Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Antlers Characterization for Identification of Deer Species (Family Cervidae) in Indonesia Donan Satria Yudha; M Zulfiqar Meizar Pratama; Rury Eprilurahman
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 4, No 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.45667

Abstract

There are five species of deer (family Cervidae) living in Indonesia today. Male deer possesses antlers, a unique character of male deer. Antlers have economic values for quite a long time. Antler’s growth is influenced by several factors, therefore each species of deer have its own unique antlers’ shape and size. Antler’s identification usually relies on size measurement and overall shape of complete antlers which still attach to the skull. It is difficult to identify shed, broken or individual antler. The purpose of the research is to understand antlers’ morphological characters on each species to become diagnostic characters. Specimens analysed were collections of LIPI and were analysed with Principal Component Analysis (PCA) using PAST3 software. The results showed each species of deer having their own unique antlers’ character, and so it can be used to determine the species of Indonesian deer. The important structures for identification are relief, pedicle, brow, bez, and main beam.
Characteristics of Shell Bone as an Identification Tool for Turtle Species (Reptiles: Testudines) in Java, Borneo, and Sumatra Donan Satria Yudha; Fidelis Triki Sadewa Aritona; Rury Eprilurahman
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.47227

Abstract

There are 42 species of turtles; including sea turtle, freshwater turtle, tortoise, and softshell turtle (Reptilia: Testudines) living in Indonesia today. Turtles have economic values for quite a long time and it has led to illegal trade such as smuggling of carapace and plastron bones. Identification is needed to find out more details about the turtle species. Turtles have shells as unique features with different characteristics on each species. Shell’s identification usually relies on the shape of carapace and plastron. The purpose of this research is to understand turtle shell morphological characters and determine the diagnostic characters of each species. We conducted visual observation on specimen collections from the Laboratory of Animal Systematics, Faculty of Biology, Universitas Gadjah Mada and Museum of Biology, Faculty of Biology, Universitas Gadjah Mada. The result shows that each turtle species have their own unique shell bone’s characters, therefore it can be used to determine each turtle species of Indonesia.
Diversity and Distribution of Herpetofauna in Banyu Nibo Waterfall Ecotourism Region, Nglanggeran, Gunung Kidul, Special Region of Yogyakarta Alfonsus Toribio Eko Saputro; Elika Boscha; Ananto Puradi Nainggolan; Donan Satria Yudha; Rury Eprilurahman
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.53637

Abstract

Banyu Nibo Waterfall is located near Nglanggeran, Gunung Kidul that well known for its eco-tourism development. The geographical and ecosystem condition could be providing unique habitat for herpetofauna. Herpetofauna has important role in the ecosystem as food chain components and even as environment bioindicator.The aim of this research is to asses the herpetofauna diversity in Banyu Nibo Waterfall as preliminary biodiversity data.  The research was conducted using VES (Visual Encounter Survey) assisted by 500 meters transect line. As a result, 15 species were found, mainly distributed on area with tree coverage.
Monitoring Keanekaragaman dan Kemelimpahan Ular (Squamata: Serpentes) di Sungai Gadjah Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta Yudha, Donan Satria; Eprilurahman, Rury; Alfarizi, Muhammad Khevin Fathah; Rahino, Wintang Gagat Bangun; Dewi, Nur Indah Candra; Andhika, Rashif Naufal
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i2.4541

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman dan kemelimpahan ular di Sungai Gadjah Wong telah dilaksanakan pada tahun 2014, tetapi setelah lima tahun berlalu terjadi perubahan kondisi sungai yang dimungkinkan berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kemelimpahan ular. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan ular di Sungai Gadjah Wong pada tahun 2019, serta membandingkan dengan data penelitian tahun 2014. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode VES (Visual Encounter Survey), river bank cruising dan transek di sepanjang tepi sungai. Pengambilan sampel dilakukan di tiga bagian lokasi, yaitu bagian hulu, tengah, dan hilir, dengan setiap lokasi dibagi menjadi tiga titik sampling. Hasil yang diperoleh pada tahun 2019 ditemukan enam spesies ular yaitu Ahaetulla prasina, Ahaetulla sp., Xenocrhophis trianguligerus, Xenocrhophis melanzostus, Dendrelaphis pictus dari familia Colubridae, dan Homalopsis buccata dari familia Homalopsidae. Ahaetulla prasina merupakan spesies yang memiliki jumlah paling melimpah di Sungai Gadjah Wong tahun 2019. Keanekaragaman dan kemelimpahan ular pada bagian hulu dan hilir di Sungai Gadjah Wong tahun 2019 lebih rendah dari pada tahun 2014. Keanekaragaman dan kemelimpahan ular tahun 2019 pada bagian hilir memiliki nilai yang lebih tinggi hal ini disebabkan oleh penambangan pasir yang terdapat di bagian hilir pada tahun 2014 tidak ditemukan lagi di tahun 2019. 
Keanekaragaman Jenis Ikan di Hulu Sungai Opak menggunakan Environmental DNA (eDNA) Metabarcoding Yudha, Donan Satria; Salsabila, Sophia; Priyono, Dwi Sendi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.7864

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman jenis ikan di Hulu Sungai Opak DIY sebelumnya telah dilakukan pada tahun 2010 dan 2013 dengan metode konvensional. Akan tetapi, metode tersebut memiliki beberapa keterbatasan. Monitoring menggunakan eDNA metabarcoding diperlukan untuk memperoleh data yang lebih detail dan akurat. Pada penelitian ini, digunakan primer 250 bp 16S Vertebrate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan di hulu Sungai Opak pada tahun 2022 dengan pendekatan eDNA metabarcoding; mengetahui perbedaan keanekaragaman jenis ikan di hulu Sungai Opak pada tahun 2010, 2013, dan 2022; dan menguji efektivitas identifikasi keanekaragaman jenis ikan menggunakan eDNA metabarcoding di sungai-sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sampling air, filtrasi dan preservasi DNA, ekstraksi DNA, PCR dan elektroforesis, sequencing, dan analisis bioinformatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi 11 spesies ikan dengan nilai minimum percentage of identical matches sebesar 97%. Jenis ikan yang teridentifikasi pada tahun 2022 lebih banyak dibandingkan pada tahun 2010 dan 2013. Efektivitas penggunaan eDNA metabarcoding dalam identifikasi keanekaragaman jenis ikan di sungai dapat dilakukan secara cepat namun kurang akurat. Ketidakakuratan tersebut disebabkan oleh kontaminasi eDNA, kurangnya spesifitas target sekuens dan primer untuk monitoring ikan, serta database referensi yang belum lengkap untuk ikan air tawar di Indonesia.
Pemetaan Kasus Gigitan Ular di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Analisis Spasial Statistik Yudha, Donan Satria; Raihan, Ananta Widi; Al Faqih, Muhamad Yusril
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i1.5331

Abstract

Kasus gigitan ular merupakan permasalahan kesehatan tropis yang terabaikan. Negara berkembang tropis seperti Indonesia memiliki peluang besar mengalami kasus gigitan ular melebihi angka estimasi. Kasus gigitan ular terjadi di wilayah padat penduduk di mana petani merupakan kelompok paling rentan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola spasial kasus gigitan ular di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2019 – 2020, sebagai langkah pencegahan resiko gigitan ular di masa depan. Data yang diperoleh dari rekam medis RS, penyebaran kuesioner daring, dan wawancara korban dianalisis pola persebaran dari sisi temporal (musim) dan spasial. Dua puluh satu kasus terjadi di Kulon Progo. Korelasi negatif antara kasus gigitan dengan curah hujan ditunjukkan pada tahun 2019 dan korelasi positif pada tahun 2020. Visualisasi peta persebaran, estimasi densitas kernel, dan analisis pola titik menggunakan fungsi G, F, K’s Ripley menjelaskan bahwa sebaran kasus yang terjadi tersebar secara acak di tahun 2019 dan 2020 dengan daerah kasus gigitan terbanyak adalah Samigaluh. Ular Trimeresurus albolabris mendominasi kasus gigitan ular di Kulon Progo yakni sebanyak 48% total kasus gigitan. Maka kesimpulan yang diperoleh adalah kasus gigitan ular di Kulon Progo mengalami peningkatan di musim kering pada tahun 2019 dan di musim hujan pada tahun 2020 serta tersebar secara acak pada kedua tahun.
Preliminary Study on Morphology, Meristics, and Morphometric Variations of Javan Spitting Cobra Naja sputatrix Boie, 1827 and Sumatran Spitting Cobra Naja sumatrana Müller, 1890 Dafa, Maula Haqul; Yudha, Donan Satria; Sulistio, Adian Dwi
Genbinesia Journal of Biology Vol. 3 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Generasi Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55655/genbinesia.v3i1.61

Abstract

Cobras are venomous snakes from Elapidae Family widespread in Asia and Africa, including Indonesia. There are two species of cobras in Indonesia, the one being is Javan spitting cobra (Naja sputatrix Boie, 1827) and other is Sumatran spitting cobra (Naja sumatrana Müller, 1890). In Indonesia, N. sputatrix distributions are in Java, Bali, and Nusa Tenggara, meanwhile N. sumatrana spread across Sumatra and Kalimantan. Wide distribution means that there are also potentially wide variations in morphology, meristic, and morphometric characters. This research was conducted to determine variations of Javan and Sumatran spitting cobra with morphology, meristic, and morphometric characterization. Total number of 16 samples (N. sputatrix = 8, N. sumatrana = 8) were examined and measured. Visual observation focused on coloration and hood characteristics. Meristic observation uses head, dorsal, ventral, and subcaudal scalation. Morphometric observation measures SVL, TL, Tail, and HW. We found that hood morphology varies greatly between N. sputatrix and N. sumatrana. N. sumatrana differs between Sumatran and Borneo population. Morphometric variation is being less prominent with morphometric description that matches with previous literatures and researches.
Identifikasi Keanekaragaman Reptil Menggunakan Metode eDNA di Bagian Hulu Sungai Opak Yudha, Donan Satria; Ismail, Rama Yudhistira; Pranatami, Kinanti Ayurahmawati; Priyono, Dwi Sendi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i3.7865

Abstract

Sungai Opak adalah salah satu sungai utama yang mengalir di Provinsi DIY dan merupakan habitat bagi reptil seperti kura-kura, kadal dan ular. Environmental DNA (eDNA) merupakan metode yang lebih efisien untuk identifikasi spesies dibandingkan metode konvensional yang memiliki beberapa kekurangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman reptil di Hulu Sungai Opak dengan menggunakan metode sampling eDNA. Sampel air diambil dari bagian hulu Sungai Opak, kemudian dilakukan filtrasi, ekstraksi dan preservasi DNA, kemudian dilanjutkan PCR dan elektroforesis, sequencing, serta analisis bioinformatik. Hasil analisis eDNA menunjukkan adanya 6 spesies kura-kura dan 33 spesies ular. Metode eDNA dapat menunjukan hasil yang presisi dalam identifikasi sampel ke tingkat spesies, walaupun masih terdapat false positive dan false negative. Penggunaan eDNA metabarcoding dalam identifikasi keanekaragaman jenis reptil di hulu Sungai Opak dapat dilakukan secara cepat namun kurang efektif. Hal tersebut disebabkan oleh kontaminasi eDNA, kurang spesifiknya target sekuens dan primer untuk monitoring reptil, serta database referensi yang belum lengkap untuk reptil yang habitatnya di dalam dan sekitar perairan sungai di Indonesia.
Diversity, abundance, and evenness of lizards and snakes (Reptilia: Squamata) in Winongo River, Province of DIY Yudha, Donan Satria; Eprilurahman, Rury; Fauzi, Luthfi; Hanik, Nureini; Desmi, Nola; Putra, Rachmat Aditama Dwija; Erieco, Luthfi
Genbinesia Journal of Biology Vol. 4 No. 2 (2025): March 2025
Publisher : Generasi Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55655/genbinesia.v4i2.74

Abstract

River is one of the habitats for reptiles. Based on the research along Code River, Opak River and Gadjahwong River, reptiles commonly found along rivers in Yogyakarta were lizards and snakes. Research on lizards and snakes’ diversity is essential to know its diversity and to understand its habitat along rivers in Yogyakarta. Methods used was Visual Encounter Survey combined with time search. Data analyzed using Shannon-Wiener Index, Pielou Evenness Index and degree of abundance based on Buden (2000). Result obtained were lizards 9 species and 15 snakes’ species. Lizard diversity based on Shannon-Wiener Index, on upstream, midstream and downstream were categorized as low with H’ 0,246; 0,228 and 0,185 respectively. Snake diversity based on Shannon-Wiener Index, on upstream was low with H’: 0,099; on midstream and downstream were moderate with H’: 0,182 and 0,135. Lizard evenness based on Pielou Index, on upstream, midstream and downstream were categorized as low with E 0,178; 0,127 and 0,115 respectively. Snake evenness based on Pielou Index, on upstream, midstream and downstream were also categorized as low with E 0,099; 0,182 and 0,135 respectively. Most abundant lizards were: Eutropis multifasciata and Bronchocela jubata, meanwhile most abundant snakes were: Dendrelaphis pictus, Ahaetulla prasina, and Homalopsis buccata.
Monitoring Keanekaragaman dan Kemelimpahan Ular (Squamata: Serpentes) di Sungai Gadjah Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta Yudha, Donan Satria; Eprilurahman, Rury; Alfarizi, Muhammad Khevin Fathah; Rahino, Wintang Gagat Bangun; Dewi, Nur Indah Candra; Andhika, Rashif Naufal
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i2.4541

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman dan kemelimpahan ular di Sungai Gadjah Wong telah dilaksanakan pada tahun 2014, tetapi setelah lima tahun berlalu terjadi perubahan kondisi sungai yang dimungkinkan berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kemelimpahan ular. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan ular di Sungai Gadjah Wong pada tahun 2019, serta membandingkan dengan data penelitian tahun 2014. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode VES (Visual Encounter Survey), river bank cruising dan transek di sepanjang tepi sungai. Pengambilan sampel dilakukan di tiga bagian lokasi, yaitu bagian hulu, tengah, dan hilir, dengan setiap lokasi dibagi menjadi tiga titik sampling. Hasil yang diperoleh pada tahun 2019 ditemukan enam spesies ular yaitu Ahaetulla prasina, Ahaetulla sp., Xenocrhophis trianguligerus, Xenocrhophis melanzostus, Dendrelaphis pictus dari familia Colubridae, dan Homalopsis buccata dari familia Homalopsidae. Ahaetulla prasina merupakan spesies yang memiliki jumlah paling melimpah di Sungai Gadjah Wong tahun 2019. Keanekaragaman dan kemelimpahan ular pada bagian hulu dan hilir di Sungai Gadjah Wong tahun 2019 lebih rendah dari pada tahun 2014. Keanekaragaman dan kemelimpahan ular tahun 2019 pada bagian hilir memiliki nilai yang lebih tinggi hal ini disebabkan oleh penambangan pasir yang terdapat di bagian hilir pada tahun 2014 tidak ditemukan lagi di tahun 2019.