakukan pengujian terhadap 5 sampel air bersih kapal (KP1; KP2; KP3; KP4; KP5) yaitu pada senyawa nitrit, logam besi, ion kromium, dan kekeruhan. Pengujian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan alat spektrofotometer SpectroDirect Lovibond. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengujian kromium tidak memenuhi syarat baku mutu air bersih yang layak digunakan yaitu pada kapal KP 5 diperoleh kadar kromium sebesar 0,11 mg/L akan tetapi pada pengujian kekeruhan, nitrit dan besi memenuhi Standar mutu Permenkes nomor 32 tahun 2017 (mg/L) .
ANALISIS AIR BOILER DENGAN PARAMETER pH, ALKALINITAS, TDS, HARDNESS DAN SILIKA DI PT. BEURATA SUBUR PERSADA Husnawati; Bhayu Gita Bhernama; Tarmizi
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2002

Abstract

Sebuah industri khususnya Pabrik Kelapa Sawit sangat membutuhkan air. Pada pabrik kelapa sawit air dibutuhkan untuk proses pengolahan serta untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan uap dari boiler. Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk steam. Sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dijaga dan dikelola dengan sangat baik. Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Air yang akan digunakan sebagai air umpan boiler adalah air yang tidak mengandung unsur yang dapat menyebabkan terjadinya endapan yang dapat membentuk kerak dan yang dapat menyebabkan korosi terhadap boiler. Dengan demikian untuk mencegah hal tersebut air sangat perlu diolah sebelum digunakan pada boiler. Untuk meyakinkan tidak ada zat terlarut yang terbawa dalam uap maka perlu dilakukan nya monitoring pada air boiler. Oleh karena itu perlu diperhatikan kualitas air dengan menjaga parameter nya agar memenuhi standar parameter yang telah ditetapkan, salah satunya yaitu parameter pH, Alkalinitas, Hardness, TDS dan Silika. Berdasarkan hasil penelitian didapat parameter pH, Alkalinitas, TDS, Hardness dan Silika pada air boiler di PT. Beurata Subur Persada sudah memenuhi standar parameter yang telah ditetapkan, tetapi pada tanggal 18 januari parameter silika melebihi standar yang ditetapkan yaitu 187,5 ppm.