Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemetaan Kasus Gigitan Ular di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Analisis Spasial Statistik Yudha, Donan Satria; Raihan, Ananta Widi; Al Faqih, Muhamad Yusril
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i1.5331

Abstract

Kasus gigitan ular merupakan permasalahan kesehatan tropis yang terabaikan. Negara berkembang tropis seperti Indonesia memiliki peluang besar mengalami kasus gigitan ular melebihi angka estimasi. Kasus gigitan ular terjadi di wilayah padat penduduk di mana petani merupakan kelompok paling rentan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola spasial kasus gigitan ular di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2019 – 2020, sebagai langkah pencegahan resiko gigitan ular di masa depan. Data yang diperoleh dari rekam medis RS, penyebaran kuesioner daring, dan wawancara korban dianalisis pola persebaran dari sisi temporal (musim) dan spasial. Dua puluh satu kasus terjadi di Kulon Progo. Korelasi negatif antara kasus gigitan dengan curah hujan ditunjukkan pada tahun 2019 dan korelasi positif pada tahun 2020. Visualisasi peta persebaran, estimasi densitas kernel, dan analisis pola titik menggunakan fungsi G, F, K’s Ripley menjelaskan bahwa sebaran kasus yang terjadi tersebar secara acak di tahun 2019 dan 2020 dengan daerah kasus gigitan terbanyak adalah Samigaluh. Ular Trimeresurus albolabris mendominasi kasus gigitan ular di Kulon Progo yakni sebanyak 48% total kasus gigitan. Maka kesimpulan yang diperoleh adalah kasus gigitan ular di Kulon Progo mengalami peningkatan di musim kering pada tahun 2019 dan di musim hujan pada tahun 2020 serta tersebar secara acak pada kedua tahun.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Hulu Sungai Opak menggunakan Environmental DNA (eDNA) Metabarcoding Yudha, Donan Satria; Salsabila, Sophia; Priyono, Dwi Sendi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.7864

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman jenis ikan di Hulu Sungai Opak DIY sebelumnya telah dilakukan pada tahun 2010 dan 2013 dengan metode konvensional. Akan tetapi, metode tersebut memiliki beberapa keterbatasan. Monitoring menggunakan eDNA metabarcoding diperlukan untuk memperoleh data yang lebih detail dan akurat. Pada penelitian ini, digunakan primer 250 bp 16S Vertebrate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan di hulu Sungai Opak pada tahun 2022 dengan pendekatan eDNA metabarcoding; mengetahui perbedaan keanekaragaman jenis ikan di hulu Sungai Opak pada tahun 2010, 2013, dan 2022; dan menguji efektivitas identifikasi keanekaragaman jenis ikan menggunakan eDNA metabarcoding di sungai-sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sampling air, filtrasi dan preservasi DNA, ekstraksi DNA, PCR dan elektroforesis, sequencing, dan analisis bioinformatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi 11 spesies ikan dengan nilai minimum percentage of identical matches sebesar 97%. Jenis ikan yang teridentifikasi pada tahun 2022 lebih banyak dibandingkan pada tahun 2010 dan 2013. Efektivitas penggunaan eDNA metabarcoding dalam identifikasi keanekaragaman jenis ikan di sungai dapat dilakukan secara cepat namun kurang akurat. Ketidakakuratan tersebut disebabkan oleh kontaminasi eDNA, kurangnya spesifitas target sekuens dan primer untuk monitoring ikan, serta database referensi yang belum lengkap untuk ikan air tawar di Indonesia.
Studi Pendahuluan Tipe Sarang Alami dan Semi Alami Penyu di Pantai Pelangi Yudha, Donan Satria; Putranto, Dimas Anggoro; Putri, Rahmi Ramadhani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i3.8136

Abstract

Penelitian jenis penyu, sarang alami dan semi-alaminya di Pantai Selatan Yogyakarta telah beberapa kali dilakukan. Hasilnya pantai di Bantul termasuk Pantai Pelangi memiliki lokasi pendaratan penyu untuk bertelur yang baik. Penelitian jenis dan sarang penyu di Pantai Pelangi perlu diperbaharui. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji awal jenis penyu yang bersarang di pantai Pelangi selama Juni hingga Agustus tahun 2023 dan mengetahui pengaruh karakter fisik sarang alami dan semi-alami terhadap keberhasilan penetasan telur. Penelitian dilakukan pada Juni hingga Agustus 2023 di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Data yang didapatkan: Penyu yang mendarat dan bertelur di Pantai Pelangi adalah penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Kegagalan penetasan telur penyu di Pantai Pelangi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: lebar sarang semi-alami yang lebih sempit dari sarang alami; kedalaman sarang semi-alami terlalu dalam dan tegak lurus dibandingkan sarang alami; dan suhu pasir sarang semi-alami cukup panas. Saran: sarang semi-alami tidak perlu menggunakan ember, agar lebar dan kedalaman sarang dapat disesuaikan, kedalaman sarang dibuat agak miring guna memudahkan tukik merangkak keluar; perlu naungan di area sarang semi-alami guna mengurangi suhu panas pasir sarang semi-alami.