Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Innovation for Community Service Journal

Sosialisasi Kontaminasi Logam Beracun Merkuri (Hg) pada Ekosistem di Desa Tifu, Namlea, Kabupaten Buru Male, Yusthinus Thobias; Fransina, Eirene Grace; Gaspersz, Nelson; Sanawain, Lea
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i1.12977

Abstract

Pada saat kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) marak terjadi di Gunung Botak, Namlea (Tahun 2011-2016), banyak penduduk Desa Tifu yang mengolah emas menggunakan merkuri di halaman belakang rumah mereka. Secara teori, 30% dari merkuri yang digunakan akan terbuang ke lingkungan. Bekas area tromol telah dijadikan lahan pertanian sehingga sangat berpotensi terjadi biomagnifikasi, yaitu masuknya merkuri manusia melalui bahan makanan. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa ekosistem (tanah dan tumbuhan) di Desa Tifu telah terkontaminasi dengan merkuri. Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan data valid sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang kontaminasi merkuri pada ekosistem bekas area tromol (tanah, tumbuhan dan hewan). Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak buruk bagi kesehatan.
Pembuatan Kecap sebagai Bahan Tambahan Makanan dari Limbah Air Kelapa di Negeri Kilang Rahayu, Rahayu; Fransina, Eirene Grace; Bandjar, Adriani; Pattiasina, Priska Marisa; Gaspersz, Nelson
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i1.8503

Abstract

Provinsi Maluku adalah provinsi kepulauan yang memiliki banyak desa yang secara geografis berada di pinggiran pantai. Negeri Kilang merupakan salah satu desa di Pulau Ambon, Sumber penghasilan rata-rata keluarga warga desa ini adalah nelayan dan petani. Salah satu tanaman yang dihasilkan masyarakat Kilang adalah tanaman kelapa. Sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi maka perlu adanya pemberian informasi berupa inovasi untuk memanfaatkan air kelapa menjadi sesuatu produk yang bermanfaat dan turut dapat menjadi sumber perekonomian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa dalam bentuk pengabdian masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat Negeri Kilang untuk dapat memanfaatkan air kelapa tersebut menjadi barang yang bernilai ekonomi. Limbah air kelapa yang dihasilkan tersebut dapat dijadikan bahan tambahan makanan sebagai penambah rasa atau bumbu pada makanan yakni kecap.
Inovasi Pengolahan Limbah Air Kelapa menjadi Cuka Kelapa sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal di Desa Oma, Pulau Haruku, Maluku Tengah Gaspersz, Nelson; Male, Yusthinus Tobias; Bandjar, Adriani; Sekewael, Serly Jolanda; Fransina, Eirene Grace; Sohilait, Stephanie Pascal
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22895

Abstract

Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya kelapa yang banyak tumbuh di wilayah pesisir seperti Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan daging buah kelapa untuk konsumsi rumah tangga, sedangkan air kelapa sering dibuang sebagai limbah. Padahal, air kelapa mengandung karbohidrat yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti cuka kelapa melalui proses fermentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Oma, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, dalam meningkatkan nilai ekonomis limbah air kelapa melalui pelatihan pembuatan cuka kelapa dengan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok (FGD), serta pelatihan teknis pembuatan cuka kelapa dengan fermentasi anaerob menggunakan ragi dan urea (food grade). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah air kelapa menjadi produk cuka siap pakai dan bernilai jual. Produk yang dihasilkan dikemas dalam botol berlabel sebagai produk unggulan lokal. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pengurangan limbah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Oma melalui penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.