Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Analisa

Penalaran matematis melalui group to group exchange berbantuan quizizz Nadya Suciati Fauziah; Juariah Juariah; Ida Nuraida; T. Tutut Widiastuti A
Jurnal Analisa Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i2.9601

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis peserta didik setelah memperoleh pembelajaran Group to Group Exchange berbantuan Quizizz. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sampel 2 kelas disalah satu SMK di Bandung Barat. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan penalaran matematis. Hasil penelitian dan pengolahan data N-Gain, diperoleh bahwa rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis peserta didik setelah memperoleh pembelajaran Group to Group Exchange berbantuan Quizizz adalah 0,70 dan rata rata N-Gain  pada pembelajaran konvensional adalah 0,50. Disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran Group to Group Exchange berbantuan Quizizz lebih baik daripada konvensional. The purpose of this study was to determine the increase in students' mathematical reasoning abilities after receiving Group to Group Exchange assisted Quizizz learning. The used method is quasi-experimental design with The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The sample was taken by using the purposive sampling technique, to obtain a sample of 2 classes in one of the Vocational High Schools in West Bandung. The used instrument is test of mathematical reasoning ability. The results of research and processing of data N-Gain, it was found that the average increase in students' mathematical reasoning abilities after receiving Group to Group Exchange assisted Quizizz learning was 0.70 and the N-Gain average in conventional learning was 0.50. It was concluded that the improvement of students' mathematical reasoning abilities who received Group to Group Exchange assisted Quizizz learning was better than conventional.
Sifat Lapangan pada Bilangan Kompleks Ida Nuraida
Jurnal Analisa Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 (2017)
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v3i1.1498

Abstract

Dalam teori gelanggang dibahas sifat-sifat lapangan (field)  pada suatu sistem bilangan. Suatu gelanggang komutatif L disebut lapangan jika untuk setiap a∈L dan a≠0 terdapat a^(-1)∈L, sehingga aa^(-1)=a^(-1) a=1. Diantaranya adalah sifat lapangan pada sistem bilangan kompleks. Bilangan kompleks adalah bilangan yang berbentuk a + bi atau a + ib, a dan b bilangan real dan i^2= –1. Notasi bilangan kompleks dinyatakan dengan huruf C. Dapat dibuktikan bahwa bilangan kompleks memiliki sifat-sifat lapangan yang memenuhi 10 sifat,  yaitu sifat tertutup penjumlahan dan perkalian, komutatif penjumlahan dan perkalian, assosiatif penjumlahan dan perkalian, memiliki identitas penjumlahan dan perkalian, memiliki balikan (invers) penjumlahan dan balikan perkalian.
Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif melalui penerapan model pembelajaran JUCAMA Nur Rahmah Wardani; Juariah Juariah; Ida Nuraida; T. Tutut Widiastuti A
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.9904

Abstract

Di abad ini, pendidikan menjadi lebih penting untuk memastikan siswa mendapatkan kreatifiatas maka dalam pengembangan kreatifitas secara umum maupun berpikir kreatif matematis pun menjadi penting. Namun, fakta dilapangan ditemukan kemampuan berpikir siswa masih kurang dan perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah memperoleh pembelajaran JUCAMA (Pengajuan dan Pemecahan Masalah) serta perbedaan pencapaian kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan kategori PAM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control Group Desain yang sampel nya diambil secara purposive sampling di salah satu sekolah Menengah Pertama di daerah Bandung. Dengan menggunakan instrumen tes PAM dan Tes Kemampuan Berpikir Kreatif ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran JUCAMA dengan model konvensional (Pembelajaran langsung), dengan rata-rata N-Gain kelas JUCAMA 0,16 > kelas konvensional 0,10. Model pembelajaran JUCAMA ini berbasis pemecahan dan pengajuan masalah karena keduanya mendorong berkembangnya kreatifitas sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Dapat disimpulkan setelah siswa memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran JUCAMA lebih baik dari pembelajaran konvensional.Kata kunci: Berpikir Kreatif, JUCAMA, Pemecahan Masalah, Pengajuan MasalahIn this century, education is becoming more important to ensure students get creativity, so in general the development of creativity and mathematical creative thinking is also important. However, the facts in the field found that students' thinking skills were still lacking and needed to be improved. The purpose of this study was to determine the differences in the improvement of students' mathematical creative thinking skills after obtaining JUCAMA (Problem Submission and Solving) learning and the differences in the achievement of mathematical creative thinking abilities based on the PAM category. The research method used is a quasi experimental method with a Non Equivalent Control Group Design whose samples were taken by purposive sampling in one of the junior high schools in the Bandung area. Using the PAM test instrument and the Creative Thinking Ability Test resulted in several findings, namely: there are differences in the improvement of students' mathematical creative thinking skills using the JUCAMA learning model with the conventional model (Direct learning), with an average JUCAMA class N-Gain 0.16 > conventional class 0.10. This JUCAMA learning model is based on problem solving and proposing because both encourage the development of creativity so as to improve mathematical creative thinking skills. It can be concluded that after students get learning with the JUCAMA learning model, it is better than conventional learning.Keywords: Creative thinking skill, JUCAMA, Problem Based, Problem Posing
Application of Group Resume Learning with Contextual Approach on Mathematical Problem Solving Eritha Dewi Febrianty; Agus Hikmat Syaf; Ida Nuraida
Jurnal Analisa Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v8i2.22231

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII salah satu sekolah di Cianjur. Metode penelitian yang dipilih yaitu kuasi eksperimen dengan design penelitian yaitu nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen tes kemampuan pemecahan masalah, lembar observsi dan lembar angket sikap siswa. Hasil penelitian diperoleh bahwa: Keterlaksanaan proses pembelajaran guru dan siswa menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual berada pada kategori baik sekali; peningkatan kemampuan pemcahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual lebih baik secara signifikan daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional; besar pengaruh model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual berada pada kategori sedang dengan persentase 73%; serta kebanyakan siswa memberikan sikap positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran group resume dengan pendekatan kontekstual.The purpose of this research was to improve students' mathematical problem solving abilities using the group resume learning model with a contextual approach. This research was conducted in class VIII one of the schools in Cianjur. The research method chosen was quasi-experimental with a nonequivalent control group design. The instruments used were problem solving ability test instruments, observation sheets and student attitude questionnaire sheets. The results of the study showed that: The implementation of the teacher and student learning process using the group resume learning model with a contextual approach was in the very good category; increasing the mathematical problem solving abilities of students who use the group resume learning model with a contextual approach is significantly better than students who use conventional learning models; the influence of the group resume learning model with a contextual approach is in the moderate category with a percentage of 73%; and most students give a positive attitude towards learning mathematics using the group resume learning model with a contextual approach.